Masjid Rahmat

Intermezzo

Iseng ngintip tempat-tempat masa kecil lewat Google Street View.

Ini Masjid Rahmat, salah satu masjid tertua di Surabaya yang didirikan Sunan Ampel.

Di pohon sisi kiri masjid itu, dulunya adalah pohon kelapa, di bawahnya adalah kapling gak resmi Bapakku dulu kalau sholat Jum’at. Walau masih ada tempat di masjid, bapak selalu mengajak saya menggelar sajadah di tempat itu. Sejuk.

Di belakang masjid itu, dulu ada pohon jambu air yang sangat besar. Saat sedang musim berbuah, beberapa kali saya bersama teman-teman manjat dan memetik buahnya, manis dan segar. Tepatnya sih nyolong, karena gak minta ijin pada penjaganya, walau mungkin kalau ngomong dulu, pasti dibolehkan.

Di sisi kiri, di seberang aspal, ada madrasah. Saya sempat sekolah di sana. Sekolah ganda saya, karena saya tempuh bersama sekolah umum saya. Pagi hari ke SD Negeri untuk pelajaran umum, pulang sekolah setelah istirahat, saya berangkat lagi ke madrasah itu untuk belajar agama.

Sekolah ganda itu capek, itu membuat saya kadang mogok masuk, dan itu bakal membuat Bapak saya marah.

Pernah satu kali saat saya mogok, Bapak mengambil sapu lidi penebah kasur dan menggunakannya untuk memukul pantat saya agar sekolah.

Saya tetap mogok, Bapak gak mau kalah, saya yang mogok dipukul dengan sapu lidi sepanjang jalan dari rumah ke madrasah agar saya masuk sekolah. Seperti menggiring kambing yang bandel. Jaraknya kira-kira 300 meteran.

Setelah tua, yang tertinggal hanyalah kenangan manis. Sakit hati pada bapak? enggaklah…

Perkaya tulisan ini dengan pendapat Anda