Kesadaran, Sebuah Ilusi

Sains

Pernah bermain trading mata uang atau forex?

Salah satu aktivitas pokok yang dilakukan para trader adalah memantau grafik pergerakan harga mata uang.

Pilihan grafik yang paling populer digunakan grafik Candle Stick. Grafik itu menampilkan pergerakan harga pembukaan dan harga penutupan dalam periode tertentu.

Dengan bantuan grafik tersebut, apalagi jika memanfaatkan beberapa indikator yang diolah dari pergerakan harga tersebut, seorang trader bisa meramalkan pergerakan harga mata uang tersebut dalam jangka waktu mendatang. Dengan ramalan tersebut trader bisa melakukan transaksi untuk mengambil keuntungan.

Pola Teratur, Siapa Pengaturnya?

Adanya gerakan harga yang bisa diramalkan menunjukkan bahwa harga mata uang dunia tidak bergerak secara acak, melainkan teratur mengikuti pola tertentu.

Kalau teratur, tentu ada yang mengaturnya. Lalu, siapa pengaturnya?

Adakah lembaga tertentu atau tokoh tertentu yang mengatur pergerakan harga mata uang tersebut mengikuti pola-pola tertentu?

Tidak ada!

Volume transaksi forex dunia rata-rata 6 trilyun USD per hari atau kira-kira 1500 trilyun USD pertahun. Sebagai pembandingnya, nilai PDB negara Amerika Serikat pada tahun 2019 adalah 21 trilyun USD. Jadi dengan volume transaksi sebesar itu, tidak ada satupun negara di dunia yang memiliki dana cukup untuk melawan pasar guna mengendalikan harga mata uang dunia .

Jadi, siapa pengendali harga mata uang dunia tersebut?

Harga mata uang tersebut mengikuti hukum sederhana. Jika permintaan lebih banyak dari penawaran, maka harga naik. Sebaliknya bila permintaan lebih sedikit dari penawaran, maka harga turun.

Ada jutaan transaksi per hari dari ratusan ribu perusahaan, pebisnis perorangan, para spekulan maupun perorangan.

Apakah mereka berkoordinasi agar harga mata uang tersebut mengikuti pola-pola tertentu? tidak.

Contoh grafik harga mata uang dalam aplikasi OlympTrade.
Aturannya sederhana, ramalkan apakah harga 1 menit ke depan naik atau turun, bila ramalan benar, trader menerima keuntungan 82%.

Para importir butuh uang asing untuk membayar barang yang mereka impor, perusahaan butuh uang asing untuk membayar hutang mereka dari bank asing, para pelancong butuh uang asing untuk belanja mereka di negara asing, para trader mencari keuntungan dari pergerakan harga.

Mereka semua punya kepentingan sendiri-sendiri dan tidak terkait satu dengan lainnya. Namun walaupun tanpa ada yang mengkoordinasikan, pergerakan harga yang mereka hasilkan mengikuti pola yang bisa diramalkan dan teratur.

Jika kita hanya melihat pola harga mata uang dunia saja, tentu kita akan mengira bahwa ada satu kesadaran tunggal yang sengaja mengendalikan harga mata uang tersebut agar tertib dan mengikuti sebuah pola yang teratur.

Padahal, sangkaan kita tentang adanya kesadaran tunggal itu salah, tidak ada pengatur tunggalnya.

Kesadaran Manusia, Samakah?

Bagaimana dengan kesadaran manusia? sepertinya sama.

Ada milyaran sel neuron di otak manusia. Masing-masing sel tersebut hidup untuk menerima sinyal listrik, lalu menyimpan atau meneruskan sinyal tersebut ke neuron terdekat.

Sel neuron yang memproses sinyal listrik. Ada milyaran sel neuron ini di otak manusia.

Sel-sel neuron tersebut sibuk dengan urusannya sendiri yaitu memproses sinyal listrik tanpa perduli apa isi sinyal yang diprosesnya.

Apakah sel neuron tersebut sadar dengan apa yang dipikirkan otak? misalkan saat otak sedang memikirkan masalah politik, pekerjaan kantor atau sedang patah hati, apakah sel neuron tersebut ikut memikirkan pikiran tersebut? tidak.

Bagi sel neuron, dia sibuk dan punya kepentingan sendiri. Ia bebas memutuskan apakah ia akan meneruskan sinyal yang diterimanya, menyimpannya atau tidak memprosesnya sama sekali.

Bahkan jika sebagian sel tersebut diambil dan dibiakkan di cawan percobaan dengan teknik kultur jaringan, sel-sel tersebut tetap hidup dan memproses sinyal listrik yang diterimanya.

Namun ada milyaran sel neuron di otak kita, dan akumulasi efek keputusan mereka membentuk apa yang disebut kesadaran manusia yang tunggal.

Bagi manusia pemilik otak, kesadaran itu nyata, namun di tingkat kehidupan sebuah sel neuron, tidak ada yang satu persatu mengatur aktivitas masing-masing sel neuron itu.

Kesadaran, Sebuah Ilusi?

Jutaan trader forex tidak sepenuhnya menyadari bahwa transaksi kolektif mereka membentuk suatu kesadaran tunggal yang merespon keadaan dan mengendalikan arah harga mata uang dunia.

Milyaran sel neuron tidak menyadari bahwa aktivitas sel yang mereka lakukan, secara kolektif membentuk suatu kesadaran tunggal dari yang seorang manusia.

Kesadaran itu hasil kerja kolektif jutaan trader atau milyaran neuron yang mandiri bertindak.

Kesadaran itu nyata ada. Tapi jika dipandang dari tiap elemen penyusunnya, kesadaran itu ilusi.

Dengan pola yang sama, apa mungkin manusia sebenarnya adalah bagian pembentuk suatu kesadaran yang lebih tinggi? yang kita tidak sadari atau pahami?


Bacaan:

Perkaya tulisan ini dengan pendapat Anda