Pesan Moral Aneh Kisah Nabi Luth

Kisah Nabi Luth pasti dikenal oleh penganut agama rumpun Ibrahim, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Kisah ini ada dalam Qur’an dan Kitab Perjanjian Lama.

Apa pesan moral kisah tersebut?

Penganut Islam dan Kristen dapat dengan cepat menyebutkannya: hubungan seks sesama jenis adalah dosa yang sangat dibenci Allah. Untuk perbuatan tersebut Allah telah mengirim azab yang memusnahkan kaum Luth.

Tetapi adakah pesan moral lain yang bisa diambil dari cerita di kedua kitab suci tersebut?

Ada. Dan ini sungguh mengejutkan karena pesan tersebut adalah hal yang tidak bisa diterima oleh norma-norma yang wajar dimasa kini.

Pesan Moral Aneh

Untuk Kitab Perjanjian Lama, saya akan mengutip Kitab Genesis sebagai berikut:

Gen 19:1  Sesudah bertamu pada Abraham, kedua malaikat itu pergi ke Sodom dan tiba di sana pada waktu malam. Lot sedang duduk di pintu gerbang kota, dan setelah melihat mereka, ia bangkit untuk menyambut mereka. Lalu sujudlah ia di hadapan mereka,
Gen 19:2  dan berkata, “Tuan-tuan, silakan singgah di rumah saya. Tuan-tuan dapat membasuh kaki dan bermalam di rumah saya. Besok kalau mau, Tuan-tuan dapat bangun pagi-pagi dan meneruskan perjalanan.” Tetapi mereka menjawab, “Terima kasih, biar kami bermalam di sini saja, di lapangan kota.”
Gen 19:3  Lot memohon dengan sangat, dan akhirnya mereka masuk bersama dia ke dalam rumahnya. Lot menyediakan hidangan lezat dan memanggang roti secukupnya, lalu makanlah mereka.
Gen 19:4  Tetapi sebelum tamu-tamu itu pergi tidur, orang-orang Sodom mengepung rumah itu. Semua orang laki-laki di kota itu, baik yang tua maupun yang muda, ada di situ.
Gen 19:5  Mereka berseru kepada Lot, dan bertanya, “Di mana orang-orang yang datang bermalam di rumahmu? Serahkan mereka, supaya kami dapat bercampur dengan mereka!”
Gen 19:6  Lot keluar dari rumahnya, dan sesudah menutup pintu,
Gen 19:7  ia berkata kepada orang-orang Sodom itu, “Saudara-saudara, saya minta dengan sangat, janganlah melakukan hal yang sejahat itu!
Gen 19:8  Coba dengar, saya punya dua anak perawan. Biar saya serahkan mereka kepada kalian dan kalian boleh melakukan apa saja dengan mereka. Tetapi jangan apa-apakan tamu-tamu saya ini; sebab saya wajib melindungi mereka.”
Gen 19:9  Tetapi kata orang-orang Sodom itu kepada Lot, “Pergi! Engkau orang asing mau mengatur kami? Ayo, pergi! Kalau tidak, engkau akan kami hajar lebih berat daripada kedua orang itu.” Lalu mereka mendorong Lot dan menyerbu hendak mendobrak pintu.
Gen 19:10  Tetapi kedua tamu itu mengulurkan tangan mereka dan menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu.
Gen 19:11  Mereka membutakan semua orang yang ada di luar rumah itu, sehingga orang-orang itu tidak dapat menemukan pintu itu lagi.

 

Untuk Qur’an ada di Al-Hijr

Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut pengikutnya, (61)
ia berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal”. (62)
Para utusan menjawab: “Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. (63)
Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar. (64)
Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutlah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu”. (65)
Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh. (66)
Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu.(67)
Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), (68)
dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina”. (69)
Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” (70)
Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”. (71)

 

Apa yang aneh?

Dalam kedua versi tersebut, penduduk kota (laki-laki) datang untuk meminta tamu Luth (dua malaikat yang gagah) agar diserahkan untuk melayani nafsu bejat mereka. Dalam pengaruh nafsu, mereka menantang Luth untuk menyerahkannya.

Apa reaksi Luth untuk melindungi tamunya?

Gunung Sodom dan tiang batu yang tercipta dari istri Lot karena menengok ke belakang
Gunung Sodom dan tiang batu yang konon tercipta dari istri Lot karena menengok ke belakang

Inilah pesan yang sangat tidak bisa dimengerti: Luth menawarkan dua anak gadisnya yang perawan sebagai pengganti dua orang malaikat tamunya.

Astaga! ayah macam apa Luth ini. Ia rela menyerahkan dua orang anak gadisnya kepada gerombolan beringas, demi dua orang tamu yang baru dikenalnya (walaupun itu malaikat).

Dalam kisah ini tercermin bahwa orang tua berhak menentukan nasib anak gadisnya, berhak bahkan untuk mengumpankannya ke mulut gerombolan yang dirasuki nafsu liar.

Apakah pesan kedua ini dapat diterima oleh kaidah moral sekarang? Saya rasa tidak. Tanpa ukuran agama apapun, tindakan Luth untuk menyerahkan anak gadisnya tidak dapat diterima.

Ada lagi yang aneh? Ada bahkan ini jauh lebih absurd.

Keanehan Lebih Lanjut Kisah Luth

Keanehan kisah Luth tidak berhenti disini saja. Kisah berikutnya menimbulkan pertanyaan lebih jauh. Untungnya kisah ini hanya ada di Perjanjian Lama, dalam Qur’an kisah ini tidak dicantumkan. Beruntunglah umat Islam, karena tidak perlu kerepotan untuk menjawabnya.

Dalam Perjanjian Lama, kisah Lot terus berlanjut dengan absurd. Lihat cuplikan Kitab Genesis berikutnya:


Gen 19:17  Sesudah itu seorang dari malaikat itu berkata, “Larilah, selamatkan nyawamu! Jangan menoleh ke belakang dan jangan berhenti di lembah. Larilah ke pegunungan, supaya kalian jangan mati!”

Gen 19:23
  Matahari sedang terbit ketika Lot sampai di Zoar.
Gen 19:24  Tiba-tiba TUHAN menurunkan hujan belerang yang berapi atas Sodom dan Gomora.
Gen 19:25  Kedua kota itu dihancurkan, juga seluruh lembah dan semua tumbuh-tumbuhan serta semua penduduk di situ.
Gen 19:26  Tetapi istri Lot menoleh ke belakang, lalu dia berubah menjadi tiang garam.

Gen 19:30
  Karena Lot takut menetap di Zoar, maka pergilah ia ke pegunungan bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan, lalu tinggal di dalam sebuah gua.
Gen 19:31  Anak perempuan yang sulung berkata kepada adiknya, “Ayah sudah tua, dan di seluruh negeri ini tak ada orang laki-laki yang dapat mengawini kita supaya kita mendapat anak.
Gen 19:32  Mari, kita buat ayah mabuk, lalu kita tidur dengan dia supaya kita mendapat anak.”
Gen 19:33  Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu anak yang sulung tidur dengan ayahnya; tetapi ayahnya begitu mabuk sehingga tidak tahu apa yang terjadi.
Gen 19:34  Keesokan harinya, anak yang sulung berkata kepada adiknya, “Tadi malam saya sudah tidur dengan ayah! Nanti malam kita buat dia mabuk lagi. Lalu tidurlah kau dengan dia. Nanti kita masing-masing mendapat anak.”
Gen 19:35  Demikianlah pada malam itu mereka membuat Lot mabuk, dan anaknya yang kedua tidur dengan dia. Dan Lot terlalu mabuk lagi sehingga tidak tahu apa yang terjadi.
Gen 19:36  Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu karena ayah mereka sendiri.
Gen 19:37  Anak yang sulung melahirkan anak laki-laki yang dinamakannya Moab. Dia menjadi leluhur orang Moab yang sekarang.
Gen 19:38  Anak yang kedua melahirkan anak laki-laki juga yang dinamakannya Ben-Ami. Dia menjadi leluhur bangsa Amon yang sekarang.

 

Perhatikan apa yang terjadi. Kedua anak Lot membuat ayah mereka (Lot) mabuk dan menggauli mereka agar mereka mendapat keturunan. Dan itu berhasil.

Astaga! keluarga macam apakah Lot ini?

Lot dibujuk dua anak gadisnya
Lot dibujuk dua anak gadisnya

Apakah pantas mereka disebut keluarga yang suci, hingga kisahnya diabadikan di kitab suci yang menjadi panutan umat Islam, Kristen dan Yahudi? Selain penolakannya terhadap perilaku seks yang tidak wajar, adakah yang patut dicontoh dari keluarga Luth ini?

Inilah salah satu kisah dalam kitab suci yang mendapat sorotan keras dari kelompok-kelompok kritikus agama.

Kisah ini memang absurd.

Mungkin anda mempunyai jawabannya?

Baca Juga:

454 komentar

  1. Perspektif mas judhi ini menggelitik ya?
    jika memang seperti itu adanya, tekstual semata, berarti mas judhi telah mengabaikan hati anda sendiri, karena hanya mencerna informasi berdasarkan apa yang anda bisa lihat saja, dengan hanya mengedepan kan pemikiran yang di landasi dari logika saja (dan itupun harus sesuai dengan selera anda… hehehe ).

    yah apapun semoga anda sendiri tidak memakai standar ganda dalam hal ini,

    jika masalahnya adalah kultural, praktek insest pun sebenarnya masih terjadi dalam masa2 di awal kenabiannya nabi muhammad…
    dan dalam masa ke- nabi ibrahim dkk emang ga ada larangan secara eksplisit tuh tentang incest,
    hehe
    dan jauh sebelumnya mas judhi pasti tahu dong gimana cara anak-anaknya nabi adam memiliki keturunan? hehehe…okelah gausah di bahas

    btw, disitu kan intinya kalau memang “ingin menanam bibit” lakukan lah di tempat “bercocok tanam”, bukan di tempat untuk membuang kotoran, karena hal tersebut tidak benar secara hukum alam sekalipun. why? karena segala sesuatu di alam semesta ini kan di ciptakan berpasangan, saya pikir (dan dalam kitab kejadian pun disebutkan) khusus dalam kisah nabi LUTH masalah utamanya adalah JANTAN dan BETINA..
    Mas judhi tahu dong tentang ADAM and EVE pastinya…

    nah disinilah isunya mas…kenapa LOT/LUTH dinas di SODOM/SADDUM…
    tuhan menciptakan ADAM dan EVE bukan ADAM dan STEVE… atao MADAME and EVE ato apapun itulah yang tidak sejalan dengan hukum kodrati tersebut wkwkwkwk…

    DAN…
    masalah terbesarnya di sini adalah LOT/LUTH bukanlah seorang aktivis LGTB (lesbian,gay,transgender,bisexual) yang bakalan ngebiarin gerombolan homo ngelampiasin birahinya di depan hidungnya (ato malah ikutan? wkwkwk)

    dia adalah MANDATARIS langsung dari tuhan semesta alam sebagai wakilNya di muka bumi ini guna meluruskan kelakuannya orang-orang di muka bumi ini, nah disinilah sialnya, LOT/LUTH kebetulan dapet wilayah DINAS di negeri SODOM/SADDUM…

    bahkan untuk ke”imanannya” ini (atas dasar penciptaan ADAM and EVE), LOT/LUTH
    bahkan lebih rela jika (disini saya pake kata”jika” untuk perumpamaan, karena hal tersebut sejatinya tidak terjadi) kaum homo tersebut “make” anaknya yang notanene adalah perempuan hasil perkawinan “normal” LOT/LUTH dengan salah satu perempuan dari kaum tersebut…ketimbang kaum tersebut main TUSBOL tamunya di depan matanya sendiri…

    satu lagi mas! jadi MANDATARIS TUHAN BUKANLAH TUGAS YANG RINGAN bukan lah satu kisah yang pantas di”HUKUM” oleh ilusi modernitas yang selalu dibangga2kan oleh manusia sekarang, terkadang kebijaksanaan dan kearifan “kuno” itu lebih mengena terhadap esensi kehidupan,
    tolong hormati dikit lah kalo mas judhi mengaku sebagai manusia modern yang punya adab.

    dan satu lagi catatan dari saya mas, orang – orang homo tuh keras kepala, (segitu ini jaman modern loh) apalagi jaman bar-bar kayak jaman nabi luth udah HOMO barbar ngondek lagi .. saya sih ogah deh klo mesti dakwah di tempat kayak begono.. wkwkwk

    anyway nice share lah semoga bermanfaat wkwkwk…( ENIWEI JANGAN KSINGGUNG YA! SAPARATOZZZ!!!)

    1. @Red Linux: ada realitas obyektif dan subyektif, kita harus membedakannya.

      Sebagai fakta obyektif, kisah Luth ini ada dalam teks kitab suci, saya tidak mencampurkannya dengan opini-2 para ulama yang cenderung normatif – ya memang harus tekstual. Secara obyektif (tekstual) kisah Luth ini mempunyai komponen yang tidak dapat diterima dalam kacamata masyarakat modern, kisah ini tidak mengandung teladan yang perlu bagi kita.

      Saya tidak perlu berapologi melakukan akrobat logika untuk pembelaan sebagaimana para dai telah lakukan – kenyataannnya secara tekstual kisah ini buruk.

      Sebagai penerimaan subyektif, saya memilih Tuhan sebagai sumber kebaikan, dan kisah Luth tidak sesuai dengan konsep Tuhan yang bijaksana seperti itu. Secara subyektif saya memilih menganggap kisah Luth tidak perlu dianggap sebagai teladan, kisah ini diabaikan saja.

      Ini bukan standar ganda.
      Ini seperti sikap suami terhadap istri. Jika istrinya tidak cantik, tidak perlu mengingkari kenyataan obyektif bahwa istrinya tidak cantik dan lalu melakukan akrobatik logika untuk mengatakan istrinya cantik. Suami bisa mengakui kenyataan obyektif bahwa istranya tidak cantik, akan tetapi secara subyektif sang suami bisa menganggap sang istri sebagai sosok yang terbaik baginya. Soal kecantikan – istrinya buruk, gak usah diingkari – akan tetapi ada nilai-nilai sang istri lain yang lebih penting.

      Terima kasih.

      1. Anda mlihat realitas obyektif itu dr sdut pndang siapa, bsa jd andalah yg mlihat subyektif suatu perkara, jk anda bnar2 obyektif hrsnya anda tdk mudah mnafikkn para ulama yg lbih tahu sejarah, org baru bsa dbilang obyektif klau org tsb bnar2 ahlinya dlm bidang tsb, sprt Islam mngajarkn yg bnar itu adil, apa itu adil, adil itu mnempatkan pd tmpatnya, siapa yg bsa mnempatkan A pd A klau bkn yg mngrti A, bgitu jg obyektif sbnarnya adalah bhs skrng utk mnyebut adil, jk subyektif adalah spihak, mk obyektif adalh adil, dan adil butuh org yg mngrti mk klau anda ingin bnar2 obyektif y anda tnya ke ahli sejarah. Yng ini trserah mau anda fhami spihak trserah saudr, tp bg sya seorg muslim sya tdk prcaya dgn injil yg mnyebut Nabi kami dmikian, bg kami itu hnyalah fitnah keji yg dilontarkan dr para pengingkar kbneran yg mmang tdk suka dgn para Nabi kami, sprt org Yahudi jk mreka tdk suka mreka mmbunuh Nabi2nya.

        1. @Alpen Lible: anda bicara tentang obyektif dan subyektif, tapi rancu dalam menyampaikannya.

          Yang disebut obyektif itu adalah pendapat yang mengacu pada obyek pembicaraan, tanpa tergantung pada siapa yang menyampaikannya. Yang saya bahas adalah teks Bible dan Qur’an, tentunya argumen tentang teks itu sendiri yang diacu.

          Yang disebut subyektif adalah pendapat yang mengacu pada siapa yang menyampaikannya. Kalau anda mengatakan harus mengacu pada ulama, ahli sejarah atau siapa saja yang anda anggap penting, itu namanya subyektif, karena anda mengacu pada siapa yang bilang bukan apa yang dikatakannya.

          Tentu beda bila anda mengatakan argumen apa yang dikatakan oleh ahli sejarah ini, ulama itu atau siapa saja. Siapa yang menyampaikannya tentu bisa menyumbangkan bobot argumennya, akan tetapi yang penting adalah apa argumennya (obyektif), bukan siapa yang ngomong (subyektif).

          Jadi apa argumen obyektif anda?

      2. Bg sya, pdoman sya surat 6:86, Allah berfirman:
        Dan Ismail, Ilyasa, Yunus, dan Lut. Masing2 Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat (pada masanya).
        Klau sdh dsebut lebih dr yg lain brarti tdk mungkin mlakukan prbuatan yg hina sbgmn yg dsebutkn injil. Bgq yg ada dlm injil itu hnyalah ucapan2 org yg tdk suka pada Lut yg dirinya adalah salah satu hamba Allah yg terpandang, sbgmn dlm ayat Al-Quran dlm surat 7:82, 27:56, umatnya mmaki Beliau sok suci. Bg kami Nabi Lut adalah org yg bnar2 suci. Trserah saudr sbut tanggapan sya subyektif

    2. “Dia berkata: ‘Hai kaumku, inilah putri-putri (negeriku) mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal.” (QS. Hud: 78)
      “Inilah putri-putri (negeriku).” Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut? Nabi Luth ingin berkata kepada mereka: “Di hadapan kalian terdapat wanita-wanita di bumi. Mereka lebih suci bagi kalian dalam bentuk kesucian jiwa dan fisik. Ketika kalian cen­derung kepada mereka, maka kecenderungan itu merupakan pelaksanaan dari fitrah yang sehat.” “Maka bertakwalah kalian kepada Allah.” Nabi Luth berusaha menjamah jiwa mereka dari sisi takwa setelah menjamahnya dari sisi fitrah. Bertakwalah kepada Allah SWT dan ingatlah bahwa Allah SWT mendengar dan melihat serta akan murka dan menyiksa orang-orang yang durhaka. Seharusnya orang yang berakal sehat menghindari murka-Nya.

      1. @Ghani Giriwhisnu: anda tahu dimana konteks peristiwa saat kalimat tersebut diucapkan? yaitu ketika ketika massa yang beringas oleh nafsu hendak memaksa malaikat (laki-laki) tamu Luth melayani nafsu seks mereka.

        Menurut anda, Luth merespon dengan menjamah sisi fitrah dan takwa agar mereka berhenti?

        Silakan baca Al-Hijr: 71 dan Hud: 78. Intinya sama, menyodorkan anak gadisnya sendiri sebagai pengganti malaikat laki-laki sebagai obyek pelampiasan nafsu seks massa yang beringas itu.

        Putrinya itu darah dagingnya, kok tega sekali Luth menyodorkan pada gerombolan cabul itu?
        Betapa tidak bertanggung-jawabnya Luth sebagai seorang ayah?
        Lalu kenapa manusia tanpa perasaan itu dipakai Allah sebagai teladan untuk manusia?

  2. iya kisah surat genesis ini memang tampak keji untuk sekelas nabi, terutama yang menyangkut luth dicekoki minuman sampai tidak sadar sampai dia lupa menggauli dua anak perempuannya. saya sangat meragukan sebagian isi injil yang sudah dimodifikasi oleh manusia dan surat genesis juga ada ayat semua keturunan ibrahim diwajibkan disunat tapi kenapa di kristen yang sekarang tidak begitu peduli dengan sunat,
    menurut pendapat saya
    1. kalaupun benar hal itu terjadi bisa saja anak2 luth yang sebelumnya soleh berubah menjadi tidak soleh. karena belum tentu semua turunan nabi menjadi soleh selamanya
    2. kalaupun benar,, nabi luth tidak ada keterangan sengaja niat meminum air yang memabukan, tapi di ayat itu luth dicekoki oleh anak anaknya
    3. peradaban dan jumlah manusia pada zaman itu berbeda dengan sekarang, otomatis peraturan Allah pada zaman itu berbeda disesuaikan dengan peradaban pada masa itu.
    4. saya sangat percaya dengan kesolehan nabi luth karena dia adalah nabi yang soleh sudah dikatakan dalam alquran

  3. Kisah2 diatas tidak patut diteladani. Masalah beragama itu personal masing2 orang dan caranya masing2. Ada yang 100% yang ada di quran harus di ikuti, monggo. Kalau saya lebih cenderung yang gak sesuai tinggalkan dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. Tapi ada juga yang bilang quran adalah kitab suci sepanjang masa, monggo untuk yang meyakini. Kembali ke topik diatas, sungguh aneh bila malaikat tidak bisa berbuat apa2 apa lagi Lot sudah tahu bahwa itu utusan allah. Saidainya waktu itu lot adalah saya, jelas 2 malaikat itu akan saya ajak diskusi tuk menangani tetangga2 yang bringas. Dia kan utusan allah, jelas dibekali ilmu kadikjayaan to. Lawong tuhan maha segalanya mosok gak berikan ilmu goib sama utusan yang tepercaya kan gak mungkin he..he… Jadi saya simpulkan sendiri kisah di atas tidak patut diteladani. Monggo yang masih mati matian menyanggah kitab sucinya silahkan berpanas2 ria. Saya hanya percaya quran yang baik2 saja dan rasional yang tidak rasionalmdan gak kondifikasi saya anggap omong gombale wong arab waktu itu.

  4. Ya sudahlah biarin aja seperti itu, kita manusia biasa tidak selayaknya mengkritisi syari’at para nabi. Semua nabi dan semua rasul, pasti sebagian ada syari’atnya yang berbeda. Jadi tak usah dikritisi lagi!

    Syari’at yang Allah SWT berikan kepada manusia yang mendapatkan wahyu ataupun ilham, pasti akan berbeda dengan syari’at yang Allah SWT berikan kepada manusia lain yang mendapatkan wahyu maupun ilham!

    Jadi Anda tidak bolah menyalahkan nabi & rasul, apabila syari’at mereka bertentangan!

    1. @DCR: sikap menolak kritis mungkin cocok dipakai para psikopat.

      Ketika para maniak agama menyerbu kelompok Syiah atau Ahmadiyah, mereka membakar Masjid, membakar rumah, mengusir mereka dari rumahnya dan bahkan sampai tega membunuh.

      Sampai saat ini ada ratusan orang yang terusir dari kampung, hilang hartanya, putus sekolah (kehilangan masa depan) dan hidup tahunan di pengungsian (Syiah di Madura, Ahmadi di Lombok).

      Kalau ditanya pada para maniak agama ini, apakah mereka tak punya rasa kasihan, apakah mereka memang monster? mungkin mereka menjawab: Yah kalau itu memang tuntutan agama ya gimana lagi, kita gak usah kritis…ya sudahlah biarin saja

      1. Amma ba’du.

        Simpelnya adalah, apa yang dikatakan nabi, sudah pasti benar, apa yang dilakukan nabi, sudah pasti benar, apa yang dirasakan nabi, sudah pasti benar, benar-benar sebuah kebenaran dari Tuhan semesta ‘alam.
        Tidak ada kata gila; psikopat; sadis; kejam; maupun bengis, jika itu perintah Tuhan, daripada kita dapet azab, lebih baik lakukan saja tanpa ragu-ragu.

        1. Menurut saya kebenaran yang anda akui tidak sesimpel itu :
          Apa-apa yang dilakukan nabi tidak semuanya bisa dibenarkan, yang benar adalah Otak anda mungkin sudah dibutakan dengan ketidak nalaran anda sendiri??

          Perlu dikaji lagi Di Kitab Suci kita bahwa tidak ada manusia yang sempurna, nabi hanyalah utusan yang bisa juga salah dan khilaf,,, yang patut kita terima adalah kebaikannya dan yang patut diajarkan juga harusnya kebaikannya saja,,,, bukan seperti pendapat anda yang nabi selalu benar.

          Kalau dengan otak yang dibekalkan pada kita, dan kita masih tidak bisa menggunakan otak kita untuk berpikir dan menelaah apa saja yang diajarkan kepada kita, apa bedanya kita dengan Anjing peliharaan yang patuh kepada majikannya??

          Nikmatilah kebodohan anda dan matilah dengan sia sia tanpa berpikir sama sekali…. Wallahu A’lam….

          1. astaga !!!
            perlukah kata² kutukan itu ditampilkan
            hiduplah secara damai dan menghargai satu sama lain
            jauh² lah dari kehidupan beragama, karena agama itu lebih kental daripada darah walaupun itu sebenarnya khayalan (jadi ingat cerita anak yang mati karena lompat dari atap karena keyakinan bahwa dirinya itu superman)

  5. Ciri2 orang yang gak pernah bersyukur terhadap karunia allah berupa pikiran dan nurani, adalah orang2 yang menutup pikiran dan nurani mereka. melihat ketidak benaran tatapi tetap membenarkannya. Yang tidak rasional dan tidak lazim, dirasionalkan dan dilazimkan. Seperti Lot. Hanya gara2 2malaikat dia ngorbankan anaknya, sangat biadap sekali. Ayo siapa yang berani ngorbankan anak kandungnya hanya krn tamu yg baru dikenal.

    1. Amma ba’du.

      Mirip seperti pemikiran sesat Kaum Mu’tazillah, mereka selalu mengedepankan Dalil ‘Aqli (Logika; Nurani; Rasio), daripada Dalil Naqli (Ayat & Hadits).

      Jikalau ingin masuk syurga, disayang Allah, utamakanlah Dalil Naqli ketimbang Dalil ‘Aqli!

      1. @DCR: Amma ba’du.

        Simpelnya Allah itu adalah sumber kebenaran, kebaikan dan kasih sayang kepada semua mahluk.

        Kalau bertentangan dengan kebenaran, kebaikan dan kasih sayang – ya berarti bertentangan dengan sumber kebenaran, kebaikan dan kasih sayang tertinggi, yaitu Allah.

        Anda pilih Allah atau yang lainnya (walaupun Nabi)?
        Anda pilih surganya Allah atau lainnya (walaupun Nabi)?

        1. Kita mengenal Allah SWT karena kita mengenal sang Nabi SAW. Tanpa kita mengenal Nabi SAW, maka kita tak akan pernah mengenal Allah SWT.

          Inilah do’a Nabi Muhammad SAW ketika akan menghadapi perang Badar:
          “Ya Allah, pertolongan-Mu yang sudah Kau janjikan. Tolonglah kami dalam perang Badar ini, karena jika ummat (Islam) ini lenyap, niscaya KAU TIDAK AKAN DISEMBAH LAGI SELAMA-LAMANYA!”.

          Jadi dengan kita mengenal Nabi SAW, maka kita akan mengenal Allah SWT.

          Apakah Anda mengenal Allah SWT?
          Kalo emang Anda mengenal Allah SWT, sekarang aku mau tanya, dimana Allah SWT itu? Apa yang selama ini Allah SWT perbuat? Apa yang Allah SWT ingini? Apa aja kehendak Allah SWT? Bagaimana hadirnya firman Allah SWT?

          Pasti Anda gak ngejawabnya ‘kan?!

          Makanya KALO PENGEN KENAL AMA ALLAH SWT (TUHAN SEMESTA ‘ALAM), MAKA KENALILAH SANG NABI MUHAMMAD SAW!
          Jika ingin kenal sang Nabi Muhammad SAW, maka pelajarilah Al-Qur’an dan Al-Hadits Shahih dan Sirah Nabawiyah (Biografi Nabi) secara Kaffah (Secara sempurna dan mendalam).

          Apakah anda mengenal Allah SWT hanya berdasarkan hati nurani and akal sehat saja?
          Kalo emang demikian, coba sekarang aku mau tanya, sejak kapan hati nurani anda diberkati oleh Allah SWT, sang Tuhan semesta ‘alam?
          Gak bisa jawab ‘kan?!

          Kalo gak bisa jawab, dan tentu kita gak bisa jawab, berarti kita harus kembali kepada sunnah Nabiyullah, Muhammad SAW, sebab hanyalah Beliau ‘Alayhi Shallatu Wa Sallam satu-satunya sumber ilmu pengetahuan tentang Pencipta alam semesta ini, Allah ‘Azza Wa Jalla.

          Shodaqallahul ‘adzim.

          Simpelnya, jika anda ingin kenal Allah SWT, jangan tanyakan ke hati nurani, jangan tanyakan ke akal sehat, jangan tanyakan ke para ilmuwan, jangan tanyakan ke orangtua atau ke anak cucu anda, tetapi tanyakanlah pada orang yang bersangkutan yaitu Muhammad SAW. Sebab Muhammad SAW tahu tentang Allah SWT, Insya Allah.

          Istri anda gak tahu-menahu tentang bagaimana sebenarnya kehendak Allah, jadi untuk apa tanyakan ke istri anda, namun tanyakanlah pada Muhammad, sebab Muhammad tau banyak tentang Allah, ini dan itunya.

          Sebagai contoh!:

          Anda berkata: “Tuhan (Allah SWT) itu baik bangedh yah, tuh buktinya aku dapet undian berhadiah!”.
          Nah sekarang aku balik tanya: “Emangnya anda tau darimana kalo Allah SWT itu baik bangedh? Emangnya anda dapet wahyu bahwa Allah SWT itu baik banget? Kalo enggak dapet wahyu sedikitpun, JANGAN PERNAH BERKATA-KATA SEDIKITPUN TENTANG ALLAH SWT, karena itu sama dengan fitnah yang kita hadirkan terhadap Allah SWT!”.

          Tapi kalo Nabi Muhammad SAW bilang kayak gini: “Tuhan (Allah SWT) itu baik bangedh yah!”.
          Nah kita jangan pernah menafi’kan apa kata ucapan Nabi Muhammad SAW tersebut, karena jelas-jelas Muhammad SAW punya argumentasi yang sah untuk berkata-kata tentang Allah SWT, yaitu WAHYU dan ILHAM yang datang kepadanya.

          Jadi sekali lagi kuulangi!:

          Jangan pernah berkata-kata tentang Tuhan semesta ‘alam (Allah SWT), jangan pernah menyandarkan Tuhan semesta ‘alam (Allah SWT) kepada pendapat pribadi, pendapat oranglain, maupun akal dan nurani, tetapi carilah tentang Allah SWT melalui ucapan mulut Muhammad SAW, karena hanyalah Beliau SAW yang tahu tentang Allah SWT.

          Karena kita tidak hidup sezaman dengan Muhammad SAW, maka pelajarilah ucapan Allah SWT melalui Kitab Al-Qur’an Al-Karim, dan pelajarilah pula semua ucapan Muhammad SAW melalui Hadits yang shahih, dan pelajarilah pula bagaimana gerak-gerik Nabi Muhammad SAW melalui Sirah Nabawiyah (Biografi Nabi) yang dicatat oleh Ibnu Ishaq; Ibnu Sa’ad; dan Ibnu Hiysam.

          Jangan pernah memfitnah Allah dengan mengatakan bahwa Allah SWT itu baik kepada anda, padahal anda sendiri gak pernah dikasih wahyu atau ilham oleh Allah SWT, Tuhan Yang Perkasa lagi Maha Bijaksana!!!

          1. @DCR: wah jadi panjang lebar …

            Kembali ke topik…

            Kalau saya menghadapi masalah yang sama, dimana saya harus memilih antara:
            a) Membela malaikat dan mengorbankan anak gadis saya di hadapan gelombolan bejat
            b) Membela mati-matian anak gadis saya dari gerombolan bejat dan mengabaikan malaikat

            Maka saya dengan tegas akan membela anak gadis saya dengan resiko apapun, walaupun misalkan Allah sendiri yang memerintahkan hal biadab tersebut!
            Saya tidak butuh dalil apapun untuk menolak kebiadaban.

            Apakah anda mau menjalankan pilihan biadab tersebut?

          2. Saya pilih jawaban yang A], sebab yang menyuruh tersebut adalah malaikat, sedangkan malaikat adalah tentara Allah. Allah SWT adalah Yang Maha ‘Alim (Maha Mengetahui atas segala seusatu), jadi semua yang dikatakan oleh Allah SWT & para malaikat-Nya tidak akan mungkin salah, Insya Allah!

            Allah SWT itu Yang Maha Haq (Maha Benar & Selalu benar), jadi tak mungkin saya meremehkan firman Allah, sebab Allah Maha Benar.

            Shadaqallahul ‘Adzim!

          3. @DCR: terima kasih untuk menunjukkan pilihannya. Anda tepat sekali menggambarkan pernyataan berikut:

            Orang baik akan berbuat baik, orang jahat akan berbuat jahat. Untuk mengubah orang baik melakukan kejahatan diperlukan agama.

          4. hmm ….. kitab ajaran agama itu isinya persis drama korea atau telenovela meksiko yah
            kalau gak pernah nonton males, tapi sekali nonton pasti ketagihan dan penasaran lanjutannya
            pilih yang mana hayooo !!!!
            kalau aku sih sudah jelas pilih gak nonton, daripada buang² waktu, otak dan tenaga
            sadarlah wahai temanku, lebih baik hidup tak beragama

        1. @Rai: aqli itu artinya akal, jadi yang menggunakan dalil aqli tentunya yang memakai akal.
          Kalau orang bodoh, mungkin mengira mikir tidak usah pake akal, bisa pake dengkul. Yang ini mungkin namanya pake dalil dengkul 😉

          1. hihihi…maksutnya bodoh karena tidak menyadari keterbatasan akalnya,merasa akal adalah segalanya,segala sesuatu harus sesuai dengan akalnya :p

          2. @Rai: batas kecepatan tertinggi kita berlari hanya bisa kita ketahui setelah kita mencoba berlari secepat-cepatnya, dan kita tak bisa lagi menambah kecepatan lari kita. Seorang pecundang adalah manakala belum mencoba sudah mengatakan: “Saya gak mampu mengejar kerbau itu, itu diluar batas kecepatan saya”.

            Akal juga sama.
            Keterbatasan akal bisa kita jumpai manakala kita sudah menggunakannya sekuat tenaga memecahkan masalah, jika kemudian kita sudah kehabisan akal dan masalah tak terpecahkan – baru itu disebut batas akal kita. Seorang pecundang tidak pernah menggunakan akalnya untuk mencoba memecahkan suatu masalah, bahkan mencela orang lain yang mencoba menggunakan akalnya dengan kalimat sakti: “Sudahlah, itu diluar akal manusia”.

            Gagal, mentok, kalah, gak masalah, paling tidak kita bangga telah mencoba sampai batas kita…

            Hidup itu pilihan kok bisa pilih jadi pejuang atau pecundang.
            Dari sejarah, kita bisa tahu, peradaban dirintis oleh para pejuang bukan para pecundang…

          1. @Derses Tech: kalau bisanya hanya ditakut-takuti neraka dan diiming-imingi surga, ya gak beda dengan kerbau yang ditakut-takuti cambuk dan diiming-imingi rumput segar.

  6. Dalam Al Quran di tulis bahwa Nabi Luth menghimbau agar masyarakat yg mengepung rumahnya agar melakukan pernikahan yg syah,
    Yaitu pernikahan syah antara laki2 dan perempuan, termasuk kalau mau menikahi dg cara syah diantara kedua anak gadisnya
    karena memang itu misi utamanya.

    1. @DCR: menyerahkan anak gadis sendiri kepada gerombolan buas jelas merupakan perbuatan biadab.

      Jika atas nama agama, biadab bisa menjadi benar, maka betapa berbahayanya agama itu 🙁

    2. nekad …….
      apa yang dikatakan oleh aku juga sudah pasti benar dan kebenaran, karena aku mencontek waktu ulangan dan ujian, jadi pasti benar semua dan dapat 100

  7. ini tebakan terbaik saya: luth cukup pandai bermain psikologi. dia paham benar kaumnya pasti akan menolak mentah2 anak2 cewe luth, tapi pilihan menawarkan ini adalah pilihan terbaik dari kondisi pelik tsb untuk ‘mencuri waktu’, mengingat tamu merupakan kehormatan bagi kaum aramaik timur tengah.

    analogi yang sama seperti kita ditodong preman di halte misalnya. saat mereka minta dompet kita (dan mungkin nyawa kita juga akan melayang) , salah satu teknik psikologi ‘mencuri waktu’ adalah mencoba tenang dan tawarkan yang lebih besar (misalnya ‘saya ada 100jt di atm, ayo sama2 kita ke atm’). seperti luth, saat orang2 ini mengambil penawaran kita, kita bisa pikir cara lain lagi untuk ‘mencuri waktu’ yang lain.

    apakah lantas kalo gerombolan sodom ini mau dengan anak luth lantas luth kasih? saya pikir luth akan ngeles ke hal yang lain, tapi luth berhitung bahwa tawarannya pasti ditolak mentah2.. dan dia punya ‘colongan waktu’ di saat itu.

    my 2 cents.

    1. @Paulo: anda menyumbangkan tafsir positif tentang sikap Luth.

      Akan tetapi tafsir bukanlah fakta. Fakta itu terbatas, sedangkan tafsir bisa seluas imajinasi kita.

      Kisah Luth adalah buruk sekali kalau dilihat dari fakta (yang tertulis) dan dengan imajinasi kita bisa menampilkan tafsir yang sangat cemerlang pada kisah Luth ini.

      Kalau imajinasi bisa membuat kisah Luth menjadi cemerlang, tak ada salahnya anda pakai, tapi bukan berarti semua orang sepakat dengan imajinasi tersebut.

      Terima kasih untuk sumbangan tafsirnya.

  8. kalo saya sih singkat aja komenya, semua agama itu buatan manusia jadi kalo isinya nyeleneh dan ga masuk akal ya wajar aja,karena ketika cerita itu dibuat menyesuaikan kondisi zaman dan budaya pada waktu itu..ga usah jauh2 menyamakan cerita islam dengan seniornya kristen atau yahudi, wong cerita ibrahim nyembelih ismail / abraham nyembelih ishaq itu saduran dari mitos Yunani kuno, Agamemnon menyembelih putrinya Iphigenia yang sosoknya diganti oleh dewi artemis menjadi seekor rusa. silahkan di cek

    1. @Lord Sistematix: setuju, agama merupakan salah satu ekspresi budaya manusia. Untuk menyampaikan pesan-pesannya, agama menggunakan kisah-kisah nyata, nyata yang dibumbui atau bahkan fiksi. Kisah-kisah itu hanyalah bungkus yang diperlukan untuk menyampaikan pesan-pesan moral.

  9. Satuju dengan lord sistematix. Bahwa agama terbentuk oleh budaya dan kondisi saat itu. Jadi sangat dimungkinkan bila ada perubahan, ya harus diterima menyesuikan dengan keadaan sekarang. Contoh aja aceh, zaman sekarang kok kembali ke zaman 1500 tahun yang lalu, ya lucu dan tidak/kurang manusiawi dengan hukum syariah. Dimana dizaman sekarang masih menggunakan hukum barbar zaman kekuasaan para penguasa arab. hukum kalau tidak menyesuaikan berkembangan zaman akan menjadi hukum yang primitif dan tidak universal karena hanya mewakili kelompok tertentu. Contoh aja hukum adat. Hanya berlaku unutk wilayahnya. Tidak bisa untuk mengatur masyarakat diluar adatnya. Begitu pula hukum syariah. Nah kisah kisa nabi seperti yang disampaikankan mas jhudi, perbaduan antara nyata, fiksi bahkan hiperbola biar didengar jadi wah, huebat dll kalau didengar pengikutnya (biar kelompoknya makin banyak). Jadi kisah lot tadi kemungkinan salah tulis he..he.. Dia ingin memberi tauladan/pesan pada para pengikutnya bagaiman menghormati tamunya. Kelihatannya sangat mulia tapi sebaliknya keputusannya sangat biadab (tapi ada yang mau nyotoh/ngikuti buktinya dari komentar diatas biarpun mengorbankan anak kandungnya he..he..huebat tenan)

  10. Apa yang aneh, Om?
    Bukankah Nabi Nuh as. menawarkan untuk dinikahi secara halal? (sesuai term Al Qur’an)

    QS Al Hijr, 15:71. Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”.

    Hanya orang homo deh yang menganggapnya aneh… 😀

    1. @Samaranji: anda mengulang komentar yang sudah ada.
      Untuk Qur’an, redaksi aslinya adalah:

      Al-Hijr: 71
      قَالَ – Berkata (Luth)
      هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي – ini putri saya
      إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ – bila kalian mau

      yang merupakan penghalusan dari Bibel

      Genesis 19:8

      Biar saya serahkan mereka kepada kalian dan kalian boleh melakukan apa saja dengan mereka

      yang anda kutip adalah terjemahan Qur’an Indonesia yang menambahkan frasa (kawinlah dengan mereka) dan (secara yang halal)

      Silakan sekali lagi simak komentar-komentar yang terdahulu, terutama jawaban saya pada sobat Bram berikut: https://www.nontondunia.net/2011/05/19/pesan-moral-aneh-kisah-nabi-luth/comment-page-1/#comment-421

  11. mas judhi !
    sekali lagi saya tekankan tidak ada yg salah dan aneh dalam firmanNYA
    logika nya begini:
    kalau orang yg mabuk berat itu kepastian apa yg ia akan lakukan selanjut nya jikalau dia sudah berhasrat?
    dia akan memandang segalanya itu indah dan berbuat kejahatan itu juga termasuk didalamnya
    utk menuruti hawa nafsu nya sampai dapat dan jikalau sudah menjadi kebiasaan naluri itu akan ttp ada.seterusnya.
    Jika naluri nya setelah itu adalah membunuh maka ttp akan membunuh , jikalau naluri nya memperkosa juga akan ttp sama, jika naluri nya kepada uang akan merampok begitulah seterusnya.
    Dan seseorang jikalau dia sudah berniat dan bernafsu thd sesuatu apa saja yg menjadi penghalangnya akan ditumpaskan dan dihiraukan.
    Begitu juga dalam hal nya kisah nabi luth, karena nafsu sudah menjadi kebiasaan pada lelaki maka apapun tawarannya akan tetap dihiraukan? nah pada saat itu tawaran nabi luth tidak ada yg lain kecuali menawarkan kpd mereka anak perempuannya dgn maksud mereka akan mengetahui bahwa inilah jalan sebenarnya yg harus dilakukan dan sebagaimana hal nya berhubungan dengan lawan jenis bukan sesama jenis dan akan menjadi solusi umat
    akan tetapi hal itu ttp tidak dihiraukan karena naluri mereka lah yg sudah ttp terbawa, dan percuma tawaran apapun akan tidak logis di akal mereka

    Dan kisah nabi luth ini tidak lah aneh jikalau saya memandang dari sudut Islam, akan tetapi yg perlu dianehkan dan tidak logika adalah kisah anak perempuan nabi luth dgn nabi itu sendiri yg justru kisah ini menggugurkan sifat nabi itu sendiri
    yaitu mabuk dan berhubungan intim dgn anaknya, masya ALLAH!
    MAHA suci ALLAH atas segala sifat utusan2 NYA.

    1. @Salomon: menurut anda: Nabi Luth tidak salah saat memilih menyelamatkan malaikat daripada menyelamatkan anaknya dan bahkan mengorbankan anaknya ke gerombolan buas sebagai cara menyelamatkan malaikat. Menurut anda: Nabi Luth tidak salah mengorbankan anak yang diasuhnya dengan kasih sayang sejak dari bayi demi malaikat yang mungkin kemarin belum dikenalnya.

      Kalau saya dalam posisi tersebut, saya akan memilih menyelamatkan anak saya – apapun caranya.
      Anak saya adalah bagian dari saya, saya akan membelanya.
      Bila ternyata malaikat bernasib buruk dihadapan gerombolan buas tersebut, saya justru mempertanyakan beberapa hal berikut:

      • • Betapa tidak perdulinya Tuhan dengan aparatnya yang sedang mengemban tugasnya, betapa tidak perdulinya Ia menyaksikan malaikatnya dianiaya didepan mataNya (Dia-kan Maha Melihat).
      • • Betapa lemahnya Dia dihadapan kejahatan.
      • • Apa perlunya saya perduli pada Tuhan yang tak perduli, lemah dan tak berguna tersebut?
  12. @mas yudhi
    logika manusia tidak bisa disamakan dengan Tuhan, dan Tuhan pasti punya jalan keluar bagi hamba2 Nya kalau boleh Tuhan sudah meratakan manusia biadab sejak belum diutusnya nabi luth apa susahnya
    tapi lagi2 rencana Nya berbeda dgn rencana kita, Dia tidak dengan serta merta menghancurkan kaum itu disaat malaikat itupun sudah bersama Luth dan mereka pun menganiaya nabi tsb sehingga ini sudah menjadi bukti bahwa kaum luth sudah sangat mengingkari kenabian nya dan disini lah akhir dari semua itu bahwa akan dan pasti terjadi kehancuran kaum luth
    sifat iman nabi itu sangat berbeda dgn iman manusia, kalau iman manusia pasti segala sesuatunya berkenaan dgn manusia dan lebih mengutamakan kepentingan manusia itu sendiri sedangkan sifat iman nabi dia lebih mengutamakan misis nya di bumi dengan dimilkinya kedua anak perempuan tsb
    ingatkah anda bagaimana kisah nabi Musa dan khaidir saat nabi musa di uji keimanannya
    sungguh nabi Musa saat itu tidak dapat bersabar karena nya oleh sebab khaidir saat itu melakukan suatu hal yg mustahil dilakukan oleh manusia biasa lalu dengan serta merta khaidir menjelaskan arti dari perbuatan nya kpd nabi Musa
    begitu juga kisah nabi luth yg seandainya diimani maka pemberian kedua anak nya bukanlah sesuatu yg bertentangan karena dia lebih mengimani ALLAH daripada manusia
    dan kisah ini hampir sama dengan peristiwa nabi Ibrahim dengan anak nya,,,coba anda renungkan nabi mana yg tega ingin membunuh anaknya sendiri????
    semoga memberi pencerahan.

    1. @Salomon: agama itu untuk siapa? tentu untuk manusia dan bukan untuk Tuhan, karena itu agama harus bisa dipahami dengan logika manusia, bukan logika Tuhan.
      Tuhan macam apa yang menurunkan ajaran yang tidak bisa dipahami manusia? Apa perlunya ajaran itu?

  13. Iman penting tapi akal juga penting, karena iman tanpa akal adalah iman yang buta, bodoh, alias dunggu, o’oon, dl. Tiap agama punya Kitab Kudus. Semua tulisan yg pastinya ditulis oleh tokoh-tokoh tertentu, pada situasi dan tempat tertentu pula. Yg kita tahu beda tempat beda masalah.
    Jadi Kitab Suci harus dibaca dengan iman dan dengan akal. Sekarang sudah banyak ahli tafsir yang profesional yg hasil tafsir hampir 100% akurat, jadi saya rasa pendapat dari bpa Judhianto tidak bermasalah. menurut saya iman tetap iman dan akal tetap akal, terserah dengan penelitian tapi jika imam kita kuat maka penelitian sekarurat apapun tidak akan mempengaruhi iman.
    Jadi trims atas tafsirannya, karena saya lihat dari sudut akal:secara manusiawi Lot juga manusia yg punya rasa takut yg pastinya akan mencari cara apapun tuk meyelamatkan nyawanya.
    dari sudut iman: ia rela melindungi utusan yg dipercaya utusan Allah dan rela merelakan apa saja demi keselamatan utusan tersebut……
    Jadi pendapat anda ada betulnya, sekali lagi trims……

    1. @Tinenti: benar ada konteks yg harus kita ketahui pula saat membaca kitab suci agar ada manfaat yg bisa kita tarik.
      Kisah Luth/Lot bagi saya tidak lagi mempunyai kandungan berharga untuk kehidupan modern. Entahlah bagi yang lain…

  14. Bagi saya kisah nabi luth sangat berharga utk saya jadikan bahan cerita kpd orang2
    yg belum mengerti ttg bahaya homosexual dan saya akan menceritakan segala apa yg sudah diperbuat nabi luth kpd kaumnya, salah satunya cerita diatas yg dimana nabi luth melakukian segala cara walaupun sudah menawarkan cara yg halal
    apalagi di zaman modern ini!
    agar supaya anak saya dan org lain tidak terjebak dalam kebodohan tsb, dan segera menjauhi nya dan akan saya beri tahu hikmah dari peristiwa itu yaitu hukuman bagi yg melanggar dan kehancuran kaumnya.
    itu adalah cerita yg sangat bagus utk diceritakan agar menasehati generasi kita yg takut akan dosa kpd Tuhan
    Alquran aja menceritakan masa’ anda membiarkan,,,,!
    (mungkin anda mau membuat ajaran baru ya, karena banyak yg sudah mengiyakan dan setuju dgn semua hal yg anda utarakan)(hati-hati aja yg sudah mengatakannya)
    dan janganlah akal mengalihkan hati (imanmu)
    bagi yg belum tau:
    hati itu tempatnya kebenaran dan kejujuran tapi akal tempatnya nafsu dan akal-akalan termasuk yg mengakali ayat-ayat NYa agar tidak dipakai ceritanya.
    wassalam.

    1. @Salomon:saya kutip pendapat anda:
      ttg bahaya homosexual dan saya akan menceritakan segala apa yg sudah diperbuat nabi luth kpd kaumnya, salah satunya cerita diatas yg dimana nabi luth melakukian segala cara walaupun sudah menawarkan cara yg halal

      Anda mewakili prasangka tak berdasar tentang homoseksual sebagai sesuatu yang berbahaya.

      Berdasarkan hasil penelitian ilmiah, identitas seksual dan orientasi seksual manusia terbentuk berdasarkan proses biologis yang sama sekali diluar kendali manusia yaitu faktor genetis dan hormonal tubuh. Identitas dan orientasi seksual ini bukan kelainan kepribadian dan tidak menular sebagaimana penyakit. Ini hanyalah sekedar variasi saja dari orientasi seksual yang lebih umum.

      Memaksakan orang dengan kecenderungan homoseksual untuk mengikuti orientasi seksual yang lebih umum hanya akan memberi beban psikologis yang tak perlu bagi mereka.

      Bagi saya, menerima mereka apa adanya mencerminkan kasih sayang kita kepada semua manusia apapun orientasi seksual mereka. Bukankah mereka terlahir seperti itu karena kuasa Allah? dan bukan pilihan mereka?

  15. Dalam hal ini apapun dalil anda tentang penolakan hukum itu maka dalam arti ini saya sangat berseberangan dengan anda, sebab itu menandakan pengingkaran manusia kepada ALLAH
    apakah mereka itu melupakan Tuhan dalam hal ini tidak membaca kisah luth tsb
    apa guna nabi diutus kpd kaumnya namun hanya digunakan sbg permainan belaka saja atau hanya sbg kisah dongengan saja?
    mereka yg sudah melakukan itu hanya satu jalan keluarnya yaitu tobat nashuha.atau ini:
    “Siapa saja di antara kalian mendapati seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah pelakunya beserta pasangannya.“(Al-Bukhari dan Muslim)
    maka jikalau kisah itu dibacakan kpd mereka sejak masih kecil maka mereka tahu ttg sejarah itu
    tanpa harus mempraktekkannya di masa yg akan datang, dan itu juga himahnya kisah tsb yaitu mencegah terjadinya gay !

    1. @Salomon: gak masalah kok, kalau kita berseberangan pendapat. Setiap orang boleh punya pendapat masing-masing.
      🙂

  16. memang ini kisah yang aneh ….saya saja juga masih terpaku jika membaca kisah ini …tapi kisah ini sudah terjadi dan tercatat dlm kitab”. jadi intinya bisa ditarik adalah
    1.Tuhan tdk setuju dengan hubungan sesama jenis krn memang tidak sesuai dgn rancangan awal di Eden.
    2. Keluarga Lot memang tidak baik untuk dicontoh, tapi iman Lot secara pribadi yg tetap menjaga kesucian ditengah” kekacauan itu patut di contoh, walaupun menurut saya banyak contoh yg lebih baik dlm kitab”.
    itu aja sih …..hal yg mudah kenapa di bikin ribet ….salam rahayu .

  17. Salam kenal Mas Judhianto. Saya menyukai cara berpikir anda dan bagaimana semua disajikan dengan santun. Kalau boleh saya tanggapi (dan tolong dikoreksi kalau saya salah).

    Saya rasa bunyi ayat-ayat baik dari Genesis maupun Quran sudah tepat.

    Hanya, ada sedikit perbedaan antara Islam dengan Yahudi-kristen menyangkut status kenabian Luth.

    Dalam Islam, Luth diakui sebagai nabi. Dan kebanyakan muslim yakin seorang nabi tidak mungkin berbuat dosa (seperti mereka percaya bahwa sebuah kitab yang dianggap suci tak mungkin salah cetak). Bahwa nabi tak bisa berdosa disetujui oleh mayoritas Muktazilah, juga Abu Ali Jabbai yang percaya bahwa para nabi itu menjadi maksum. Kalangan Syi’ah Imamiyah juga berpendapat tak sama tapi serupa. Sayangnya (saya) sulit mendapatkan referensi tertulis yang bersumber dari Quran maupun sahih mengenai ini (atau ada tahu?). Hanya kalangan Hasywiyah yang membuka ‘peluang’ nabi bisa berdosa. Jadi, kalau memang nabi tak mungkin berbuat dosa, maka pembenaran paling mudah adalah bermain di masalah kontekstual. (Saya tak akan masuk ke sini, karena akan jadi perdebatan tak berujung).

    Sementara itu dalam Yahudi maupun Kristen tidak disebutkan bahwa Luth adalah nabi (maaf kalau salah, yang kristen boleh koreksi saya)

    Yang menarik, kalau menilik kejadian selanjutnya dalam kitab-kitab Yahudi, kita bisa tahu kalau hasil perkawinan sedarah dari keluarga Luth menghasilkan bangsa Ammon dan Moab (Genessis 19:37). Lalu Israel memisahkan diri dari Ammon dan Moab. Termasuk pelarangan bagi orang israel untuk menikahi perempuan-perempuan Amon-Moab yang adalah hasil perkawinan sedarah. Batas-batas wilayahnya kedua bani itu sangat jelas ditulis di Yeheakiel 25:9, Yesaya 15-16, dan Yeremia 48. Dalam perkembangannya kedua bani ini menjadi salah satu musuh besar Israel sampai dikalahkan oleh Daud (2 Samuel 8:12). Dan hilang dari sejarah sejak kemunculan kerajaan Persia, kemudian wilayahnya diduduki orang Arab utara (punah pada abad ke-2).

    Bani Moab dan Ammon, walau kerabat dari Nabi Ibrahim akhirnya memilih menyembah Kemos, Asytar dan Baal-Peor (Bilangan 25). Mungkinkah ini ada hubungannya dengan penyimpangan prilaku seksual yang sudah “diajarkan” oleh Luth hingga mewabah pada generasi berikutnya? Dan akhirnya turut menentukan bagaimana mereka memilih sesembahan yang sesuai dengan prilaku mereka? (Saya sendiri belum pelajari sejauh itu, mungkin kalau ada penganut Kristen bisa menjawab). Secara pribadi saya percaya: manusia akan menyebah sesuatu yang sesuai dengan pilihan hidupnya. Seorang yang suka uang akan menyembah sesuatu yang bisa menjanjikan kekayaan, mereka yang suka dengan seks akan menyebah sesuatu yang menjanjikan seks. Mereka yang suka kesucian akan mencari sesembahan yang demikian juga. Itu sebabnya banyak orang beragama tetap akan membela mati-matian sesuatu ajaran sesembahan mereka walaupun secara kasat mata berlawanan dengan hati nurani dan kepatutan dalam masyarakat beradab.

    Balik lagi,

    Saya rasa dalam perspektif Genesis masih ada pelajaran yang bisa kita petik bahwa seorang setiap pelanggaran moral selalu ada konsekuensinya.

    Sekedar tambahan: Nabi di dalam kitab Yahudi-Kristen tidak dianggap sesakral dalam Islam (Nabi bisa berbuat dosa, yang membedakannya dengan orang lain: apakah ia menyadari kesalahannya atau tidak – dalam kurung = pendapat saya pribadi). Contoh: nabi Daud yang pernah berbuat keji dengan menyuruh orang kepercayaannya maju berperang supaya ia tewas dan kemudian Nabi Daud bisa mengambil alih istrinya. Dalam kitab Yahudi dijelaskan kalau Daud menerima teguran keras dan mendapatkan konsekuensi berat (keturunan Daud kemudian saling bunuh karena wanita). Cerita ini tak ada di kitab-kitab Islam.

    Kesulitan untuk menerima bahwa nabi hanya manusia biasa yang bisa berbuat dosa dan adanya keharusan meniru semua prilaku seseorang yang dianggap nabi, membuat saudara kita yang muslim sering menganggap Yahudi mengajarkan zinah (berdasarkan cerita Daud di atas). Padahal jelas-jelas Daud sudah ditegur kelas melalui seorang nabi (Samuel) karena kesalahannya dan tetap mendapatkan hukuman (walau ia seorang nabi).

    Suka tidak suka, kita-kitab yang diakui sebagai kitab suci (saya lebih setuju menyebutnya sebagai catatan sejarah pencarian tuhan), berisi kisah tragis, ironi dan kadang membuat kita bergidik. Apakah semua kita itu harus ditiru? Menurut saya: tidak. Dan – saya rasa – Pencipta Alam Semesta juga tidak mau kita menirunya (walau itu figur seorang nabi sekalipun). Waktu kita diciptakan kita tidak dibekali buku manual tapi hati nurani. Ya toh? Pencipta kita tak akan mengajarkan hal-hal jahat walau kadang manusia melakukan hal-hal jahat atas nama Tuhan.

    Salam Damai!

  18. Sedikit tambahan tentang tindakan Luth, yang memilih mengorbankan kedua anaknya (konyol memang). Kita harus lihat sifat mementingkan diri sendiri dari Luth ketika awal ia harus memilih antara tanah di Sodom dan tanah yang akhirnya dipilih oleh Ibrahim. Jadi Luth memang bukan contoh moral yang baik. Bahkan bagi saya, bukan cerminan seorang nabi. Sejauh ini saya memang tidak menemukan kebaikan moral dari tokoh ini baik dalam kitab-kitab Yahudi-Kristem-Islam. Jadi pesan moralnya … mungkin…. yang seperti ini jangan dicontoh 🙂

    Salam Damai.

    1. @Oskar: terima kasih untuk memberikan komentarnya dari persektif yang lebih luas.

      Saya setuju bahwa penggambaran tokoh panutan atau nabi di Bible tidak hanya menampilkan sisi positif mereka, melainkan juga sisi gelap mereka. Sedangkan di Qur’an hampir tidak ada cacat-cela tokoh panutan atau nabi disana. Dalam konteks ini memang tokoh di Bible lebih terlihat “tak berjarak” dengan manusia umumnya.

      Sayangnya walau banyak sekali sisi buruk Luth/Lot yang sudah dihilangkan dalam Qur’an, masih ada bagian yang tersisa yaitu “mengorbankan anaknya demi malaikat”.

      Jadi saya setuju bahwa Luth bukan teladan yang baik.

  19. Terkadang Tuhan menguji kita dengan ketakutan, kehawatiran, dan bahkan rasa kehilangan.. namun semua itu hanya ujian untuk mengetahui seberapa dalam iman kita dan seberapa dalam cinta kita terhadap Tuhan. Kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Tuhan untuk menyembelih anak semata wayangnya saat itu (karena pada saat kejadian tersebut Ishak belum lahir) merupakan ujian untuk Ibrahim mana yang lebih dia cintai anaknya atau Tuhannya dan Ibrahim memilih perintah Tuhannya.Lalu melalui kejadian tersebut dapatkah kita katakan secara logika Tuhan kejam? tentu bisa karena Tuhan mengajarkan kepada manusia untuk melakukan hal-hal yang baik dan membunuh anak sendiri tanpa alasan tentu saja bukan hal yang baik. Namun apa yang terjadi, walhasil Ismail tetap hidup dan tidak ada pembunuhan yang dilakukan oleh Ibrahim dan tidak ada pembunuhan yang dikehendaki Tuhan untuk terjadi pada saat itu.. jadi intinyaTuhan hanya ingin menguji sampai dimana iman Ibrahim dengan ketakutan, kehawatiran, dan kehilangan bukan bermaksud ingin membunuh Ismail tapi ingin mengajarkan bahwa kita harus taat terhadap Tuhan tanpa ada keragu-raguan sedkitpun dan sebagai balasannya Tuhan akan memberikan balasan melalui kehendak dan keajaibannya seperti yang Tuhan lakukan terhadap Ismail. Hal yang sama rupanya terjadi lagi kepada nabi Luth. Tuhan mengutus Luth untuk menyadarkan kaum homo, sudah lama Luth menyadarkan mereka namun mereka tidak sadar-sadar juga hingga akhirnya Tuhan mengutus dua malaikat untuk membinasahkan kaum Sodom. Mengetahui hal itu sebagai pemimpin umat tentunya Luth sangat sedih karena kaumnya akan dibinasahkan ia merasa gagal mengemban tugas Tuhan, hingga pada saat dua malaikat bertamu ke rumah Luth dan kaum sodom meminta kedua malaikat tersebut Luth masih berusaha menyadarkan kaum sodom agar mereka tidak terkena azab Tuhan dengan jalan terakhir yaitu merelakan anaknya untuk mereka agar mereka dapt kembali tertarik dengan wanita dan terhindar dari azab Tuhan. Mari kita Lihat nilai positip dari nabi Luth: Nabi Luth rela mengorbankan anaknya agar kaum sodom bisa sadar dan terhindar azab Tuhan secara logika Luth rela mengorbankan dua puterinya demi menyelamatkan satu kaum yang terdiri dari ratusan ato mungkin ribuan orang agar tidak diazab oleh Tuhan, bukankah itu sikap yang luar biasa? sekarang pertanyaannya bagaimana nasib puteri2 Luth jika kaum sodom seandainya mau menerima mereka? disinilah Iman berperan, biarkan Tuhan yang menentukan selanjutnya dan kita tidak perlu takut karena Tuhan tidak pernah menjerumuskan manusia, karena Tuhan pasti akan menurunkan kehendak, hidayah, dan keajaiban kepada Puteri2 Luth seperti Tuhan memberikan keajaiban pada Ibrahim dan Ismail karena Luth sudah beriman kepada Tuhan dan rela mengorbankan Harta berharganya(puteri2nya) demi menyadarkan suatu kaum.

  20. Jadi intinya adalah Nabi Luth merelakan puteri2nya bukan untuk melindungi malaikat karena sesungguhnya Luth tidak perlu melindungi malaikat2 tersebut, karena malaikat adalah tentara langit utusan Tuhan yang secara fisik jauh lebih kuat dibanding manusia bayangkan dua malaikat bisa memusnahkan satu kaum yang terdiri dari ratusan ato mungkin ribuan orang dengan mudah dalam satu malam lalu untuk apa Luth melindungi makhluk sedahsyat itu? sangat jelas malaikat2 tersebut tidak butuh perlindungan dari Luth dan Luth tahu persi akan hal itu. Luth tau persis siapa mereka (malaikat2 tsb), Luth tahu persis sedahsyat apa mereka (malaikat2), dan Luth tahu persis tindakan kaum sodom yang meminta malaikat2 tersebut untuk digauli hanya mempercepat waktu eksekusi kaum sodom di muka bumi. Sehingga Luth rela mengorbankan anaknya demi mencari setitik kebaikan diantra lautan kemaksiatan agar Tuhan tidak jadi mengazab kaum Sodom. Seandainya saja kaum sodom menerima puteri2 Luth maka Luth akan meminta Tuhan untuk mempertimbangkan kembali kehendaknya yang ingin mengazab kaum sodom, dengan pertimbangan masih ada orang baik di kalangan sodom yang tidak homo alias sudah tertarik dengan wanita. Dan Luth percaya seandainya Kaum sodom menerima puteri2 nya Tuhan akan memberikan balasan yang baik bukan kesengsaraan.

    Ini adalah makna dari “Berkurban”… berkurban adalah merelakan hal yang paling kita sayangi cintai demi perintah Tuhan dan kebaikan dan keselamatan orang banyak.. Ibrahim merelakan anaknya disembelih demi perintah Tuhan sebagaimana Luth merelakan puteri2nya demi mencari setitik kebaikan dan penundaan pembinasaan..

  21. jadi Luth merelakan puterinya bukan untuk melindungi malaikat2 tersebut dari kaum sodom. tapi sebalikinya Luth merelakan atau mengorbankan puteri2nya demi melindungi kaum sodom dari malaikat2 tersebut dengan keyakinan Tuhan pasti akan memberikan jalan yang terbaik… keren kan?

    1. @Weku Junaldo: beda pengorbanan pengorbanan Luth dengan Ibrahim adalah Luth mengorbankan anak tanpa perintah Allah dan persetujuan anaknya.

      * Jika Luth mengorbankan dirinya demi anak dan malaikat, ia hero konyol yang mungkin bisa bikin orang terharu.
      * Jika Luth mengorbankan malaikat demi dirinya dan anaknya, ia pelindung keluarga yang logis.
      * Jika Luth memimpin perlawanan bersama malaikat dan anaknya, ia pemimpin yang bisa bekerja dengan sumberdaya yang ada.
      * Tapi Luth mengorbankan anaknya demi dirinya dan malaikat, ia pengecut, egois, pengabai keluarga yang tidak bertanggung jawab…

      Anda masih anggap Luth sebagai teladan? saya sih nggak mau niru orang egois ini…

      Kalau Luth mengorbankan anaknya agar kelompok buas tersebut (yang patut dapat hukuman) tidak dihajar malaikat? waduh saya nggak nyangka ada pilihan akrobat logika semacam ini…

      1. seperti yang saya kemukakan sebelumnya, pengorbanan ada yang berdasarkan perintah Tuhan, ada yang berdasarkan demi kebaikan orang banyak, dan ada pengorbanan yang dilakukan demi keselamatan orang banyak. yang Ibrahim lakukan adalah pengorbanan berdasarkan perintah Tuhan namun yang Luth lakukan adalah pengorbanan yang dilakukan untuk menyelamatkan orang banyak, yaitu kaum sodom kaumnya sendiri. Sebagai seorang utusan dan pemimpin umat Luth memiliki tanggung jawab untuk menyadarkan kaum sodom hingga sadar hingga pada saat malaikat datang untuk memusnahkan mereka Luth masih berharap agar Tuhan melalui malaikat2 tersebut masih memiliki belas kasihan terhadap kaumnya. Ia bukan hero konyol karena ia tidak mengorbankan anaknya untuk melindungi para malaikat karena sungguhpun malaikat tidak memerlukan perlindungan dari Luth karena malaikat jauh lebih sakti dari kaum sodom, untuk apa makhluk seperti itu membutuhkan perlindungan dari Luth? sekali lagi, ia mengorbankan anaknya dengan harapan ada kaum sodom yang mau menerima anaknya dan jika memang hal itu terjadi maka Luth akan meminta Tuhan untuk menunda eksekusi mereka di muka karena masih ada kaum sodom yang mau atau berminat terhadap perempuan.. tapi nyatanya tidak ada yang mau, jadi akhirnya mereka dibinassahkan. Luth juga tidak perlu memimpin perlawanan bersama malaikat, karena malaikat dapat melawan dan bahkan memusnahkan kaum sodom dengan mudahnya lau untuk apa Luth membantu atau memimpin makhluk sedahsayat itu? Luth juga tidak perlu mengorbankkan malaikat demi anak2nya, karena sungghpun yang Luth butuhkan saat itu hanyalah lari sejauh2nya bersama puteri2nya agar tidak binasa oleh malaikat, lalu untuk apa dya korbankan malaikat kalo dia hanya tinggal lari?

        mengenai akrobat logika yang anda ungkapkan, itu bukan hanya sekedar logika namun logika yang berbaur dengan perasaan dan tanggung jawab seorang pemimpin terhadap kaumnya.dosa suatu kaum adalah dosa pemimpinnya, kesalahan suatu kaum adalah kesalahan pemimpinnya, kesalahan satu kaum adalah kesalahan pemimpinnya. Luth tidak mau kaumnya sampai musnah dan hanya dia yang selamat kerena Luth juga bertanggung jawab atas keselamatan mereka karena Luth pemimpin mereka. jadi dia melakukan cara yang anda sebut akrobat logika untuk mencegah kaumnya dari kemusnahan? Sulit diterima ya?… tentu saja karena orang yang dapat melakukan akrobat logika hanya orang2 pilihan Tuhan dan kita bukan orang pilihan Tuhan makanya sulit menerima kenyataan ini apalagi sampai melakukannya..

        yakinlah Tuhan maha benar, Tuhan tidak pernah salah dalam memilih.. kalo memang sehina itu Luth lalu mengapa ia bisa dipilih jadi nabi? Tuhan memilih Luth menjadi nabi karena Tuhan tahu Luth mampu melakukan akrobat logika yang tidak dapat dipahami logika orang lain dan bahkan ditiru orang lain..

      2. Seperti yang saya kemukakan sebelumnya, pengorbanan ada yang dilakukan berdasarkan perintah Tuhan, ada yang dilakukan demi kebaikan semua orang, dan ada yang dilakukan demi menyelamatkan orang banyak. yang Ibrahim lakukan adalah pengorbanan berdasarkan perintah Tuhan namun Pengorbanan yang Luth lakukan adalah pengorbanan demi keselamatan orang banyak. sebagai pemimpin suatu kaum Luth tidak hanya bertanggung jawab atas menyebarkan dakwah dan menyadarkan kaum sodom terlebih dari itu Luth juga bertanggung jawab atas keselamatn kaum Sodom sehingga Luth melakukan apa yang anda sebut akrobat logika dengan harapan kaumnya dapat sadar dan terhindar dari pembinasaan.

        – Luth tidak perlu mengorbankan dirinya demi anak dan malaikat karena yang Luth butuhkan saat itu hanyalah lari sejauh mungkin agar terhindar dari pembinasahan
        – Luth tidak perlu megorbankan malaikat, karena jelas malaikat lebih sakti dari kaum sodom mana bisa makhluk yang lebih dahsayat dikorbankan untuk makhluk yang lebih lemah? justru sebaliknya makhluk yang akan kuat mengorbankan mahkluk yang lebih lemah
        – Luth tidak perlu memimpin perlawanan kaum sodom bersama malaikat, karena sesungguhnya malaikat dapat melawan bahkan memusnahkan kaum sodom dengan mudah lalu untuk apa makhluk seperti itu membutuhkan Luth untuk memimpin perang?
        -Luth mengorbankan anak2nya bukan untuk dirinya dan malaikat, karena sungguhpun apabila Luth tidak menawarkan anaknya kepada sodom keselamatan Luth sudah terjamin, ia akan terhindar dari pembinasaan tanpa harus mengorbankan anaknya dan sungguh pun apabila Luth tidak menawarkan anaknya pada kaum sodom dan malah memberikan malaikat kepada sodom sebagai gantinya Luth juga tidak akan rugi apapun. Malaikat pasti dapat melindungi dirinya sendiri dari keberingasan sodom. In fact he had nothing to loose! karena itu tujuan Luth mengorbankan anaknya adalah demi keselamatan kaumnya sendiri agar tidak dibinasahkan.. Sulit diterima? tentu.. karena hanya manusia pilihan yang dapat melakukan akrobat logika semacam itu. Yakinlah Tuhan maha benar dan maha tahu.. Tuhan tidak pernah salah dalam menunjuk seseorang sebagai Nabi. kalo memang sebejat itu Luth lalu mengapa Tuhan masih memilihnya sebagai Nabi dan diakui di dalam kitab suci Samawi hingga saat ini? Justru Tuhan memilih Luth sebagai nabi karena Tuhan tahu Luth memiliki kelebihan salah satunya melakukan akrobat logika yang tidak dimengerti bagi sebagian orang dan bahkan ditiru/dilakukan orang lain.

        1. @Weku Junaldo: saya tidak setuju dengan pendapat anda. Tapi kan gak semua harus sepaham… 🙂

          1. siiiiippp… kita bebas berpendapat dan bebas berlogika… karena manusia memang makhluk yang paling sempurna karena manusia tidak hanya memiliki logika namun juga perasaan, dan iman…

            Ulasan anda sangat menarik… two tumbs

  22. Ngomong2, dari pengetahuan saya yg dangkal sekali dan bodoh, ingin bertanya 1 pertanyaan

    Apakah kitab suci masing2 agama terbukti turun dari langit sebagai sebuah buku yang terdiri dari beberapa halaman ?

    1. @Dukun Tulang: semua pengalaman perwahyuan selalu merupakan pengalaman personal para nabi yang tidak bisa diverifikasikan dengan siapapun. Jadi apakah kitab suci dari langit? itu tergantung pada tingkat kepercayaan kita pada para nabi.

  23. Hanya sekedar mengingatkan. Dalam mengartikan Al Qur’an tdk bs sembarangan. Misalnya ketika dikatakan orang yang kafir itu najis, yg dimaksud adl najis keyakinannya. Bkn secara fisik. Kita tdk perlu mencuci tangan apabila selesai bersalaman dgn mereka kan? Begitu pula dgn yg dimaksud dengan ayat ttg Nabi Luth menyerahkan anak2 perempuannya. Yg dimaksud adalah utk dinikahi.
    Lalu mengenai akal pikiran manusia. Akal pikiran manusia itu bersifat subyektif dan relatif. Contoh, jaman dl org2 arab tdk bs baca tulis krn mereka sangat mengandalkan hafalan. Bahkan org2 yg bs baca tulis dikatakan bodoh krn hafalannya tdk kuat. Sy tdk mengatakan hal ini sepenuhnya benar tp hikmahnya adl Al Qur’an tetap terpelihara dalam ingatan para sahabat, meskipun pada akhirnya jg dibukukan.
    Dahulu jg mgkn anda berpikir bahwa hukuman mati dan potong tangan itu kejam dan tidak berperikemanusiaan. Tp skrg ketika korupsi merajalela dan pembunuhan demikian sadisnya, kita menjadi tersadar bahwa itulah hukuman yg semestinnya. Disamping kenyataan bahwa lembaga pemasyarakatan tdk berjalan efektif, buang2 biaya dan justru jd ajang pelatihan utk para penjahat.
    Ttg science. Ilmu pengetahuan manusia sendiri selalu berubah-ubah. Dahulu manusia berpikir bumi itu datar, tp ternyata bulat. Dahulu manusia berpikir alam semesta itu statis, ternyata ditemukan teori big bang. Dan yg pasti apa yg tersebut dlm Al Qur’an akan terbukti satu persatu. Misalnya ttg supernova, big bang jg, air tawar dlm lautan, api dlm lautann dsb.

    Jadi pada kebenaran yg mana kita akan berpegang? Apakah pada kebenaran manusia, dalam hal ini akal? Atau kebenaran mutlak dari Tuhan Semesta Alam yg tidak ada keraguan? Kita tidak ingin hidup terombang-ambing bukan? Bukankah kita semua ingin berpegang pada tali buhul yang amat teguh dan berjalan pada jalan yg terang?

    1. @Hendi: terima kasih komentarnya. Beberapa hal yang saya soroti:

      Komentar tentang Luth
      Anda mengulang beberapa komentar yang sudah ada. Silakan baca komentar-komentar sebelumnya.

      Beda semangat antara sains dan agama
      Semangat sains adalah keraguan dan pembuktian. Suatu teori dibangun dengan penarikan kesimpulan atas bukti-bukti, teori akan gugur bila ada bukti bukti baru yang melawan teori tersebut. Sains adalah bangunan yang dibangun diatas kenyataan – sains adalah formulasi kenyataan – sains adalah tanah pijakan kita.
      Semangat agama adalah keyakinan. Dari keyakinan tentang Tuhan, akhirat dibangun keyakinan lain yang mendukung keyakinan inti agama. Suatu keyakinan dianggap salah bila bertentangan dengan keyakinan inti agama. Agama adalah bangunan yang dibangun diatas keyakinan – agama adalah formulasi keyakinan – agama adalah langit.

      Beda cara menghadapi kenyataan antara sains dan agama
      Bila menghadapi problem, sains membaca semua hal (bukti) yang berkaitan dengan problem tersebut dan mencoba mencari jawaban untuk mengatasi problem tersebut berdasarkan berbagai macam variabel penyebabnya. Jika jawaban ternyata salah, dicari bukti lain yang mungkin terlewatkan untuk mencari jawaban baru. Trial and error.
      Bila menghadapi problem, agama mencari jawaban berdasarkan keyakinan (bukan bukti) untuk mengatasi problem tersebut. Jika jawaban salah, siap-siap menuding ketidak sempurnaan dunia, kesalahan orang lain dan bahkan konspirasi pihak-pihak lain.

      Apa yang telah dicapai sains dan agama?
      Karena sains berdasarkan kenyataan, maka kita dengan mudah melihatnya dari kenyataan disekeliling kita. Komputer yang anda pakai, perjalanan ke bulan, obat-obatan dan teknologi kedokteran, pemerintah yang bisa dikontrol, pendidikan, celana dalam yang anda pakai –> semuanya adalah hasil sains.
      Karena agama berdasarkan keyakinan, hasil keberhasilan agama bisa kita lihat bila pada surga yang dipenuhi oleh masyarakat negara yang religius dan neraka penuh dengan masyarakat dari negara sekuler –> anda harus yakin itu karena agama adalah keyakinan bukan kenyataan.

      Jadi apa masalah yang kita hadapi bisa diatasi dengan agama?
      Kalau anda hidup dalam dunia keyakinan (angan-angan), tentu semua bisa diatasi dengan iman, doa atau khilafah!
      Kalau anda hidup di dunia nyata, tentu anda harus belajar banyak untuk melihat penyebab masalah itu dan mengatasinya.
      Untuk negara kita mungkin karena kita punya presiden super lembek yang gila pencitraan, lebih suka pidato dari bertindak, atau masyarakat berbudaya korup, atau masyarakat yang lebih senang mencari solusi berdasarkan keyakinan dan bukan kenyataan?

  24. Maksud anda? Anda setuju? Apakah anda sdh membaca baik2 semua kalimat saya?
    Agama bukan hanya keyakinan apalagi angan2. ingat kisah nabi ibrahim a.s. ketika mencari Tuhan. Mmg memakai akal jg, tp setelah kebenaran itu telah ditemukan, beliau tunduk patuh pada Tuhan yg benar.
    Spt misalnya suatu penyakit, kanker cth nya. Apakah harus seluruh kanker harus ketahuan baru diobati? Tidak bs selalu spt itu. Cukup hanya dari sampel ato marker saja. Kl harus selalu keseluruhan, bs mati duluan pasiennya.
    Kita harus tahu diri ttg batas2 kemampuan kita.
    Begitu kita tahu bahwa nabi Muhammad saw adalah seorang yg dpt dipercaya dan Allah adalah tuhan yang haq demikian pula halnya dgn Al Qur’an, maka kemudian kita mengikutinya.
    Inilah kenyataan.. Dan meskipun anda masih meragukannya, kenyataan ini akan terbukti satu demi satu.
    Tp jgn sampai kita keburu mati duluan tanpa mengimaninya..

    1. @Hendi: maksud anda? anda belum membaca komentar-komentar terdahulu? baca dulu ya…

      Agama bukan hanya keyakinan, saya setuju.
      Akan tetapi inti agama adalah keyakinan, yang lain hanyalah pelengkap.

      Kita harus tahu batas kemampuan kita, saya setuju.
      Untuk itu kita harus mengandalkan sains. Dengan sains, kita hanya mengambil kesimpulan atas bukti-bukti yang sudah kita ketahui. Sains tidak pernah mengambil kesimpulan berdasarkan apa-apa yang tidak bisa dibuktikan, seperti mitos, dogma, atau hal-hal yang ghaib.
      Untuk yang tak bisa dibuktikan, biarlah diurus oleh yang bukan saintis, seperti para pendongeng dan agamawan.

      Anda mau buktikan apa tentang agama? gak usahlah… cukup diyakini saja gak usah dibuktikan kebenarannya, itu sudah cukup.
      Memangnya anda berangan-angan merilis video rekaman alam akhirat, atau foto para malaikat?

  25. Kenyataannya kebenaran dalam Al Qur’an terbukti satu persatu oleh science. Dan ini bukanlah angan2. Demikian pula misalnya dgn siksa kubur yg sdh ada rekaman suara maupun fotonya. Bersabarlah..
    Mau dibuktikan secara aktif pun jg boleh. Tp ya itu, mesti bertahap. Sesuai tingkat pengetahuan dan kemampuan manusia kan?
    Kl soal melihat malaikat, wah susah jg ya.. Kita melihat matahari di siang hari sj susah kok. Apalagi kl ada yg berharap bs melihat Allah.. Itu nanti..
    Ttg akhirat.. Hmm, ini pun susah. Kita tahu banyak yg bizzare di alam semesta. Ttg orbit planet yg elips padahal dia mengelilingi sesuatu, ttg terbelokkannya ruang dan waktu mgkn kyk worm hole ya.. Atau.. Ttg black hole.. Lha ini nih.. Tp ini baru hipotesis sj.. Jgn diambil kesimpulan
    Tp sebenarnya kita tdk perlu repot2. Begitu kita tahu sumber dari segala kebenaran yg benar, yaitu Tuhan semesta alam, ya kita tinggal ikuti sj. Meskipun pada awalnya kita tdk tahu, pasti nanti ada hikmah kebaikan. Dan pada akhirnya semua akan terungkap sehingga kita puas.

  26. Kenyataannya kebenaran dalam Al Qur’an terbukti satu persatu oleh science. Dan ini bukanlah angan2. Demikian pula misalnya dgn siksa kubur yg sdh ada rekaman suara maupun fotonya. Bersabarlah..
    Mau dibuktikan secara aktif pun jg boleh. Tp ya itu, mesti bertahap. Sesuai tingkat pengetahuan dan kemampuan manusia kan?
    Kl soal melihat malaikat, wah susah jg ya.. Kita melihat matahari di siang hari sj susah kok. Apalagi kl ada yg berharap bs melihat Allah.. Itu nanti..
    Ttg akhirat.. Hmm, ini pun susah. Kita tahu banyak yg bizzare di alam semesta. Ttg orbit planet yg elips padahal dia mengelilingi sesuatu, ttg terbelokkannya ruang dan waktu mgkn kyk worm hole ya.. Atau.. Ttg black hole.. Lha ini nih.. Tp ini baru hipotesis sj.. Jgn diambil kesimpulan
    Dan tahu kah anda kl kematian bintang itu dibagi 2 mcm. Utk bintang yg besar, dia akan meledak. Untuk bintang yg kecil, termasuk matahari kita, dia akan semakin membesar dgn kepadatan yg semakin menurun untuk kemudian mati. Pantas sj nanti waktu hari perhitungan matahari dikatakan dekat sekali dgn bumi. See.. Terbukti satu demi satu
    Tp sebenarnya kita tdk perlu repot2. Begitu kita tahu sumber dari segala kebenaran yg benar, yaitu Tuhan semesta alam, ya kita tinggal ikuti sj. Meskipun pada awalnya kita tdk tahu, pasti nanti ada hikmah kebaikan. Dan pada akhirnya semua akan terungkap sehingga kita puas.
    Sebagai penutup kali, sy hanya ingin menyampaikan bahwa kebenaran yang telah diakui oleh akal tidak akan membawa manfaat kecuali apabila kita meyakininnya untuk kemudian tunduk patuh dan berserah diri kepada Nya. Bahkan bs jd sangat menyakitkan. Krn itu adalah kufur nikmat. Nikmat akal pikiran dan pengetahuan yg telah diberikan kpd kita oleh Tuhan Semesta Alam/Allah. Sy bs ngomong spt ini krn sy telah mengalaminya sendiri. Jd jgn sampai anda mengalaminya jg. Terimakasih atas perhatiannya.

    1. @Hendi: saya tertarik dengan klaim anda tentang hal-hal yang anda sebut ada dalam Qur’an. Bagi saya, banyak klaim kebenaran sains Qur’an hanyalah klaim men-cocok-cocok-kan yang konyol, tanpa bukti yang bahkan memalukan.

      Saya tidak menanyakan klaim-klaim tersebut, anda mungkin akan ngeles dengan bilang “itu bukan kata saya”. Saya hanya kutip yang jelas-jelas anda nyatakan:

      Dan tahu kah anda kl kematian bintang itu dibagi 2 mcm. Utk bintang yg besar, dia akan meledak. Untuk bintang yg kecil, termasuk matahari kita, dia akan semakin membesar dgn kepadatan yg semakin menurun untuk kemudian mati. Pantas sj nanti waktu hari perhitungan matahari dikatakan dekat sekali dgn bumi. See.. Terbukti satu demi satu

      Mohon dijelaskan dengan gamblang, di ayat mana Qur’an yang menurut anda mengatakan hal tersebut? dan mengapa sedemikian keterlaluan bodohnya umat Islam yang telah membaca ayat itu sejak 1400 tahun yang lalu, kok sampai fakta tersebut justru diungkapkan oleh orang-orang yang tidak membaca Qur’an?

  27. Sy jd bingung dengan maunya anda. Faktanya adalah Al Qur’an turun pada abad 7 M. Logiknya lebih dulu mana? Al Qur’an ato science. Wajar saja pd waktu itu tidak terbuktikan krn tdk adanya peralatan dan tingkat ilmu pengetahuaan yg tdk seberapa. Tp ingat, jaman rennaissancce dalam banyak hal mengadopsi ilmu pengetahuan dari peradaban Islam sebelumnya
    Mengenai kejadian di hari perhitungan ketika matahari berjarak sangat dekat, itu adanya di hadits Rasulullah. Itulah hikmah syahadat. Kita bersaksi pula bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah. Muhammad, yg menjadi no. 1 dalam peringkat orang2 paling berpengaruh di dunia. Buku karangan siapa tuh? Lupa, haha.. Maaf..

    1. @Hendi: sederhana saja kok pertanyaan saya, untuk fakta sains yang anda sudah sebutkan sendiri, tolong anda sebutkan ayat mana yang bisa menunjukkan jenis-jenis bintang atau ayat yang menunjukkan bintang yang membesar sebelum mati.

      Saya mengatakan ada bagian Qur’an tidak sesuai sains karena saya bisa menunjukkan dengan jelas ayat apa dan fakta mana. Sebagai contoh, saya bisa menunjukkan ayat yang sama sekali bertentangan dengan fakta sains sebagai berikut:

      • Al-Ankabuut:14 Nuh diceritakan tinggal bersama kaumnya selama 950 tahun (seribu tahun kurang limapuluh tahun)
        * Dari pengukuran usia semua kerangka manusia yg telah ditemukan, harapan hidup manusia pada masa lalu sangat pendek, yaitu sekitar 30 tahunan pada 30 ribu tahun sebelum Masehi. Akibat pengaruh kemakmuran, obat-obatan dan kemudahan hidup, saat ini harapan hidup manusia sekitar 70 tahun. Artinya manusia masa lalu umurnya pendek.
        * Dari studi DNA, diketahui ada batas usia manusia. Dalam kondisi paling sehat, fit dan terjaga, manusia hanya bisa hidup sampai umur 150 tahun, karena setelah usia tersebut sel-sel tubuh tidak bisa membelah diri untuk menggantikan sel yang rusak.
        * Jadi bila Nuh bisa berumur 950 tahun, maka secara sains itu adalah omong kosong!
      • An-Naml:18-19 Nabi Sulaiman diceritakan berdialog dengan semut
        * Dari penelitian sains, untuk bisa melakukan percakapan kompleks sebagaimana cerita Qur’an, binatang membutuhkan otak yang mampu mengolah informasi dengan kompleks. Saat ini hanya binatang dengan otak depan yang berkembang sajalah yang mampu melakukan komunikasi verbal. Semut tidak mempunyai otak kompleks yang memungkinkan mereka mempunyai kesadaran diri, apalagi bercakap-cakap.
        * Jadi Sulaiman bercakap-cakap dengan semut, jelas-jelas tak mungkin. Itu hanya dongeng untuk anak kecil

      Masih banyak lagi kisah-kisah Qur’an yang merupakan dongeng yang tak bisa dibuktikan, tapi dua contoh di atas adalah yang bisa saya sebutkan dengan jelas faktanya dan ayatnya.

      Kalau anda percaya ada fakta sains yang diungkapkan Qur’an sebelum ditemukan ilmuwan, mohon tunjukkan dengan jelas faktanya apa dan ayatnya mana? bukan sekedar mengaku-aku ilmiah…

      1. sy kan sdh blg dari hadits. anda sendiri pernah mengatakan bahwa Al Qur’an hanya berisi hal2 paling penting, must to know lah istilahnya. meskipun sebenarnya gak gitu2 amat. bs jadi krn kita msh kurang pengetahuannya.
        mengenai ayat ttg nabi sulaiman. yakin anda kl pengertian berbicara adl benar2 berbicara spt manusia satu dgn lainnya? jgn2 pengertiannya spt dlm surat yasin ayat 65. bahwa mulut akan dikunci, tangan berbicara dan kaki memberi kesaksian. makna berbicara disini kan bkn makna sebenarnya. dan lagi2 hal ini sdh dpt dibuktikan science, bahwa memori jg tersimpan pada anggota tubuh kita.
        apakah anda bs berbahasa arab? kl sy sih tau diri. krn sy tdk bs berbahasa arab, maka sy tidak seenaknya mengartikan Al Qur’an. bahkan bahasa arab dlm Al Qur’an berbeda dari bahasa arab yg digunakan dlm percakapan sehari-hari. lebih bagus..
        mengenai ayat ttg umur nabi nuh. yakin anda dgn studi dna tsb? bukannya jaman skrg jauh lbh banyak polusi dan pencemaran. makan pun hampir2 tdk bs terhindar dar bahan2 yg aneh2. blm lg pola hidup yg tdk sehat. dll2.. bukannya sombong, tp dlm hal ini sy lbh berkompeten utk berbicara karena alasan profesi

        1. @Hendi: bukan Qur’an tapi hadis? Bagaimana bunyi lengkap hadisnya?

          Jika hadis, lebih banyak lagi fakta ngaco yang diucapkan nabi bila ditinjau dari sains.

          Itu semua bukan membuktikan salah Qur’an dan Nabi. Mereka diturunkan di era pra-modern, dimana fakta, dongeng, khayalan tidak dibicarakan secara terpisah.

          Yang salah adalah manusia modern yang mencoba memahami Qur’an dan hadis sebagai dokumen modern sebagaimana kitab hukum, buku sains atau buku sejarah.

          Jadi perlakukan Qur’an sebagaimana adanya, yaitu sebagai karya sastra pra-modern, dimana fakta dan dongeng menjadi tak terpisahkan.

          Seperti menikmati film, pesan dan manfaatnya akan terabaikan bila kita meributkan apakah Batman atau Harry Potter itu nyata..

  28. Astaghfirullah.. Anda menuduh Rasulullah ngaco? Ingat, Rasulullah peringkat 1 orang2 paling berpengaruh. Rasulullah mendapat julukan Al Amin bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul.
    Dan setahu saya, sy ambil contoh, dibidang kedokteran prinsip debridement dan karantina disebutkan lgs oleh hadits. Dan banyak lg hal yg lain yg sebelumnya mungkin dicibir.
    Bagaimana mgkn sy memperlakukan Al Qur’an dan hadits serendah itu? Sy tdk buta, sy tdk tuli, sy punya akal dan sy jg punya hati.
    Apakah anda krg jelas dgn tulisan2 sy sebelumnya? Sy sdh mengajukan bukti2 pd anda.
    Al Qur’an akan selalu relevan dgn perkembangan jaman. Aturan spt qishas, potong tangan, tdk boleh riba, tdk boleh makan babi, hak waris, tidak boleh menikahi ibu atau saudara sendiri dll.
    Dan justru skrg ini kebenaran Al Qur’an semakin byk terbukti. Sy sdh sebutkan beberapa.
    Lalu pada apa anda berpegang? Siapa orang yg anda jadikan panutan? Dan yg terpenting, siapa Tuhan anda?

    1. @Hendi: Astaghfirullah.. anda benar-benar tidak mengerti konteks dan memahami diskusi?

      Ingat, anda menempatkan Rasulullah dan Qur’an sebagai rujukan sains, sedangkan apa yang diucapkan Rasul dan Qur’an bukan pada konteks sains.

      Rasul adalah manusia hebat pada konteksnya. Dia pengambil keputusan yang hebat dengan pilihan-pilihan terbaik yang tersedia di jamannya.
      Di jaman kita, pilihan-pilihan itu berbeda dan tersedia lebih banyak. Kalau kita ingin meniru Rasul, berarti kita harus mengambil pilihan terbaik yang bisa kita ambil, bukan lagi pilihan rasul yang memang terbatas di jamannya.

      Pada masa Rasul, kalau kita mau punya mata yang sehat tajam, pakailah celak mata, karena itu yang dipercaya saat itu. Di era sekarang, makanlah vitamin A, jangan membaca sambil tiduran, karena kita tahu apa yang dulu Rasul tidak tahu. Kalau anda sekarang memakai celak mata karena dianjurkan rasul? maka itu bodoh!
      Bukan berarti saya mengatakan Rasul bodoh, tapi yang diketahui rasul saat itu ya terbatas itu..

      Pada masa Rasul, kalau minumanmu kemasukan lalat, tenggelamkan lalat itu ke minumanmu sebelum dibuang, karena menurut Rasul, jika sayap satu mengandung racun, sayap satunya mengandung penawarnya. Di era sekarang, itu pendapat tak berdasar.
      Bukan berarti Rasul bodoh, tapi memang dia tidak mempunyai pengetahuan tentang itu.

      Rasul pengambil keputusan dan pemimpin yang hebat, itu benar.
      Tapi kalau anda mengatakan Rasul sebagai Dokter hebat yang anda rujuk dalam masalah kesehatan,
      atau Rasul sebagai Saintis hebat yang anda rujuk dalam masalah sains,
      atau Rasul sebagai Ekonom hebat yang anda rujuk dalam masalah moneter?
      maka anda keterlaluan! anda menempatkan rasul pada bidang yang dia tidak kompeten. Anda mempermalukan Rasul!

      Anda berkali-kali bilang apa yang diungkapkan Hadis dan Qur’an adalah ilmiah dan sesuai dengan fakta sains. Jangan asal dong…

      Anda bilang “Dan justru skrg ini kebenaran Al Qur’an semakin byk terbukti. Sy sdh sebutkan beberapa.”
      Tolong anda sebutkan dengan jelas yang mana itu. Dukung argumen anda dengan bermutu.
      Jangan asal mengaku-aku. Tunjukkan dengan jelas ayat yang mana, hadis yang mana dan apa fakta sains yang menurut anda cocok dengannya.

  29. Assalamualaikum

    Wahhhh hebat luar biasa diskusi Luth ini.
    Kalau sayamah, itu semua adalah dongeng, wong Taurot ditulis oleh para rabi jadi alkitab ‘Perjanjian Lama’ setelah nabi Musa meninggal dan prosesnya berlangusng sampai 600 thn kemudian, itupun dengan berdarah-darah. Mengenai Perjanjian Baru juga sama dalam proses penulisannya. Demikian juga al Qur’an ditulis, melalui proses panjang, bukan disodorkan dalam bentuk alkitab al Qur’an yang ditulis di atas lempengan emas, dan dijaga oleh Tuhan sendiri. Apalagi syair yang terdapat di hanifiah, zoroaster, dan sabain ada kemiripan dalam al Qur’an, apalagi dengan Taurot, maupun Injil.
    Nah kisah nabi Luth, boleh-boleh saja demikian, yang menarik justru komentator nya, luar biasa, bagaimana seseorang (oskar) membela dan memberi komentar dengan tulus hati didasarkan dari apa yang diimani, dan dilain pihak seseorang membelanya dengan khasanah pengetahuan yang ada di benaknya yang sangat terbatas (no broad minded), seolah-oleh hakim agung malahan merasakan dirinya seperti nabi, padahal saat ini dengan mendownloads di kepustakaan google yang secara transparant memberikan informasi dan dapat menjelaskan siapakah nabi sebenarnya, malahan sang nabipun telah menyampaikan bahwa dia juga seperti manusia biasa, tidak lepas dari kesalahan.
    Setelah membaca segala informasi yang ku dapat, hhe..hheee maka Allahnya diriku itu, antara saat aku muda dengan saat sekarang yang sudah uzur wkwkwk ternyata jauh berbeda, dan yang terang berbeda dengan Allahnya Muhammad, apalagi dengan Allahnya Ibrahim (seperti diucapkan oleh Aisyah hehheeee).
    Jadi bagaimana Allahku ini, walaupun belum terwujud, akan tetapi sudah ada walaupun kecil sebesar debu wkwkwk, akan tetapi sudah sangat bermanfaat untuk memandu dalam menjalankan kehidupan ini bagi diriku pribadi, apalagi aku dengan cara sendiri mengolah rasa, mencari kebenaran sang Gusti Allah, tanpa bantuan siapa saja termasuk mengikuti mediator nabi yang dituhankan, lahh wong aku dalam kenyataan sedang hidup di bumi dan langit ciptaan Allah, yang makin amburadul oleh kepercayaan yang datang dari kehidupan kebudayaan asing yang sangat tidak cocok untuk masyarakat Indonesia yang arif dan bijak wkwkwk, mungkin nanti kalau aku sudah mati ‘sangkan paraning dumadi’ alias ‘innalilahiwainailaihirujian’ baru tahu bahwa Allah sebenarnya demikian…..wkwkwk.
    Kesimpulannya, yaaa syah-syah saja berdiskusi disini, mudah2an orang yang sudah dicuci otaknya sejak kecil dengan informasi yang ‘aduhai’ mulai terbuka pikirannya bahwa saat ini kita diberikan alternatif berpikir lain, dengan tidak usah takut dilaknat oleh Tuhan, paling-paling oleh pengikutnya yang fanatik dan tidak berotak eehhh masudku tidak mempunyai hati nurani, dengan mendownloads segala informasi dari kepustakaan google yang disesuaikan dengan perikehidupan yang arif dan bijak yang dianut seperti oleh agama nusantara (RELEGION), lahh wong Allah maha segalanya, ngapain perlu dibela ama keroco-keroco, liat saja tuh agama yang digunakan sebagai payung politik itu dinegara ‘Indonesia yang tercinta dengan empat pilar kenegaraannya’ melakukan tindakan tidak terpuji, yang kalau mengingat ayat-ayat al Qur’an, kelakuan mereka itu telah memutarbalikan ayat-ayat seenak udelnya,… eehh ternyata Allah SWT kan membiarkan saja tuh, …Cuma bilang (al Qur’an), tunggu nanti diakhirat katanya …. wkwkwk

    Wasalam

    H. Bebey

    1. @H. Bebey: terima kasih komentarnya.

      Berpikir tentang agama masih merupakan wilayah monopoli pemuka agama, dan sejauh mungkin dijauhkan dari masyarakat umum dengan berbagai sakralisasi rambu-rambu dan prosedur. Masyarakat umum didorong untuk tidak berpikir tentang agama, dan dipilihkan oleh pemuka agama konsep yang disebut “benar”.

      Akibatnya banyak orang menolak menggunakan akal sendiri untuk segala yang berhubungan dengan agama, dan siap mencap musrik, murtad atau kafir kepada orang yang berani memakai pikirannya sendiri.

      Sangat ironis, karena Qur’an mendorong umatnya untuk berpikir sedangkan para ulama mencegah sekuat mungkin umat Islam untuk berpikir.

      Jika masyarakat lain mendorong sebanyak mungkin orang berpikir dan memanfaatkan keaneka-ragaman pandangan yang muncul bagi kemajuan, maka ulama Islam banyak yang mendorong sebanyak mungkin umat untuk tidak berpikir dengan semangat sami’na wa ato’na – dengar dan patuhi (dan jangan coba-coba berpikir).

      Jika bangsa maju sibuk merancang perjalanan ke Mars, pengajian di TV sibuk membahas boleh tidaknya mengecat rambut … 🙁

  30. Assalamualaikum.
    Mas pernyataan anda kok mirip ini, hheehheee
    George Bernard Shaw, mengatakan bahwa 2 % penduduk bumi ini berpikir, 3% lainnya merasa berpikir, dan yang paling parah adalah 95% penduduk bumi ini lebih memilih mati daripada mengunakan akal pikirannya.
    Pertanyaanya, What’s wrong with the 95% people on this planet?” saya kira jawaban secara generalnya adalah karena 95% manusia di atas planet ini beragama, bukan berpikir, itu perbedaan fundamentalnya. Agama itu membunuh pikiranmu, sementara sains sebaliknya mencoba untuk menghidupkan pikiranmu dengan membimbingmu untuk mempertanyakan segala hal yang ada di sekitarmu.

    Wassalam

    H. Bebey

  31. Bagus bagus banget, diskusi yang menarik untuk diikuti he.he….dogma lawan pemikir. Aku setuju pemikir, sederhana aja bawhwa kisah2 di atas hanya sebuah dongeng. sederhana aja. seandainya orang2 arab atau penyebaran arab tidak sampai ke indonesia, pasti kita masih percaya kisah2 roro jongrang, Joko tingkir. bahkan acuan orang2 jawa bisa saja primbon2 atau sastra2 jawa yang mengajarkan kebajikan dalam klhidupan. tapi dah keblinger orang2 indonesia khusunya lebih banyak 95%nya memilih mati dari pada menggunakan akal pikiran yang diberikan olehNya.

    1. @Hamba Setan, @H. Bebey: sebenarnya menjadi yang 95% (tidak berpikir) dalam suatu bidang tidak menjadi masalah. Menjadi masalah manakala kita ikut terjun di bidang itu dan ikut-ikutan menghakimi seolah kita lebih tahu.

      Saya termasuk yang 95% dalam masalah sepakbola. Saya tidak memikirkan (dan tidak perduli) tentang MU, Real Madrid atau Persib.
      Kalau ada orang berdebat tentang itu di depan saya, ya saya dengarkan saja, dan menimpali seadanya untuk sekedar sopan santun.
      Saya tidak akan marah kalau ada yg mengkritik Persib, lah wong saya tak tahu.
      Saya tidak akan menuduh orang yang mengkritik gaya permainan MU sebagai orang bodoh atau tak tahu aturan, lah wong saya tidak memikirkannya.

      Dibidang agama, masalahnya lain.
      Banyak orang yang tidak benar-benar mengerti masalah dan memiliki argumen, menyalahkan dan bahkan mengancam orang lain yang mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapat mainstream yang ada.

  32. hehhheeee maunya aku sih masuk grup 2 % taunya aku bukan setaraf galileo, pemenang nobel, dan yang lainnya. Mau coba masuk grup 3 % hehhee susah tidak setaraf syeh siti jenar, ibnu rusyd, al hallaj. Terpaksalah termasuk yang ke 95% tapi yang berpikir, buktinya kan aku ikut berdiskusi di sini wkwkwk

  33. @judhianto: ada rasa syukur dalam diri sy membaca beberapa pernyataan anda akhir2 ini. mmg Rasulullah diutus utamanya untuk mengajarkan ketuhanan, moral dan hukum dunia secara mendasar. mengenai detail kehidupan, Rasulullah sendiri menyerahkan pada kita. Spt halnya dlm hadits ttg sahabat yg menanyakan ttg kawin silang tanaman. mengenai pernyataan sy sebelumnya, sy yakin anda ahli komputer (bs dilihat dari blog ini). sy yakin anda dpt mencarinya sendiri di internet (termasuk hadits ttg lalat). thx atas diskusinya.

    @h.bebey: sy sendiri pernah mempertanyakan apakah Tuhan itu benar2 ada. akhirnya pertanyaan itu terjawab melalui Al Qur’an (salah satunya melalui Harun Yahya dan teori big bang). kemudian pertanyaan berlanjut. kl Tuhan benar2 ada, mestinya ada syarat2 minimal sesuatu bisa dikatakan Tuhan. Ada 4 syarat minimal:
    1. esa, bahkan dalam zat. tidak seperti manusia yg terdiri dari akal, hati, jiwa dan jasad.
    2. tempat bergantung segala sesuatu. berarti juga bahwa Dia tidak memerlukan sesuatu pun. masak tempat bergantung menggantungkan diri lagi pada yg lain.
    3. tidak beranak dan tidak diperanakkan. mengapa tidak yg awal dan yg akhir. krn pengertiannya sudah mencakup itu dan utk menjaga kemungkinan ada yg mencari celah untuk mengatakan bahwa tuhan itu beranak ataupun diperanakkan.
    4. tidak ada yg serupa/setara dengan Dia. sdh jelas..
    apabila di alam semesta ada lebih dari satu tuhan, bs2 terjadi perang antar tuhan, haha.. dan msg2 tuhan akan membawa makhluknya sendiri2, haha.. tp itu tidak pernah terjadi bukan?
    dan apabila hukum di alam semesta menuruti kemauan manusia, bisa hancur lah. tau anomali air? kl menuruti kemauan manusia, tidak ada anomali/keanehan pd sifat air, bs kacau..

    @hamba setan: kita semua tahu bahwa kecerdasan manusia tdk hanya kecerdasan intelektual, tp jg kecerdasan emosional dan spiritual. jd kita harus melihat itu semua utk menentukan apakah seorg individu itu bodoh atau tidak. dan setiap manusia pasti bertuhan, bahkan atheis sekalipun. dia bs bertuhan pd harta, kekuasaan, wanita ataupun hedonisme lainnya. hal ini bs kita lht misalnya apabila kita di tengah lautan dalam badai dan ombak yg besar atau misalnya ketika kita di pesawat yg sdg terbang yg hendak jatuh. pasti ketahuan aslinya.. dan sebagai penutup.. anda hamba setan kan? tlg tanyakan ke bos anda, iblis, apakah dia pernah bertemu lgs dan berbicara dgn tuhan? haha..

    1. @Hendi: pada semua hal ada yang bisa kita anggap kompeten atau tidak. Sebagus apapun suatu pendapat, bila dikeluarkan oleh yang tidak berkompeten, tidak bisa kita pakai sebagai rujukan yang patut dipertimbangkan.

      Kalau untuk keyakinan tentang Tuhan, tentunya ada ulama dari berbagai agama yang bisa kita pakai sesuai dengan kerangka agama masing-masing orang.
      Kan ulama tiap agama pasti berbeda-beda? mana yang benar?
      Tuhan adalah masalah keyakinan, bukan kebenaran.

      Kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan kenyataan — dan itu berarti pembuktian dengan kenyataan. Itu wilayah bukti sains, bukan keyakinan agama.

      Kalau membicarakan Tuhan dalam kacamata sains yang butuh fakta dan pembuktian; maka siap-siaplah untuk kecewa.
      Beberapa fakta berikut ini bisa kita lihat:

      • * Dalam suatu survey dikalangan ilmuwan di Amerika, hanya 10% (di survey lain 7%) dari para ilmuwan tersebut yang percaya tentang adanya Tuhan.
      • * Ilmuwan fisika nomor 1 dunia Stephen Hawking bilang keberadaan semesta ini tidak memerlukan Tuhan, alias Tuhan tidak ada.
      • * Ilmuwan biologi Richard Dawkins bilang Tuhan adalah delusi (khayalan) orang beriman.

      Para ilmuwan adalah kelompok orang yang kompeten untuk bicara sains, dan fakta di atas bisa mewakili pandangan sains tentang Tuhan.
      Harun Yahya? siapa dia? ilmuwan bidang apa dia? apa penelitian ilmiahnya? lembaga ilmiah apa yang mengakuinya? siapa yang menganggapnya ilmuwan sains? Apa kompetensinya di bidang sains?

      Sangat menyedihkan kalau masih ada saja yang menganggap serius (atau tertipu) dengan apa yang disebut bukti ilmiah yang ditunjukkan oleh Harun Yahya 🙁

      Saat ini Tuhan adalah keyakinan atau imajinasi, bukan bukti. Karena tak ada satupun penelitian sains terverifikasi yang sudah membuktikan adanya Tuhan.

      Silakan yakin seyakin-yakinnya tentang Tuhan, tapi gak perlu mencari sandaran dari sains – tidak akan ada.
      Bersikap pede-lah dengan keyakinan anda, jangan merendahkan keyakinan anda dengan dukungan sains.
      Jadilah seperti para seniman, mereka berkarya seluas-luasnya tanpa menyibukkan diri untuk mengatakan “ini sesuai sains”
      Bila sains berkembang tanpa perlu persetujuan agama, kenapa agama membutuhkan kecocokan dengan sains? betapa lemahnya agama kalau begitu.

      4 syarat minimal Tuhan? ah itu kan yang anda percayai… kan semua orang boleh punya kepercayaan sendiri-sendiri.
      Bisa saja ada yang punya 1 syarat saja:

      • Tuhan itu ada bila bisa dibuktikan

      😀

  34. Sdrku Hendi. Memang benar kecerdaan seperti yang anda sampaikan. Tapi harus dibedakan juga dari kecerdasan2 tadi. Menurut pendapat saya Kalau cerdas intelektual itu pasti dan bisa dijelaskan dengan gamblang serta dapat di uji. Tapi kalau emosional pribadi banget, contohnya aja seperti saya yang sukses ini, saya tidak pandai secara intelektual tapi saya cerdas secara emosional (gak usah tak jelaskan). Pengalaman naik pesawat wah sering sampai2 kaya roller coaster juga pernah dan santai2 aja aku dan kekuarga dah siap mati dan gak panik (ini kombinasi kecerdasan intelektual dan emosional) . Tapi kalau yang spiritual lihat aja betapa paniknya dia. Berdoa dengan rasa takut tidak siap mati. Wkwkw ini pengalaman yang sering aku lihat dan aku alami.

  35. Logika Nabi Luth versi Islam memang benar.. Nabi Luth tau betul bagaimana karakter umatnya sendiri, bagaimana bejatnya…Pendalaman karakter oleh Nabi Luth terhadap umatnya sangat luar biasa dan karena sudah tahu karakter umatnya yang spt itu, maka Nabi Luth coba tawarkan anaknya perawan untuk dinikahkan kepada kamunya yang homo seksual itu toh kan ga ada yang mau karena Nabi Luth tau betul “kehomo sexualan” kaumnya tadi ga akan mau di kasi perawan “ting-ting” sekalipun.
    Bagaimanapun seorang Nabi sudah barang tentu tahu posisinya,itu tak lepas dari cobaan keimanan seorang Nabi… apakah Nabi tersebut lebih mencintai Allah SWT atau selain Allah walaupun harus mengorbankan anaknya….. ini terjadi pula pada kisah Nabi Ibrahim AS terhadap Ismail AS kan..
    Trus bagaimana kelanjutan anak perawan nabi Luth atau Ismail AS…?
    Apakah Anak perawan Nabi Luth dikawin oleh kaum Nabi Luth yang homo…,…?
    Apakah Nabi Ismail AS mati begitu saja……..?

    Jikalau Pak Judhianto mempersonalisasikan diri sebagi Nabi Luth atau yang sadar betul bahwa Allah mengutus anda sebagai nabi dengan segala kelebihan yang melekat dalam nabi Luth tersebut….saat menghadapi situasi tersebut kira-kira bagaimana langkah Bapak..?
    Apakah menyerahkan diri anda sendiri untuk di sodomi….?
    Menyerahkan kedua orang tamu yang tak mungkin di sodomi karena mereka malaikat…?
    Menawarkan anak perawan yang anda punya….?
    Atau bagaimana……?

    Oke thanxs sebelumnya atas infonya yang bagus Pak, smg Bapak sehat selalu dan dilindungi ALLAH SWT…menunjukkan jalan yang jelas dan lurus dan bukan jalan yang dapat membingungkan umat….

    1. @Gimo: sepertinya anda gak baca komentar2 sebelumnya.

      Saya tertarik untuk menanggapi: bagaimana bila saya ada dalam posisi Nabi Luth?

      Satu hal yang saya pegang teguh: Saya tidak akan mengorbankan keluarga saya!

      Apa pilihan saya?
      Pilhan 1 saya dan keluarga berlindung dalam rumah. Saya minta 2 malaikat itu keluar hadapi massa yang beringas itu. Mereka kan sakti dan dalam melaksanakan tugas dari Tuhan yang Maha Melihat dan Maha Kuasa, pasti mereka tidak akan mengalami kesulitan.
      Jika ternyata mereka habis dikerjain massa, tentu timbul pertanyaan: kok lemah gitu? Kok boss-nya biarkan saja? Bukankah boss-nya Maha Melihat dan Kuasa?
      Jika Maha Kuasanya cuma omong doang, trus apa jaminannya kalau surga dan neraka juga bukan cuma omdo?
      Saya akan berhenti menyembah Tuhan tak berguna itu – cuma habiskan waktu!

      Pilihan 2 jika malaikat gak mau hadapi dan Tuhan cuma diam saja – atau cuma bilang “Prihatin” dengan suara ber-echo, maka saya berhenti menyembah Tuhan itu. Percuma!
      Saya akan mencari senjata seadanya dan siap mati menghadapi gerombolan diluar untuk bela keluarga saya.

  36. Kalau menurut pandangan saya, Agama itu memang sukar untuk di pahami, bahkan bisa di bilang, mustahil bagi seorang manusia untuk dapat mengetahui benar atau tidaknya cerita yang ada di dalam kitab suci tersebut, kecuali kalau memang ada bukti hidup (orang yg masih hidup dari jaman itu sampai jaman sekarang). dan di tambah lagi, yg namanya buku pasti di tulis oleh seseorang,jadi kita tdk tahu pasti kebenaran isi dari buku tersebut.

    Jadi menurut saya, Agama/baik atau buruk itu hanya Tuhan yang tahu, sedangkan manusia hanya dapat menerka-nerka (mengira-ngira) dan memutuskan atas benar atau salahnya suatu hal berdasarkan pada pedoman/aturan,kepercayan,dan keyakinan,serta kesepakatan mereka sendiri.

    1. @Seldy Victorio: memang belum ada mesin waktu yang bisa membawa kita ke waktu dimana kisah dalma kitab suci terjadi. Namun dengan pengetahuan, kita bisa menilai apakah kisah tersebut mungkin terjadi atau mustahil terjadi.

      Untuk kisah yang mustahil terjadi, ada yang bilang “bila Tuhan berkehendak, apapun bisa terjadi”, tapi ada yang bilang “kalau itu mustahil, ya berarti itu hanya dongeng”

      Agama itu bisa untuk alasan apa saja. Ada yang menjadi seperti malaikat karena agama, ada pula yang menjadi seperti iblis karena agama pula. Tinggal kita lihat saja, lebih banyak yang memberi manfaat atau yang membawa petaka, itulah wajah baik/buruk agama.

      1. Lot bukanlah NABI seperti yang disebut diatas
        Nabi adalah utusan Tuhan yang menyampaikan pesanNya kepada umat manusia.
        Contohnya Musa, yang menyampaikan pesan kepada Bangsa Israel.

        Alkitab itu jujur, menulis prilaku baik maupun buruk-nya manusia, mengapa Anda berprasangka hal tersebut akan dipraktekkan orang, atau kawatir orang akan meniru? Justru dalam peristiwa tsb terdapat suatu peringatan dan konsekwensi dosa yang dilakukan.

        Apa yang dikisahkan Alkitab adalah apa yang terjadi, dan tidak ada perintah untuk mengikuti tindakan ke 2 anak Lot tersebut dalam seluruh Alkitab.

        Apakah Allah tidak memberikan hukuman DOSA tersebut ?

        1. @Paradise OK: Lot/Luth nabi atau bukan? Tergantung menurut siapa? Bukan kata yang Kristen, iya nabi kata yang Islam.

          Apakah saya berprasangka orang akan meniru keburukan kisah itu? Ah nggak, kalau buruk, tak bakal ada yang meniru. Yang banyak terjadi adalah orang berakrobat nalar untuk memberikan alasan kenapa kisah buruk itu ada dalam kitab suci,

          Apakah Allah akan memberikan hukuman? Sepertinya anda harus tanya pada Allah, bukan ke saya..
          🙂

          1. @Judhianto
            Tentang Kitab Suci (buku suci), mugkin disini kita berbeda pandangan, Saya kurang sependapat kalau ada pandangan mengkultuskan sebuah buku kitab, menurut saya yang “suci” hanya Tuhan, artinya yg suci itu makna ajaran moral spiritual dari Tuhan yg tertulis dalam sebuah buku kitab, bukan buku kitabnya

            Buku kitab hanya sebagai salah satu media yg dipakai o/ Tuhan utk menyampaikan ajaran moral spiritual. Ajaran moral spiritual dari Tuhan tidak dimakan usia dan waktu (kekal) tapi sebaliknya buku kitab yg menjadi media itu tidak kekal

            harus dimengerti bahwa Alkitab tidak pernah menganjurkan manusia melakukan dosa dengan mengambil contoh skandal sex keluarga Lot (makna ajarannya suci); Demikian juga terhadap kisah-kisah skandal seksual lainnya, Alkitab tidak pernah menganjurkan dosa tersebut. Malahan Alkitab menuliskan akibat-akibat dari dosa tersebut.

            Perilaku tidak suci (ketidakpantasan) keluarga Lot diceritakan dgn gamblang dalam Alkitab menjadi contoh perilaku yg tidak sepatutnya ditiru, karena konsekuensi dari contoh perilaku tersebut adalah “dosa” dan mendatangkan hukuman dari Tuhan

            Mungkin akan menjadi lebih aneh jika Alkitab mencatat hal2 suci tentang perilaku tokoh2 dalam Alkitab (termasuk keluarga Lot) lalu Tuhan menghukumnya tanpa alasan, maka pada tempatnya Alkitab menulis Allah menghukum keluarga Lot sebagai akibat dosa “skandal sex keluarga Lot itu sendiri”. Dosa (“skandal sex keluarga lot”) itu sendiri yg dianggap tidak suci dan tidak sepatutnya ditulis dalam Alkitab (buku kitab).

            Tuhan menghukum manusia karena dosa . Dosa (termasuk skandal sex keluarga Lot) yg ditulis dalam Alkitab adalah pantas diceritakan sebagai sebuah pelajaran/pesan moral spiritual yang “tidak patut dicontohi” karena Tuhan menghukum setiap pelaku dosa ….. 🙂

          2. @Judhianto
            Apakah Allah tidak memberikan hukuman atas perbuatan DOSA kepada keluarga Lot ?? (perbuatan tidak suci keluarga Lot ) ?

            Keturunan Lot dari ke 2 anak perempuannya adalah :

            Kejadian 19:36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.

            Kejadian 19:37 Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.

            Kejadian 19:38 Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

            Bangsa Moab dan Bangsa Amon tertulis dalam Alkitab adalah Bangsa-bangsa yang melawan Tuhan.(tidak perlu saya uraikan disini)

            Kita lihat nasib dari bangsa Amon dan Moab berikut ini.

            Bagaimana nasib bani Amon :

            Orang Amon hidup terus sampai pada abad Ke-dua SM. Kuburan-kuburan penting, meterai dan patung-patung bertulis dari abad 17 dan 16 SM mengingatkan kepada gairah hidup dan kebesaran politik. Keluarga Tobia bertahan hingga abad 2 SM, seperti ditunjukkan oleh bukti arkeologis dari Transyordan dan Mesir, dan Yudas Makabe memerangi kota Amon pada masanya (1 Makabe 5:6).

            Bagaimana nasib bani Moab :

            … akhirnya Moab ditundukkan Nebukadnezar dan berturut-turut diperintah oleh orang Persia dan berapa kelompok bangsa Arab. Orang Moab tidak ada lagi sebagai bangsa merdeka …… Alexander Yaneus menundukkan mereka abad 2 SM.

            Jadi bangsa Amon dan Moab lenyap dari panggung sejarah sekitar abad ke 2 SM.

            Dengan demikian meskipun Lot adalah orang benar (Yunani ‘dikaios’, 2 Petrus 2:7), namun ia bukanlah orang yang tidak bersalah, apalagi orang yang tidak berdosa.

            Lot adalah anak laki-laki Haran, adik Abraham yang paling muda, sehingga Lot adalah kemenakan Abraham. Terkecuali riwayat hidupnya dalam Kitab Kejadian, namanya tidak disebut lagi dalam Perjanjian Lama kecuali sebagai acuan untuk turunannya.

            Nama Lot disebut oleh Yesus dalam Lukas 17:28-32 dan juga oleh Petrus dalam 2 Petrus 2:7 dan ayat-ayat berikutnya.

            Lot menyertai Terah, Abram dan Sarai tatkala mereka berjalan dari Ur ke Haran, dan pergi bersama Abram dan Sarai ke Kanaan, terus ke Mesir, dan kemudian kembali ke Kanaan lagi. Kelemahan wataknya pertama kali nampak tatkala ia demi pertimbangan mementingkan diri sendiri memilih lembah Yordan yang diairi dengan baik. Keputusan ini membawanya ke tengah-tengah orang Sodom yang jahat, dan ia harus ditolong dari akibat kebodohannya, mula-mula oleh Abraham, kemudian oleh dua malaikat. Pada peristiwa yang kemudian itu ia menunjukkan kelemahan dan kecenderungannya untuk melakukan kompromi. Penyelamatannya dari Sodom secara jelas dikaitkan dengan ingatan Allah terhadap Abraham dalam Kejadian 19:29….Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.

            Melalui kemabukannya dua anak perempuannya memperoleh anak dari dia, dan mereka menjadi leluhur dari bangsa Moab dan bangsa Amon.

            =================

            PORNOGRAFI DALAM ALKITAB

            Untuk diketahui, Alkitab tidak pernah menyembunyikan “kebejatan” tokoh yang ada di dalamnya. Semua sisi baik positif maupun negatif ditulis dengan gamblang. Jika hanya sisi positif saja yang ditampilkan, ‘ntar Abraham alias Nabi Ibrahim plus tokoh-tokoh laen bakal dijadikan “monumen” di Israel, alias bisa dikultuskan!…atau akan menjadi lebih aneh jika Alkitab mencatat hal2 suci (yang baeik2 saja) tentang perilaku tokoh2 dalam Alkitab (termasuk keluarga Lot) lalu Tuhan menghukumnya tanpa alasan

            Alkitab menulis tentang kejadian akibat dosa seksual. Karena itulah yang terjadi (“fakta) tetapi harus dimengerti bahwa Alkitab tidak pernah menganjurkan manusia melakukan dosa tersebut; Malahan Alkitab menuliskan akibat-akibat dari dosa tersebut.

            Disini kita mempunyai perbedaan pandangan; dimana ada keyakinan yang selalu menganggap bahwa seorang nabi adalah manusia sempurna/tidak tersentuh dosa; sedangkan dalam pengertian kami “tidak ada manusia yang luput dari dosa”.

            Hanya Tuhan yang tidak pernah berbuat dosa ; disini kami melihat betapa pentingnya Tuhan datang ke dunia; supaya manusia diselamatkan; terbebas dari kutuk dosa dan beroleh hidup yang kekal.  

          3. @Paradise OK: terima kasih untuk memberikan pandangan dari kacamata Perjanjian Lama.

            Secara umum Perjanjian Lama dan Qur’an menggunakan kisah-kisah dengan cara yang berbeda.

            Pada Perjanjian Lama, kisah merupakan bagian penting kitab suci, untuk itu kisah-kisah disampaikan dengan selengkap mungkin. Ada deskripsi tempat kejadian, kronologi peristiwa, rincian tokoh-tokohnya, dan beberapa detil lain yang kadang tidak terlalu berkaitan dengan pokok kisahnya.

            Ini berbeda dengan Qur’an yang menggunakan kisah-kisah hanya sebagai sarana untuk menyampaikan pesan. Akibatnya kisah-kisah itu diamputasi sedemikian rupa hingga hanya yang dianggap sesuai dengan konteks pesan yang disampaikan. Anda tidak akan bisa membaca satu kisah utuh dalam Qur’an, semuanya hanya cuplikan-cuplikan. Di Qur’an kisah hanyalah sarana yang kebetulan digunakan untuk menyampaikan pesan, kisah tidak penting.

            Tidak pentingnya kisah-kisah tersebut dapat juga kita lihat dari sikap Nabi ketika ditanyakan tentang bagaimana harus bersikap terhadap kisah-kisah Israiliyat (kisah yang diceritakan kaum Yahudi/Israel). Nabi berkata: “Jangan dibantah atau diiyakan” – artinya tidak usah dianggap terlalu serius.

            Balik ke Kisah Lot/Luth:

            Qur’an memotong kisah Luth hanya sampai pada hukuman pada kaum Sodom, kisah selanjutnya sebagaimana anda sampaikan, yaitu perzinahan Lot dengan putrinya dan hukuman Allah pada keturunan Lot akibat perbuatan itu, tidak ditulis ulang dalam Qur’an.

            Kenapa? mungkin ini erat kaitannya dengan semangat yang dibawa Qur’an, bahwa setiap orang lahir suci, dan kelak hanya dimintai tanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Ia hanya boleh dihukum atas dosanya sendiri, bukan dosa bapaknya, kakek-buyutnya, bahkan dosa Adam.

            Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
            [Faatir(35):18]

            Versi panjang Perjanjian Baru tentang Lot memuat kisah keturunan Lot (bangsa Amon dan Moab) yang dihukum karena kesalahan yang dilakukan Lot dan putrinya – sebagaimana anda kutipkan.
            Qur’an menuliskan ulang sifat Allah yang pendendam (membalas kesalahan seseorang [Adam, Lot] pada keturunannya) menjadi Allah yang membatasi hukuman hanya pada sang pelaku.

  37. @Judiantho…maaf sudah keluar thopik

    DOSA WARISAN-BERBEDA DENGAN DOSA PERBUATAN

    Mengenai masalah “dosa warisan” umumnya orang non kristen , menganggapnya sebagai hal yang tidak masuk akal. Mana bisa kakek dan neneknya yang berdosa, cucu dan seluruh keturunannya terkena dosanya dan terus memikul hukuman dari dosa tersebut.
    Untuk membahas masalah dosa warisan, kita harus terlebih dahulu membedakannya dengan dosa perbuatan.

    Adapun dosa perbuatan adalah dosa yang diperbuat oleh masing-masing pribadi, seperti dosa membunuh, mencuri, berzinah, dan lain sebagainya. Dosa perbuatan ini menjadi tanggung jawab masing-masing pribadi. Dosa perbuatan seorang anak tidak akan ditanggung oleh orang tuanya. Dosa orang tuanya, tidak ditanggung oleh anaknya ataupun oleh cucunya.
    Hal tersebut dapat kita baca dalam Yehezkiel 18:20 : Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

    Adapun mengenai masalah dosa warisan dapat diuraikan sebagai berikut :
    Islam dan Kristen tentu sependapat bahwa Adam dan Hawa telah melakukan perbuatan dosa, melanggar larangan Allah mendekati dan memakan buah pohon yang terlarang itu. Cerita tersebut dapat kita baca dalam Quran s. Al Baqarah 2:35-38; Quran s. Al a’raf 7:11-22; Alkitab (Bible) Kejadian 2:15-17.

    Untuk jelasnya, kita tuliskan ayat-ayat terpenting saja:

    Qs. Al Baqarah 2:35,36:
    35. Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.
    36. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

    Qs. Al A’raf 7:22-25
    22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk makan memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah baginya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua”
    23. Keduanya berkata: “Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
    24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.
    25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

    http://transliteration.org/quran/WebSit … Fram2E.htm

    *Alkitab (Bible) Kejadian 2:15-17:
    2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
    2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
    2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

    *Alkitab (Bible) Kejadian 3:23-24:
    3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
    3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

    *Alkitab (Bible) Kejadian 3:16:
    3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

    Kesimpulan dari Ayat-ayat diatas:

    1. Adam dan Hawa telah melakukan perbuatan dosa/ pelanggaran di surga atau Taman Eden- Firdaus.
    2. Karena dosanya, keduanya (Adam dan Hawa) dikeluarkan dari surga atau Taman Eden tersebut.
    3. Sebagai akibat dari dosa ini, maka selama Adam dan keturunannya berada di dunia fana ini, akan mengalami:
    a) Datangnya maut (dosa kematian rohani) dan hilangnya kehidupan kekal di alam surgawi (sebab seketika Adam dan Hawa memakan buah larangan tersebut, mereka telah dinyatakan mati, yaitu kematian rohani, jatuh ke dalam dosa). Baca Kejadian 2:17 pada kalimat terakhir.
    b) Sebagai pengganti dari kehidupan kekal surgawi yang hilang itu, Adam dan Hawa serta keturunannya diganti dengan kehidupan fana di bumi dan kematian fisik (maut), dan kebangkitannya kemudian (baca Q.7:25).
    c) Akan timbul permusuhan diantara para keturunan Adam, satu dengan yang lain (sebagaimana diterangkan oleh Q. s. Al A’raf 7:24; s. Al Baqarah 2:36; Alkitab Kejadian 4:8-11)
    d) Selama di bumi akan didatangkan juga tandingan-tandingan hidup bagi keturunan Adam berupa godaan setan, sehingga kehidupan kita selalu dalam godaan (Q. 7:27; Kejadian 3:15)
    e) Bagi perempuan akan mengalami kesusahan-kesusahan di waktu mengandung dan bersalin, takluk di bawah kewibawaan suami (Kejadian 3:16)

    Sebagai akibat dari dosa Adam di surga/ taman eden tersebut, dikenal dengan sebutan Dosa Maut, yaitu hilangnya kehidupan kekal di alam surgawi itu. Maka ganjaran yang Allah berikan kepada keturunan Adam hingga sekarang yang dapat kita rasakan, adalah apa yang telah diuraikan di atas, bagian a, b, c, d, dan e.

    Dosa warisan yang berupa maut (kematian rohani) dan terputusnya hubungan persekutuan dengan Allah, yaitu hilangnya hak hidup kekal surgawi. Supaya manusia kembali mendapatkan hak hidup kekal surgawi, Jesus Kristus datang ke dunia sebagai Juruselamat. Sedang akibat-akibat yang lain seperti kematian fisik, kehidupan yang fana, permusuhan dengan sesama, penderitaan di waktu mengandung dan melahirkan bagi perempuan, godaan-godaan setan, sebagai dosa warisan itu tetap berlaku di alam fana ini sampai pada akhir zaman.

    1. @Paradise OK: itulah guna adanya agama yang beragam.

      Kalau yakin butuh Juru Selamat agar selamat di akhirat, ya pilih Kristen saja. Kalau gak butuh Juru Selamat, bisa pilih Islam atau yang lainnya. Kalau gak butuh surga neraka untuk baik, ya gak pilih agama juga boleh.

      🙂

  38. 71. Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”.

    ada yg salah dgn ini..??? tidak ada, toh Luth mengizinkan putra-putrinya untuk dinikahi (secara islami tentunya) jika ingin berbuat secara halal…
    bukan “menyerahkan” anaknya begitu saja… 🙂

  39. Wow Rame banget yah. BTW untuk kisah Luth (Lot) diatas saya rasa pesannya jelas banget, “mau menanam, menanamlah ditempat yang seharusnya”.
    Untuk kisah ‘incest’ dalam bible, saya kira pada kondisi darurat tertentu incest bisa jadi ‘diperbolehkan oleh Tuhan’, sebagaimana dalam kisan anak2 Nabi Adam. Banyak yang ribut, katanya melanggar moral, Moral yang dilanggar yang mana yah?? ada yang bisa jelaskan….?

    1. @Al-Madjid ZT: kalau kita dengan teliti membaca keseluruhan kisah Luth, sebenarnya umat Luth yang homo hanya dikisahkan sekilas, hanya tempelan. Yang mendapat porsi lebih panjang dalam penceritaan tersebut adalah upaya Luth untuk melindungi tamunya (yang malaikat) dari gangguan umat Luth yang kebetulan Homo.

      Pesan yang jelas banget: “lindungilah tamumu, walau itu harus mengorbankan anakmu”

      Mengenai moral yang dilanggar? paling tidak ada beberapa hal berikut:

      • 1. Mengorbankan anak untuk kepentingan tamunya dan dirinya –> orang tua gila macam apa si Luth ini?
      • 2. Incest –> pada anak Adam bolehlah karena memang tidak ada manusia lain untuk dikawini, tapi Luth hidup bukan di era manusia adalah mahluk langka –> keluarga yang kacau balau

      Kalau standar moral anda memang mengijinkan mengorbankan anak demi seorang tamu dan mengijinkan incest dengan anak sendiri, ya kisah Luth tentu anda anggap wajar. Tidak ada moral yang dilanggar.

      1. Klo yang saya pahami dari kisah ini adalah pesan yang sangat kuat untuk “menempatkan sesuatu pada tempatnya, tangan untuk bermegang, kaki untuk berjalan dsb”. Dari dialog itu juga tersirat bahwa anak Nabi Luth AS tidak (akan) merasa dikorbankan. Malah anak Nabi Luth “mengeluh” lantaran sudah tidak ada Laki2 yang anak menikahi mereka, sehingga mereka terancam untuk tidak punya keturunan.
        Moralitas yang kita kenal sekarang juga ‘bibitnya’ berasal dari agama juga. Emang, Sejak kapan manusia berkumpul membuat kesepakatan untuk menyatakan bahwa “pernikahan sedarah” adalah merupakan penyimpangan moral??
        Agama Islam dengan lantang (tanpa takut disoroti sebagai “merasa benar sendiri”) menyatakan bahwa perkawinan orang tua dan anaknya adalah HARAM,

        1. @Al-Madjid ZT: mungkin saya tidak teliti, tapi boleh saya tahu, di ayat mana yang bunyinya bisa kita simpulkan: “menempatkan sesuatu pada tempatnya, tangan untuk bermegang, kaki untuk berjalan dsb”?

          Untuk moral, kalau anda baca buku antropologi tentang suku-suku primitif di pulau-pulau samudra pacific yang terpencil, maka beberapa diantaranya mengembangkan kebudayaan dan ritual yang tak mengenal Tuhan, Dewa, dan akhirat sama sekali, apakah mereka tak bermoral? tidak sama sekali. Mereka punya aturan, moral yang mereka sepakati bersama tanpa satupun rujukan kepada Tuhan.

          Sebenarnya tanpa agama apapun, semua orang tahu kalau menyakiti orang lain itu tak baik. Itu moral.

          Sayangnya agama yang datang belakangan membajak moral tersebut dengan mengklaim bahwa tanpa agama orang tak bermoral, bahwa agamalah satu-satunya sumber moral.

          Beragama meninggikan moral? lihat saja departemen terkorup di Indonesia adalah departemen agama, lihat saja para maling yang memimpin partai agama..

          Bahkan kalau anda mau melihat data demografi dan kriminalitas dunia mutakhir, negara-negara skandinavia yang merupakan pusat atheisme mempunyai tingkat yang sangat rendah untuk angka korupsi dan kriminalitas – sedangkan negara-negara yang gandrung agama berlomba menempati rangking tinggi korupsi dan kriminalitas.

    2. @Al Madjid ZT : Halo pak.. 🙂
      Sejak saya mengenal kata incest (sekitar kls 2 SMP), sy sdh mulai ragu tentang kebenaran kisah2 fantastis perkawinan antar saudara kandung anak2 Nabi Adam spt yg diceritakan guru agama waktu itu (waktu itu sy blm tau kisah incest Lot).

      Sekarang setelah saya makin dewasa dengan semua proses pendewasaan akal, logika dan hati nurani, saya tidak ragu lagi, saya yakin bahwa itu adalah hoax/legenda belaka. Di Indonesia saja bpk akan menemukan ratusan cerita rakyat tentang asal muasal manusia, yg tidak kalah dahsyat dan mencengangkan, malahan dengan standar moral yg lebih tinggi dgn tidak memasukkan incest sbg salah satu unsurnya.

      Bpk boleh cek di literatur mana saja tentang dalil2 nama2 anak adam, proses perkawinan2 mereka dan berbagai lanjutan sejarahnya sampai terbentuknya bangsa2 di dunia ini. Tdk satupun/sedikit sekali cerita2 itu ada di Quran, atau hadis. Berarti itu hanya cerita rakyat, dari mulut ke mulut sebagaimana halnya legenda2 Sangkuriang, Tuhan Parlobei dll.

      Dan akhirnya, pertanyaan Bpk yg paling sulit saya cerna dan cari jawabannya adalah : apa yg salah dengan incest? 🙁

  40. Pie to bro bro, begini loh bro…kita mulai dulu dengan Alhamdulillah.
    Simple saja yang akan saya utarakan, Begini,…ehm Assalamu’alaikum

    1. Kitab perjanjian Lama (taurat) itu tidak semua murni lagi dari Allah, Allah sudah memperingatkan kita di Al Quran jangan lah kita seperti ahli-ahli kitab yang sudah diberikan kitab kepada mereka namun mereka rubah-rubah sekehandak hatinya. Dari pengumpulannya saja tidak dijelaskan bagaimana itu kitab bisa tersusun menjadi kitab, seperti perjanjian baru yang penuh kontroversial dimana vatican memanipulasi semua isinya sekaligus membakar kitab2 yang dianggap tidak sejalan dengan Vatican yang menganggap Nabi Isa A.s sebagai anak Allah. Kecuali Alquran ya, kalau Al Quran sudah jelas dibawa sendiri Malaikat Jibril (yang memiliki kekuatan dan keududukan tinggi diantara para Malaikat Allah) kepada Nabi Besar Muhammad Saw, dan setiap wahyu turun Zaid bin Tsabit r.a serta Ali bin Abi Thalib r.a menuliskan dan menghafalkan nya begitu juga sahabat2 Rosulullah Saw ikut menghafalkan nya, dan pada setiap bulan ramadhan Malaikat Jibril datang langsung untuk menguji hafalan Rosulullah Saw, dari ayat pertama yang diturunkan sampai yang terahir. Lalu pada masa Abubakar r.a dan Umar r.a dibukukanlah Al-Quran jadi jelas dan Allah pun menjamin menjaga keaslian Alquran itu sendiri itulah kenapa Al Quran bisa digunakan sepanjang masa pada masyarakat Ahir zaman sekarang ini sampai nanti kiamat. Ok back to topic.

    2. Malaikat datang kepada Nabi Luth A.s dan bertamu kerumah nya, kalau kita bahas dari logika sederhana saja kan otomatis kita bisa mensimpulkan bahwa Luth A.s melihat langsung Malaikat Allah, dan putrinya yang ada dirumah nya tentu melihat Malaikat Allah juga dalam bentuk manusia, dan Malaikat itu menginformasikan kepada Luth A.s dan keluarganya termasuk putrinya akan azab Allah SWT, jadi yang saya mau katakan/tuliskan adalah mereka (kedua putri Luth A.s) tau banget bahwa Allah itu ada karena malaikat Allah langsung hadir dirumah mereka , ngobrol-ngobrol pula walau sebentar. Jadi masuk logika enda kalau orang yang sudah melihat tanda-tanda keberadaan Allah bahwa Allah itu ada bahkan Malaikat Allah datang langsung ke rumah kita dan nampak jelas oleh kita, kita masih mau berbuat maksiat? Coba sekarang kalau ada Malaikat Malaikat Allah menampakkan diri didepan mata bro bro sekalian, bro bro sekalian masih ga mau beriman dan berbuat maksiat jelas ga mungkin kan, yang ada bro bro cuma menangis terus dan cuma sedikit tertawa (seperti yang Rosulullah sabdakan) mengetahui bahwa kita hanya memang benar benar hidup didunia sangat sementara saja, bahwa Allah sudah menunggu kita. Jadi dari logika ini apa yang di ceritakan dalam Perjanjian Lama tersebut yang tidak diceritakan dalam Al-Quran adalah 99% hasil kreasi dari ahli-ahli kitab yang disesatkan oleh Saiton. Ingat Al Quran adalah PENYEMPURNA kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya jadi tidak mungkin informasi dalam AlQuran malah tidak lengkap (detail) dibanding informasi kitab-kitab sebelumnya.

    3. Soal Incest putra-putri Adam A.s, itu bukan Incest ya. Nabi Adam A.s diciptakan langsung dari sari pati tanah surga terbaik dan Hawa dari tulang rusuk Adam A.s itu sendiri jadi sewaktu melahirkan putra-putri mereka sifat gen dan kromosom nya itu berbeda sekali dengan manusia saat ini yang dimana gen dan kromosom nya sama dengan ayah dan atau Ibu kandungnya dan pada saat itu pun bukan Adam A.s sendiri yang mengatur pernikahan putra-putrinya namun atas petunjuk Allah SWT, namun kita tahu bahwa Iblis merusak semuanya sehingga terbunuhnya Habil, nah gen dan kromosom manusia sekarang kalau bertemu dengan gen dan kromosom saudaranya sendiri itu artinya gen dan kromosom sejenis/sama akan bertemu dan tidak akan membentuk gen dan kromosom dari jenis yang baru, sehingga gen dan kromosom yang terbentuk sama jenisnya dengan indukannya dan bersifat lemah, akibat dari sifat lemah ini berpengaruh pada kondisi fisik bayi yang dilahirkan, yaitu bayi akan lemah serta cacat dan sebagainya. Untuk itulah surat An-Nisa diturunkan kepada Rosulullah SAW untuk memperbaiki pernikahan-pernikahan suram pada masa Jahilliah, ketika wahyu sudah turunkan apa yang sudah terjadi dimasa lalu ketika wahyu belum diturunkan Allah memaafkan jika orang itu bertaubat dan beriman.

    4. Arti dari bahasa Ibrani itu sudah sekali diterjemahkan bahkan oleh sahabat-sahabat Rosulullah sendiri. Di Perjanjian Lama itu disebutkan Luth A.s berkata “saya serahkan kepada kalian mereka (kedua putrinya)” ingat setiap kata bisa mendapat arti yang sangat bermacam-macam contoh saja satu kata Inggris di Indonesiakan bisa memiliki 10 arti, jadi kata-kata saya serahkan belum tentu arti sebenarnya jadi jangan langsung menjadi patokan dasar gunakan logika sehingga arti tersebut bisa diterima akal dan hati, masuk logika enda seorang Nabi berkelakukan seperti itu enda mungkin kan, jadi yang salah kelakuan Nabi nya atau salah terjemahan maksud arti katanya, Ingat Imam Syafii saja dalam menterjemahkan 1 kata dalam Al-Quran jika dia ragu, Beliau rela mengembara berbulan-bulan demi menemukan arti 1 kata dalam Al-Quran kepada sang ahli bahasa. Jadi bandingkan saja arti dari perjanjian Lama dengan arti dari Alquran, lebih masuk akal dan hati apa yang sudah diterjemahkan oleh berbagai ahli bahasa arah untuk kita dalam Al-Quran ketimbang terjemahan bahasa Ibrani yang belum tentu kebenaran terjemahan nya, Kita baca di Al-Quran Nabi Luth A.s adalah tauladan yang baik, tetapi apa yang kita baca dari Perjanjian Lama Nabi Luth A.s terlihat seperti Orang bodoh dan Lemah bukan seperti Nabi.

    Jadi kesimpulannya adalah jika membaca kitab-kitab dahulu taurat/Perjanjian Lama, Baru scroll2 kuno macam barnabas dan death sea scroll jangan mudah terpatok pada arti yang sudah ada karena belum tentu pengetahuan orang yang menerjemahkan itu sesuai dengan arti bahasa sesungguhnya kecuali Al-Quran semua terjemahan sama, cuma ada 1 yang salah dalam terjemahan Al-Quran versi Inggris kenapa Dia “Allah menggunakan kata Him” yang menandakan Allah itu laki-laki, itu jelas salah besar, Allah bukanlah laki-laki maupun perempuan apalagi diantara keduanya , Allah berbeda dengan mahluk ciptaan Nya tidak ada yang menyerupai Nya, seharus nya kata Him dalam versi Ingris tetaplah menggunakan kata Allah dan ingat selain Al-Quran kitab2 dahulu sudah dirubah2 oleh ahli-ahli kitab.
    Sekian Wassalamu’alaikum.

    1. @Agung Kusuma Wardana: terima kasih untuk ikut menyumbangkan komentar, pendapat saya tentang komentar anda:

      • 1. Kitab perjanjian Lama (taurat) itu tidak semua murni lagi dari Allah.
        Ini pendapat dari hasil penelitian atau cuma klaim saja?
        Untuk adilnya, baiknya kita pelajari apa hasil penelitian ahli sejarah dan budaya tentang kitab-kitab tersebut.

        • Kitab Perjanjian Lama terbentuk melalui proses yang panjang. Kisah-kisah didalamnya adalah kisah yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan, kisah-kisah ini dituliskan sebagai buku dalam masa dan oleh penulis yang berbeda-beda, hal ini dapat dilacak dari perbedaan gaya bahasa, penggambaran Tuhan, istilah dan budaya. Kitab Perjanjian Lama yang asli? ya memang tidak ada.
        • Kitab Perjanjian Baru, tidak pernah ada saat Yesus hidup. Kitab-kitab ini mulai dituliskan pada sekitar tahun 70M oleh penulis-penulis yang sama sekali tidak pernah mengalami hidup bersama Yesus. Ada puluhan kitab dengan penulis yang berbeda-beda tentang Yesus ini (yang disebut Injil). Konsili pemuka Kristen di Nicea pada tahun 325 melakukan pemilahan tentang kitab-kitab Injil tersebut, mana yang diakui (kanonik) atau diragukan (apokrif). Perjanjian Baru saat ini merupakan gabungan dari beberapa Injil kanonik. Jika anda mengatakan Vatican memanipulasi isinya, maka itu jelas ngawur, Vatican belum merupakan pusat Kristen saat itu. Injil Barnabas atau Dead Sea Scroll? itu hanya dua dari ratusan injil apokrif yang kebetulan sesuai dengan selera (konspirasi) umat Islam. Kitab Perjanjian Baru yang asli? ya memang tidak ada.

          Nabi Muhammad lahir jauh setelah agama Yahudi dan Kristen selesai dengan standarisasi kitab suci mereka. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sudah seperti demikian disaat jaman Nabi Muhammad. Apa kata Islam? salah satu rukun iman mengajarkan percaya kepada kitab nabi terdahulu dan Qur’an mengatakan:

          Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. [Al Baqarah 285]

          Bagaimana mungkin Qur’an mengatakan percayalah kepada kitab Taurat (Perjanjian Lama) dan Injil (Perjanjian Baru) disaat yang sama menuduh kitab Taurat itu palsu?

          Al-Qur’an sendiri juga melalui proses standarisasi, dan salah satu tahap yang terjadi adalah ketika Usman menetapkan standar Qur’an (Mushaf Usmani) dan membakar semua versi Al-Qur’an yang berbeda. Baca di https://www.nontondunia.net/2011/06/18/beragamnya-al-quran-dalam-sejarah/

      • 2. Anda mengatakan bahwa Luth dan anaknya sudah tahu pasti bahwa tamu mereka adalah malaikat, sehingga memilih mengumpankan anaknya kepada gerombolan jahat? ya sudahlah kalau anda berpendapat demikian.
        Bagi saya sebenarnya itu saat terbaik untuk menguji ke maha pelindungnya Tuhan, jika di dunia saja malaikat (aparat sakti mandraguna yang mengemban tugas dari Tuhan dan mustahil tuhan tidak melihatnya) tidak bisa diandalkan, apa jaminannya Tuhan sendiri bisa diandalkan di akhirat (bila ada)?

      • 3. Gen dan kromosom Adam berbeda dengan manusia sekarang? anda mempunyai dasar ilmiah atau ngibul (dikibuli ustad)?
        Gen dan Kromosom itu hasil penelitian susah payah para saintis abad 21, tolong tunjukkan ayat mana yang membuat anda punya pendapat demikian?

      • 4. Arti dari bahasa Ibrani itu susah sekali diterjemahkan bahkan oleh sahabat-sahabat Rosulullah sendiri.
        Apa pentingnya sahabat Rosul untuk menerjemahkan Perjanjian Lama? Kitab Perjanjian Lama milik bangsa Israel, dan kita sudah bisa mendapatkannya dalam semua versi bahasa dunia. Luth sebagai kepala keluarga yang tak bertanggung jawab tersebut bisa kita baca tidak hanya di Perjanjian Lama, melainkan juga di Qur’an.

  41. Kalau saya membaca dari semua komentar2 yang di tulis, nampaknya lagi dari bangun tidur mas. Dikira kita hidiup di dunia mimpi walah salah.

  42. Koyo mbah surip, bangun tidur, tidur lagi deh. Ini sudah zaman modern, segala sesuatu bisa diteliti, masak percaya mentah2 cerita semacam itu. kita diberi otak oleh allah swt untuk apa teman2 , untuk berpikir, diberi perasaan untuk merasakan dll. Oke dia nabi, tapi kan lucu kalau memberikan tauladan semacam itu kepada penerusnya. Maksudnya baek, biar kelihatan wah gitu! di hadapan allah swt, bahwa lut bersedia berkorban demi malaikat utusannya biar masuk surga! dan di tiru pengikitnya, gitu yach. Walah walah ada yang sanggub memberikan anak perawan atau istrinya yang dicintai kepada penjahat untuk dikawini hanya gara2 tamu. hayoo siapa yang sanggub (hanya orang gendeng yang sanggup melakukan hal tersebut). Kembali lagi pasti ada yang mengendus dia kan nabi bukan manusia seperti kita. Dia utusan allah swt Nah kalau gak seperti kita manusia pada umumnya ya jangan ditiru atau diyakini bahwa itu adalah perbuatan baek. Begitu saja kotbah singkat saya, mohon dima’af kan bila ada kata2 yang tidak berkenan di hati pembaca. Wass….

  43. mas bilang kisah nabi lut ini pernah dikatakan dalam kitab suci islam ,kristien ,dan yahudi.maaf mas saya islam,kalau di kitab suci agama saya tak pernah ada tulisan yang mas buat di bloger ini…di kitab agama saya ini hanya tulisan arab aja dechh…saya jadi ragu sama yang mas tuliskan disini.

    1. @Rangga: yang saya tulis itu ada dalam Alkitab dan Al Qur’an kok.

      Kalau anda ragu dengan saya karena menyampaikannya dalam bahasa Indonesia, tentunya anda patut ragu pula dengan semua khotbah agama di masjid, televisi, guru agama sekolah, MUI atau partai Islam – mereka kan juga menyampaikannya dalam bahasa Indonesia. 🙂

  44. HEHE….gitu aja kok repot,tinggal ganti aja.bikin kitab baru wong yang lebih lucu juga ada.Yang satu mengatakan ruh tuhan melayang layang diatas air.Ini TUHAN apa ikan teri.Yang satu mengatakan Arsy Allah diatas air,ini TUHAN apa tukang mancing.Asyik bisa jadi lelucon di jaman modern.Ini penghinaan terhadap tuhan ini.Ya terpaksa saya harus akrobat logika untuk menjelaskannya jika ditanya murid saya.Bohong lagi-bohong lagi.Kapan bisa jadi orang jujur.Wkwkwkwk capek dehhhh

  45. Manusia sok pintar, tahunya cuman menilai dan menilai..
    Padahal dirinya tidak pernah berbuat apa2 untuk orang lain, apa lagi untuk dunia..
    Apa sumbangan anda untuk dunia ini selain jadi pengamat?

  46. @Judhianto.. Anda ini hebat sekali.. pantas jadi jadi pemimpin…
    Jika anda jadi pemimpin suatu kaum, misalnya, anda pasti tidak berusaha menyalamatkan kaum yang dipimpinnya, anda pasti memilih keselamatan keluarga sendiri.. Iniah manusia modern yang penuh ketolalan?

    Lihat Nabi Luth… saat beliau tahu kaumnya akan dihancurkan oleh Malaikat, apakah beliau tidak berusaha menyelamatkan mereka? Tidak!!.. Beliau berusaha menyelamatkan mereka, bukan seperti si bahlul ini….
    Apakah sikap mulia beliau tidak sesuai dengan kaidah manusia modern? Hahahahha…
    Ya apa sih ms.. kala tolol, ya tidur aja lah… daripada jadi pengamat kesiangan…

    Mosok usaha mulia Nabi Luth untuk menyelamatkan kaumnya tidak terbayang di otak tolol anda? Hahahah….
    Kasian pengamat kesiang ini…

  47. @Jodhianto, apa sikap anda jika kejadian yang sama seperti kisah nabi Luth menimpa anda, apakah hanya berusaha menyelamatkan keluarga sendiri?
    Inikah yang anda maksud dengan sikap orang modern, hanya tahunya keluarga dan keluarga?
    Ternyata manusia modern model anda sama dengan kaum luth.. sama-sama mementingkan diri sendiri… Ini benar-benar sikap terhormat yang patut kita kagumi..

    Coba lihat sikap Nabi Luth saat beliau tahu kaumnya akan dihancurkan….. Beliau rela kehilangan putrinya asal kaumnya tidak dihancurkan… Beliau berkata kepada merekqa ” bertaqwalah kepada Allah…..!!!” Ini usaha beliau untuk menyelamatkan mereka…
    Bagaimana jika itu terjadi kepada anda, apakah anda aka mengatakan ” mampuslah kalian bangsat!!!…. ? Asal putri anda selamat, anda pasti lebih senang, bukan? Hahhahaha… dasar tolol!!!

    1. @Syamsul Arifin: terima kasih untuk hamburan kata-kata “sok pintar” dan “tolol”-nya.
      Sepertinya anda menganggap bahwa dengan mengatakan orang lain tolol, maka kecerdasan anda bertambah ..
      🙂

      Silakan baca kembali tulisan saya, baca komentar-komentar sebelumnya (tentunya dengan kepala tenang), baru kembali berkomentar – tentunya tanpa kosa kata “sok pintar” dan “tolol”-nya.

      1. @judhianto : wow.. kenapa saat ada yang menilai anda dengan cara bebas berfikir kok anda yang tidak bisa menerima.. Bukankah saya bebas menilai anda semau saya sebagaimana anda bebas menilai Alqur’an? Memangnya anda lebih suci dari Alqur’an? 🙂

        Kenapa cara berfikir Anda ini kok tanggung, sobat?
        Inikah yang anda katakan manusia modern itu? Hehehe…

        Sekali anda bebas befikir, maka orang lainpun bebas menilai anda…
        Ini namanya modern… Kalau cuman anda saja yang bebas menilai sementara anda keberatan dengan penilaian orang lain terhadap anda, ini namanya TOLOL..

        Bandingkan dengan sikap Nabi Luth di ayat itu saat kaumnya minta tamunya untuk memuaskan nafsu bejat mereka, apakah beliau marah? Tidak!!!
        Beliau justru berusaha untuk menyelamatkan mereka….

        Beda dengan Anda yang katanya manusia modern ini.. Cuman dibilang TOLOL saja sudah tersinggung.. Heheheh…

        Anda sebetulnya tidak baik baca kisah nabi Luth itu.. Karena status anda bukan pemimpin.. Anda cuman jadi kepala rumah tangga saja.. Jadi anda tidak ngerti rasa tanggung jawab seorang pemimpin itu seperti apa…
        Makanya yang ada di otak anda cuman keluarga saja… ya kan mas?

        Wassalam

        1. @Syamsul Arifin: terima kasih kali ini anda sudah memperbaiki cara berkomunikasi anda.

          Mohon dibedakan antara bebas berpikir dengan berkata-kata kasar …

          Sebagai pemilik blog ini, saya akan menghentikan pembicaraan yang menggunakan ungkapan kasar atau menghina lawan bicara. Itu tidak produktif dan hanya akan memancing sikap kasar balik; akhirnya ajang diskusi yang seharusnya membuka wawasan akan berakhir dengan caci maki.

          Silakan mengkritik sekeras apapun lawan diskusi anda dengan fakta-fakta atau pemikiran, saya tidak akan mem-blok komentar tersebut.

          Untuk kisah Luth ada beberapa poin penting yang bisa diambil dari pendapat anda:
          Ada potensi konflik antara gerombolan bejat (umatnya) atau Malaikat (tamunya). Luth memilih mencegah konflik keduanya dengan mengorbankan anaknya ke gerombolan bejat agar tidak mengganggu malaikat. Luth rela kehilangan putrinya asal kaumnya tidak dihancurkan.

          Ada masalah dengan pendapat anda sbb:
          1. Malaikat jelas-jelas mahluk sakti, mengemban tugas dari Allah yang maha melihat. Allah pasti memantau peristiwa ini. Jadi tidak ada kekhawatiran apapun untuk nasib malaikat.
          2. Jika Allah tak menghendaki konflik antara malaikat dan umatnya, tentu Allah menarik malaikat tersebut. Kan Allah maha tahu dan maha kuasa.
          3. Jika Luth membela umatnya, betapa buruknya dia sebagai nabi. Bagaimana mungkin gerombolan yang jelas-jelas mau berbuat jahat kok dibela. Dia pengajar kebaikan atau pembela kejahatan?
          4. Allah sendiri tidak berbuat apa-apa, apakah Luth tidak percaya pada maha bijaksana dan berkuasanya Allah? kafir sekali Luth…
          5. Untuk membela gerombolan jahat tersebut, Luth mengorbankan anaknya yang tak terlibat dalam urusan ini. Mengorbankan orang lain saja sudah jahat, apalagi mengorbankan anak sendiri. Betapa kejam dan jahatnya Luth!

          1. @Judhianto.. Ternyata anda benar-benar peka, seperti layaknya seorang wanita yang sangat berperasaan.. Anda mendahulukan perasaan kewanitaan anda daripada nalar sehat anda…

            Anda benar-benar terbelenggu dengan perasaan kewanitaan anda itu, sehingga cara melihat sosok Luth anda melihatnya sebagai orang tua yang tidak punya hati dan kejam…

            Dikisah itu, Luth menawarkan putrinya kepada kaumnya untuk dinikahi dengan cara baik-baik asal mereka bisa berhenti dari kejahatan mereka..
            Jelas pesan moral ini anda tidak bisa melihatnya, karena perasaan kewanitaan anda sudah membodohi anda..

            Anda perlu tahu, bahwa posisi Nabi Luth saat itu bukan seperti posisi anda saat ini.. Beliau adalah seorang pemimpin dari suatu kaum yang bejat, bukan kepala rumah tangga yang selalu memikirkan nasib anak-anaknya seperti anda..
            Anda hanyalah seorang kepala rumah tangga yang tidak mau tahu apakah tetangga anda ada yang jahat atau tidak.. Yang penting menurut anda bisa tidur nyenyak dengan anak2 anda.. Hanya ini saja yang ada di perasaan kewanitaan anda…
            Ini jelas bukan sikap dari seorang pemimpin sekelas RT sekalipun..

            Seandainya Nabi Luth punya pikiran seperti anda saat itu, Beliau pasti mengusir tamunya itu yang dianggap bawa sial untuk keluarganya..
            Saya yakin 100% anda pasti mengusir tamu anda yang bermasalah itu daripada anda menikahkan putri anda dengan orang yang tidak menguntungkan secara materi…

            Kisah Nabi Luth ini belum seberapa kalau dibandingkan dengan kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Tuhan untuk mengorbankan putranya..
            Anda pasti lebih kepanasan lagi kalau baca kisah itu.. Maklum seorang wanita… perasaannya yang selalu didahulukan… Heheheh…

            Wassalam

          2. @Syamsul Arifin: sepertinya anda tidak terbiasa berdiskusi dengan tetap fokus pada topik pembicaraan, sehingga melebar kemana-mana. Anda mengulang pernyataan yang sama dari komentator-2 sebelumnya.

            1. Untuk pendapat anda bahwa Luth meminta anaknya dinikahi baik-baik, silakan baca Qur’an anda. Saya akan mengartikan kata-perkata apa yang dikatakan Luth kepada kaumnya:
            Al-Hijr: 71
            قَالَ – Berkata (Luth)
            هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي – ini putri saya
            إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ – bila kalian mau

            terjemahan depag: Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”.
            –> ya ampuun… darimana asalnya kata-kata: (kawinlah dengan mereka) dan (secara yang halal)

            Yang anda ulang-ulang adalah terjemahan ngawur depag untuk menghaluskan perkataan Luth. Kata kawin dengan halal sama sekali tidak ada! Luth adalah tokoh tak berperasaan yang menyorongkan putrinya demi menjilat pantat malaikat (dan Tuhannya).

            2. Bagi saya, anak atau keluarga saya adalah tanggung jawab saya. Jika Allah menginginkan saya mengorbankan keluarga saya, jelas akan saya tolak permintaan yang gila itu. Itu bukan sikap emosional, melainkan sangat rasional, karena saya wajib melaksanakan tanggung jawab saya melindungi keluarga saya. Tuhan maha perkasa, tentunya menyedihkan sekali jika Tuhan minta saya lebih menolong Allah (atau malaikat aparatnya) daripada menolong keluarga saya.

            3. Jika anda menganggap Luth atau Ibrahim yang mengorbankan anaknya adalah contoh ketundukan mutlak pada Tuhan, saya menganggap itu adalah contoh terburuk pengabdian yang dituntut agama. Saya tidak akan pernah mau meniru dua orang tersebut.

            Anda memilih menyembelih anak jika diperintah Allah? astaga betapa emosionalnya anda hingga membabi-buta menuruti Tuhan yang tiran?

            Astaga.. anda tipe orang yang tak mau tahu dengan hakikat kemanusiaan anda, hingga mau berbuat keji atas perintah Tuhan (agama) … yang penting menurut anda bisa tidur nyenyak dengan Tuhan anda yang mengiming-imingi surga…

  48. Salam kenal.

    Saya terkesan dgn pikiran anda yg luas mas.
    Mohon bantu jelaskan lagi kalimat yg ini. fokus cerita yg ke 2
    Untungnya kisah ini hanya ada diperjanjian lama dalam al quran kisah ini tidak dicantumkan. Beruntung umat islam karena tdk perlu kerepotan untuk menjelaskan.
    Apakah pantas mereka disebut keluarga yg suci.hingga kisahnya di abadikan dikitab suci yg menjadi panutan umat islam.kristen dan yahudi.(Kisah ini hanya ada diperjanjian lama)

    Dalam al quran kisah ini tidak dicantumkan.?

    Tidak ada cerita tentang ini
    Atau Ada cerita ini tapi tidak dicantumkan

    1. @Fathul: dalam Qur’an memang hanya ada bagian pertama kisah Luth, bagian Luth mabuk dan menghamili anaknya tidak ada dalam Qur’an.

      Apakah cerita itu ada tapi tidak dicantumkan?
      Qur’an sepertinya hanya memuat kisah (atau bagian kisah) yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesannya saja, mengenai kisah nyatanya bagaimana – itu tidak penting.

      1. Pagi mas,
        Maaf br bisa baca lagi, untuk kisah nyatanya bagaimana itu tidak penting tapi saya salut anda mau luangkan waktu untuk menulis dan banyak yg komen
        Kalau tdk slh cerita ini masa orang suka sesama jenis.
        Mas kata di surat gen 19:8 memang menyerahkan.
        Untuk surat alhijr ayat

Perkaya tulisan ini dengan pendapat Anda