Immortal

“Bagaimana ya rasanya menjadi immortal, alias tidak mati-mati?”

”Pasti kita sudah jadi jagoan pedang dan kemana-mana bawa pedang.”

“Kok? “

”Iya kan seperti yang ada di film The Highlander…”

“Jaka Sembung bawa golok. Gak nyambung go#lok!…”

He.. he..he..

Apakah benar manusia bisa immortal, tidak mati-mati atau abadi?

Walaupun belum terjadi, ilmu pengetahuan sepertinya telah membuka jalan ke arah tersebut.

Bagaimana manusia bisa menjadi immortal? berikut ini beberapa informasi yang bisa kita dapatkan.

Cara Menjadi Immortal

Reparasi Tubuh: Bisa Mana Saja

Rusak adalah salah satu alasan mengapa suatu barang tidak lagi berfungsi dan berakhir di tong sampah. Kerusakan sel yang menyusun tubuh kita juga merupakan salah satu alasan bila suatu saat tubuh kita berhenti berfungsi, alias mati.

Jika pada barang ada tindakan reparasi, pada manusia ada tindakan pengobatan yang mengobati bagian-bagian tubuh kita yang sakit (=rusak).

Mesin nano mungkin yang kelak disuntikkan untuk mengobati kita
Mesin nano mungkin yang kelak disuntikkan untuk mengobati kita

Akan tetapi pengobatan tidak mampu memperbaiki semua jenis kerusakan di tubuh kita. Salah satu contohnya adalah kerusakan ditingkat sel seperti pada kanker atau proses alami penuaan yang mengakibatkan kerusakan massal ditingkat sel.

Untuk kerusakan skala sel ini, para ilmuwan sedang merintis penerapan nanoteknologi untuk perbaikannya. Nanoteknologi adalah material atau mesin dalam skala mikroskopis yang diprogram untuk melakukan perbaikan langsung di pusat masalah di dalam tubuh.

Nantinya mungkin manusia bisa hidup dengan ribuan mesin nano berenang dalam darahnya, hilir-mudik melakukan perbaikan sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan.

Sudah adakah teknologi ini? Belum, tapi ilmuwan telah berhasil menguji teknologi ini untuk membuat hamster yang buta bisa melihat kembali.

Ray Kurzweil, seorang futurolog Amerika memperkirakan nanoteknologi akan menjadi teknologi siap pakai dalam 20 tahun mendatang. Bila terjadi, bukankah kematian akibat kerusakan organ tubuh bisa dihindari?.

Sediakan Suku Cadang Tubuh

Jika kerusakan sangat parah, sepertinya lebih efisien untuk mengganti saja bagian yang rusak tersebut dengan suku cadang baru.

Ini yang terjadi pada mobil, motor atau komputer kita. Bagaimana dengan manusia?

Dengan teknologi kloning, sebenarnya kita mampu membuat sukucadang diri kita sendiri.

Telinga manusia yang ditumbuhkan di punggung tikus.
Telinga manusia yang ditumbuhkan di punggung tikus.

Buat satu atau lebih klon diri kita. Bila kaki kita patah dalam kecelakaan, kita bisa tinggal ambil kaki klon kita untuk gantikannya. Ups… sadis amat! memangnya klon kita itu bukan manusia?

DIlema etis tersebut yang membuat tidak ada satu negarapun mengijinkan klon manusia untuk keperluan apapun, walau secara teknologi itu memungkinkan.

Anda bisa melihat gambaran hal tersebut dalam film The Island, dimana sekelompok orang kaya menciptakan klon diri mereka sendiri. Jika organ tubuh mereka yang sekarang mengalami kerusakan, mereka bisa menggantinya dari tubuh klon mereka. Bagaimana nasib klonnya? ya dibunuh…

Pilihan yang terlihat lebih manusiawi mungkin semacam menumbuhkan organ tubuh manusia di binatang. Membunuh tikus untuk menggantikan telinga kita sepertinya tidak terlalu kejam  dibanding membunuh klon kita….

Apapun pilhannya, selama semua suku cadang tubuh kita tersedia, kita bisa berharap semua organ tubuh kita selalu dalam kondisi prima dan tidak ada lagi cerita kematian akibat kerusakan atau kegagalan organ tubuh.

Hapus Masa Kedaluarsa Tubuh

Saat kita lahir, sebenarnya saat kedaluarsa tubuh kita sudah ditentukan,

Sebagus apapun anda menjaga kesehatan, berolah raga, tidak merokok atau minum minuman keras; anda tidak akan bisa melewati batas kedaluarsa tubuh anda. Sekali batas itu terlampaui, sel tubuh anda berhenti ber-regenerasi, tidak ada pertumbuhan sel baru untuk menggantikan yang rusak. Anda jadi keriput, tua dan mati.

Dimana penanda kedaluarsa tersebut?

Dalam gen kita, tepatnya di setiap DNA kita terdapat enzim telomerase yang mengikat ujung tiap DNA kita untuk menjaga kesatuannya. Dalam setiap regenerasi sel, DNA disalin dan telomerase mengikat ujung DNA baru tersebut.

Jika DNA disalin persis seperti induknya, telomerase tidak demikian. Dalam setiap pembelahan telomerase memendek, dan pada saatnya pendeknya telomerase ini menyebabkan DNA tidak lagi bisa disalin.

Saat sel tidak disalin lagi, maka tidak ada lagi sel pengganti untuk sel yang rusak. Kita menjadi tua, organ-organ tubuh mengalami kerusakan dan tak bisa berfungsi. Akhir dari proses ini adalah kematian, kita mati karena tua, kita mati karena sel tubuh kita berhenti beregenerasi.

Telomerase diujung DNA, menjaga kesatuan DNA
Telomerase diujung DNA, menjaga kesatuan DNA

Apa yang sudah dilakukan ilmuwan?

Ilmuwan sudah mencoba terapi gen pada tikus untuk menggantikan telomerase yang memendek. Hasilnya menjanjikan, proses ketuaan bisa dihentikan bahkan organ yang terlanjur rusak bisa kembali seperti muda.

Walaupun ada peningkatan resiko kanker, tapi terapi ini masih dalam penyempurnaan. Bila kelak efek buruknya bisa diatasi, maka impian manusia untuk selalu muda dan tak bisa tua akan bisa tercapai. Tubuh kedaluarsa tidak ada lagi.

Backup Dan Reload Pikiran Kita

Sehati-hati apapun anda menjalani hidup, sebanyak apapun suku cadang tubuh anda tersimpan, semuanya akan berakhir manakala anda ditimpa musibah yang tidak teramalkan sebelumnya.

Misalkan pesawat terbang yang  anda tumpangi meledak. Maka semua pengalaman hidup anda, kenangan anda akan musnah bersamaan dengan hancurnya tubuh anda.

Kita perlu backup. Ya kita perlu backup seperti halnya backup data komputer kita. Jika komputer kita rusak, kita bisa beli baru dan mengembalikan semua data kita dari backup yang kita miliki.

Dengan cara yang mirip, kelak kita bisa melakukan download semua isi kepala kita. Kenangan, dan pikiran kita kedalam komputer, menyimpannya dan bila suatu peristiwa buruk terjadi kita bisa upload semuanya ke dalam klon kita. Hidup bisa dilanjutkan.

Download pikiran anda ke komputer
Download pikiran anda ke komputer

Sudah bisa? belum. Kita belum punya komputer yang bisa menirukan semua proses yang terjadi dalam otak untuk menyimpan informasi otak kita. Tetapi itu bukan hal mustahil dimasa depan.

Yang sudah bisa dilakukan oleh ilmuwan adalah melakukan simulasi setengah dari otak tikus ke dalam superkomputer. Untuk keperluan itu diperlukan superkomputer BlueGene buatan IBM yang memiliki 4,096 prosesor dengan memory 256MB untuk tiap prosesor. Untuk manusia? belum terpikir betapa besar superkomputer yang diperlukan.

Terlalu mahal, terlalu kompleks untuk manusia. Benarkah?

Kemampuan superkomputer yang mengendalikan penerbangan manusia pertama ke bulan pada tahun 1969 adalah tidak lebih baik daripada komputer tablet yang sudah dimiliki jutaan orang di dunia. Dengan laju teknologi yang sama, diperkirakan pada 2030, kita mampu membuat backup otak kita ke dalam komputer.

Jadi jika backup isi kepala kita sudah tersedia, kita bisa melanjutkan hidup kita dengan tubuh baru setelah kecelakaan hebat yang kita alami. Keren…

Berhenti Jadi Manusia

Jika pikiran sudah bisa didownload, diupload dan sudah berkali-kali ganti tubuh, bisa jadi kita terpikir untuk melanjutkan hidup dengan cara lain.

Mungkin kita bisa upload pikiran kita ke robot supercanggih? atau sekalian saja kita minta programmer untuk merancangkan dunia virtual ala film The Matrix, dimana kita masuk kedalamnya dan hidup sebagai Sultan super kaya, super sakti, super tampan dan dikelilingi ratusan bidadari super cantik didalamnya. Surga deh…

Melanjutkan hidup di Matrix
Melanjutkan hidup di Matrix

Bila semua pencapaian teknologi di atas sudah nyata, maka kemungkinan tersebut bisa saja menjadi pilihan kita.

Habis Immortal, So What Gitu Loh?

Lha ini yang menjadi pertanyaan baru kita.

Apa perlu kita merancang sistem sosial baru, sistem pemerintahan baru, bahkan sistem kepercayaan dan keagamaan baru?

Atau kita hanya butuh berlatih pedang lebih giat seperti yang dilakukan ras Highlander?

Ah, Jaka sembung lagi…..


Sumber Luar:

Baca Juga:


6 komentar

  1. Semua kemungkinan bisa terjadi, dan biasanya ada proses sosial yg tidak menimbulkan keterkejutan.

    Seperti seorang guru agama menjelaskan, kelak setelah kematian ketika lidah kita tidak bisa lagi melakukan kebohongan, maka akan diperlihatkan tangan, kaki dan bagian tubuh lain yg berbicara tentang apa yg telah diperbuat oleh anggota badan tsb. Dengan adanya teknologi perekam video mungkin bisa lebih mudah lagi sang guru tsb. memberikan perumpamaan.

    Yg repot tentunya orang2 yg statis, karena merasa telah sempurna hingga tidak perlu ada perubahan apapun.

    1. @Dizal: akselerasi perkembangan sosial, sains dan teknologi yang terjadi pada saat ini memang membuat banyak orang bingung dibuatnya.

      Gelombang perubahan menghantam disemua arah, dan kita harus siap menghadapi gelombang yang lebih besar lagi.

      Pijakan lama tidak lagi menjadi jaminan, mungkin hanya orang yang mau berselancar diatas ombak dan memanfaatkan perubahan yang bisa bertahan kelak.

      Terima kasih.

  2. Assalamualaikum.
    Perkembangan ilmu biologi/ kesehatan terkini telah disampaikan dengan baik dan jernih oleh mas Yudhi, mudah2an terbaca oleh masyarakat agamis dengan lapang dada, seperti para akademis menerimanya dengan baik, mereka tetap melakukan solat menghadap Illahi robbi.
    Diharapkan dapat menambah wawasan berpikir, bahwa pengertian beragama akan menjadi berubah dengan dasyat, menjual agama akan menurun, walaupun demikian kita tetap harus waspada bahwa kehidupan di dunia ini tetap harus menganut sikap asri yaitu cinta, tuhan, dan “bilangan i” yang telah disampaikan sebelumnya.
    Nah dengan demikian kita tidak usah lagi bertengkar, mengfitnah secara emosional, apalagi melakukan penekanan berbentuk teror untuk memaksakan kehendaknya.
    Marilah saat ini kita hidup damai, saling menghargai diantara umat, menggunakan segala energi untuk hidup lebih nyaman dalam budaya lokal yang arif nan sejuk.
    Amien

    Wassalam

    H. Bebey

  3. ini seperti manusia ketika sudah di sorga, …kata “mereka” tubuhnya gak bisa rusak meskipun telah melakuan kegiatan senggama dengan bidadari berkali- kali, bidadarinya juga gak bisa capek. anehkan wong cuma dongeng. Tks mas artikelnya

    1. @Geloaku: benar, bila virtual reality mencapai kesempurnaannya, alam yang paling absurd bisa dibuat programnya.
      Terima kasih.

Perkaya Tulisan Ini Dengan Pendapat Anda