Pesan Moral Aneh Kisah Nabi Luth

Kisah Nabi Luth pasti dikenal oleh penganut agama rumpun Ibrahim, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Kisah ini ada dalam Qur’an dan Kitab Perjanjian Lama.

Apa pesan moral kisah tersebut?

Penganut Islam dan Kristen dapat dengan cepat menyebutkannya: hubungan seks sesama jenis adalah dosa yang sangat dibenci Allah. Untuk perbuatan tersebut Allah telah mengirim azab yang memusnahkan kaum Luth.

Tetapi adakah pesan moral lain yang bisa diambil dari cerita di kedua kitab suci tersebut?

Ada. Dan ini sungguh mengejutkan karena pesan tersebut adalah hal yang tidak bisa diterima oleh norma-norma yang wajar dimasa kini.

Pesan Moral Aneh

Untuk Kitab Perjanjian Lama, saya akan mengutip Kitab Genesis sebagai berikut:

Gen 19:1  Sesudah bertamu pada Abraham, kedua malaikat itu pergi ke Sodom dan tiba di sana pada waktu malam. Lot sedang duduk di pintu gerbang kota, dan setelah melihat mereka, ia bangkit untuk menyambut mereka. Lalu sujudlah ia di hadapan mereka,
Gen 19:2  dan berkata, “Tuan-tuan, silakan singgah di rumah saya. Tuan-tuan dapat membasuh kaki dan bermalam di rumah saya. Besok kalau mau, Tuan-tuan dapat bangun pagi-pagi dan meneruskan perjalanan.” Tetapi mereka menjawab, “Terima kasih, biar kami bermalam di sini saja, di lapangan kota.”
Gen 19:3  Lot memohon dengan sangat, dan akhirnya mereka masuk bersama dia ke dalam rumahnya. Lot menyediakan hidangan lezat dan memanggang roti secukupnya, lalu makanlah mereka.
Gen 19:4  Tetapi sebelum tamu-tamu itu pergi tidur, orang-orang Sodom mengepung rumah itu. Semua orang laki-laki di kota itu, baik yang tua maupun yang muda, ada di situ.
Gen 19:5  Mereka berseru kepada Lot, dan bertanya, “Di mana orang-orang yang datang bermalam di rumahmu? Serahkan mereka, supaya kami dapat bercampur dengan mereka!”
Gen 19:6  Lot keluar dari rumahnya, dan sesudah menutup pintu,
Gen 19:7  ia berkata kepada orang-orang Sodom itu, “Saudara-saudara, saya minta dengan sangat, janganlah melakukan hal yang sejahat itu!
Gen 19:8  Coba dengar, saya punya dua anak perawan. Biar saya serahkan mereka kepada kalian dan kalian boleh melakukan apa saja dengan mereka. Tetapi jangan apa-apakan tamu-tamu saya ini; sebab saya wajib melindungi mereka.”
Gen 19:9  Tetapi kata orang-orang Sodom itu kepada Lot, “Pergi! Engkau orang asing mau mengatur kami? Ayo, pergi! Kalau tidak, engkau akan kami hajar lebih berat daripada kedua orang itu.” Lalu mereka mendorong Lot dan menyerbu hendak mendobrak pintu.
Gen 19:10  Tetapi kedua tamu itu mengulurkan tangan mereka dan menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu.
Gen 19:11  Mereka membutakan semua orang yang ada di luar rumah itu, sehingga orang-orang itu tidak dapat menemukan pintu itu lagi.

 

Untuk Qur’an ada di Al-Hijr

Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut pengikutnya, (61)
ia berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal”. (62)
Para utusan menjawab: “Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. (63)
Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar. (64)
Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutlah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu”. (65)
Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh. (66)
Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu.(67)
Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), (68)
dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina”. (69)
Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” (70)
Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”. (71)

 

Apa yang aneh?

Dalam kedua versi tersebut, penduduk kota (laki-laki) datang untuk meminta tamu Luth (dua malaikat yang gagah) agar diserahkan untuk melayani nafsu bejat mereka. Dalam pengaruh nafsu, mereka menantang Luth untuk menyerahkannya.

Apa reaksi Luth untuk melindungi tamunya?

Gunung Sodom dan tiang batu yang tercipta dari istri Lot karena menengok ke belakang
Gunung Sodom dan tiang batu yang konon tercipta dari istri Lot karena menengok ke belakang

Inilah pesan yang sangat tidak bisa dimengerti: Luth menawarkan dua anak gadisnya yang perawan sebagai pengganti dua orang malaikat tamunya.

Astaga! ayah macam apa Luth ini. Ia rela menyerahkan dua orang anak gadisnya kepada gerombolan beringas, demi dua orang tamu yang baru dikenalnya (walaupun itu malaikat).

Dalam kisah ini tercermin bahwa orang tua berhak menentukan nasib anak gadisnya, berhak bahkan untuk mengumpankannya ke mulut gerombolan yang dirasuki nafsu liar.

Apakah pesan kedua ini dapat diterima oleh kaidah moral sekarang? Saya rasa tidak. Tanpa ukuran agama apapun, tindakan Luth untuk menyerahkan anak gadisnya tidak dapat diterima.

Ada lagi yang aneh? Ada bahkan ini jauh lebih absurd.

Keanehan Lebih Lanjut Kisah Luth

Keanehan kisah Luth tidak berhenti disini saja. Kisah berikutnya menimbulkan pertanyaan lebih jauh. Untungnya kisah ini hanya ada di Perjanjian Lama, dalam Qur’an kisah ini tidak dicantumkan. Beruntunglah umat Islam, karena tidak perlu kerepotan untuk menjawabnya.

Dalam Perjanjian Lama, kisah Lot terus berlanjut dengan absurd. Lihat cuplikan Kitab Genesis berikutnya:


Gen 19:17  Sesudah itu seorang dari malaikat itu berkata, “Larilah, selamatkan nyawamu! Jangan menoleh ke belakang dan jangan berhenti di lembah. Larilah ke pegunungan, supaya kalian jangan mati!”

Gen 19:23
  Matahari sedang terbit ketika Lot sampai di Zoar.
Gen 19:24  Tiba-tiba TUHAN menurunkan hujan belerang yang berapi atas Sodom dan Gomora.
Gen 19:25  Kedua kota itu dihancurkan, juga seluruh lembah dan semua tumbuh-tumbuhan serta semua penduduk di situ.
Gen 19:26  Tetapi istri Lot menoleh ke belakang, lalu dia berubah menjadi tiang garam.

Gen 19:30
  Karena Lot takut menetap di Zoar, maka pergilah ia ke pegunungan bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan, lalu tinggal di dalam sebuah gua.
Gen 19:31  Anak perempuan yang sulung berkata kepada adiknya, “Ayah sudah tua, dan di seluruh negeri ini tak ada orang laki-laki yang dapat mengawini kita supaya kita mendapat anak.
Gen 19:32  Mari, kita buat ayah mabuk, lalu kita tidur dengan dia supaya kita mendapat anak.”
Gen 19:33  Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu anak yang sulung tidur dengan ayahnya; tetapi ayahnya begitu mabuk sehingga tidak tahu apa yang terjadi.
Gen 19:34  Keesokan harinya, anak yang sulung berkata kepada adiknya, “Tadi malam saya sudah tidur dengan ayah! Nanti malam kita buat dia mabuk lagi. Lalu tidurlah kau dengan dia. Nanti kita masing-masing mendapat anak.”
Gen 19:35  Demikianlah pada malam itu mereka membuat Lot mabuk, dan anaknya yang kedua tidur dengan dia. Dan Lot terlalu mabuk lagi sehingga tidak tahu apa yang terjadi.
Gen 19:36  Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu karena ayah mereka sendiri.
Gen 19:37  Anak yang sulung melahirkan anak laki-laki yang dinamakannya Moab. Dia menjadi leluhur orang Moab yang sekarang.
Gen 19:38  Anak yang kedua melahirkan anak laki-laki juga yang dinamakannya Ben-Ami. Dia menjadi leluhur bangsa Amon yang sekarang.

 

Perhatikan apa yang terjadi. Kedua anak Lot membuat ayah mereka (Lot) mabuk dan menggauli mereka agar mereka mendapat keturunan. Dan itu berhasil.

Astaga! keluarga macam apakah Lot ini?

Lot dibujuk dua anak gadisnya
Lot dibujuk dua anak gadisnya

Apakah pantas mereka disebut keluarga yang suci, hingga kisahnya diabadikan di kitab suci yang menjadi panutan umat Islam, Kristen dan Yahudi? Selain penolakannya terhadap perilaku seks yang tidak wajar, adakah yang patut dicontoh dari keluarga Luth ini?

Inilah salah satu kisah dalam kitab suci yang mendapat sorotan keras dari kelompok-kelompok kritikus agama.

Kisah ini memang absurd.

Mungkin anda mempunyai jawabannya?

Baca Juga:


424 komentar

  1. Hobinya kok ngancam mengancam . Ini zaman dah modern, bukan abad ke 7. Takdir azab dan ancaman2 neraka dah gak laku, itu hanya diperuntukan bagi orang2 yang taat dan khusuk tanpa mau berfikir dengan cerdas.

    1. @Dherry Ardhiiyansyach: saya sudah menulis dan berdiskusi panjang lebar menyampaikan argumen, sedangkan anda tanpa argumen apapun (kecerdasan gak sampai?) langsung menilai orang lain.

      Terima kasih untuk memberi contoh tentang tafsir seenak jidat itu. 🙂

  2. Shrsnya yg mo komen d filter, kudu sarjana yg skripsinya ori bikinan sndiri, misalnya. Shg pnulis ngak kalang kabut dlm mnjawab n ngak emosional dlm bragumentasi yg ujung2nya hny bakal mlahirkan jagoan2 spt jaka sembung (bw golok …ngak nyambung goblok…xi..xi..xi).

  3. Saya sukua tulisan anda. Lugas disertai fakta. Bos yang bos tanyakan adalah pesan moral kan ?. Pesan moral akan sampai dengan baik hanya bila kedua sisi (positif dan negatif) disampaikan secara berimbang. Terkait Kisah Lot (vrsi Kristen bukan nabi tapi tokoh Alkitab), pesannya adalah ikutlah apa kata Tuhan kalau tidak you akan binasa. Harus ditarik pula kebelakang tentang siapa Lot ini, Lot adalah ponakan Abraham yang serakah. Tokoh tidak mesti selalu diperankan oleh “orang baik-baik kan” ?. Saya tau kecerdasan anda diatas rata-rata dan saya yakin anda paham apa yang saya maksud. Satu lagi dalam Alkitab banyak kejadian atau ayat yang sifatnya metafora (penggambaran) dan juga puisi. Apa yang tertulis tidak boleh bisa dimaknai langsung seperti itu. Makanya ada hermeneutika bos, kritik textual sebagai patokannya. Apakah paralel dengan sejarah misalnya.

    1. @Reynold: saya kutip komentar anda:

      Terkait Kisah Lot (vrsi Kristen bukan nabi tapi tokoh Alkitab), pesannya adalah ikutlah apa kata Tuhan kalau tidak you akan binasa.

      Dalam konteks cerita Lot ini, mohon dijelaskan “Ikut Kata Tuhan” tersebut relevan untuk bagian mana kisah tersebut?

      Yang menyerahkan anaknya pada gerombolan liar? atau meniru sikap malaikat (yang persepsi saya, pasti sakti mandraguna) yang diam saja dan tidak membela anak Lot yang akan dikorbankan ke gerombolan itu? atau Tuhan yang membiarkan incest Lot?
      atau yang mana kata Tuhan yang harus dituruti?

  4. Kalau bos ikuti kisahnya secara lengkap, Abraham dan Loth diberi pilihan oleh Tuhan, tanah mana yang mau didiami. Ternyata Loth dengan ketamakannya memilih tanah yang “kelihatan subur” meski dia sudah tahu perilaku pendduduk disitu tidak beres. Setelah Loth memilih maka pilihan untuk Abraham otomatis tinggal tanah yang “kelihatan tidak subur”. Disini ada pesan moralnya bos. 1) Jangan TAMAK, belum tentu yang kelihatan indah dari luar itu akan baik bagimu; 2) Percaya secara total pada Tuhan (seperti Abraham) “apa yang kelihatan tidak baik” bisa dirubah Tuhan menjadi baik.

    Cara berfikir Tuhan tentu tidak sama dengan cara berfikir kita bos. Lagi-lagi Alkitab menampilkan diri apa adanya, termasuk segala dosa manusia sepanjang sejarah, tetapi itu tidak menghapus rencana indah Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Posisi Tuhan disini adalah Sutradara, sedangkan manusia diberikan kebebasan. Contoh yang paling jelas : Mengapa Tuhan tidak menyelamatkan Yesus pada saat mau disalib ?

    Kembali ke masalah Loth sebenarnya Loth tidak diproyeksikan untuk mati mengenaskan tetapi pilihannyalah yang membuat dia mati mengenaskan. Artinya dia mencoba membuat skenario sendiri diluar skenario Tuhan

  5. Jadi pesan moralnya jelas bos. Abraham setia dan taat mengikuti alur cerita dari Sang Sutradara sedangkan Loth berikut “kejadian-kejadian aneh yang menyertainya” karena dia mau membuat alur cerita sendiri atas hidupnya. Mengapa aneh ? Karena dia sudah berda diluar kontrol Tuhan….gitu kira2 bos. Yang terpenting lagi tidak ada sensor supaya dari dalamnya manusia bisa belajar….bukan gitu bos ?

    1. @Ahmad: anda kok lari kesana-kemari? tapi baiklah.. jadi karena Loth tidak nurut dengan Tuhan, maka dia diberi kejadian yang aneh-aneh?

      Jadi dikepung gerombolan buas haus sex, malaikat pengecut, istrinya dijadikan tiang garam untuk perkara sepele, hujan belerang untuk kampung Lot, lalu dua anaknya yang membujuk incest — adalah semua kejadian aneh yang diganjarkan Tuhan?

      Kok pilihan Tuhan aneh ya? Apa waras Tuhan semacam itu?

  6. Bukan lari kesana kemari bos tapi anda tidak mencantumkan kisahnya dengan lengkap. Tentang Luth (Loth) pun pasti kita tidak sepakat apakah dia nabi atau bukan ? Kriteria nabi itu apa ?

    Oke kembali ke topik :

    Bukan diberi kejadian aneh tapi dia out of control. Ingat bos janji Tujan adalah membawa Abraham dan oang-orangnya ke tanah Kanaan. Loth memilih jalannya sendiri, jadi dia tidak dihukum tapi dia memilih berdasarkan skenarionya sendiri (mungkin mau kaya raya)

    Gerombolan buas sex ? Iyaa betul penduduk Sodom dan Gomora saat itu memang sudah jatuh dalam dosa
    Malaikat pengecut ? kembali ke pertanyataan diatas, bagaimana mau dibela sedang dia sudah memilih jalannya sendiri
    Anda salah lagi, bukan kampung Lot tapi Kota Sodom dan Gomora, Loth adalah pendatang disitu. Sodom dan Gomora memang mau dihukum Tuhan bahkan seandainya pun Loth dan keluarganya tidak ada disitu.
    Salah lagi bos, anaknya yang membujuk Loth, ini memang salah, itulah kenyataan yang ditampilkan apa adanya (no sensor)

    Ternyata anda tidak secerdas yang saya bayangkan terlalu banyak kesalahan untuk hal-hal kecil.

    Tuhan punya rancangan yang indah tetapi kalau mau mau buat skenario sendiri Tuhan juga persilahkan dan tanggung jawab sendiri resikonya.

  7. Tambahan istri Loth sudah diperingatkan ‘jangan menoleh kebelakang’ tapi dia tetap menoleh, jadilah dia tiang garam. Seperti yang sudah saya katakan diatas bahwa ayat-ayat Kitab Suci itu tidak selamnya harus dimaknai seperti yang tertulis karena ada metafora, personofikasi juga puisi. Belum tentu istri Loth pada saat itu memang langsung menjadi tiang garam. Tetapi pesan moralnya teramat sangat jelas bos. Ikutlah Tuhan maka engkau akan selamat.

    1. @Ahmad: iyadeh, sepertinya Tuhan memang kemampuan berkomunikasinya payah dan anda sangat bisa memahami Tuhan. Buktinya Lot yang dekat dengan Abraham sampai tidak paham dengan maksud Tuhan sebagaimana anda. 🙂

  8. Silahkan…adanya dosa, surga dan neraka serta KARMA (perlahan-lahan terbukti secara ilmiah) menunjukkan adanya Tuhan Yang mengatur). Pertanyaan lagi kalau tidak ada “rule” yang mengatur serta “hadiah” dan “hukuman” lalu apa kira-kira gunanya tatakrama, sopan-santun, aturan, pamali, larangan ini itu dsb. Kalau memang efek berupa “hadiah” dan “hukuman” memang tak ada berarti bagi yang tidak mempercayai Tuhan akan lebih menguntungkan bila melawan semua aturan-aturan itu dan menjadi bar-bar (maap hanya pengandaian dalam diskusi) 🙂

    1. @Ahmad:

      Silahkan…adanya dosa, surga dan neraka serta KARMA (perlahan-lahan terbukti secara ilmiah) menunjukkan adanya Tuhan Yang mengatur).

      Ilmiah itu bukan asal klaim lho!
      Sesuatu yang dikatakan ilmiah itu bila sudah melalui pengujian dengan metodologi ilmiah, sudah diverifikasi ulang secara ilmiah oleh ilmuwan yang lain dan dipertahankan dalam forum ilmiah.

      Setahu saya, surga, neraka, dosa dan karma itu hanya dongeng kok.
      Tapi tentu saya akan mengubah pendirian saya bila anda bisa menunjukkan mana publikasi ilmiah yang membuktikan keberadaannya, siapa ilmuwan pengujinya dan sudah diverifikasi oleh ilmuwan mana.

      🙂

  9. Saya yakin anda pasti tahun tentang hukum LOA (Law of Attraction) itu kalau dibahasakan menjadi satu kata adalah KARMA (buat baik dapat baik, buat buruk dapat buruk). Anda bisa baca bukunya Rhonda Byrne “The Secret” dan bisa juga browsing sangat banyak hasil penelitian yang mendukung, salah satunya http://www.cahyopramono.com/2008/04/secret-dan-alam-semesta-sebagai.html dan masih banyak lagi anda bisa browsing sendiri.

    Berikut tentang reinkarnasi :
    http://hans-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-136283-Umum-KISAH%20NYATA%20REINKARNASI,%20BUKTI%20KELAHIRAN%20KEMBALI.html

    https://en.wikipedia.org/wiki/Dorothy_Eady

    1. @Ahmad: dimanakah ada universitas yang mengajarkan LOA, THE Secret, pelatihan otak tengah, otak kanan dan otak kiri, manajemen Qolbu, ESQ, Karma? Tak ada.

      Kenapa? Karena memang itu pseudosains, kelihatannya seperti ilmiah, tapi omong kosong. Klaim-klaim tentangnya selalu bersifat subyektif dan tak bisa direplikasi atau diverifikasi.

      Omong kosong itu populer digelembungkan program promosi besar-besaran. Menggelembung seperti balon, lalu kempes tak ada jejaknya.
      http://www.lifehack.org/articles/lifestyle/the-law-of-attraction-is-a-dangerous-delusion.html

      Bagi saya, selama tak ada penelitian yang serius dan diakui serta teruji oleh komunitas sains yang relevan, semua klaim ilmiah itu omong kosong.

  10. Memang bukti dalam bentuk jurnal sulit didapatkan tetapi bahwasanya ada penelitian tentang itu tidak bisa dipungkiri. Karena dilakukan untuk kepentingan terbatas banyak yang dilakukan secara rahasia memang. Seperti bahasa saya diatas “perlahan-lahan terbukti secara ilmiah”. Contoh majalah kedokteran di Jepang pada tahun 1960-an yang memuat bagaimana efek iritasi dari daun yang sebenarnya tidak beracun, hanya dengan menanamkan di pikiran anak-anak yang menjadi panelis bahwa yang diletakkan di tubuh mereka adalah tumbuhan beracun. Ada juga penelitian di Moscow bagaimana pikiran bisa saling berkomunikasi. Oke kalau bukti seperti jurnal ilmiah yang anda minta terus terang saya tidak punya.

    Kita masing-masing pnya keyakinan, tetapi saya meyakini LOA dan saya percaya itu bekerja.

    1. @Ahmad: jadi sepakat kan kalau LOA tidak memiliki dukungan dari sisi bukti yang terverifikasi dan riset ilmiah yang diakui,

      Tapi kalau masalah percaya, tentu tiap-tiap orang berhak untuk memilih sendiri apa yang mau dipercayainya. Termasuk LOA.

  11. Seperti yang saya katakan ada sejumlah penelitian tetapi memang verifikasi nya tidak ada. Kenapa dari sisi peneliti biasanya melakukan untuk kepentingan rahasia (seperti tentara Sovyet), dari sisi ilmuwan banyak yang skeptis duluan. Kalau anda membaca artikel Tertius Lantigimo tentang Subjective Communication disitu dipaparkan sejumlah dukungan/bukti ilmiah. Bisa dikatakan klaim sepihak karena memang tak ada verifikasi. Jadi memang untuk masuk dalam jurnal yang tersohor sepertinya untuk saat ini memang masih sulit. Tapi saya punya keyakinan “perlahan lahan tapi pasti”.

    Mengapa saya yakin ? Hal-hal yang bersifat supranatural seperti telepati antara ibu dan anak, orang yang dihipnotis (gendam), orang yang memadamkan nyala lilin lewat tatapan mata, orang yang membengkokkan sendok tanpa menyentuh dan masih banyak lagi lainnya kenyataan yng tidak bisa dipungkiri. Bagaimana menjelaskan ini ? Apakah kita akan mengatakan itu ilmu sihir ? TENTU lebih TIDAK ILMIAH lagi kan ??

    1. @Ahmad:

      Mengapa saya yakin ? Hal-hal yang bersifat supranatural seperti telepati antara ibu dan anak, orang yang dihipnotis (gendam), orang yang memadamkan nyala lilin lewat tatapan mata, orang yang membengkokkan sendok tanpa menyentuh dan masih banyak lagi lainnya kenyataan yng tidak bisa dipungkiri. Bagaimana menjelaskan ini ? Apakah kita akan mengatakan itu ilmu sihir ? TENTU lebih TIDAK ILMIAH lagi kan ??

      Apakah anda pernah melihat langsung hal yang anda sebut bersifat supranatural tersebut?
      Bagi kebanyakan orang, saya yakin kesaksian tersebut berasal dari cerita orang lain, atau suatu pertunjukan.

      Apakah ada penelitian serius tentangnya? Ada. Militer Amerika selama 1970-1995 mengeluarkan anggaran 1 juta dolar pertahun untuk menyelidikinya dan berharap bisa menggunakan berbagai fenomena supranatural untuk keperluan militer. Setelah 25 tahun, riset tersebut dihentikan – itu omong kosong.

      Di sisi swasta, tahun 1996 James Randi mengumumkan hadiah 1 juta dolar AS untuk siapa saja yang bisa membuktikan kemampuan supranaturalnya dihadapan tim pengujinya. 1 juta dolar AS itu besar, para sakti-wan dan sakti-wati tentu akan tergiur oleh jumlah ini. Banyak paranormal dan ahli tenaga dalam menyambut tantangan ini, tapi semuanya gagal. Dari Indonesia juga ada satu perguruan tenaga dalam ternama yang tak bisa membuktikan kesaktiannya dihadapan tim pembongkar triknya. Itu sudah 21 tahun, dan sampai sekarang tantangan ini masih terbuka. http://skepdic.com/randi.html

      Bagi saya, dua ajang uji tersebut menunjukkan yang namanya kesaktian supranatural itu tak lebih dari trik-trik sulap dan psikologis saja.

  12. Ya itu dinamika yang berkembang dalam diskusi. Saya sudah beberapa kali melihat langsung orang yang dihipnotis/digendam, apakah itu sulap ? Saya setuju klo dibilang masalah psikologis, dan psikologis bisa dijelaskan secara ilmiah. Bebitupun tenaga dalam itu mekanisme ATP dalam tubuh. Saya hanya ingin membuktikan bahwa Tuhan ada dan berkuasa meski buktinya masih sumir. Oke point ini sepertinya kita tidak punya titik temu Juga 🙂

Perkaya Tulisan Ini Dengan Pendapat Anda