Susahnya Jadi Nabi Nuh

“Kalau kisah Nabi Nuh diulang, apakah kamu mau jadi Nabi Nuhnya?”
Mau dong, kan nabi pastilah kelak masuk surga”

“Banyak lho kerumitan yang harus dipikir Nabi Nuh”
”Tak apalah, susah dikit, yang penting surga…”, “Apa sih rumitnya?”

Mau tahu rumitnya jadi Nabi Nuh? Berikut ini detil yang harus dipikirkan sang Nabi:

Binatang Apa Saja Yang Diselamatkan

Dalam kitab suci, Nabi Nuh membawa sepasang dari setiap jenis binatang ke dalam bahteranya untuk diselamatkan dari banjir yang akan melanda seluruh dunia.

Tidak ada evolusi menurut kitab suci, berarti semua jenis binatang yang ada sekarang ini nenek moyangnya dulu ikut diselamatkan Nabi Nuh, bahkan termasuk binatang yang punah belakangan.

Nabi Nuh dan pengikutnya naik bahtera
Nabi Nuh dan pengikutnya naik bahtera

Kelompok yang paling banyak makan tempat mungkin keluarga mamalia. Dari bermacam-macam jenis gajah, bison, gorilla, beruang, jerapah, badak, banteng, singa, kuda, sapi, kambing, kucing, anjing, tupai, monyet, kelelawar, kangguru dan sebagainya.

Dari reptil ada buaya, ular, katak, kadal, kura-kura, iguana dan sebagainya.

Dari burung ada ayam, burung onta, kasuari, elang, merpati, pinguin dan sebagainya.

Dari serangga ada semut, kecoa, laba-laba, kupu-kupu, kelabang, kalajengking dan sebagainya.

Yang membuat rumit adalah variasi setiap binatang.

Dari gajah saja kita mengenal Gajah Afrika, Gajah India, Gajah Sumatra dan Gajah Thailand. Dari beruang ada Beruang Kutub, Beruang Madu, Panda dan banyak jenis beruang. Begitu juga jenis lainnya, semuanya mempunyai variasi yang banyak dan semuanya harus terwakili, kalau tidak, mereka bakal tidak ada saat ini.

Berapa banyak jenis spesies binatang yang ada di bumi? perkiraan terakhir adalah 8,7 juta, 6,5 juta adalah spesies daratan.

Jika Nabi Nuh harus menyelamatkan semua spesies binatang darat, itu berarti 6,5 juta jenis bianatang dengan masing-masing sepasang. Luar biasa banyaknya!

Mengumpulkan Para Binatang

Hal berikutnya yang harus dipikirkan adalah membawa binatang-binatang itu ke bahtera Nabi Nuh.

Masalah terpenting adalah, bagaimana menangkap semua binatang itu dan menggiringnya melintasi daratan dan lautan? atau apakah semua binatang itu mendapat semacam wahyu untuk sukarela datang menuju bahtera?

Karena semua binatang harus selamat, maka semua binatang harus bisa mencapai bahtera sebelum banjir melanda, tak perduli sejauh apapun asalnya.

Itu berarti Beruang Kutub akan berjalan bersama Serigala Kutub, Tikus Kutub dan penghuni kutub lainnya menuju Timur Tengah.

Sepasang beruang Kutub ini harus melintasi 1/2 bola dunia untuk mencapai bahtera Nabi Nuh
Sepasang beruang Kutub ini harus melintasi 1/2 bola dunia untuk mencapai bahtera Nabi Nuh

Tidak semua binatang bisa bergerak cepat. Kuda bisa cepat, tapi bagaimana dengan kura-kura dari Vietnam yang harus melintasi benua Asia menuju bahtera?

Problem lain muncul bila asal binatang itu terpisah lautan dengan dataran Asia, misalnya Bison Amerika, Beruang Grizzli Canada, Badak Jawa, Gajah Sumatra, Kanguru Australia dan banyak lainnya.

Apakah Bison Amerika harus berenang menyeberang Samudra Atlantik, menuju bahtera Nabi Nuh?.

Allah Maha Kuasa, mungkin Dia memerintahkan ikan Paus memberi tumpangan kepada mereka. Hmm, bolehlah…

Yang jelas ini adalah migrasi binatang terbesar yang pernah ada. Sepasang dari tiap binatang bermigrasi dari seluruh permukaan bumi menuju satu titik, bahtera Nabi Nuh.

Akomodasi Para Binatang

Semua binatang itu butuh akomodasi selama masa mereka berada dalam bahtera saat banjir hebat melanda, dan itu berarti ruangan, makan, minum, dan sanitasi.

Ruangan

Nabi Nuh harus menyediakan kerangkeng untuk binatang buas seperti singa, hyena, panther atau buaya. Kita tak menginginkan kijang selamat dari banjir tetapi mati untuk camilan singa yang kebetulan disebelahnya.

Binatang-binatang kutub tentu membutuhkan kandang dengan es untuk memastikan mereka tidak mati kepanasan.

Beberapa binatang butuh berendam dalam kolam, jadi kolam juga harus ada.

Makanan

Selama perjalanan, para binatang butuh makan. Nabi Nuh harus menyediakan makanan yang bisa dikonsumsi binatang-binatang tersebut.

Dengan 6,5 juta spesies dalam bahteranya, berapa ton daging segar harus disediakan tiap hari untuk binatang buas? berapa ton rumput disediakan tiap hari? Berapa ton kacang-kacangan disediakan untuk berbagai burung?

Sanitasi

Dengan ruangan yang terbatas, binatang-binatang itu terpaksa akan membuang kotorannya di tempat mereka. Kotoran ini perlu segera disingkirkan untuk membuat binatang-binatang itu tetap sehat.

Untuk akomodasi 6,5 juta spesies dalam bahteranya, Nabi Luth membutuhkan tim besar sekelas beberapa kebun binatang untuk memastikan para binatang tersebut bisa sehat selama dalam pelayaran bahteranya.

Berapa Besar Bahtera Nabi Nuh?

Bahtera Nabi Nuh, harus mampu menampung:

  • Nabi Nuh beserta pengikutnya
  • 6,5 juta spesies binatang darat dan pasangannya
  • Makanan untuk semua binatang dan manusia selama pelayarannya.
  • Ratusan petugas pengelola “kebun binatang raksasa”

Setelah mengetahui apa saja isinya, bahtera Nabi Nuh pastilah bukan kapal biasa. Bahtera Nabi Nuh pastilah kapal raksasa sebesar kapal induk kelas Nimitz milik Amerika Serikat, bahkan mungkin harus lebih besar.

Astaga, betapa susahnya membangun bahtera sebesar itu diera kapal besi belum ditemukan?

Jadi?

“Masih mau jadi Nabi Nuh?”
”Aku pikir-pikir dulu”, “Boleh tanya? Sebagai Nabi, nanti wahyu muncul dalam bentuk apa?”

“Entahlah, mungkin suara ber-echo seperti kalau kita dengar sari tilawah”


Referensi:

Baca Juga:


197 komentar

    1. @Cahaya: kalau gak berani melihat kekurangannya, mana mungkin bisa membuat perbaikan? Kalau yang saya sampaikan tidak sesuai dengan kebenaran, silakan sampaikan koreksinya.

  1. Setiap Nabi adalah utusan Allah SWT untuk kaumnya saja, (kecuali Rosululloh SAW), jadi yang ditenggelamkan Allah SWT, hanyalah kaum Nabi Nuh yang zalim (tidak beriman).

    1. Must pump : sepertinya anda egois, memakai kacamata kelompok anda sendiri untuk menilai kelompok yang lain, coba sekali kali ganti kacamata yang lain untuk menilai yang lain, pasti anda punya pandangan yang lain lagi.

  2. Saya belum pernah menghitung, tp perkiraan 2/3 dr isi kitab agama adalah kisah, cerita dan dongeng yang kalo di-logika-kan jelas nggak masuk akal. Kalo ditelusuri dari sisi pra sejarah dunia (berdasarkan penemuan artefak2 yg sudah ditemukan), terlalu banyak kisah, cerita dan dongeng yang pasti seharusnya ada pada kurun waktu dan tempat sesuai dgn kisah, cerita dan dongeng ternyata mismatch.
    Coba perhatikan kisah lain seperti Ibrahim menurut islam: Kabah didirikan pertama kali oleh ibrahim dan ismail di mekah. Kalo lihat kronologis waktu: Ibrahim hidup sekitar 1900 tahun SM, sementara kota mekah baru dibangun/ada pada abad ke 2 Masehi….
    Agak berat mesti bilang bahwa kitab agama isinya DONGENG, tapi fakta bicara demikian..

    1. @Gibran Sampurna: sebenarnya dengan menerima bahwa kisah-kisah kitab suci hanyalah media penyampai pesan, kita bisa lapang dada menerima kenyataan bahwa banyak diantaranya cuma dongeng belaka.

      Kita bisa fokus pada apa yang bisa ditarik pelajarannya, dan tak sibuk membela kisah-kisah itu yang memang gak nyata.

      1. mas judhianto pernah dengan kisah leluhur kita yang pelaku utamanya bernama Sang Hyang Enoh (enoh, noah, nuh?), dulu leluhur kita punya cerita tentang banjir besar juga, cuma yg ini gak bikin perahu besar (bahtera) tapi Sang Hyang Enoh menyelamatkan kehidupan, manusia,binatang,dll dengan menggiring ke atas gunung yang besar untuk menghindari banjir besar. Apa ada sangkut pautnya dengan kisah ini? atau semua hanya silib siloka atau perumpamaan saja sebagai penyampaian pesan bagaimana kita mengarungi bahtera kehidupan.Mohon pencerahannya /
        (maaf agak melenceng dari ajaran samawi, menurut saya ajaran monoteisme asli nusantara memiliki kesamaan cuma berbeda pembabarannya saja) , terimakasih atas tulisan pak judhianto yang sangat bermanfaat ini. salam. rahayu

        1. Betul bahwa Nuh itu dahulu kala tinggal di daratan Sunda, sebelum es kutub mencair hingga menenggelamkan daratan, menyisakan menjadi 17500 pulau yg skrng disebut Nusantara ini.Penduduk mencari daratan baru keseluruh dunia sambil menyebarkan peradaban menggunakan ribuan kapal, al kapal nabi Nuh itu. Itulah peristiwa tenggelamnya benua Atlantik sbg benua dgn peradaban paling maju dibanding benua lainnya diwaktu itu.

          1. @Sigit Aryo Panji: cerita yang anda sampaikan bahwa daratan Sunda merupakan asal peradaban dunia berasal dari buku “Eden in the East” karya Stephen Oppenheimer, peneliti dari Oxford. Kesimpulan ini diperolehnya setelah melacak jejak mutasi DNA serta analisa berbagai kesamaan budaya peradaban dunia.

            Apakah ini satu-satunya penafsiran dari hasil analisa DNA dan budaya? sudah banyak analisa mutasi DNA dan penelitian budaya serupa. Yang disimpulkan Oppenheimer ini menyimpang dari arus besar studi serupa.

            Kebanyakan ilmuwan sepakat dengan jalur migrasi nenek moyang manusia seperti yang digambarkan di peta berikut: https://genographic.nationalgeographic.com/human-journey/
            https://www.dnalc.org/view/15892-Human-migrations-map-interactive-2D-animation.html
            Dua buku yang bagi saya menggambarkan dengan menarik perjalanan sejarah manusia adalah:
            Guns, Germs, and Steel karya Jared Diamond serta Sapiens–A Brief History of Humankind karya Yuval Noah Harari.

            Buku Oppenheimer memang menarik karena bisa dicocok-cocokkan dengan mitologi dunia (Alkitab dan Al-Qur’an), namun secara keilmuan, tidak banyak didukung oleh ilmuwan di bidangnya.

            Saya tidak tertarik dengan kesimpulan Oppenheimer, namun tentunya tiap orang bisa punya pendapat yang berbeda.

  3. Dalam Al-Quran, banjir besar yang melanda pada masa Nabi Nuh bukan melingkupi seluruh seluruh dunia, tetapi bajir hanya terjadi pada suatu wilayah yang di huni kaum Nabi Nuh saja,

  4. Dalam Al-Quran, Nabi Nuh di utus Allah hanya kepada suatu kaum, bukan kepada seluruh manusia. Hal ini sesuai dengan QS. Hud (11) ayat 25: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu.”
    Tidak disebutkan apa nama dan di mana bermukim kaum Nabi Nuh tersebut. Namun, berdasarkan QS. Hud (11) ayat 44 disebutkan bahwa bantera milik Nuh berhenti di atas Bukit Judi di sekitar Armenia, Turki dan Iraq. Hal ini berarti, kaum Nabi Nuh bermukim di kawasan tersebut, diperkirakan meliputi empat kota masyarakat Sumeria kuno, yakni Ur, Erech, Shuruppak dan Kish.
    Daerah lain yang bukan wilayah ummat Nabi Nuh tidak terlanda banjir. Hal ini sesuai dengan Surat Al-Qashash ayat 59: “Dan tidaklah Rabbmu membinasakan kota-kota sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezhaliman”.
    Pada tahun 1922 sampai 1934 Leonard Woolley dari The British Museum dan University of Pensylvania mempimpin sebuah penggalian arkeologis di tengah padang pasir antara Baghdad dengan Teluk Persia. Di tempat yang diperkirakan dulunya pernah berdiri sebuah kota bernama Ur, mereka melakukan penggalian.
    Dari permukaan tanah hingga lima meter ke bawah terdapat sebuah lapisan tanah yang berisi berbagai benda yang terbuat dari perunggu dan perak. Ini benda-benda peninggalan bangsa Sumeria yang diperkirakan hidup sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi. Mereka bangsa yang telah dapat membuat benda dari logam.
    Di bawah lapisan pertama itu mereka menemukan sebuah lapisan kedua berisi deposit pasir dan tanah liat setebal 2,5 meter. Pada lapisan itu masih terdapat sisa-sisa hewan laut berukuran kecil.
    Yang mengejutkan, di bawah lapisan pasir dan tanah liat itu terdapat lapisan ketiga berisi benda-benda rumahtangga yang terbuat dari tembikar. Tembikar itu dibuat oleh tangan manusia. Tidak ditemukan benda logam satu pun di lapisan itu. Diperkirakan benda-benda peninggalan masyarakat Sumeria kuno yang hidup di Zaman Batu.
    Diperkirakan oleh para ahli, lapisan kedua itu adalah endapan lumpur akibat banjir yang terjadi pada zaman Nabi Nuh. Banjir itu telah menenggelamkan masyarakat Sumeria kuno —yang kemungkinan besar mereka adalah kaum Nabi Nuh— lalu lumpur yang terbawa banjir itu menimbun sisa perabadan masyarakat tersebut. Berabad-abad, atau puluhan abad kemudian setelah banjir berlalu, barulah hadir kembali masyarakat baru di atas lapisan kedua itu, yakni masyarakat Sumeria ‘baru’ yang peradabannya jauh lebih maju daripada masyarakat Zaman Batu yang tertimbun lumpur itu.
    Penyelidikan arkeologis di beberapa tempat mendapatkan keterangan, banjir melanda daerah yang memang sangat luas, yakni membentang 600 km dari utara ke selatan dan 160 km dari barat ke timur. Banjir itu telah menenggelamkan sedikitnya empat kota masyarakat Sumeria kuno, yakni Ur, Erech, Shuruppak dan Kish.

    1. @Rizal: jadi cakupan wilayah banjir Nuh bukan informasi dari Al-Qur’an? melainkan tafsiran anda tentangnya? Ah, oke.

      Mengenai fakta arkeologis yang anda sebut, bisakah anda tunjukkan link atau suimbernya? Saya menduga informasi ini berasal dari sumber-sumber religius dan buikan dari lembaga riset ilmiah yang serius.

      Mengenai bahtera di gunung Turki, penelitian yang serius justru mengungkapkan bahwa itu hanyalah hoax. Saya pernah menuliskannya dalam salah satu komentar sebelum ini.

      Dari berbagai kasus penyebaran hoax oleh para religius untuk mendukung informasi kitab suci, ada baiknya kita melakukan cek silang informasi yang dibawa para religius ini ke sumber-sumber ilmiah yang lain.

  5. Pendapat menarik dari seorang arkeolog Alkitab Dr David P. Livingston

    Negara2 Kuno dalam Alkitab …

    Kejadian
    10:8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;
    10:9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN.”
    10:10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear.
    (ada baiknya membaca keseluruhan Kejadian psl.10)

    Banyak arkeolog modern sependapat bahwa keterangan tentang Nimrot hubungannya dgn keberadaan bangsa/budaya di Mesopotamia sangat diperlukan sebagai latar belakang kajian. Adanya kesamaan Kisah Enuma Elish & Gilgamesh dari peradaban bangsa Mesopotamia kuno dengan Alkitab tentang kisah Penciptaan dan banjir Bah sangat diperlukan

    Dalam catatan pasca Banjir silsilah dari Kejadian 10 kita perhatikan bahwa anak-anak Ham adalah: Kusy/Cush , Misraim , Put dan Kanaan . Mizraim menjadi Mesir . tentang Put, belum ada informasi pasti di mana Put pergi/tinggal. Tentang Kanaan sudah jelas.

    Bagaimana dengan Kusy/Cush ?…
    Cush tinggal di ” tanah Sinear “yang kebanyakan sarjana setuju sebagai Sumer. Sumeria/Kish , kota pertama yang didirikan di Mesopotamia setelah Banjir , dalam Alkitab diidentifikasi sebagai Cush anak Ham,cucu Nuh (Kejadian 10:6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan.). Nama “Kish/Kush ” sering muncul pada tablet tanah liat dari Epos Gilgamesh. Hal menarik dari Epos Gilgamesh/ Enuma Elish adalah upaya/situasi selamat dari banjir Bah, jika dihubungkan dgn catatan Alkitab diidentifikasi sebagai Nuh dan Ham. Nimrod adalah cucu Ham. Karena paralel antara Gilgamesh dan Nimrod, banyak sarjana setuju bahwa Gilgamesh adalah Nimrod

    Erech disebutkan dalam Alkitab (Kejadian 10:10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear) , Uruk adalah kota Gilgames. Secara historis, Gilgamesh adalah dinasti pertama dari Uruk

    Alkitab mengidentifikasi sebagai salah satu kota dari Nimrod kerajaan di lembah Sinear ( Kej. 10:10 ); (bahasa Yunani/Romawi Orchoe, terletak di tepi kiri sungai Efrat , sekitar 120 km sebelah tenggara dari Babel kuno, lokasi tersebut sekarang dipenuhi oleh gundukan dan reruntuhan Warka. Tampaknya telah menjadi pekuburan dari raja2 Asyur , krn wilayah tersebut dipenuhi dgn batu bata dan sisa2 peti mati kuno

    Membandingkan persamaan dan perbedaan antara Alkitab dengan Epos Gilgamesh/ Enuma Elish, timbul dugaan bahwa sumber dari kedua kisah itu pada mulanya adalah sama.

    Adam dan Hawa telah menceritakan apa yang ia tahu dan apa yang ia dengar dari Allah kepada anak cucunya. Mereka cerita lagi kepada anak-anak mereka dan seterusnya, sampai Nuh. Kisah-kisah ini diceritakan entah hanya secara lisan, entah juga secara tertulis.

    Nuh dan keluarganya menceritakan lagi kepada anak-cucu mereka. Anak cucu mereka mengisahkannya lagi kepada anak-cucu mereka dan seterusnya. Setelah banjir Nuh.

    keturunan Nuh menyebar keseluruh bumi. Ada yang tinggal di benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia. Ada keturunan Nuh yang tinggal di Mesopotamia. Mereka inilah yang disebut suku Akkadia. Salah seorang dari orang Babilonia itu menulis kisah yang dia dengar dalam lempengan-lempengan yang kemudian dikenal sebagai Enuma Elish.

    Kisah yang dituturkan Adam dan kemudian Nuh, sudah mengalami berbagai tambahan-tambahan dan pengurangan-pengurangan. Fantasi-fantasi, ketakutan-ketakutan dsb dari penulis Enuma Elish tentu masuk dalam kisah-kisah itu.

    Sebagian dari keturunan Nuh ialah orang-orang Yahudi. Salah seorang dari orang Yahudi ini menulis kisah penciptaan dalam bentuk kitab Kejadian. Penulis Kitab Kejadian secara tradisionil dianggap adalah Musa.

    1. @gEN_doNG dari arkeolog Alkitab? semacam Harun Yahya yang saintis Qur’an? Oke.

      Ada yang dari arkeolog beneran gak? Yang tulisannya dikutip jurnal ilmiah beneran?

  6. Yang penulis lupa adalah bahwa hewan yang dibawa adalah bepasangan (jantan dan betina) padahal faktanya banyak jenis hewan yang hermaprodhide atau hewan yang berkolini seperti lebah atau semut yang hanya butuh 1 betina produktif tapi butuh banyak pejantan. Jangan lupa juga masalah hewan yang rapuh seperti hewan kecil dan serangga, atau masalah hewan yang dalam proses kehidupannya butuh banyak media seperti capung (didalam air ketika masih larva tetapi ketika jadi capung keluar dari air dan ternang) atau kupu-kupu yang berubah betuk dari larva(ulat) kemudian jadi kepompong dan terakhir jadi kupu-kupu. Dalam pengalaman debat saya kata-kata pemungkas yang sering dilontarkan hanyalah ilusi doktrin seperti “Tuhan tidak bisa dijangkau oleh logika berfikir manusia” atau “anda adalah seorang penyesat yang diutus setan/dajjal/antikriss/freemason/illuminati/CIA/telkomsel/PLN/PBB untuk menyesatkan umat beragama”, tanpa ada satupun yang sanggup untuk menyanggah faktanya. Dan sejak kapan logika berpikir adalah hal yang menghalangi kita untuk mendapatkan kebenaran? Justru sebaliknya logika adalah yang akan membebaskan manusia dari pemahaman yang salah dan membuat kita akhirnya bisa melihat kebenaran!!!

  7. Menurut Stephen Oppenheimer, peneliti dari Oxford, didalam bukunya “Eden in the East” (Okt 2010), banjir nabi Nuh adalah peristiwa mencairnya gunung es sepuluhan ribu tahun yl yang membanjiri dunia, yang di daratan Sunda ditandai oleh naiknya permukaan laut hingga 150m, menenggelamkan sebagian besar daratan menjadi17.500an pulau.
    Dalam kaitan ini, thn1949 benda mirip kapal di atas Gunung AraratTurki (sekitar 4.600 meter) adalah situs kapal Nabi Nuh, ditemukan oleh Angkatan Udara USA, dimuat dalam berita Life Magazine th 1960. Ditindak lanjuti oleh pesawat Tentara Nasional Turki yg menangkap benda mirip kapal dgn panjang 150an m. Gabungan peneliti 15 ahli arkeologi – antropologi China dan Turki, mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa serpihan kayu, tambang dan paku. Hasil Laboratorium Noahs Ark Minesteries International, setelah melakukan uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukkan bukti yang mengejutkan, yaitu fosil kayu Kapal Nabi Nuh berasal dari kayu jati Jawa.
    Kapal sepanjang 150m dengan tinggi 23m bertingkat tiga itu membutuhkan kayu ribuan m3, dikerjakan dengan mendadak sesuai petunjuk Tuhan kepada nabi Nuh untuk segera membuat kapal karena akan terjadi banjir yang menenggelamkan daratan. Tidak mungkin tersedia kayu sebanyak itu, satu satunya solusi adalah langsung menebang hutan jati!
    Daya penalaran manusia secara sehat akan mengatakan pembuatan kapal nabi Nuh di daratan Sunda, diwilayah yang sekarang namanya pulau Jawa, silahkan menyimpulkan apakah mungkin nabi Nuh adalah orang Yahudi atau Arab?

    1. @Sigit Aryo Panji: sudah cari di internet untuk keyword “Noah Ark” dan “Noah Ark Hoax”? Silakan lihat sumbernya.

      Kisah kapal di gunung Ararat kebanyakan berasal dari situs-situs religius entah Kristen atau Islam atau situs yang banyak memuat kisah menakjubkan serta konspirasi.

      Anda juga bakal mendapatkan cerita bahwa perahu Nuh di atas gunung Ararat cuma rekayasa yang dibangun belakangan untuk “membuktikan” kebenaran Alkitab. Ini banyak dimuat di web berita yang cukup kredibel.

      http://news.nationalgeographic.com/news/2004/09/0920_040920_noahs_ark_2.html

      1. Justru sumber tentang kapal nabi Nuh yg ternyata dibuat dari kayu Jati Jawa itu, malah membuktikan dongeng di Alkitab dan di Alquran itu salah, karena ternyata nabi Nuh itu orang Jawa. Simak dulu kiriman saya, buat apa para arkeolog dan anthropolog Turki dan Cina membuat berita hoax. Bahkan yg dikatakan kitab2 suci terjadi hujan lebat hingga banjir, ternyata ngawur. Yang terjadi adalah mencairnya gunung es hingga Dataran Sunda tenggelam menyisakan 17500 kepulauan Nusantara. Kalau ini situs ilmiah tidak bisa mengomentari tanpa pembahasan kalimat2 yg saya kirim, seharusnya tunjukkan salahnya atau rekayasa atau hoaxnya yg mana.

        1. @Sigit Aryo Panji: bisa anda tunjukkan link sumber informasi Anda? Saya sudah tunjukkan salah satu link rujukan saya, situs nationalgeographic itu sangat kredibel untuk informasi sains.

          Buat apa bikin hoax? Seberapa sering anda mendapatkan berita hoax? Untuk level Indonesia, hoax itu menggila sejak sebelum pilpres 2014, baik lewat Facebook, Twitter, grup WA, BbM, web dan berbagai media sosial. Jika anda cermati sumbernya, maka yang mendominasi adalah kelompok-kelompok religius.

          Di luar negeri? Sama juga. Teori Flat-Earth, perahu Nuh, kreasionisme asalnya ya dari grup fundamentalis Kristen.

          Secara umum, berita yang dishare kelompok religius, saya anggap hoax sampai ada fakta dan sumber kredibel yang menyokong.

          Buat apa hoax? Ya pertanyaan itu lebih tepat ditanyakan ke sumber hoax tersebut.

  8. Kisah Kapal Nabi Nuh AS yang Terbuat Dari Kayu Indonesia – Feed …
    http://www.bintang.com/lifestyle/read/2466447/kisah-kapal-nabi-nuh-as-yang-ter
    VIDEO Benarkah Kapal Nabi Nuh Dibuat Dari Kayu Jati … – YouTube

    BENARKAH KAPAL NABI NUH BERASAL DARI PULAU JAWA …
    http://mahessa83.blogspot.com/2016/05/benarkah-kapal-nabi-nuh-berasal-dar
    Temuan Mengejutkan, Kayu Kapal Nabi Nuh Cocok dengan Fosil …
    http://solo.tribunnews.com/2016/05/26/temuan-mengejutkan-kayu-kapal-nabi-n
    Nabi Nuh Adalah Nabi jawa kuno? – Altovart Blog
    http://altovart.blogspot.com/2014/05/nabi-nuh-adalah-nabi-jawa-kuno.html
    INI BUNG JUDHIANTO, SBGN DARI WEBSITE, MOHON DISIMAK. WEBSITE2 DIATAS BUKAN DARI SUMBER RELIGIOUS, MAKANYA BUAT APA MEREKA BIKIN HOAX! SAYA SENDIRI PENYEBAR /PENGANUT BUDAYA TUNTUNAN HIDUP NUSANTARA/JAWA.

    1. @Sigit Aryo Panji: anda yakin sumber anda punya kredibilitas ilmiah?

      Untuk informasi yang bersifat ilmiah, gunakan sumber-sumber primer, publikasi ilmiah atau media yang punya tradisi serius menampilkan informasi ilmiah. Sumber yang anda tampilkan adalah sumber gosip, opini, serta media yang menampilkan berita yang tak menunjukkan sumbernya.

      Secara umum, informasi perahu di atas gunung Ararat Turki, adalah hoax yang pertama kali dikeluarkan lembaga publikasi Kristen. Tafsiran ini lebih banyak didaur ulang oleh publikasi keagamaan baik Kristen maupun Islam, serta dikutip ulang di media-media yang tidak terlalu serius menggarap tulisan-tulisan ilmiah.

      Sedangkan informasi tentang Sundaland yang menjadi pusat peradaban dunia, sumbernya dari Stephen Oppenheimer yang menafsirkan jejak DNA dan analisis budaya. Secara ilmiah Stephen Oppenheimer tidak didukung oleh ilmuwan lain, karena ada lebih banyak studi yang menunjukkan tafsiran lain. Buku Stephen Oppenheimer cukup laris bagi para religius karena mencocok-cocokkan sejarah dengan kisah banjir Nuh, juga laris di Indonesia karena mengangkat Nusantara sebagai sumber peradaban dunia.

  9. Ternyata anda merasa tidak bangga dengan kehebatan Nusantara sendiri dijaman dahulu kala, bahkan lebih percaya dengan tulisan anda yg tidak jelas sumber dari mana. Seharusnya dengan membuka website2 yg sdh saya kirim, anda bisa menelusuri lebih lanjut di internet, maka akan diketemukan sendiri sumber2 lain yg anda kehendaki. Tapi kembali lagi, karena memang anda tidak percaya kpd bangsa sendiri, sebaliknya percaya pada bangsa asing, tetap saja anda akan menyangkal itu. Bukankah anda juga tidak menunjukkan sumber ilmiahnya dari tulisan tentang nabi Nuh itu? Dari gambar yg terpasang, terkesan itu cerita untuk anak2. Maka dari tulisan anda tentang nabi Nuh, banyak yg tidak bisa diterima dgn akal sehat. Kalau begitu anda memang mau benar sendiri, jadi tidak ada gunanya saya lanjutkan, maka cukup sekian saja!

    1. @Sigit Aryo Panji: kebenaran itu masalah sederhana kok, kesesuaian dengan bukti atau logika. Jika anda tidak mampu memproduksi sendiri bukti dan logika, maka rujuklah kepada sumber yang punya kredibilitas di bidangnya.

      Hal yang lainnya adalah masalah beban pembuktian.

      Yang wajib menyajikan bukti adalah pihak yang mengeluarkan klaim. Kalau ada yang meminta anda percaya bahwa bahwa Doraemon adalah Tuhan yang sesungguhnya, maka orang tersebutlah yang harus mati-matian menunjukkan bukti-bukti bahwa memang Doraemon adalah Tuhan – bukan anda. Anda tinggal menilai apakah bukti-bukti itu bisa anda terima atau tidak, anda tak punya kewajiban apa-apa.

      Di masalah kisah Nabi Nuh atau Nusantara yang menjadi asal Nabi Nuh, yang percaya klaim itu anda. Maka kalau anda mau saya juga percaya, sajikan bukti-bukti yang bisa meyakinkan saya, biar saya yang menilai kualitas bukti-bukti anda. Jika yang anda sampaikan adalah hoax atau teori arkeologi/antropologi yang tak mendapat dukungan dari banyak ahli di bidang itu, ya tentunya itu tak bisa meyakinkan saya.

      Dengan latar seperti itu, maka bagi saya kisah Nabi Nuh itu tak banyak bedanya dengan kisah Sangkuriang dan Gunung Tangkuban Perahu, sekedar dongeng. Jadi gak salah kan dengan gambarnya?

      Mengenai kebanggaan kepada Nusantara, ada banyak sekali hal yang membuat saya bangga. Kekayaan karya seni, tradisi, keramahan penduduknya, serta toleransi yang tinggi itu merupakan salah satu hal nyata yang bisa dibanggakan dari Nusantara. Bukan dari dongeng-dongeng serta hoax yang anda sampaikan.

      Oh ya, kok bisa anda bangga dengan hoax yang kosong itu? saya kok malu 🙂

  10. Hai Mas Judhianto, salam kenal.
    Ini postingan kedua mas yang saya baca, dan saya memahaminya dengan cekakak cekikik saya.
    Tenang, saya ndak mau menyalahkan Mas. Kalau saya lihat nampaknya Mas mau menampar pola pikir yang sudah terdoktrin di kepala orang-orang saat ini, yang mana menjadi mainstream. Bener gak mas?atau saya sok tau aja?haha
    Kalau doktrin mainstream yang kita percaya, maka postingan ini adalah BENAR dan tidak merendahkan dong ya.
    hehe

    Yang mau saya tanyakan untuk pembaca lain, maukah kita memaknai QURAN dalam hal ini kisah Nabi Nuh secara tekstual saja? Itu QURAN lho, Kitab yang dibilang sempurna, Kitab kehidupan, pualing mantep deh.
    Mestinya kalo gitu kan memiliki makna yang lebih luas, seluas jagat raya, bahkan lebih.

    Nah taapi gimana kalau begini, bahwa Kapal adalah perumpamaan daripada persatuan/komunitas dan itu dibangun Nuh dengan memasukkan manusia yang diumpamakan dengan binatang, saya belum sampai tahap mengerti kenapa diberi perumpaman tsb. Yang lalu komunitas itu jadi dan kokoh, maka sekalipun diombang ambing oleh badai/banjir hujatan, cacian dan perlawanan orang-orang kafir, komunitas(kapal) itu tetap kokoh dan menyelamatkan mereka untuk menjaga ajaran suci Tuhan Semesta Alam.
    kalo saya sih percaya yang seperti itu, seterah agan-agan percaya yang mana.
    huehuehuehue

    salam

  11. Sumber : Jawaban.com

    Kisah Nuh bisa jadi benar-benar terjadi, seperti yang dikatakan dalam Alkitab. Hal ini dibuktikan oleh arkeolog air Robert Ballard, arkeolog yang menemukan Titanic. Dia mengklaim bahwa tim peneliti telah menemukan bukti yang menunjukkan banjir maha besar yang dijelaskan dalam Alkitab, didasarkan pada peristiwa nyata.

    Ballard mulai menyelidiki sebuah teori kontroverisal yang diajukan oleh dua ilmuwan dari Universitas Columbia tentang adanya banjir besar di wilayah Laut Hitam dimana pada waktu itu Laut Hitam adalah danau air tawar yang dikelilingi lahan pertanian saat itu. Selain itu, dia juga meneliti dari sebuah studi yang pernah dilakukan William Ryan dan Walter Pitman pada 1997 lalu.

    Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, ia mengatakan bahwa sebagian besar wilayah dunia tertutup oleh es sekitar 12 ribu tahun lalu. Saat gletser mulai mencair pada periode pemanasan bumi pada 5.600 SM, air tersebut segera memenuhi lautan di dunia. Menurut Ballard, peristiwa inilah yang kemudian menyebabkan banjir di seluruh dunia.

    Timnya memastikan temuan Ryan dan Pitman tersebut. Lebih dari 60 ribu mil persegi tanah telah tergenang. Kekuatan air sebesar 200 kali dari air terjun Niagara, yang menyapu seluruh permukaan daratan. Inilah yang mengakibatkan Laut Hitam yang semula merupakan air tawar menjadi air asin. Ballard meyakininya dengan bukti perhitungan karbon dari cangkang yang ditemukan sepanjang garis pantai, cangkang yang ternyata berumur 5.000 tahun SM. Timnya berencana kembali ke Turki pada musim panas mendatang, tempat ditemukannya kapal yang dipercaya sebagai kapal Nuh.

    Sungguh menakjubkan bagaimana Alkitab selalu bisa dibuktikan kebenarannya, bahwa Alkitab tidak hanya omong kosong belaka saat membuat semua cerita yang penuh hal-hal besar tersebut. Alkitab juga tidak bohong saat mengatakan bahwa keselamatan ada di dalam Yesus saja.

    1. @Reynold: saya coba cari di internet untuk kata kunci Robert Ballard Noah’s Flood, hasilnya ada banyak entry tentangnya.

      Secara umum, Ballard menarik kesimpulan bahwa pernah terjadi banjir besar di sekitar Laut Hitam pada tahun 5000 SM. Dari kesimpulan ini, Ballard mencocokkan waktu terjadinya dengan cerita banjir Nuh, lalu kesimpulan akhirnya: banjir Nuh seperti di Bible mungkin benar terjadi.

      Dari sisi ilmiah, yang bisa diuji adalah kesimpulan pertama bahwa ada banjir besar di sekitar Laut Hitam. Tapi sayangnya tidak ada pengujian ilmiah berikutnya yang dilakukan ilmuwan lain untuk menguji kesimpulan tersebut.

      Dari sisi religious, menariknya kesimpulan Ballard tersebut justru ditolak oleh beberapa situs keagamaan Kristen sendiri seperti dalam beberapa link berikut ini:
      http://creation.com/Robert-Ballard-did-not-discover-Noahs-Flood
      http://creation.com/black-sea-flood-may-evaporate-completely
      http://biblicalgeology.net/blog/12-reasons-robert-ballard-has-not-discovered-noahs-flood/

      Jadi secara ilmiah dan religius (Kristen) hipotesis Ballard ini tidak mempunyai dukungan kuat.

  12. @Sigit Aryo Panji: sudah cari di internet untuk keyword “Noah Ark” dan “Noah Ark Hoax”? Silakan lihat sumbernya.

    Kisah kapal di gunung Ararat kebanyakan berasal dari situs-situs religius entah Kristen atau Islam atau situs yang banyak memuat kisah menakjubkan serta konspirasi.

    Anda juga bakal mendapatkan cerita bahwa perahu Nuh di atas gunung Ararat cuma rekayasa yang dibangun belakangan untuk “membuktikan” kebenaran Alkitab. Ini banyak dimuat di web berita yang cukup kredibel.

    @Judhianto :

    Saya tidak mengerti situs mana yang anda maksud konspirasi. Saya setuju memang kalau dikatakan penemuan di atas gunung Ararat itu masih tanda tanya. Toh arkelog yang katanya sudah sampai kesana tidak pernah memberikan penjelasan ilmiah yang memuaskan.

    Hal terpenting yang saya mau sampaikan adalah Alkitab tidak pernah membantah tentang evolusi. Sebagian besar teolog Kristen justru mendukung teori evolusi. Teori evolosi meskipun banyak ditentang orang tetapi teori evolusi adalah salu2nya teori yang secara konsisten terus menunjukkan bukti-bukti. Apakah memang species binatang pada saat itu sebanyak species binatang saat ini ? Belum diketahui.

    Apakah saat itu banjir memang melanda seluruh dunia ? Buktinya ada tablet-tablet kuno yang menceritakan (artinya yang menulis di tablet tentunya orang yang selamat atau tidak terkena dampak banjir)

    Lagi2 ke pesan moralnya bahwa kalau anda tidak mendengarkan Tuhan maka anda akan binasa. Ingat bos tidak selamanya dimaknai seperti yang tertulis tetapi yang ingin disampaikan adalah betapa dahsyatnya banjir saat itu.

    1. @Ahmad:

      Saya setuju memang kalau dikatakan penemuan di atas gunung Ararat itu masih tanda tanya.

      Saya berpendapat itu hoax, tapi okelah kita tak sepakat.

      Apakah saat itu banjir memang melanda seluruh dunia ? Buktinya ada tablet-tablet kuno yang menceritakan (artinya yang menulis di tablet tentunya orang yang selamat atau tidak terkena dampak banjir)

      Semua peradaban kuno punya cerita tentang binatang yang bisa berbicara, para dewa-dewi, pusaka sakti, dan sebagainya. Apakah itu berarti itu nyata? kan enggak.

      Kalau tak bisa dibuktikan dan tidak masuk akal, ya mau tak mau kisah itu setara dengan dongeng. Sederhana bukan 🙂

  13. Yang saya tidak sepakat (belum) bahtera Nuh yang katanya ditemukan diatas Gunung Ararat (negara Turki Sekarang). Yang lain saya setuju. Menurut saya yang terjadi saat itu adalah banjir besar di Timur Tengah.

Perkaya Tulisan Ini Dengan Pendapat Anda