Adam, Sebuah Cerita Manusia

Darimanakah manusia bermula?

Jangan tanyakan kepada ilmuwan, mereka terlalu bodoh untuk bisa menunjukkan dimana garis tegas manusia bermula. Mereka percaya evolusi yang tidak jelas menunjukkan kapan sang monyet menjadi manusia.

Tanyakan pada ahli agama samawi, mereka punya kepastian. Kepastian itu bernama Adam.

Kalau begitu bagaimanakah detil Adam yang legendaris itu? berikut ini adalah rangkuman yang bisa kita peroleh dari sumber-sumber samawi.

Penciptaan Semesta

Penciptaan semesta merupakan hal yang tak terpisahkan dengan penciptaan Adam. Kitab Perjanjian Lama (Taurat) menggambarkan secara detil proses ini. Awal proses ini diceritakan berikut:

Pada mulanya, waktu Allah mulai menciptakan alam semesta, bumi belum berbentuk, dan masih kacau-balau. Samudra yang bergelora, yang menutupi segala sesuatu, diliputi oleh gelap gulita, tetapi kuasa Allah bergerak di atas permukaan air.
Allah berkata, “Jadilah terang!” Lalu ada terang. (Kejadian 1:1 – 1:3)

Detil proses ini adalah: (detilnya ada di Kejadian 1:1 – 2:3)

  • Hari 1: Pemisahan terang-gelap, siang-malam.
  • Hari 2: Pemisahan langit-bumi
  • Hari 3: Pemisahan darat-laut, penciptaan tumbuhan
  • Hari 4: Penciptaan matahari-bulan-bintang
  • Hari 5: Penciptaan binatang pengisi udara (burung) dan pengisi laut (ikan)
  • Hari 6: Penciptaan binatang darat dan manusia
  • Hari 7: Allah beristirahat

Sumber Qur’an menceritakan dengan cara yang berbeda dan tanpa detil walau terlihat ada kemiripannya.

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya (Huud:7)

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy, Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah kepada yang lebih mengetahui tentang Dia. (Al-Furqaan: 59)

Dari sumber di atas:

  • Air adalah zat yang sudah ada sebelum langit dan bumi diciptakan. Kuasa Allah bergerak di atas permukaan air (Perjanjian Lama), atau Singgasana-Nya di atas air (Qur’an).
  • Langit, bumi dan isi keduanya (termasuk manusia) diciptakan dalam enam hari atau enam masa.
  • Diakhir enam hari/masa itu Allah kemudian beristirahat (Perjanjian Lama) atau bersemayam di ’Arsy (Qur’an).

Penciptaan Adam

Kitab suci samawi menggambarkan penciptaan Adam dengan cara yang hampir sama.

Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah, membentuknya menjadi seorang manusia, lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya; maka hiduplah manusia itu. (Kejadian 2:7 )

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”. (Shaad: 71-72)

Lukisan penciptaan Adam dalam lukisan Michelangelo, 1510.
Lukisan penciptaan Adam dalam lukisan Michelangelo, 1510.

Dari sumber kitab suci di atas, digambarkan Adam merupakan mahluk yang diciptakan dari tanah langsung oleh Allah dan bukan keturunan mahluk lain apapun.

Budaya Adam

Salah satu aspek yang bisa kita coba telusuri dari kitab suci adalah, Adam hidup pada tingkat budaya apa?

Lalu Hawa melahirkan seorang anak laki-laki lagi, namanya Habel. Habel menjadi gembala domba, tetapi Kain menjadi petani. Beberapa waktu kemudian Kain mengambil sebagian dari panenannya lalu mempersembahkannya kepada TUHAN.
Lalu Habel mengambil anak domba yang sulung dari salah seekor dombanya, menyembelihnya, lalu mempersembahkan bagian yang paling baik kepada TUHAN. TUHAN senang kepada Habel dan persembahannya,  tetapi menolak Kain dan persembahannya. Kain menjadi marah sekali, dan mukanya geram. (Kejadian 4:2-4:5)

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (Al-Maaidah:5)

Dari kisah diatas kita dapat mengira-ira bahwa Adam hidup dalam budaya pertanian, karena pekerjaan petani dan peternak baru muncul pada masyarakat yang telah menetap dan mengenal pertanian.

Aspek Fisik Adam

Perjanjian Lama memuat deskripsi tentang usia Adam sebelum meninggal sebagai berikut:

Inilah daftar keturunan Adam. (Pada waktu Allah menciptakan manusia, dijadikan-Nya mereka seperti Allah sendiri. Diciptakan-Nya mereka laki-laki dan perempuan. Diberkati-Nya mereka dan dinamakan-Nya mereka “Manusia”.) Ketika Adam berumur 130 tahun, ia mendapat anak laki-laki yang mirip dengan dirinya, lalu diberinya nama Set. Setelah itu Adam masih hidup 800 tahun lagi dan mendapat anak-anak lain. Ia meninggal pada usia 930 tahun.  (Kejadian 5:1-5:5)

Qur’an tidak memuat rincian seperti di atas, akan tetapi sumber-sumber Islam lainnya memberi gambaran yang tidak kalah spektakulernya.

Telah bercerita kepada kami Yahya bin Ja`far: Telah bercerita kepada kami `Abdu r-Razzaq, dari Ma`mar, dari Hammam, dari Abi Hurayrah, dari Nabi, dia berkata: “Allah menjadikan Adam tingginya 60 hasta, kemudian (Allah) berfirman: Pergilah dan memberi salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepada engkau. Itulah kehormatan engkau dan keturunan engkau, lalu (Adam) mengucapkan: Assalamu ‘alaikum, maka (para malaikat) mengucapkan assalamu alaika wa rahmatullah, (para malaikat) menambahkan: warahmatullah, maka setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam (dalam hal perawakan/postur dan gambaran), dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang“. [Al-Bukhariy/ 6227]

Sepeda Nabi Adam, sebuah monumen di Jeddah yang menggambarkan sepeda yang sesuai dengan ukuran Nabi Adam.
Sepeda Nabi Adam, sebuah monumen di Jeddah yang menggambarkan sepeda yang sesuai dengan ukuran Nabi Adam.

Yang dapat kita simpulkan dari sumber diatas: Adam adalah manusia raksasa setinggi kurang lebih 30 meter yang berusia panjang (ia meninggal berumur 930 tahun). Manusia setelah Adam bentuknya akan selalu sama hanya bertambah kecil (dan berumur semakin pendek).

Bila ahli sains menyodorkan teori evolusi yang menggambarkan manusia berkembang dari organisme yang lebih sederhana, Kitab Suci menawarkan semacam evolusi yang berjalan terbalik, yaitu manusia berubah dari yg bertubuh raksasa dan berumur panjang menjadi seperti kita sekarang yang kecil dan berumur pendek.

Evolusi ala Kitab Suci ini paling tidak telah berlangsung 6,000 tahun, jika ini terus berlanjut mungkin 20,000 tahun lagi, manusia bisa masuk ke dalam botol minuman kita sekarang.

Kapan Penciptaan itu?

Dalam Perjanjian Lama, dimuat silsilah keturunan Adam dan umur-umur mereka. Dari data tersebut dapat dikira-kira kapan terjadinya penciptaan Adam.

Hari penciptaan Adam tersebut berada disekitar tahun 3,760-2,830 SM.

Hari penciptaan alam semesta adalah 6 hari sebelumnya (menurut Perjanjian Lama) atau 6 masa sebelumnya (menurut Qur’an).

Fakta Yang Menjadi Problem

Pengetahuan suci diatas menemukan problem ketika dihadapkan dengan data hasil penelitian ahli-ahli ilmu pengetahuan.

Usia Semesta dan Bumi

Galaksi terdekat kita: Andromeda. Semua galaksi bergerak saling menjauh satu dengan lainnya
Galaksi terdekat kita: Andromeda. Semua galaksi bergerak saling menjauh satu dengan lainnya

Para ahli dengan peralatan dan teori mereka telah menemukan beberapa fakta berikut:

  • Semua galaksi dan bintang yang ada di angkasa bergerak saling menjauh.
  • Dengan memperhitungkan kecepatan dan jarak semua benda langit tersebut, diperkirakan semua benda langit (termasuk bumi) memulai pergerakannya dari suatu titik 13.7 milyar tahun yang lalu.
  • Penjelasan yang masuk akal bagi ilmuwan adalah alam semesta berawal dari satu ledakan dahsyat (big-bang). Beberapa temuan juga memperkuat teori ini.
  • Dengan bantuan perhitungan isotop atom tertentu, didapatkan usia bebatuan tertua di bumi sekitar 4,28 milyar tahun.

Usia semesta dan bumi hasil perhitungan ilmuwan ini sangat jauh dari 6 hari/masa sebelum Adam diciptakan di sekitar 3,760-2,830 SM.

Peninggalan Budaya Manusia

Diseluruh dunia, para ahli arkeologi menemukan banyak peninggalan-peninggalan dari kebudayaan manusia terdahulu.

Dengan menganalisa teknologi yang dipakai dalam peninggalan tersebut serta menggabungkan dengan perhitungan usia menggunakan isotop atom, diperoleh penggolongan masa prasejarah sebagai berikut:

  • Zaman Batu Tua (Paleolithic)
  • Zaman Batu Tengah (Mesolithic)
  • Zaman Batu Muda (Neolithic) – pertanian pertama kali muncul
  • Zaman Tembaga (Copper age)
  • Zaman Perungu (Bronze age)
  • Zaman Besi (Iron age) – peralatan cangkul, sabit, pisau dan pedang mulai digunakan

Pembagian periode ini tidak sama terjadinya di setiap wilayah, akan tetapi satu hal yang pasti, peradaban manusia tidak ada yang langsung bermula di zaman besi (sebagaimana beberapa deskripsi yang kita ketahui tentang Nabi Adam)

Stonehenge, situs purbakala peninggalan manusia di era neolitikum
Stonehenge, situs purbakala peninggalan manusia di era neolitikum

Di beberapa wilayah yang terisolir, ada masyarakat yang masih hidup dalam peradaban zaman batu. Sangat mengherankan jika mereka adalah keturunan Adam yang telah mengenal pisau dan pertanian.

Ukuran Tubuh Dan Usia Manusia

Dari analisa kerangka manusia yang ditemukan dalam kuburan prasejarah (mulai sekitar 30,000 SM), para ahli menemukan bahwa:

  • Ukuran tubuh manusia kurang lebih sama sejak 30,000 SM
  • Usia harapan hidup manusia meningkat dari sekitar 30 tahun ke 70 tahun di masa moderrn ini.

Fakta ini berbeda dengan Kitab Suci yang mengatakan harapan hidup manusia menyusut (dari 930 tahun ke rata-rata 70 tahun manusia sekarang), ukuran tubuh manusia juga tidak berubah banyak seperti yang digambarkan sumber Islam (dari tinggi badan 30 meter ke 1,7 meter).

Fakta Sains Atau Kitab Suci?

Banyak orang risau dengan fakta diatas.

Fakta sains atau kitab suci yang harus kita ceritakan ke anak cucu kita tentang penciptaan alam dan manusia?

Saya sih pilih ceritakan dua-duanya, sambil tidak lupa mengatakan bahwa yang satunya adalah dongeng.


Sumber Luar:

Baca Juga:


206 komentar

    1. @Doni Rinaldo: salam mbeekkk….

      Kenyataan dan kepercayaan adalah dua hal yang berbeda. Alat pembeda terpentingnya adalah pembuktian.

      Anda boleh percaya tentang apapun, namun selama yang anda percaya belum didukung oleh bukti nyata, maka yang anda percaya belum merupakan kenyataan.

      Kalau ingin mendapatkan kenyataan, berpalinglah kepada sains, karena teori sains disusun berdasarkan fakta – setelah ada kenyataannya.
      Akan tetapi sains tidak relevan untuk menerangkan sesuatu yang belum ada kenyataannya. Pada sesuatu yang belum ada buktinya inilah anda bisa berpaling kepada imajinasi dan salah satu bentuk imajinasi adalah agama.

      Kalau ternyata klaim agama tidak didukung oleh sains, apakah agama jadi tidak berguna? tentu saja tidak. Agama turun pada setting jaman dan budaya tertentu, tentunya ajaran yang turun disaat dongeng dan kenyataan tidak dibedakan dengan tegas, tidak bisa dipaksa dipahami dengan cara modern yang menuntut akurasi.

      Jadi kalau ada cacat dalam kisah agama, santai saja, toh masih banyak yang bisa kita gunakan dalam agama…

      1. [email protected] melihat anda sepertinya tidak beragama…..otak anda mentah,sains yg anda tuliskan hasil dari pikiran orang lain…coba anda tuliskan sains dari penelitian anda sendiri……

  1. @cherish…ikutan nimbrung ya…menurut saya apa yg disampaikan al quran dan sains ada keterkaitannya.
    Penciptaan alam semesta menurut sains bermula dari teori big bang yg kemudian sampai sekarang masih berlangsung proses penciptaan alam semesta ini (masa pertama menurut al quran) . Proses selanjutnya menurut sains adalah terjadi dengan sendirinya dan berkaitan juga dengan teori evolusi.
    Masa kedua menurut al quran adalah penciptaan langit bumi yang tujuh lapis (atmosfera), Allah khusus memilih bumi untuk proses penciptaan lebih lanjut. Bagian alam semesta yg lainnya terus berproses sesuai dengan sunnatullah/hukum alam yang telah ditetapkan sebelum proses penciptaan.
    Masa ke tiga adalah penghamparan kerak bumi .
    Masa keempat adalah penurunan air di bumi sebagai dasar persiapan penciptaan makhluk hidup.
    Masa kelima pembentukan gunung gunung /jalur pegunungan, agar bumi stabil dan iklim di bumi relatif kondusif untuk kehidupan.
    Masa keenam , penciptaan segala makhluk hidup yg berasal dari air, termasuk berbagai jenis manusia purba (bukan manusia spesies adam).
    Jadi khusus untuk bumi dan atmosfer/langit bumi serta isinya, dari masa ke dua sampai ke enam penciptaan , Allah SWT kembali ikut campur.

    Adam menurut al Quran kalau kita lebih teliti, Proses penciptaannya seperti nabi Isa. Nabi Isa punya Ibu, Adam dan hawa punya ibu yg tidak al quran ceritakan lebih lanjut. Ibu adam dan hawa berasal dari salah satu spesies manusia purba (manusia hasil evolusi).
    Gen Adam (Penciptaan sperma/gen adam) berasal dari tanah (Allah ikut campur tangan kembali menciptakan spesies manusia unggul , punya kapasitas otak yg lebih besar dan memiliki rasa malu / naluri yg jauh lebih berkembang dibanding manusia purba hasil evolusi alam , pada penciptaan makhluk hidup awal).
    Proses pembentukan/penyempurnaan Adam dan Hawa berlangsung di rahim ibu mereka, yang kemudian lahir menjadi bayi adam. Adam langsung diajar/diilhamkan oleh Allah SWT bagaimana cara berkebun dan berternak serta membuat pakaian. Tempat tinggal Adam dan Hawa ada di jannah/taman yg rimbun/subur di suatu perbukitan atau gunung dibumi, bukan diluar angkasa. Diperkirakan hidup sekitar 8000 s/d 9000 tahun sebelum masehi. Disekitar kawasan Babylonia. Spesies Adam akan menjadi khalifah pengganti(penguasa)/menggantikan spesies manusia purba sebelumnya. Semua Nabi Nabi berasal dari spesies adam.

    Demikian hasil kajian saya dari al quran….mohon maaf jika ada yg keliru dan mohon diluruskan.

    Salam
    Taufik

    1. @Taufik Nurachman: wah usaha yang cukup keras untuk mencocokkan apa yang dalam kitab suci dengan fakta-fakta. Silakan diperkaya dengan berbagai data sains mutakhir, mungkin kelak ada yang tertarik.

      Sampai saat ini saya menganggap kisah Adam hanyalah mitologi yang dipakai kitab suci untuk menyampaikan pesannya.

  2. Tentang penciptaan termasuk kisah Manusia pertama bisa ditafsir dari berbagai sudut pandang ajaran agama. Hubungannya dengan kisah dongeng tersebut secara sains ternyata bisa juga dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ada dua paham saintis yg mencoba membuat jawaban logika sains tentang dongeng Penciptaan termasuk kisah Manusia pertama. Ilmuwan yang percaya tentang penciptaan disebut “Kreasionis” sedangkan “Evolusionis” adalah para ilmuwan yang menganggap kisah penciptaan adalah “cerita dongeng” . percaya atau tidak tergantung pada masing2 pribadi utk menentukan pilihan akan “kebenaran” dari pandangan ilmiah para evolusionis dan kreasionis. Bagi yg berminat dan ingin mencari jawaban bisa mengsearchnya digoogle.

    Terima Kasih. 🙂

  3. Pendapat saya berdasarkan pengalaman pribadi dari hal yang kecil (entah benar entah salah ya) bpk saya suka gamelan dan musik klenengan,(mayoritas saat itu) saat itu juga saya suka musik ngepop ( gamelan mulai tergusur di usia saya) sekarang anak saya lebih suka linking park saya suruh menikmati pop tidak bisa, nah entah cucu saya menikmati apa 7 tahun kedepan! Dari rasa aja mengalami perubahan temasuk cara bepikir dan masih banyak lagi. Kalau saya memposisikan agama, saya selalu diplot/kotak harga mati bahwa kita berasal dari adam yang tidak mengalami evolusi, dari hati dan pikiran saya gak masuk semua (apa saya salah dan musyrik tidak meyakini hal itu) saya melihat bahwa manusia hasil dari evolusi, cerita dalam agama itu hanyalah penyampaian, dimana saat itu banyak pertanyaan dan belum bisa terjawabkan, biar tidak berkepanjangan dan perdebatan disepakatilah cerita2 tadi, karena ketidak mampuan berpikir atau keterbatasan pada saat itu (mungkin ya he.he..). kalau berdasarkan kitab suci walah gak masuk semua adanya cocokologi

    1. Mempertimbangkan apa yang yang dikatakan Alkitab bahwa Adam diciptakan pada hari ke enam dari keberadaan planet kita, kita dapat menentukan berapa kira-kira umur bumi berdasarkan Alkitab dengan memperhatikan detil kronologi umat manusia. Tentunya ini mengasumsikan bahwa catatan kitab Kejadian adalah akurat, dan ke enam hari penciptaan yang disebutkan dalam Alkitab adalah secara harafiah masing-masing 24 jam, dan bahwa tidak ada kekosongan kronologi yang tidak dapat dijelaskan.

      Silsilah-silsilah yang dicantumkan dalam Genesis/Kejadian pasal 5 dan 11 memberitahukan pada umur berapa Adam dan keturunannya melahirkan generasi-generasi berikutnya secara berurutan mulai dari Adam sampai Abraham. Dengan menentukan di mana secara kronologis Abraham berada dalam sejarah. dan dengan menambahkan umur-umur yang disebut dalam Kejadian 5 dan 11, nyatalah bahwa Alkitab mengajarkan bahwa umur bumi berkisar sekitar 6.000 tahun, lebih atau kurang beberapa ratus tahun.

      Bagaimana dengan angka 4,6 milyar tahun yang diterima oleh kebanyakan ilmuwan sekarang dan yang diajarkan di kebanyakan institusi akademis sebagai umur bumi? Umur ini secara utama didasarkan pada dua tehnik penanggalan: penanggalan secara radiometrik dan penanggalan secara geologis. Para ilmuwan yang mendukung umur bumi-muda (sekitar 6.000 tahun) bersiteguh bahwa penanggalan secara radiometrik memiliki kelemahan karena didasarkan pada sejumlah asumsi yang salah, sementara penanggalan secara geologis cacat karena mempergunakan logika yang berputar. Lebih dari itu, mereka menunjuk pada pembuktian ketidakbenaran dari mitos tuanya umur bumi seperti salah pengertian bahwa stratifikasi, proses pembentukan fosil, dan permata, batu bara, minyak, stalaktit, stalagmit, dll memakan waktu yang panjang untuk terjadi. Dan akhirnya para pendukung umur bumi-muda menunjukkan bukti-bukti positif untuk umur bumi-muda sebagai ganti umur bumi-tua yang mereka buktikan ketidakbenarannya. Para ilmuwan pendukung umur bumi-muda mengakui bahwa saat ini mereka masih minoritas secara jumlah namun bersikeras bahwa jumlah mereka akan makin bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah ilmuwan yang menganalisa ulang bukti-bukti yang ada dan lebih mencermati paradigma umur bumi-tua yang sekarang ini diterima.

      Pada akhirnya umur bumi tidak dapat dibuktikan. Apakah 6.000 tahun atau 4,6 milyar tahun –kedua pandangan ini (dan pandangan-pandangan lain) bergantung pada iman dan asumsi-asumsi. Mereka yang berpegang pada 4,6 milyar tahun percaya bahwa metode-metode seperti penanggalan radiometrik dapat diandalkan, dan tidak ada sesuatupun yang terjadi dalam sejarah yang dapat mengganggu runtuhnya radioisotop secara normal. Mereka yang berpegang pada 6.000 tahun percaya bahwa Alkitab itu benar adanya, dan faktor-faktor lain bertanggung jawab untuk menjelaskan apa yang “kelihatannya” sebagai umur bumi, seperti misalnya banjir global, atau Allah menciptakan alam semesta dalam keadaan yang “kelihatannya” berumur sangat tua. Sebagai contoh, Allah menciptakan Adam dan Hawa sebagai manusia dewasa. Kalau dokter memeriksa Adam dan Hawa pada hari penciptaan mereka, dokter akan memperkirakan bahwa mereka berumur 20 tahun (atau berapapun kelihatannya umur mereka) – padahal faktanya Adam dan Hawa berumur kurang dari satu hari. Apapun alasannya selalu ada alasan yang baik untuk percaya pada Firman Tuhan dibandingkan dengan kata-kata dari para ilmuwan ateis dengan agenda evolusi.

    2. USIA SEMESTA DAN BUMI PANDANGAN SAINS BAGAIMANA KESAKSIAN BUKU KITAB AGAMA HUBUNGANNYA DENGAN HIDUP ANDA ? 😀 😀
      ==========================================
      Pernahkah kita memikirkan :
      Siapa aku? Darimana aku berasal ? Mengapa aku ada? Kemana aku pergi saat aku mati?

      Caramu menjawab pertanyaan2 itu sangat menentukan cara anda memandang dunia.
      Sebagian orang memandang dunia dan berkata “Sungguh mengagumkan Dentuman Besar menciptakan semua ini dari kehampaan.” Itu adalah cara pandang kaum humanis (evolusionis).

      Sebagian orang memandang dunia dan berkata “Ada rancangan yang luar biasa… harusnya ada yang merancang!” Itu adalah cara pandang kaum kreasionis (percaya pada penciptaan).

      Bila teori evolusi benar, bagaimana kita menjawab empat pertanyaan terbesar dalam hidup ini?

      Siapa aku? Darimana aku berasal ?

      bila evolusi benar, kita bukanlah sesuatu yang penting. Kita hanyalah sepotong protoplasma yang berserak di pantai, kamu tidak berarti apa-apa. Sebenarnya kita bagian dari masalah. Lihatlah, karena anda adalah salah satu pencemar lingkungan, dan makin disingkirkan, makin baik.

      Itu adalah pemikiran yang normal, bila evolusi itu benar.

      Dari mana aku berasal?

      bila evolusi benar, kita berasal dari letupan kosmis sekitar 20 milyar tahun yang lalu.

      Mengapa aku ada? Apa tujuan hidupku?

      bila evolusi benar, tidak ada tujuan hidup, jadi kita boleh bersenang-senang. Bila merasa nyaman, lakukanlah.

      Kemana aku pergi saat aku mati?

      bila evolusi benar, kita masuk ke kubur dan kita akan mengalami daur ulang menjadi cacing atau tumbuhan.

      Tapi, Alkitab berkata “Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi”. Bila hal itu benar, maka pertanyaan2 itu akan dijawab dengan cara yang sangat berbeda.

      bila kamu ingin orang lain percaya suatu kebohongan, kamu harus mencampurnya dengan sedikit kebenaran. Itu adalah teknik yang telah digunakan untuk membunuh tikus. Mereka mencampur dua macam bahan yang sebenarnya tidak berhubungan. Lihat, racun tikus adalah 99,995% makanan sehat. Itulah cara kita memperdayai tikus.

      Hal yang sama dilakukan bertahun-tahun, saat mereka memasarkan rokok Marlboro. Mereka mencampurkan dengan dua orang koboi. Kamu bisa menonton iklan Marlboro manapun, pasti ada koboi itu.

      Pernahkah kamu berdiam dan memikirkannya?

      Apa hubungan antara merokok Marlboro dan koboi ? Bila kamu mulai merokok Marlboro, kamu otomatis menjadi seorang koboi ? Tidak.

      Baumu akan seperti kuda, tapi kamu bukan seorang koboi.

      Sebenarnya telah dibuktikan di laboratorium bahwa tidak ada seorangpun di dunia yang mengepulkan asap. Hanya rokok yang mengepulkan asap, manusia menghisapnya. Rokok2 itu seharusnya diberi nama : Cancerettes, Nafas busuk, By-pass, Ganas, Bola dahak, dan Penghisap Uang.

      Terima kasih 😀 😀 😀

      1. @Paradise OK: ada dua cara menghadapi dunia berdasarkan bagaimana cara kita menghubungkan fakta dan kesimpulan yang bisa saling bertolak belakang. Kedua cara itu adalah:

        • 1. Kesimpulan ke Fakta
          Ini terjadi bila sebelum menghadapi kenyataan dunia, kita sudah memiliki bekal kesimpulan. Kesimpulan itu bisa berupa dari akal sehat, ide filosofis, dogma agama, prasangka kita, tahayul, atau bahkan dongeng.

          Dengan kesimpulan yang kita miliki, kita tidak lagi memandang dunia apa adanya. Fakta-fakta yang kita temui kita usahakan bisa cocok dengan kesimpulan yang sudah kita miliki, bila perlu kita hanya ambil fakta yang sesuai dan abaikan fakta yang tidak sesuai. Dalam istilah populer kita melakukan cocokologi, gothak-gathik-mathuk, cherry picking.

          Bila semua fakta masih tidak cocok dengan kesimpulan kita, kita bahkan menyalahkan orang yang menunjukkan fakta-fakta tersebut, menyalahkan cara mendapatkan fakta-fakta, bahkan mengatakan bahwa otak manusia terbatas.

          Dalam proses ini, kesimpulan sudah mutlak benar, fakta hanya diperlukan untuk mendukung kesimpulan tersebut. Bila fakta-fakta tidak mendukung, kita harus curiga bahwa cara mengumpulkan fakta yang salah, bahwa kredibilitas pengungkap fakta harus dicurigai, bahwa kita belum cukup mengumpulkan fakta, bahwa manusia punya keterbatasan.

          Intinya, kesimpulan sudah mutlak benar, kesimpulan sudah permanen (misalkan karena dari Tuhan), walau tanpa bukti apapun.

        • 2. Fakta ke Kesimpulan
          Ini terjadi manakala kita memusatkan diri untuk mengumpulkan fakta-fakta dan mencoba menarik kesimpulan dari fakta-fakta tersebut.

          Kesimpulan yang ditarik tentu sesuai dengan fakta karena memang ditarik dari fakta.

          Akan tetapi kesimpulan tidak akan bersifat mutlak, karena bila ada fakta baru yang muncul, mungkin kesimpulan yang lama perlu diperbaiki agar dapat mencakup seluruh fakta.

          Dengan proses ini, kita tak dapat memutlakkan kesimpulan karena kesimpulan berjalan ke arah manapun fakta menunjukkannya.
          Fakta adalah segalanya.

        Yang anda sampaikan adalah pendapat yang menggunakan cara pandang pertama (1. Kesimpulan Ke Fakta).

        Dalam kerangka pikir Anda, sudah punya kesimpulan yang anda dapatkan dari Alkitab suci yang berasal dari Tuhan yang Maha Tahu, Maha Benar, tidak mungkin salah.

        Maka dalam menerima sains (fakta), anda hanya memilih sains yang sesuai dengan isi Alkitab, tak perduli betapa lemahnya prosedur perolehan sains tersebut, tak perduli betapa tak kredibelnya saintis pengungkap ‘sains’ tersebut di komunitas saintis, tak perduli betapa ‘sains’ yang anda maksud sama sekali tak pernah menjadi rujukan lembaga sains manapun.
        Disisi lain, karena bertentangan dengan kesimpulan dari Alkitab, anda mengabaikan sains yang sudah diterima dan menjadi pedoman semua lembaga sains, universitas sains, komunitas sains. Bahkan bila perlu anda menuduh para saintis adalah pembohong yang memperdaya manusia.

        Bagi saya, Alkitab, Qur’an atau kitab suci apapun bukanlah kitab sains. Kisah-kisah didalamnya hanyalah media untuk menyampaikan pesan-pesan agama, dan itu tidak harus berarti kisah yang nyata. Kebanyakan kisah dalam kitab suci hanyalah dongeng belaka yang disesuaikan dengan alam pikir manusia kuno ribuan tahun yang lalu.

        Untuk pertanyaan: Siapa aku? Darimana aku berasal? Mengapa aku ada? Kemana aku pergi saat aku mati?
        Pertanyaan itu hanya muncul manakala kita sudah menggunakan agama sebagai sumber kesimpulan

        Dalam apa yang sudah diketahui sains:

        1. * Semesta ini muncul begitu saja dari ketiadaan akibat konsekwensi hukum alam
        2. * Manusia hanyalah hasil kebetulan dari proses evolusi, bisa jadi kelak akan digantikan oleh spesies yang lebih canggih, atau punah
        3. * Setelah mati? ya tidak ada apa-apa lagi. Tubuhnya akan terurai, tidak ada roh yang tetap hidup
        4. * Tujuan hidup? secara obyektif, tidak ada

        Tapi karena kita hidup cuma sekali dan dalam waktu yang terbatas, maka hidup kita adalah kesempatan yang sangat berharga, sungguh sayang jika kita menyia-nyiakannya.

        Secara obyektif (sains), hidup tidak bertujuan, akan tetapi secara subyektif kita menjadikannya bermakna, bertujuan.
        Dalam perjalanan peradaban manusia dalam sejarah, untuk makna subyektifnya, manusia menciptakan dongeng, agama, surga, neraka dan bahkan Tuhan.

        1. UMUR BUMI BAGAIMANA SAINS MENGUKURNYA ??
          =================================
          Sebagian orang memandang dunia dan berkata “Sungguh mengagumkan Dentuman Besar menciptakan semua ini dari kehampaan.” Itu adalah cara pandang kaum humanis.

          Sebagian orang memandang dunia dan berkata “Ada rancangan yang luar biasa… harusnya ada yang merancang!” Itu adalah cara pandang kaum kreasionis (percaya pada penciptaan).

          Kedua cara pandang itu saling bertentangan satu dengan yang lain. Salah satu pasti salah

          Sejak pembentukannya 4,5 milyar tahun yang lalu, bumi telah berubah. Dibawahnya tertulis, demikian juga kehidupan, telah berevolusi di bumi.

          Kata ‘berevolusi’ adalah kata yang mengandung muslihat.

          Alkitab mengatakan bahwa Allah menciptakan seluruh benda di surga, langit, dan Bumi.

          Kitab Genesis/Kejadian 5 : 1 – 32, Adam adalah laki-laki pertama dan Hawa adalah ibu semua yang hidup. Lalu semuanya menjadi gampang, kita hanya tambahkan saja tanggal-tanggalnya. Alkitab mengatakan Adam berumur 130 tahun ketika Set dilahirkan. Set berumur 105 tahun ketika Enos dilahirkan. Enos berumur 90 tahun ketika Kenan dilahirkan…. Dst dst jumlahkan tanggalnya, bukanlah hal yang sulit.

          apabila kita menjumlahkan tanggal-tanggal yang ada di dalam Alkitab, kita akan mendapatkan tahun 4000 SM untuk saat Tuhan menciptakan segalanya.

          Bukan jutaan tahun yang lalu

          TEORI BIG BANG
          ==============
          Apakah maksud sains adalah teori evolusi kimia ? Karena menurut teori Dentuman Besar, dentuman itu menghasilkan hidrogen dan mungkin helium.

          Lalu bagaimana kita mendapat unsur-unsur yang lain? Apakah sains membuktikan bahwa uranium berevolusi dari hydrogen atau helium ? 😀 😀

          Ilmuwan akan berkata, ya, ada fusi di dalam bintang-bintang. Ya, tapi sains tidak bisa melakukan fusi pada besi (Fe) dengan baik.

          Lagi pula, kita punya masalah ayam dan telur. Karena bintang-bintang harus membentuk unsur-unsur, tapi unsur-unsur itulah yang membentuk bintang. Mana yang lebih dulu? Yang tentunya mengarah kepada evolusi alam semesta. Darimana datangnya bintang-bintang?

          Tahukah anda bahwa tidak ada seorangpun yang pernah menyaksikan terbentuknya sebuah bintang ? 😀 😀 😀 Para ilmuwan bahkan tidak punya petunjuk bagaimana sebuah bintang terbentuk. Bahkan tidak ada teori yang bagus tentang pembentukan sebuah bintang

          Menurut sains Kita melihat bintang-bintang meledak. Dinamakan nova atau supernova bila ukurannya besar. Setiap manusia dibumi masing-masing memiliki sebanyak 11 trilyun bintang. Itu adalah bintang-bintang yang kita ketahui. Kita tidak tahu bintang-bintang yang tidak kita ketahui. Begitulah sains yang disainskan 😀 😀 😀

          .
          Hal-hal tentang hukum pertama termodinamika

          Hukum pertama termodinamika berkata “zat tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan” Setiap benda terbuat dari zat, jadi bila zat tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, bagaimana dunia ini terjadi ?

          Kita sama-sama tahu kita ada di alam semesta. Jadi hanya tersisa dua pilihan. Seseorang membuat dunia atau dunia membuat dirinya sendiri. Tidak ada pilihan lain.

          Nah, di luar sana ada sejumlah besar profesor yang akan memberitahu, Kita tidak sungguh-sungguh berada di sini, kita hanya berpikir kita ada si sini. Oke, kita bisa melupakan orang-orang itu. Kita ada di bumi.

          Jadi, entah seseorang membuat dunia, seperti kata buku Kitab agama, Tuhan menciptakan dunia ini, atau dunia ini terbentuk dengan sendirinya, seperti kepercayaan kaum humanis.

          Dunia ini ada dengan sendirinya dan tidak diciptakan. Menurut Sains, dunia membentuk dirinya sendiri – bagaimana hal ini bisa terjadi?

          Wah, iblis sudah lama memikirkan hal itu. Akhirnya, suatu hari iblis mengemukakan teori Dentuman Besar.

          Menurut teori sains Big Bang sekitar 18 sampai 20 milyar tahun yang lalu…” (itu waktu yang lama) “… semua zat dalam alam semesta…” (itu banyak sekali)

          kata “universe” berasal dari kata ‘uni’yang berarti tunggal dan ‘verse’ yang berarti kalimat yang diperkatakan

          Apakah kita tahu kita tinggal dalam kalimat tunggal yang diperkatakan ? Tuhan berkata “Jadilah …”

          Menurut sains semua zat dalam alam semesta terkonsentrasi dalam suatu daerah panas yang amat padat, yang mungkin lebih lebih kecil dari tanda titik dalam tulisan ini, Semua yang ada di alam semesta ini dipencet menjadi satu titik yang lebih kecil

          teori Dentuman Besar mengatakan bahwa benda yang meledak itu berdiameter beberapa tahun cahaya. Kemudian sains berkata, “Hanya 275 juta mil”. Dan lalu sains berkata, “Hanya 71 juta mil.”

          sains selalu mengecilkannya dan sekarang, sains berkata ‘kehampaan’ itu meledak. Sains mengatakan alam semesta ini meledak dari sesuatu yang sungguh-sungguh tidak ada, nol. Ketika ia makin membesar, ia makin terisi dengan benda-benda lain yang pasti datang dari ketiadaan.

          Alan Guth berkata dalam Scientific American, “Alam semesta yang dapat diamati bisa berevolusi dari daerah infinitesimal.”, “kemudian cenderung maju satu langkah dan berspekulasi bahwa seluruh alam semesta berevolusi dari kehampaan.”

          Dunia menganggap itu ilmu pengetahuan, dan memasukkannya dalam jurnal dan buku-buku sains?

          Sains mengatakan, 20 milyar tahun yang lalu semua debu dalam tata surya ditarik dalam titik yang kecil ini.” Titik ini berputar makin cepat dan makin cepat dan tiba-tiba ia meledak: Dentuman Besar! 😀 😀 😀 Dan bagian-bagiannya beterbangan menjadi galaksi, matahari, bulan, bintang dan inilah kita. Manusia. Sekedar debu antariksa.

          Sains berkata bahwa 20 milyar tahun yang lalu, semua debu terpencet, terputar dan meledak. Darimana asal semua debu itu?”

          Jadi pada dasarnya, ada yang percaya: “Pada mulanya, Tuhan… ”; dan ada pula yang percaya: “Pada mulanya, debu… ”.

          Jangan berkata pandangan agama adalah kepercayaan dan teori sains evolusi adalah ilmu pengetahuan. Tidak !

          Keduanya adalah kepercayaan. Media massa membuatnya seperti ilmu pengetahuan versus agama/kepercayaan.

          Ini bukanlah sains vs agama. Ini adalah dua kepercayaan. Evolusi dan Penciptaan keduanya adalah kepercayaan.

          Kita harus percaya salah satu. Bedanya, evolusi adalah agama yang didukung oleh pajak. Itu adalah perbedaannya. Satu dari banyak perbedaan.

          Banyak Profesor tidak tahu darimana zat berasal. Tahukah anda darimana hukum berasal ?

          Alam semesta ini diatur oleh hukum-hukum. Gravitasi, Sentrifugal, Gaya, Inersia, Hukum Boyle, Archimedes dan lain-lain

          Ada banyak hukum di di alam semesta ini. Darimana asal semua hukum ini ?, mengapa hukum-hukum itu tidak berevolusi ? Pernahkan kita memikirkan hal itu?

          Hukum fisika “Kelembaman Momentum Angular”.

          Suatu benda berputar yang pecah, bagian yang terlempar akan berputar dengan arah yang sama, karena bagian luar akan berputar lebih cepat dari bagian dalam.

          Bila alam semesta dimulai oleh suatu titik yang berputar seperti teori Big Bang, mengapa ada dua planet atau tiga yang berputar dengan arah berlawanan ?

          mengapa delapan dari sembilan puluh dua bulan berputar dengan arah berlawanan?”

          Mengapa Jupiter, Saturnus, and Neptunus mempunyai bulan-bulan yang berputar dengan kedua arah pada saat yang bersamaan?

          Mengapa matahari 98% hydrogen dan helium, tapi planet-planet lain mengandung kurang dari 1% hydrogen dan helium?

          Mengapa kesembilan planet ini begitu berbeda satu dengan lainnya? Bila semua planet itu berasal dari Dentuman Besar, mengapa mereka semua begitu berbeda? Kandungannya sangat berbeda.

          Dan mengapa seluruh galaksi-galaksi berputar dengan arah berlawanan?”

          Ini sangat sederhana……. 😀 😀

          Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi, dan Tuhan sengaja melakukannya agar teori Dentuman Besar kelihatan bodoh.”

          Teori Dentuman Besar dalam masalah yang amat serius. Bahkan Fred Hoyle berkata, “Aku punya sedikit keraguan mengatakan bahwa orang-orang sakit tetap bertahan pada teori Dentuman Besar.”

          Galaksi berputar, namun bintang di tengahnya berputar lebih cepat daripada yand di luar. Lalu kenapa kita memiliki sayap galaksi spiral pada galaksi-galaksi? Semestinya tidak ada. Galaksi adalah bukti bahwa tata surya ini bukan miliaran tahun umurnya.

          Bintang terus meledak dan mati. Ini disebut supernova atau nova.

          Namun satu bintang mati setiap 30 tahun, namun hanya ada 300 bekas atau sisa supernova yang telah ditemukan. Hasilnya hanya ada yang berumur beberapa ribu tahun saja.

          Kenapa tidak ada yang berumur miliaran tahun?

          Beberapa orang bilang, “Bintang baru terbentuk di Nebula Cancer atau di Nebula IC 434 (difficult translation)” 😀 😀 😀 😀 Tidak, ini hanya omong kosong.

          Planet Yupiter sedang mendingin dengan cepat. Bintang-bintang berubah dari raksasa merah menjadi benda kerdil berwarna putih.

          Buku sekolah mengatakan perlu jutaan tahun. Kita tahu ini tidak benar.

          Ahli astronomi yang dulu bilang Sirius adalah bintang merah. Sekarang hanya benda kerdil berwarna putih. Ini terjadi dalam beberapa ribu tahun. Sains bilang waktunya adalah miliar tahun.

          Yupiter mendingin dengan cepat. Ia terus kehilangan energi panas. Jawabannya tidak mungkin miliaran tahun. Kalau jutaan tahun, sekarang pasti sudah dingin.

          Bulan Yupiter Ganymede memiliki medan magnet yang kuat, menandakan inti yang cair, artinya umurnya bukan miliaran tahun. Cincin Saturnus terus menjauh dari planetnya. Umurnya tidak mungkin miliaran tahun.

          Bulan berputar mengelilingi Bumi. Kita semua tahu akan teori ini

          Tahukah anda sains mengajarkan bahwa selama ia mengelilingi Bumi, Bulan terus menjauhi planetnya? Pelan-pelan kita sedang kehilangan Bulan. Ia menjauh sebesar beberapa inci tiap tahun; bukan hal besar.

          Tidak perlu panik; lagipula tidak ada yang bisa kita lakukan. 😀 😀 😀

          Bulan terus menjauhi Bumi setiap hari. Artinya, dulu keduanya masih dekat. Siapa yang bisa mengerti tanpa bantuan? Lagipula, kalau anda membuat Bulan dekat kembali anda akan menyebabkan masalah karena Bulan menyebabkan pasang surut.

          Bagi yang berasal dari pegunungan, di pedalaman, mungkin tidak perlu khawatir tentang pasang surut. Namun di daerah pesisir, anda akan khawatir tentang pasang surut air laut.

          Anda lihat, kalau Bulan mendekati Bumi beda pasang surut akan membesar.

          Ada terdapat hukum bernama hukum “kebalikan kuadrat”. (literal translation, may not be accurate)

          Apabila anda membuat Bulan dekat dengan Bumi sebesar 1/3 dari jaraknya, balikkan nomornya: 3/1; dan pangkatkan. Gaya gravitasinya menjadi 9 kali lipat!

          Kalau anda menggunakan Matematika, anda akan menemukan bahwa Bulan dan Bumi pasti hampir melekat dengan satu sama lain 1,4 miliar tahun yang lalu.

          Dr. Walt Brown mengatakan 1,2 miliar tahun adalah waktu maksimum untuk Bumi dan Bulan. Lalu kalau Bulan mendesing mengelilingi pas di atas permukaan Bumi, ini tentu menjelaskan apa yang terjadi pada dinosaurus yang tinggi itu. 😀 😀 😀 Mereka ditarik oleh Bulan.

          Banyak komet terbang mengelilingi angkasa luar namun komet terus kehilangan massanya. Massanya beterbangan habis di ekor komet. Tidak mungkin hanya terus habis; massanya pasti akan habis.

          Tahukah anda, ini sama halnya seperti perbelanjaan anda. Apabila pengeluarannya melebihi pendapatan, pengeluaran anda menjadi kehancuran, setiap waktu!

          Komet-kometnya akan terus kehilangan massanya. Ini bukanlah hal yang akan terjadi selamanya. Kebanyakan ahli astronomi bilang umur komet tidak akan melebihi 10.000 tahun. Sekarang timbul pertanyaan.

          Kenapa komet masih ada? Semestinya semuanya telah habis.

          Seorang ahli astronomi Belanda pada tahun 1950, namanya Jan Oort.

          Dia menganjurkan (dia ingin) bahwa terdapat rangkaian komet yang besar, dan yang baru terus datang untuk menggantikan yang sudah terbakar habis. Maka dia bilang alasan karena kita terus memiliki komet adalah karena ada yang baru menggantikan yang telah terbakar habis.

          Mereka menamakannya “Kabut Oort”.

          Dia juga bilang jarak Kabut Oort ini adalah 50.000 Satuan Astronomi.

          Apabila anda tidak tahu apa itu Satuan Astronomi, ianya adalah jarak dari Matahari ke Bumi. Itu adalah satu Satuan Astronomi. Sangat sulit untuk melihat Pluto tanpa teleskop yang sangat bagus. Dan jarak Pluto adalah 39 Satuan Astronomi.

          Anda tidak mungkin akan melihat komet berjarak 50.000 Satuan Astronomi, itu sudah pasti. 😀 😀 😀

          Tidak ada yang pernah melihat Kabut Oort. Oort tidak pernah melihat Kabut Oort. 😀 😀 😀 Semua ini dikarenakan kesalahan matematis. Kabut Oort itu tidak ada.

          Sampai Carl Sagan mengatakan, “Banyak artikel sains ditulis tiap tahun tentang Kabut Oort, ciri-cirinya, asalnya, evolusinya. ….. Namun tidak ada bukti pengamatan langsung tentang keberadaannya.”

          Kabut Oort itu tidak ada.

          Kita tahu kita memiliki komet. Dan umur komet tidak akan melebihi 10.000 tahun. Buku Kitab Agama menyatakan umur Bumi adalah 6.000-an tahun.

          Terima kasih 😀 😀 😀

        2. MENENTUKAN UMUR BUMI MELALUI LAPISAN BEBATUAN DAN FOSIL ??
          ===============================

          Dalam buku sains diajarkan “Menentukan umur bebatuan melalui fosil.” “Menentukan umur fosil melalui bebatuan.” Ini sebuah kebohongan. Ini pemikiran yang tidak berujung pangkal.

          Ahli evolusi percaya bahwa manusia telah hidup di dunia ini sejak 3 juta tahun yang lalu. Selama 3 juta tahun populasinya pasti telah berkembang pesat. Sekarang akan ada 150.000 orang tiap satu inci persegi.

          Lagipula, apapun yang terjadi di masa depan populasi sekarang ini jelas bahwa manusia baru hidup selama 4.400 tahun.

          Sejak awal abad 19 fosil selalu menjadi metode terbaik dan paling akurat untuk menentukan umur dan korelasi di bebatuan mana mereka berada.

          Terpisah dari contoh-contoh yang amat modern, yang lebih arkeologis. tidak ada metode peluruhan radioaktif yang digunakan untuk menentukan umur fosil. Ilmuwan tidak menentukan umur fosil dengan metode Potassium-Argon ataupun metode karbon-14. Itulah cara mereka melakukannya. Penentuan umur Radiometrik tidak dimungkinkan, bila kolom geologis tidak ditegakkan terlebih dulu.

          Apabila kita menyelam dan menemukan peti harta karun penuh dengan koin emas, mungkin timbul sebuah pertanyaan sederhana dibenak kita , Kapan kapal itu tenggelam?”

          Mungkin anda berkata ,”Aku tidak tahu.” Nah, lihat saja tanggal yang ada di koin. Bila ada koin dalam peti itu dari tahun 1750, berarti anda bisa menyimpulkan bahwa kapal itu tenggelam setelah 1750.

          Berapa dari kita yang bisa memahami hal ini ? Kapal itu tidak mungkin tenggelam tahun2 sebelumnya, bukan? Kita tidak perlu mengaduk-aduk peti dan mencari koin yang tertua. Kita harus mencari koin yang paling muda. Dan itulah batas tahun kapan kapal mungkin tenggelam.

          Itu yang dimanakan faktor pembatas

          Tidak ada cara yang hanya dengan melihat sebuah fosil bisa menentukan seberapa tua fosil itu. Kecuali kamu tahu umur bebatuan tempat fosil itu berasal.

          Tahukah anda bahwa mungkin ada ratusan cara berbeda untuk menentukan usia bumi?

          Banyak yang menyatakan usia yang tua dan banyak yang menyatakan usia yang muda. Yang usia muda yang harus kita pikirkan.

          Kalau kita menemukan sebuah tulang dinosaurus, kita harus segera memperhatikan dua hal.

          Pertama: Tulang itu tidak bisa bicara.

          Kedua: Di tulang itu tidak terstempel tanggalnya. Tidak akan tertulis; “Terbuat dari seekor dinosaurus 70 juta tahun SM”.

          Jadi bagaimana kita mengetahui usia sebuah fosil ? Bagaimana kita mengetahui umur bumi? Berapa umur bumi ini sesungguhnya?

          Niles Elregde adalah salah satu evolusionis ternama yang masih hidup hari ini. Ia berkata,”Hal ini menimbulkan suatu masalah”. Tidak main-main. Ini menimbulkan masalah besar! Bila kita menentukan umur bebatuan lewat fosil bagaimana kita bisa memutar dan membicarakan pola perubahan evolusi melalui rentang waktu dalam catatan fosil ?

          Pemikiran yang tidak berujung pangkal. Orang ini berkata, “Bebatuan menentukan umur fosil,

          Solusinya adalah mengukur umur lapisan bebatuan dengan METODE RADIOAKTIF
          =========================
          Bebatuan tidak ada stempel tanggal pembuatannya. Tidak ada seorangpun saksi mata yang menyaksikan usia bebatuan itu jutaan tahun. Penentuan umur metode radioaktif adalah sepertiga fakta dan duapertiga asumsi, dan tidak berulang (memberi hasil yang berbeda-beda pada pengulangan).

          Aliran lava yang umurnya relatif baru, bila dilakukan pengukuran umur metode radioaktif memberikan hasil jutaan tahun. Hal ini tidak meyakinkan kita dalam menebak perkiraan bahwa umur bumi sangat tua.

          Jadi penentuan umur metode radioaktif 1/3 FAKTA DAN 2/3 ASUMSI 😀 😀 😀

          Terdapat sisa-sisa karbon pada fosil tulang naga (dinosaurus) . Menurut teori evolusi, tulang-tulang ini pasti berusia 65 juta tahun. Para kreasionis mengambil sebagian karbon itu dan secara berkala mengirimkan sampel itu ke laboratorium metode (C14); Hasilnya menunjukkan bahwa karbon yang menempel di tulang dinosaurus itu berusia maksimum ribuan tahun. Ilmu pengetahuan menang. Setelah para kreasionis mempublikasikan dari mana asal sampel itu, para evolusionis menjadi sangat marah.

          Sampel yang lain adalah kubah lava gunung St. Helens. Usia sebenarnya adalah 30 tahun, tapi pengukuran dengan radioaktif K-Ar menunjukkan umurnya 1 juta tahun! Ada sesuatu yang sangat keliru.

          Pompeii dan Hawaii juga memiliki aliran lava yang membuktikan bahwa pengukuran metode K-Ar tidak dapat diandalkan. Tapi para petinggi evolusionis masih bertahan dengan data usia yang amat tua ini karena tidak adanya bukti lain yang mendukung bahwa usia bumi lebih dari 10.000 tahun. Semua sungai besar dan air terjun menunjukkan usia bumi hanyalah ribuan tahun. Inilah ilmu pengetahuan, yang dapat diuji dan dapat diulangi. Pengujian ini dapat dilakukan pengulangan dan hasilnya akan tetap sama.

          Bagaimaan dengan catatan fosil?

          Fosil adalah sahabat terbaik para kreasionis. Dan sampai saat ini tidak ditemukan fosil bentuk transisional. Tentu saja, tiap generasi evolusionis mengajukan fosil-fosil baru, tapi tidak ada satupun yang mampu bertahan sampai hari ini. Belakangan ini, mereka berusaha keras meng-klaim bahwa ternyata kulit dinosaurus berbulu, untuk membenarkan teori evolusi yang bersifat sementara.

          Jadi dengan menggunakan pengukuran metode “isotop atom” menghasilkan 1/3 fakta dan 2/3 asumsi diperoleh penggolongan maza prasejarah sebagai berikut :

          1. Zaman batu tua (Paleolithic)
          2. Zaman batu tengah (Mesolithic)
          3. Zaman batu muda (Neolithic)
          4. Zaman tembaga (Copper age)
          5. Zaman perunggu (Bronze age)
          6. Zaman besi (Iron age)

          Believe or not !! percaya atau tidak, berikut fakta2 arkeolog yang membuat para ilmuwan menjadi bingung dengan umur zaman prasejarah
          =================

          Fosil yang berlapis-lapis ditemukan di seluruh dunia.

          Di Joggins, Nova Scotia, ada lusinan pohon yang membatu berdiri tegak lurus/vertical menembus berbagai lapisan bebatuan Cenozoic, Mesozoic, Paleozoic dst …. dst 😀 😀 😀 fosil kayu yang sama menembus lapisan2 indikator zaman Paleolithic, Mesolithic, Neolithic, Copper age, Bronze age, Iron age. Fakta-fakta ini selanjutnya tidak pernah diuraikan dibuku2 ilmu pengetahuan.

          Para ilmuwan evolusionis sekedar datang ke sana menyaksikan, “Wah, itu menarik.”

          Tidak, itu tidak lebih dari sekedar menarik. Itu menghancurkan pengajaran mereka, karena lapisan-lapisan itu seharusnya berbeda jaman. Kadang-kadang, pohon yang membatu ditemukan jungkir balik melewati berbagai lapisan bebatuan. Sekarang evolusionis sungguh-sungguh punya masalah. Kaum evolusionis punya dua jalan untuk memecahkan hal ini.

          Mereka bisa mengatakan bahwa pohon itu sudah berdiri tegak selama jutaan tahun saat lapisan-lapisan terbentuk di sekeliling pohon.

          Atau, mungkin pohon itu tumbuh ratusan kaki menembus batuan keras mencari sinar matahari.

          Tapi ada cara ketiga memandang hal ini. Mungkin pohon itu tertimbun dalam sebuah air bah.

          Gunung St. Helens melemparkan ribuan pohon ke dalam danau Spirit pada 18 Mei 1980. Banyak pohon-pohon yang sampai sekarang tertancap dalam lumpur di dasar danau Spirit. Pohon itu akan membatu dalam posisi berdiri

          Pada tahun 1950, Thomas Lee dari Museum Nasional Kanada (National Museum of Canada) menemukan perkakas Zaman batu muda (Neolithic) dari endapan kerikil

          Masalahnya endapannya telah terukur berumur 65 hingga 125 ribu tahun.Umurnya terlalu tua untuk cocok dengan saat manusia berada di Kanada. Jadi, direktur museumnya dipecat karena dia tidak mau memecat penemu perkakasnya.

          Perkakas batu maju ditemukan di tambang emas di California (AS). Para pekerja menemukan tulang-tulang manusia dengan kepala panah tembaga dengan lapisan perak pada lapisan batu tua (Paleolithic) dan lapisan batu tengah (Mesolithic)

          Dan masih banyak fakta-fakta lainnya yang membingungkan para ilmuwan evolusionis, untuk lengkapnya silahkan anda mencari sendiri di search google 😀 😀 😀 😀

          Terima kasih 😀 😀 😀

        3. BAGAIMANA DENGAN UKURAN TUBUH YANG BESAR DAN UMUR PANJANG MENURUT BUKU KITAB AGAMA ?
          =====================
          Genesis/Kejadian
          7:11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.
          7:12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.
          =====================
          Genesis 7 : 11 ….. terbukalah tingkap-tingkap di langit ……..
          =====================
          Para ilmuwan dalam hal ini para kreasionis mencoba membuat teori ilmiah dari ayat tersebut di atas dengan nama “Teori Uap Air”
          ======================
          Atmosfer di mana kita hidup sekarang ini punya 6 lapisan:

          Troposfer, stratosfer, mesosfer, thermosfer, exosfer dan ionosfer. Dahulu ada lapisan ketujuh. Yaitu lapisan air atau es di atas atmosfer. sekarang tidak ada lagi. Para pakar astronot membuktikan terdapat begitu banyak partikel-partikel air di luar angkasa.

          Sebelum banjir bah ada lapisan air atau es, di atas atmosfer. Diperkirakan setebal 10 atau 20 inci, super dingin, tertahan oleh medan magnet.

          Sebagaimana kita ketahui bersama, sebuah magnet bisa melayang di atas magnet lainnya. Ini disebut efek Mysner. Bumi dahulu terselubungi lapisan es yang tertahan lapisan es, sehingga lapisan es melayang di atas bumi.

          Air atau es ini akan menahan sebagian sinar UV, meningkatkan tekanan udara. Saat ini tebal udara sekitar 100 mil. Adanya lapisan air atau es akan menekan udara menjadi hanya setebal 10 atau 20 mil sehingga melipatgandakan tekanan udara di permukaan bumi.

          Saat pesawat ulang alik naik ke angkasa dan meninggalkan asap pembuangan, akan membentuk awan es. Semua awan es akan melayang ke kutub utara dan selatan dan mengapung di sana sekitar 50 mil di atas arktik.

          Awan es yang mengapung! Awan itu tidak jatuh, jelas terjerat medan magnit

          Tuhan menciptakan dunia pada hari kedua, Tuhan menempatkan cakrawala terbuat dari kristal disekeliling bumi.

          ============================
          Manfaat “tirai uap air dan okzigen” terhadap panjang pendeknya umur dan besar kecilnya Cell, Kromosom, DNA
          ============================
          Dengan adanya tirai uap air memberikan perlindungan terhadap penduduk yang tinggal di bawahnya terhadap datangnya radiasi kosmis merugikan yang datang ke bumi

          yang berarti tirai tersebut bertanggung jawab terhadap proses masa hidup dan ukuran tubuh manusia pada zaman dahulu. Yang lain berpendapat bahwa tekanan oksigen yang lebih besar di bawah tirai semacam ini bisa membuat masa hidup lebih lama bagi manusia dan hewan;

          Gelembung udara terjebak dalam fosil pohon damar berwarna sawo matang telah menunjukkan adanya konsentrasi okzigen 50 persen lebih tinggi daripada yang ada saat ini. Dengan demikian, kenyataan bahwa para leluhur yang hidup pada masa pra-Banjir, hidup dengan usia panjang dan ukuran tubuh yang besar. Ini merupakan bukti nyata akan adanya tirai uap air.

          Kadar oksigen dalam udara yang kita hirup adalah 21%. Sedangkan kadar oksigen dalam gelembung adalah 32%.

          Tahukah anda, bila kita hidup di dunia yang tekanan udaranya 2 kali lipat dan kadar oksigennya 50% lebih tinggi, bernafas akan sangat menyenangkan! Adam akan bernafas dan berkata “Wah, enak sekali.” Hei, Hawa, mari kita bernafas lagi yuk. Di masa lalu, bumi mempunyai kadar oksigen yang lebih tinggi dari masa kini.

          Di dalam buku-buku pelajaran dituliskan bahwa dahulu kala di bumi tidak ada oksigen, saat terjadi evolusi. Itu disebut suatu ‘atmosfer yang berkurang’. Itu adalah kebohongan!

          Evolusi tidak mungkin terjadi dengan oksigen ataupun tanpa oksigen.

          Tapi bila kita melipatgandakan tekanan udara dan meningkatkan oksigen, tidak hanya hemoglobin menyerap oksigen lebih banyak, Cairan plasma juga akan jenuh oksigen, itu berarti kita bisa berumur panjang dan mempunyai ukuran badan sebesar dinosaurus 😀 😀 😀 😀 😀

          jadi tirai tersebut dan tingginya konsentrasi okzigen pada zaman dahulu termasuk bertanggungjawab pada panjang pendeknya umur dan besar kecilnya ukuran cell, kromosom dan DNA; jadi dengan jatuhnya tirai uap air pada masa air bah (“tingkap-tingkap langit” terbuka) umur/ukuran cell, kromosom dan DNA menjadi “pendek” dan “kecil”

          tidaklah mengejutkan melihat masa hidup manusia secara drastis berkurang dan ukuran tubuh mengecil pada tahun-tahun sesudah kejadian itu. Keturunan Nuh berikutnya secara berturut-turut hidup kurang dari 900 tahun dan pada beberapa generasi saja, masa hidup rnanusia berkurang rata-rata hingga 70 tahun saja, seperti yang dialami sekarang.

          Fakta-fakta arkeolog tentang ukuran tubuh manusia pada zaman dahulu
          =====================================
          Kerangka manusia yang tingginya 2,95 meter ditemukan di Indiana. Dua kerangka yang tingginya 2,7 meter di temukan di kota Virginia (Nevada) Setiap kerangka ditemukan di tumpukan tanah kuburan di Louisiana. Ada 20 kerangka yang ditemukan, semuanya tingginya 2,95 meter.

          Kerangka setinggi 3 meter ditemukan di danau Humbolt, Nevada. Ada legenda di Guam, bahwa dahulu kala pulau Guam adalah tempat tinggal para raksasa. Sehingga mereka membangun tugu yang besar di sana. Di Indiana, delapan kerangka raksasa ditemukan, berkisar 2,4 sampai 2,7 meter. Kerangka itu mengenakan baju perang tembaga. Pihak museum tidak tertarik dengan penemuan itu.

          Mengapa pihak museum tidak tertarik menampilkan kerangka setinggi 2,7 meter ? Apakah karena ada teori evolusi yang mengatakan dahulu manusia bertubuh kecil dan makin lama makin besar?

          Teori itu membuat kita merasa penting karena kita ber-evolusi.

          “Kita akan menjadi seperti Tuhan.” Manusia akan menjadi lebih baik! Bisakah kebenaran ternyata berlawanan?

          Ukuran manusia jauh lebih besar sebelum air bah, makin lama ukuran kita makin kecil. Dan mungkin fakta itu sengaja disembunyikan.

          Kerangka setinggi 3,6 meter ditemukan di Lompoc Rancho, California. Kerangka lain sekitar 3,6 meter ditemukan di Tucson, Arizona. Kerangka itu punya 6 jari kaki, 6 jari kaki dan hiasan kepala seperti burung.

          Ketika Cortes pergi menaklukkan sebagian Mexico, penduduk yang tinggal di sana berkata, Dulu ada raksasa yang tinggal di benua ini. Dan mereka menunjukkan tulang belulangnya . Tulang pahanya setinggi badannya Cortes! Hanya tulang pahanya! Cortes berkata ,”Aku lelaki dengan badan tinggi tegap, tapi tulang ini setinggi badanku.”

          Museum Smithsonian bertanggungjawab menyembunyikan sebagain besar penemuan-penemuan manusia raksasa. Pihak museum tidak ingin masyarakat tahu tentang raksasa-raksasa ini, karena fakta ini bertentangan dengan teori evolusi. Tengkorak ini pernah ditampilkan di museum Winnemuca, Nevada sampai beberapa tahun lalu diturunkan. Sekarang ada di ruang bawah tanah. Kita harus mengajukan permohonan khusus untuk melihatnya.

          Kerangka yang ditemukan di sebuah makam di Turki dekat Gunung Ararat. Pemerintah Turki menyatakan bahwa mereka telah menemukan kubur Nabi Nuh. Kerangka itu tingginya 3,6 meter. Hal itu akan membuat ukuran hasta pada jaman itu menjadi lebih panjang.

          Museum kamai memiliki replika tulang paha dari seseorang yang tingginya 3,95 meter. Tulang rahang yang ditampilkan di sebuah hotel di Turki; lebar rahangnya 16,5 cm. Siapapun bisa memasukkan kepalanya ke dalam rahang itu dan bergoyang-goyang di dalamnya.

          Di Wausake, Wisconsin ditemukan kerangka manusia berukuran tiga kali ukuran manusia pada umumnya. Ditemukan di gundukan tanah pekuburan suku Indian. Manusia raksasa pernah ada di bumi saat itu.

          Terima kasih 😀 😀 😀 😀

          1. @Paradise OK: saya tidak akan mendebat informasi yang anda sampaikan, namun ijinkan saya menebak.

            • * Saya yakin informasi yang anda sampaikan berasal dari situs, publikasi atau organisasi yang berhubungan dengan dakwah agama.
            • * Saya tidak yakin informasi tersebut akan dapat saya temui di situs sains seperti national geographic, discovery, NASA, perustakaan konggres amerika, perpustakaan MIT, Oxford atau penerbitan dari lembaga ilmiah
            • * Saya tidak yakin informasi tersebut sudah melalui peer-review di komunitas sains, atau dipresentasikan di forum ilmiah yang serius

            Terima kasih.

          2. 😀 😀 😀 😀 😀 😀 😀 😀

            PANDANGAN EVOLUSIONIS DAN PANDANGAN KREASIONIS
            ======================================
            Anda membantah kebanaran tentang kisah dalam buku kitab agama dari sudut pandang para evolusionis, saya membuat tanggapan dari sudut pandang para kreasionis, masing-masing pihak adalah “para ilmuwan” , yang memiliki pandangan yang berbeda tentang “penciptaan dan karya Tuhan”.

            Tidak dalam konteks saya berdakwah untuk sebuah agama, tapi pada tempatnya mungkin saya menanggapi pandangan2 anda dengan pandangan yang berbeda dengan pemahaman anda

            Dalam hal ini juga saya tidak pada tempat mengsejajarkan pandangan2 anda sebagai berdakwah tentang pemahaman evolusi – naturalism

            Postingan2 saya sebelumnya memimjam pemikiran-pemikiran para ilmuwan kreasionis, yang memiliki pandangan berbeda dengan pandangan para ilmuwan evolusionis

            Masalah kredibilitas menurut ukuran anda, maka silahkan pertanyaan kredibilitas mereka2 ini adalah para ilmuwan yg berpandangan kreasionis : Newton, Kepler, Pascal, Boyle, Galileo, Archimedes, Robert Hoke, Louis Pasteur, Edwar Teller, Julius Robert Oppenheim, Neil Armstrong dan masih banyak lainnya, kalau diuraikan semua nanti akan tampak seolah2 saya lagi berparade dengan kesombongan (walaupun beberapa diantaranya sempat bertentangan dengan pandangan agama pada waktu itu, tapi mereka tetap mengakui hukum penciptaan)
            Sebagai pembanding saja, jikalau Anda ingin melihat argumentasi ilmiah mengenai Kreasi silahkan berkunjung ke :

            Institute for Creation Research
            http://www.icr.org.

            Answers in Genesis
            http://www.creationism.org/topbar/links.htm

            ==========================
            APAKAH KREASIONIS BERSIFAT ILMIAH ?
            ==========================
            Saat ini ada banyak perdebatan mengenai validitas kreasionisme yang didefinisikan sebagai “kepercayaan bahwa alam semesta dan makhluk hidup berasal dari tindakan khusus penciptaan illahi, sebagaimana yang ada dalam kisah Alkitab dan buku kitab suci lainnya, dan bukannya melalui proses alamiah seperti evolusi.”

            Penciptaan sebagai ilmu pengetahuan sering ditolak oleh masyarakat sekular dan dituduh sebagai tidak bernilai ilmiah. Namun demikian, kreasionisme jelas-jelas kompatibel dengan pendekatan ilmiah dalam topik apapun. Kreasionisme membuat pernyataan mengenai kejadian-kejadian, tempat dan hal-hal yang sebenarnya. Dan bukan hanya bersangkut paut dengan pemikiran yang subyektif atau konsep yang abstrak. Ada data-data ilmiah yang telah terbukti yang konsisten dengan kreasionisme, dan cara fakta-fakta tsb. berhubungan satu dengan lainnya mendukung penafsiran kreasionis. Sama seperti pemikiran ilmiah umum lainnya digunakan untuk mendukung serangkaian fakta, demikian pula dengan kreasionisme.

            Kalau demikian, bagaimana kreasionisme – berlawanan dengan “naturalisme,” yang didefinisikan sebagai “pandangan filosofis bahwa segala sesuatu berasal dari hal-hal dan penyebab alamiah, di mana penjelasan supranatural atau rohani disingkirkan atau diabaikan – bersifat ilmiah? Tentu saja jawabannnya bergantung pada bagaimana Anda mendefinisikan “ilmiah.” Terlalu sering, “sains” dan “naturalisme” dianggap satu dan serupa, dan secara definisi tidak memasukkan kreasionis. Definisi semacam ini membutuhkan penghormatan yang tidak masuk akal terhadap naturalisme.

            Ilmu pengetahuan/sains didefinisikan sebagai “pengamatan, identifikasi, uraian, penyelidikan eksperimental dan penjelasan teoritis mengenai fenomena.” Tidak ada yang yang mengharuskan ilmu pengetahuan, pada dirinya sendiri, untuk bersifat naturalistik. Naturalisme, sama seperti kreasionisme, membutuhkan serangkaian praanggapan yang tidak bersumber dari eksperimen. Hal-hal itu tidak berdasarkan data atau berasal dari hasil tes. Praanggapan filosofis ini diterima sebelum ada data apapun. Karena baik naturalisme maupun kreasionisme amat dipengaruhi oleh praanggapan yang sama-sama tidak dapat dibuktikan atau diuji, dan dibicarakan jauh sebelum ada fakta, adalah adil untuk mengatakan bahwa kreasionisme itu paling sedikit adalah sama ilmiahnya dengan naturalisme.

            Kreasionisme, sama seperti naturalisme, dapat bersifat “ilmiah,” dalam hal kompatibilitasnya dengan metode ilmiah untuk penemuan. Namun kedua konsep ini bukanlah ilmu pengetahuan pada dirinya sendiri, karena kedua pandangan mencakup aspek-aspek yang tidak dianggap “ilmiah” dalam pengertian normal. Baik kreasionisme maupun naturalisme bisa salah, yaitu tidak ada eksperimen yang dapat secara mutlak menolak salah satunya. Tidak ada satupun yang dapat diramalkan, keduanya tidak menghasilkan atau mengembangkan kemampuan untuk meramalkan hasil. Dengan hanya berdasarkan kedua poin ini, tidak ada alasan logis untuk menganggap salah satunya lebih secara ilmiah dibandingkan lainnya.

            Salah satu alasan utama yang diberikan oleh para naturalis untuk menolak kreasionisme adalah konsep tentang mujizat. Ironisnya, para naturalis biasanya mengatakan bahwa mujizat, seperti misalnya penciptaan khusus, adalah tidak mungkin karena berlawanan dengan hukum alam, yang telah diamati dengan jelas dan secara historis. Pandangan demikian adalah ironis dalam beberapa hal. Satu contoh, abiogenesis, teori bahwa hidup itu muncul dari materi yang tidak hidup.

            Abiogenesis adalah salah satu konsep ilmiah yang paling ditolak. Namun, pandangan naturalistik yang sejati beranggapan bahwa hidup di bumi – bereplikasi secara sendiri, mandiri, kehidupan organik yang kompleks – lahir secara kebetulan dari materi yang tidak hidup. Hal semacam ini belum pernah diamati dalam sejarah manusia.

            Perubahan evolusioner yang menguntungkan yang diperlukan untuk menggerakkan suatu makhluk ke bentuk yang lebih kompleks juga tidak pernah diamati. Jadi kreasionisme sebetulnya lebih unggul dalam soal bukti untuk klaim-klaim “mujizat” karena Alkitab menyediakan dokumentasi dari kejadian-kejadian yang bersifat mujizat itu. Menamai kreasionisme sebagai tidak ilmiah hanya karena mujizat berarti hal yang sama harus dikatakan untuk naturalisme.

            Ada banyak fakta yang digunakan oleh kedua pihak dalam perdebatan soal penciptaan vs naturalisme.

            Fakta adalah fakta, namun tidak ada sesuatu yang adalah fakta yang hanya membutuhkan penafsiran tunggal. Perbedaan antara kreasionisme dan naturalisme sekular bergantung pada penafsiran yang berbeda. Khususnya mengenai perdebatan soal evolusi vs penciptaan

            Charles Darwin sendiri mengemukakan poin ini. Dalam pengantar kepada The Origin of Species dia mengutarakan, “Saya menyadari bahwa hampir tidak ada butir apapun yang dibahas dalam volume ini yang tidak membutuhkan fakta tambahan, yang sering kelihatannya mengarah pada kesimpulan yang bertentangan dengan apa yang saya simpulkan.”

            Jelaslah Darwin lebih percaya pada evolusi dibandingkan penciptaan, namun dia bersedia mengakui bahwa penafsiran adalah kunci untuk memilih apa yang dipercaya. Seorang ilmuwan mungkin memandang fakta tertentu sebagai dukungan terhadap naturalisme, yang lainnya mungkin akan memandang fakta yang sama sebagai dukungan terhadap kreasionisme.

            Lagi pula, fakta bahwa kreasionisme adalah satu-satunya alternatif yang mungkin terhadap pemikiran naturalistik seperti evolusi membuat itu adalah topik yang sah, khususnya ketika dikotomi ini telah diakui oleh beberapa tokoh ilmu pengetahuan yang terkemuka. Banyak ilmuwan yang ternama dan berpengaruh mengatakan bahwa satu-satunya penjelasan yang mungkin untuk kehidupan adalah evolusi naturalistik atau penciptaan khusus. Tidak semua ilmuwan sepakat mana yang benar, namun hampir semua sepakat bahwa salah satunya pasti benar.

            Ada banyak alasan mengapa kreasionisme adalah pendekatan yang rasional dan ilmiah terhadap pembelajaran. Salah satunya adalah konsep kemungkinan realistik, dukungan evidensial yang cacat untuk evolusi makro, bukti pengalaman dan seterusnya. Tidak ada dasar logis untuk menerima praanggapan naturalistik secara mentah-mentah dan menolak praanggapan kreasionis secara mentah-mentah. Keyakinan yang kokoh terhadap penciptaan bukan rintangan untuk penemuan ilmiah. Lihat saja pencapaian orang-orang seperti Newton, Pasteur, Mendel, Pascal, Kelvin, Linnaeus dan Maxwell. Semuanya adalah kreasionis yang jelas dan mantap. Kreasionisme bukan “sains,” sama seperti naturalisme bukan “sains.” Namun demikian, kreasionisme bersifat kompatibel penuh dengan sains.

            Terima kasih 😀 😀 😀 😀

          3. Tentang : Kesimpulan ke fakta, fakta ke kesimpulan. Ini masalah pandangan dan latar belakang, Sebab bisa jadi dari “fakta ke kesimpulan” bukan sebuah kebenaran absolut …… bisa jadi fakta bersumber dari kebohongan dan melahirkan kesimpulan dan bisa jadi pula sebuah kesimpulan yang mengandung kebohongan bisa difaktakan ….. terserah siapa yang jujur dalam hal ini 😀 😀 😀

            Maaf saya tidak punya kemampuan menilai dan mensejajarkan penilaian anda tatkala anda menarik kesimpulan isi postingan saya sebelumnya, yaitu :

            Apakah dari kesimpulan ke fakta ? 😀

            Atau apakah dari fakta ke kesimpulan ? 😀

            Mungkin perlu dipertimbangkan postingan saya tentang ini :

            Pada akhirnya umur bumi tidak dapat dibuktikan. Apakah 6.000 tahun atau 4,6 milyar tahun –kedua pandangan ini (dan pandangan-pandangan lain) bergantung pada iman dan asumsi-asumsi. Mereka yang berpegang pada 4,6 milyar tahun percaya bahwa metode-metode seperti penanggalan radiometrik dapat diandalkan, dan tidak ada sesuatupun yang terjadi dalam sejarah yang dapat mengganggu runtuhnya radioisotop secara normal. Mereka yang berpegang pada 6.000 tahun percaya bahwa Alkitab itu benar adanya, dan faktor-faktor lain bertanggung jawab untuk menjelaskan apa yang “kelihatannya” sebagai umur bumi

            Saya membantah fakta sains yang menjadi rujukan anda dengan fakta sains yang berbeda dengan rujukan yang saya pakai, yang kebetulan sepaham/mendukung sebagian isi tulisan2 buku kitab agama, bukan bersumber buku kitab agama. Ini beda 😀

            Buku kitab agama bukanlah buku “sains”; tapi oleh sains yang sama pula, sebagian kisah yang ditulis di dalamnya bisa dibuktikan “kebenarannya” (definisi ini pernah saya postingkan dalam diskusi lainnya dengan anda)

            Kisah yang dicatat dalam Alkitab bukan laporan ilmiah tentang penciptaan. Alkitab tidak menceritakan tentang cara Allah menciptakan termasuk Adam dan Hawa serinci laporan ilmiah, Alkitab hanya menjelaskan bahwa yang menciptakan adalah Allah. Alkitab sekelumit pun tidak menceritakan tentang proses ilmiah menciptakan Adam dan Hawa. Tetapi ternyata sebagian kisah Penciptaan termasuk kisah Adam dan Hawa bisa dibuktikan dengan logika Science (tidak semuanya), asalkan jangan mendongeng dan berbohong 😀 😀 😀

            Mungkin banyak di antara kita merasa orang sekolahan, maka diantara kita ada yang memandang segala sesuatu harus dibuktikan dengan science. Namun sebenarnya Alkitab atau buku kitab agama lainnya berbicara sesuatu yang “beyond science.”

            Ada banyak catatan-catatan Alkitab yang selaras dengan science, namun ada pula yang tidak selaras dengan science, karena banyak catatan-catatan Alkitab yang memang “beyond science.”

            Hal-hal yang selaras dengan science inilah kemudian dijelaskan oleh beberapa ilmuwan dengan pembuktian fakta sains dan logika sains yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai cerita dongeng. Ini bukan pembuktian dengan buku kitab agama. Karena memang buku kitab agama bukan buku sains. Tentu dengan pertimbangan melihat fakta-fakta yang ada di dunia ; bukan dongeng omong kosong 😀 😀 😀

            Sebagai contoh dituliskan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dari tidak ada menjadi ada, tanpa bahan, Allah menciptakannya hanya dengan firmanNya… apakah ini selaras dengan science ?

            Sama halnya, Sains juga menjelaskan alam semesta dibentuk dari kekosongan (nol), tanpa bahan/zat dan menjadi ada disertai dengan penjelasan sains tanpa dibuktikan dengan sains, hanya dibuktikan dengan teori : sains asumsi –– sains dugaan — sains perkiraan — bukan dibuktikan dgn fakta kebenaran yang absolute …… apakah ini selaras dengan kebenaran absolute sains ?

            Jadi argument2/buku2 atas nama sains dan buku kitab agama sama-sama mendongeng, karena sama-sama menjelaskan penciptaan berawal dari kekosongan (SESUATU YANG BENAR-BENAR TIDAK ADA). 😀 😀 😀 Tapi masih akan lebih berlogika dalam buku kitab agama menjelaskan penciptaan yang berawal dari kekosongan (DARI SESUATU YANG BENAR-BENAR TIDAK ADA) dimulai dengan sesuatu yang sudah ada yaitu Allah Sang Pencipta, sudah ada Sang Arsitek Agung untuk menciptakan kekosongan itu menjadi sesuatu yang ada 😀 😀 😀

            Dalam buku kitab agama juga dituliskan bumi itu bulat ……… apakah ini selaras dengan science ?

            Sains juga menjelaskan bumi bulat, bukan sebulat bola pimpong 😀 😀 :D, disertai dengan penjelasan2 rincian ilmiah. Karena memang pada tempatnya sains menjelaskan serinci-rincinya, bukan buku kitab agama

            Contoh-contoh di bawa ini hal-hal yang ditulis dalam buku kitab agama yang selaras dengan ilmu pengetahuan (tanpa ada unsur memperlihatkan kesombongan bahwa Alkitab adalah buku sains, ini keliru/salah)
            ———————-
            pada abad kesembilan belas orang-orang skeptis dan para arkeolog menuduh Alkitab membuat pernyataan fiktif ketika menyebutkan bangsa Het karena tak ada satu pun bukti di luar Alkitab tentang bangsa itu. Tetapi setelah tahun 1906, penggalian di Hattushash – yang terbukti sebagai ibukota bangsa Het – mengubah apa yang semula dianggap mitos sebagai kenyataan sejarah yang akurat. Arkeologi mengungkapkan bahwa bangsa Het pernah muncul sebagai bangsa yang kuat. Penggalian tersebut mengesahkan sepenuhnya catatan Alkitab. Sebuah loh batu dari Mesir mencatat pertempuran sengit antara Ramses II dan bangsa Het di Kadesy di Sungai Orontes.

            Ilmuwan semula menuduh catatan Alkitab tentang Belsyazar sebagai catatan yang salah karena tidak ada catatan selain Alkitab yang menyebutkan raja ini. Akan tetapi, pada tahun 1853 para arkeolog menemukan sebuah prasasti di Ur yang memperkuat catatan Alkitab. Prasasti itu menunjukkan bahwa Belsyazar memerintah dengan ayahnya Nabonides.

            Contoh lainnya
            ——————-
            Beberapa contoh berikut ini dari sekian banyak penemuan arkeologis yang meneguhkan tulisan Alkitab. Yang pertama adalah catatan tentang peristiwa:

            1. Tembok kuil Amun meneguhkan serangan raia Mesir, Sisak, terhadap Israel dalam 1 Raja-raja 14:25-26.
            2. Prasasti Mesa meneguhkan perlawanan Moab terhadap Israel yang dicatat dalam 2 Raja-raja 3:4-27.
            3. Tembok Istana Sargon II meneguhkan kekalahan Asdod yang dicatat dalam Yesaya 20:1.
            4. Catatan tentang pemberian jatah makanan yang berlangsung di Babilonia meneguhkan penangkapan Yoyakin yang dicatat dalam 2 Raja-raja 24:15-16; 25:27-30.
            5. Pembebasan tawanan Yehuda oleh Koresy Agung (mendukung Ezra 1:1-4) diteguhkan oleh Cyrus Cylinder.

            ada juga bagaimana arkeologi telah meneguhkan tempat-tempat berlangsungnya berbagai kejadian yang dicatat dalam Alkitab:

            6. kuil Baal di Sikhem
            7. kolam Gibeon, Hesybon dan Samaria
            8. terowongan air di bawah Yerusalem yang digali Raja Hizkia
            9. istana Raja Belsyazar yang megah di Babilonia
            10. istana Susan yang megah (dengan kenangan kepada Ester dan Mordekhai)
            11. pendirian sinagoga di Kapernaum

            Beberapa tokoh yang diteguhkan oleh arkeologi sehingga Alkitab dan penemuan arkeologis bersesuaian:

            1. Yehu
            2. Hazael
            3. Sargon II
            4. Esar-haddon
            5. Merodakh-Baladan
            6. Darius I
            7. Herodes Agripa I
            8. Pilatus
            9. Kayafas dll

            Dari contoh2 tersebut di atas adalah hal-hal yang selaras dengan sains (sains mendukung tulisan Alkitab) dan ada hal-hal lainnya dalam isi Alkitab yang tidak bisa dijelaskan dengan science (beyond science)

            Apabila kita berbicara tentang apa yang dituliskan di dalam kitab suci, dan kitab-kitab iman lainnya, kita menghadapi banyak hal yang “beyond science.” Maka, apabila ada orang sok science dan mempersoalkan Kisah Adam dan Hawa dengan dikaitkannya dengan science (menuntut pembuktian secara sains), justru orang tersebut sedang berparade dengan kebodohannya. 😀 😀 😀 😀

            Faktanya anda sadar betul buku kitab agama bukanlah buku sains, selanjutnya anda mengukur buku kitab agama dengan sains. Atas ukuran sains itu pulalah anda mengambil kesimpulan. Bukankah ini terlihat aneh ? … menurut saya akan lebih adil dan bijaksana sebuah kesimpulan sains, anda bantah dengan kesimpulan sains yang berbeda

            Postingan2 saya di atas sebelumnya tidak membicarakan sains dalam Alkitab, tapi apa yang saya sebutkan sebagai : “Buku kitab agama bukanlah buku “sains”; tapi oleh sains yang sama pula, sebagian kisah yang ditulis di dalam buku kitab agama bisa dibuktikan “kebenarannya” (definisi ini pernah saya postingkan dalam debat lainnya dengan anda)

            Saya membantah sains evolusi yang anda pakai dari pemikiran2 ilmuwan yang berbeda pandangan dengan pemikiran2 para ilmuwan evolusionis, yaitu pandangan para ilmuwan kreasionis

            Apakah saya anti sains ? “Tidak” …. Saya percaya sains yang bisa dibuktikan kebenarannya dengan fakta absolute sains. Bukan sains asumsi, sains hipotesa, sains perkiraan. Saya percaya 1 + 1 = 2, saya percaya bilangan irasional pi = 3,14 sekian2, saya percaya bumi bulat dan berputar mengelilingi matahari, saya percaya hukum gravitasi Newton, hukum Boyle, Archimedes dll.

            Apakah saya juga tidak menerima sebuah teori atas nama sains ? “Ya” ….. apabila teori sains yang hanya berdasarkan teori : sains asumsi, sains perkiraan, sains hipotesa ….. tanpa ada pembuktian fakta absolut kebenarannya dengan alasan apapun termasuk ukuran kredibel yang saudara uraikan

            Apakah saya mengsainskan buku kitab agama ? “Tidak” ….. saya hanya menguraikan fakta2 sains “yang mendukung” apa yang ditulis dalam buku kitab agama

            Apakah saya hanya menerima sains (fakta) yang sesuai dengan Alkitab ? “Tidak” …. Saya hanya menguraikan fakta2 sains yang menguji sains yg menjadi dasar pemikiran anda, yang saya anggap cerita dongeng sains. Sains vs sains, bukan Alkitab vs sains

            Saya “tidak akan pernah percaya” kalau manusia berevolusi dari batu, lendir amoeba, cacing, simpanse dst dalam waktu jutaan tahun. Teori evolusi sains yang tidak bisa dibuktikan dengan sains 😀 😀 😀 😀

            Saya “percaya” Allah menciptakan manusia pertama Adam dan Hawa, selanjutnya pembuahan sel sperma Adam dan sel telur/ovum Hawa menurunkan variasi keturunan manusia baru. Proses pembuahan antara sel sperma dan sel telur/ovum ini hanya memakan waktu kurang lebih Sembilan bulan. Sebuah Teori sederhana yang bisa dibuktikan dengan sains 😀 😀 😀 😀

            Tidak diperlukan waktu berjuta-juta tahun, tidak perlu menunggu dongeng katak jadi manusia, dongeng batu, lendir amoeba, simpanse berubah jadi manusia. Semuanya ini teori sains dongeng omong kosong tanpa ada bukti ilmiah hanya didasarkan pada teori sains asumsi, sains perkiraan, sains menduga-duga (inilah yang anda pelajari di bangku sekolah)

            ========================
            Dalam apa yang sudah diketahui sains

            1. Semesta ini muncul begitu saja dari ketiadaan akibat konsekwensi hukum alam

            “konsekwensi hukum alam” yang mana ? ….. para ilmuwan yang menyusun teori ini “tidak dapat” membuktikan dengan fakta sains. Yang ada hanyalah teori ASUMSI, PERKIRAAN, DUGAAN, HIPOTESA hukum alam. Tidak ada bukti fakta kebenaran absolute sains. Tulisan Buku kitab agama membuktikan ada Sang Arsitek Agung menciptakan alam semesta.

            2. Manusia hanyalah hasil kebetulan dari proses evolusi, bisa jadi kelak akan digantikan dengan spesies yang lebih canggih, atau punah

            Sebuah teori ASUMSI, PERKIRAAN, DUGAAN, HIPOTESA sains, para ilmuwan “tidak dapat” membuktikannya dengan fakta kebenaran sains, kontra sains ilmu genetika yang sudah teruji fakta kebenaran absolut sainsnya

            3. Setelah mati ? ya tidak ada apa-apa lagi. Tubuhnya akan terurai, tidak ada roh yang tetap hidup

            Akhirnya para ilmuwan atas nama sains berada pada titik nadir terendah dengan ilmu pengetahuannya tidak bisa membuktikan alam roh. Akhirnya atas nama sains yang tidak bisa dibuktikan fakta kebenaran sains tentang alam roh, membuat kesimpulan sains bahwa alam roh sesudah kematian itu omong kosong. Tapi lihatlah buku kitab agama banyak menjelaskan kehidupan setelah kematian dalam apa disebut alam roh

            4. Tujuan hidup ? secara obyektif tidak ada

            Contoh “kecil saja” faktanya secara obyektif dan subyektif tujuan tulisan anda ini ingin dibaca, dihargai orang. Termasuk pemikiran2 anda. Bukankah ini bagian kecil dari tujuan yang ada dalam hidup anda ? (kalau salah mohon dikoreksi). 😀 😀 😀

            Masih banyak contoh-contoh kecil dan besar lainnya yang merupakan bagian dari tujuan hidup (tergantung motifasi masing2 orang)

            Teima kasih 😀 😀 😀

          4. @Paradise OK: terima kasih untuk kegigihan anda untuk menjelaskan panjang lebar pandangan scientific anda.

            Mohon maaf saya tidak mengomentarinya, sudah terlalu panjang..
            Saya pikir bagus untuk pembaca blog ini untuk memperoleh pandangan alternatif di luar pandangan yang saya sampaikan. Dengan melihat dari berbagai pandangan, tentunya pembaca yang lain bisa mengambil kesimpulannya sendiri dengan perspektif yang luas.

            🙂

          5. Ini bukan masalah kegigihan dan panjang lebarnya. Sayapun bukan seorang saintis, saya hanya meminjam pemikiran2 dari orang2 yang menurut saya krdibel secara sains.

            Bukankah menurut anda sendiri : “Komentar anda memperkaya tulisan ini “ ….. untuk memperoleh pandangan alternatif diluar pandangan anda yang ditulis dalam blog ini ? 😀 😀 😀

            Maka dengan melihat dari berbagai pandangan, tentunya pembaca yang lain bisa mengambil kesimpulannya sendiri dengan perspektif yang luas

            Terima kasih 😀 😀 😀 😀

  4. Sbg orang awam saya cm bisa mengatakan kemampuan pikiran/akal manusia ada batasnya dan terkadang Pengetahuan/teknologi yg ada skrg blm bisa memecahkan apa maksud yg terkandung dl alquran tp saya sbg orang islam wajib mengimani qalam allah. Wong gmana piramida mesir dibuat saja iptek skrg blm bisa memecahkan pdhl dibangun jaman prasejarah. Itulah indahnya alquran yg senantia mengajak manusia untk sllu brpikir n membaca apa2 yg trsirat dlm alquran, bukane malah menyelisihi hnya krn pikiran atau teori kita sbg manusia saat ini belum mampu memahami apa yg dimaksud dlm alquran trsbt.

    1. @Ichad: semua memang ada batasnya, otak kita memang ada batasnya, demikian juga agama ada batasnya.
      Dimana batas otak kita? pakai saja sekuat kuatnya, kalau sudah tak bisa mikir berarti kita sudah sampai batasnya. Dan sejauh ini manusia belum menemukan batas kemampuan otaknya.
      Apakah Al-qur’an ada batasnya? jelas. Suruh saja anak SMP untuk mengerjakan PR matematikanya dengan bantuan Qur’an, pasti mentok.

      Iptek sekarang tak bisa memecahkan bagaimana Piramida Mesir dibangun? astaga… anda hidup dijaman apa? baca dong majalah sains, tonton discovery channel.

      1. Gak usah heran lah, setelah generasi kita punah, tinggalan kitapun jadi penelitian kehidupan berikutnya. Seumpama primbon-primbon/kitab sucinya orang arab punah, apa masih percaya adam dibuat dari tanah liat, adam hanyalah sebuah jawaban atas keterbatasan berpikir dikala itu. bisa jadi juga tulisan2 sains pada saat ini jadi acuan di tahun berikutnya bahka gak relefan lagi. Tapi kadang kalau dah dogma.yang ditonjolkan ya gak pernah selesai, ibaratnya menyelesaikan PR matematika atau biologi dengan alqur’an.

  5. Lucu banget baca semua ini.
    Menurut saya kita dianugrahi otak untuk bisa berpikir sejauh yg kita mampu.Yang mencoba di logika aja ga ribut,justru Dia yg memberi kita otak untuk melogikakan apapun,termasuk diriNya.Galibnya justru ketika ada yg mencoba melogikakan (memakai otak yg notabene anugerah) malah dikatakan kebaliklah,keblingerlah….apapun itu.Disatu sisi yg mengecam logika disaat tertentu merasa bangga memiliki logika karena membedakan mereka dr binatang (katanya),derajatnya lebih tinggi (manusia makhluk paling sempurna).Tetapi ketika logika tersebut bertentangan dengan apa yg diyakininya,maka ia/mereka akan mengecam,menghujat habis2an.
    Lucu…disatu sisi mengagungkan karena memiliki tp menghujat ketika bertentangan,parahnya ada yg sampai mengharamkan.
    Padahal ketika kita menghujat,mengecam,mengharamkan suatu ciptaan bukankah kita jg menghujat,mengecam,mengharamkan penciptanya?
    Ngakak bener deh…..hahahaha…
    But hey…thats why we called human….hahahaha
    *buruk muka cermin dibelah*

  6. Barusan nonton discover chanel dimana ahli biologi bisa menciptakan mahluk hidup baru, bahkan membuat statmen atau teori bahwa manusia terbentuk dikarenaka propabilitas yang rumit dari dna mahluk hidup sebelumnya (jadi teori darwin masih berlaku dong) .kalau dii cosmos awal mula kehidupan manusia berawal dari mahluk yg hidup dalam air sebelumnya teori darwin lagi. Diamana adam ya! Kalau manusia sendiri aja sekarang sudah bisa membuat mahluk hidup . Kok Saya lebih mempeecayai fakta, bukan dongeng sebagai manusia yang dianugrahi otak yang cemerlang. Adam adalah jawaban manusia zaman dahulu dimana pada waktu itu manusia belum bisa menjawab atau menjabarkannya. Dan kenapa kita harus malu mengakuinya kalau kita memang hasil dari evolusi mahluk sebelumnya? Apa dirugikan.? Tidak kan. Kenapa para agamawan memaksakan diri kepada semua penganutnya/ manusia harus dipaksakan mempercayai adam berdasarkan kitab agamanya bahkan mendoktrinkan dari semenjak kecil. Kalai orang yang latah selalu berucap subehanallah.

  7. Sama saja semua hasil Nukilan… Pro sains pun g pernah membuktikan sendiri… bisa jadi PERNYATAAN PARA ILMUWAN baru sebatas HIPOTESA saja… Alias belum FINAL…!
    Yg Pro Sains Menukil dari ASUMSI Manusia… tanpa BUKTI sendiri.

    Yg Hamba TUHAN berDasar kan FIRMAN NYA… dan NYATA banyak Hamba merasakan KAROMAH2 spt para NABI.
    Bahkan di Zaman Modern ini pun Masih ada WALI2 ALLAH SWT.

    1. @Mirza: mungkin anda harus mempelajari lagi metode sains. Suatu pernyataan sains harus melalui tahap berikut:

      • 1. Pengamatan atas fakta
      • 2. Hipotesis (dugaan hubungan antara fakta yang diamati)
      • 3. Prediksi (dugaan yang dihasilkan dari hipotesis)
      • 4. Pengujian atas hal di atas

      Jadi dasar pertama pernyataan sains adalah fakta. Jika tak didukung fakta, maka tidak akan muncul pernyataan sains.

      Untuk lebih jujur, mohon anda berikan contoh pernyataan sains yang menurut anda tidak pernah dibuktikan.
      Silakan…

  8. Bicara JUJUR… Saya hanya coba ambil dari pernyataan Anda sendiri… “Jangan tanyakan kepada ilmuwan, mereka terlalu bodoh untuk bisa menunjukkan dimana garis tegas manusia bermula. Mereka percaya evolusi yang tidak jelas menunjukkan kapan sang monyet menjadi manusia.”
    Jika para Ilmuwan Sains saja GAGAL… Kenyataan FAKTA Sains apa lagi yg bisa di jadi kan pedoman…?

    Jika sampe hari ini, sains masih saja GAGAL, mau sampe kapan Qt menyelidiki nya…? Analisa yg lalu Gagal… tentu g bisa di jadikan patokan awal utk penyelidikan selanjut nya…!
    Apakah harus mengulang dari NOL lagi…?
    Dasar apa yg di pakai…? Tentu dong Hasil Penemuan dg kesimpulan yg GAGAL… TIDAK bisa lagi di guna kan…?

    Pertanyaan nya tentu dari mana memulai jika bukan dari KITAB WAHYU…? Merupakan PEDOMAN mutlak… KARENA bukan BAHASA susunan Mahkluk ato HASIL Analisa MAKHLUK…

    Maka seyogya nya lah ber PEDOMAN pada KITAB WAHYU yg tidak mengalami perubahan2 oleh OKNUM… KITAB WAHYU yg terjaga KEMURNIAN BAHASA WAHYU nya.

    Jika di banding kan BUKU hasil Ilmuwan GAGAL dg KITAB WAHYU yg MURNI… Jelas sya kata kan dengan tegas bahwa BUKU2 ilmuwan tersebut TIDAK JAUH dr HAYALAN.
    Ato bisa juga di katakan ANALISA Hasil dari SEKEDAR PRASANGKA saja…! Tidak lebih dr itu.

    ITU JIKA QT MAU JUJUR…!

    1. @Mirza: saya terkejut melihat cara anda membaca tulisan saya. Anda memusatkan diri pada kalimat pembuka tulisan yang tak terlalu penting dan mengabaikan keseluruhan isi tulisan saya yang lain.

      Silakan melihat tulisan saya yang lain, saya banyak membukanya dengan dialog / pertanyaan imajiner yang sering ngawur sebagai pemancing rasa ingin tahu pembaca. Pernyataan ngawur tersebut kemudian saya tunjukkan kesalahannya melalui isi pokok tulisan saya.
      Itu gaya bahasa teman … 🙂

      Oh ya dari komentar anda, saya menangkap anda tidak bisa membedakan filosofi dasar sans dan agama.

      Sains berdasar pada keraguan dan mempertanyakan segala sesuatu. Dengan sifatnya ini, tidak ada klaim kebenaran final pada sains. Suatu pernyataan sains dianggap benar sampai muncul fakta yang membantahnya. Jika itu terjadi, maka pernyataan sains tersebut akan dibuang dan diganti dengan pernyataan sains baru yang lebih sesuai berdasarkan fakta yang baru ditemukan.

      Sedangkan agama berdasarkan pada percaya bahwa agama mengabarkan kebenaran final. Kebenaran agama tidak bisa dibantah, walaupun banyak fakta yang tidak sesuai dengan klaim yang dinyatakannya. Jika kebenaran agama tidak sesuai fakta, biasanya ditutup dengan “bagi Tuhan, apapun bisa tejadi”.

      Dalam sains, orang yang membantah teori sains lama dan mengajukan teori sains yang baru sebagai pengganti akan sangat dihargai. Ia akan diundang ke berbagai forum ilmiah untuk menjelaskan dan mempertahankan teori barunya, bahkan bisa jadi akan dapat Nobel.

      Dalam agama, orang yang membantah klaim agama atau mengajukan tafsir baru agama, sangat dimusuhi. Ia akan dicerca dalam forum-forum agama, diadili dan bahkan sudah banyak yang dibunuh.

      Oh ya, anda menegaskan bahwa kitab wahyu merupakan pedoman mutlak, sedangkan tulisan saya jelas menunjukkan ngawurnya kitab wahyu. Kenapa anda tidak fokus saja menunjukkan pada saya dimana tulisan saya salah (isi tulisan lho..) dan tunjukkan bukti yang bisa mendukung klaim kitab wahyu?

  9. Dagelan macam apa yach yang membuat statment bahwa kitab wahyu adalah kebenaran final. Dunia itu dinamis dan berubah, jadi tidak ada yang final, akan selalu mengalami perubahan. mungkin saja kita tidak merasakan perubahan karena pada waktu kita hidup dan mati, masih menggunakan satu teori dan fakta yang belum di patahkan/yang baru.

  10. @Judhianto. Anda hanya ambil kesimpulan merata terhadap semua Kitab Wahyu tanpa Fokus pada 1 Kitab Wahyu saja. Alangkah bagus nya sesuai dg pengakuan anda, bahwa anda lebih paham Filsafat sains, seharus nya melakukan perbandingan terdahulu sekaligus koreksi terhadap semua Kitab Wahyu. Kitab Wahyu manakah yg benar2 Kitab Wahyu yg masih Murni. Kemudian Fokus pada Kelimuan Agama Kitab Wahyu yg di jadikan perbandingan. Maaf kelihatan nya Anda belum sama sekali Paham Keilmuan Islam.
    Fakta yg Anda utarakan Hanya Merupakan KENYATAAN yg di dapatkan tapi BUKAN lah KESIMPULAN FINAL (Coba di Resapi). Seyogya FAKTA tsb kemudian di sinkronkan pd Al Quran saja utk kemudian baru di buat Kesimpulan. Bukan membuat KESIMPULAN sendiri. Contoh nya saja FAKTA Sains “Ditemukan Tengkorak manusia berupa Monyet”. Buat kesimpulan sendiri dg menamakan TEORI DARWIN bahwa Manusia asal nya dari Monyet. Pada saat itu TEORI ini begitu HEBAT bukan…? Apa beda nya dg KESIMPULAN2 yg dibuat sebelum nya dan setelah nya dan selanjut nya spt Kesimpulan Anda saat ini. Tidak FINAL dan Berubah2. Apakah spt itu yg di katakan KEBENARAN…? Akal pun akan menolak nya
    (BerSambung)

    1. @Mirza: saya akan tanggapi beberapa hal dalam komentar anda:

      • Alangkah bagus nya sesuai dg pengakuan anda, bahwa anda lebih paham Filsafat sains
        –> dimana saya pernah katakan pengakuan ini?, jangan ngarang!
      • Anda hanya ambil kesimpulan merata terhadap semua Kitab Wahyu tanpa Fokus pada 1 Kitab Wahyu saja
        –> yang saya tunjukkan adalah kutipan dari Alkitab dan Al-Qur’an, itu semua detil, itu fokus. Bila anda punya penjelasan lain, tolong tunjukkan dengan detil untuk hal tersebut, bukan hanya kesimpulan merata bahwa Qur’an sesuai sains — tunjukkan detil anda
      • Fakta yg Anda utarakan Hanya Merupakan KENYATAAN yg di dapatkan tapi BUKAN lah KESIMPULAN FINAL
        –> Bukankah setelah saya membahas fakta tersebut satu persatu, saya sampaikan di kalimat terakhir tulisan saya, bahwa penciptaan manusia dalam kitab suci (Alkitab & al-Qur’an) adalah dongeng?
      • TEORI DARWIN bahwa Manusia asal nya dari Monyet
        –> anda pasti tidak pernah membaca buku-buku tentang evolusi, atau buku-buku karya Darwin. Darwin dan ilmuwan evolusi tak pernah mengatakan bahwa manusia asalnya dari monyet. Silakan tunjukkan kepada saya dimana ungkapan itu anda kutip. Evolusi mengatakan bahwa semua mahluk hidup berevolusi dari mahluk lain, dan manusia mempunyai nenek moyang yang sama dengan monyet.
      • –> Jika kebenaran adalah sesuatu yang final, maka memang bisa disimpulkan bahwa Alkitab dan Al-Qur’an saat berbicara tentang penciptaan manusia, telah mencapai status yang final –> yaitu salah, karena sudah terbukti salah
  11. Kalau membaca proses penciptaan adam, sangat kontroversi dan hebat, dimana prosesnya sangat spektakuler, dimana tuhan mengutus para malaikat2nya untuk mengambil tanah di beberapa negara untuk membuat bagian2 adam, dan dari pendekatan seintis islam, bahwa kandungan didalam tubuh manusia hampir mayoritas ada di tanah ( cocokologi). Bukankah tubuh binatang juga gak beda jauh dgn manusia? kok tidak seperti adam? Jawabnya gampang dan tidak perlu membutuhkan pemikiran serumit seintis “mukjizat”. Lalau saya juga menanyakan siapa yg menceritakan dan melihat kejadian itu, jawabnya juga mudah dan gampang sudah ada dalam alquran dan itu keputusan final. Gak masuk akal lagi, adam terbuat dari tanah kok kita dari hasil proses biologi ya? Kok jauh banget. Jadi kira kira kisah adam dongeng atau hanya mitos ya? Silahkan jawab dan terka sendiri TTS diatas.

  12. @judhianto:saya ingin bertanya pada anda sebagai orang awam,apakah anda menerima bila dikatakan moyang anda sama/mirip dengan monyet?(mengutip dari tulisan anda)..padahal kalo anda ngaca masih lebih bagus anda dan dari dulu sampe sekarang monyet tetap monyet tidak berubah,jadi sesungguhnya allah menciptakan alam beserta isinya dengan hukum yang tetap,tidak ada tuh yang namanya evolusi..ilmu/science tanpa iman ibarat membangun rumah tanpa pondasi.
    Trims.

    1. @Joni: nenek moyang manusia mirip dengan monyet? ya, gak masalah. Antara manusia dan simpanse kesamaan DNA-nya mencapai 98% kok. Bukankah anda juga gak bermasalah kalau anda menganggap nenek moyang anda mirip batu bata atau celengan? kata Allah bahannya tanah liat juga kok.

      Dari dulu sampai sekarang monyet tidak berubah? anda sudah mengamatinya berapa tahun? manusia dalam bentuk seperti sekarang, paling tidak sudah ada 300 ribu tahun yang lalu, sedangkan usia bumi lebih dari 4 milyar tahun.

      Evolusi pada binatang yang kompleks (seperti manusia) secara umum tidak bisa diamati prosesnya dalam jangka hidup manusia. Namun kita masih bisa mengamati proses evolusi pada organisme sederhana, seperti munculnya bakteri yang kebal antibiotic, organisme penyebab penyakit baru seperti AIDS, Flu burung, MERS.

      Anda menyatakan: ilmu/science tanpa iman ibarat membangun rumah tanpa pondasi, bisakah anda memberi contoh nyatanya? setahu saya, kebanyakan klaim tentang iman itu omong kosong.

  13. @Judhianto.
    FAKTA anda:Oh ya dari komentar anda, saya menangkap anda tidak bisa membedakan filosofi dasar sans dan agama.

    Sains berdasar pada keraguan dan mempertanyakan segala sesuatu.

    Kesimpulan (Maaf Kira2) saya:Alangkah bagus nya sesuai dg pengakuan anda, bahwa anda lebih paham Filsafat sains.

    Apakah ini FAKTA ato sebuah Kesimpulan KIRA2 (???) : Dengan memperhitungkan kecepatan dan jarak semua benda langit tersebut, diperkirakan semua benda langit (termasuk bumi) memulai pergerakannya dari suatu titik 13.7 milyar tahun yang lalu.
    Penjelasan yang masuk akal bagi ilmuwan adalah alam semesta berawal dari satu ledakan dahsyat (big-bang). Beberapa temuan juga memperkuat teori ini.

    Apakah ini FAKTA ato Kesimpulan SEPIHAK tanpa ada DASAR: Sangat mengherankan jika mereka adalah keturunan Adam yang telah mengenal pisau dan pertanian.(Nabi Adam mengenal pisau…???)
    Ini lah Sains tanpa Iman = KIRA2 juga

    Anda g bc kisah bagaimana ANAK Nabi Adam As Saling membunuh…???

    @bima: Kalau membaca proses penciptaan adam, sangat kontroversi dan hebat, dimana prosesnya sangat spektakuler, dimana tuhan mengutus para malaikat2nya untuk mengambil tanah di beberapa negara untuk membuat bagian2 adam, dan dari pendekatan seintis islam,

    Apakah saat itu sdah ada terbentuk bbrp Negara…??? Apakah kesimpulan sains terhadap Agama…???

    Saya rasa g da guna melanjutkan diskusi ini. Ada bbrp FAKAT sains jg yg diabaikan ato disembunyikan…!
    Saya lebih menangkap kesan NGELES dr pd sebuah KEJUJURAN dan PENGAKUAN.

    Entah itu mau di katakan mirip, Sains mengatakan NENEK MOYANG Manusia berjalan BUNGKUK dan BERBULU dg MUKA TONJOL (spt monyet) jauh bentuk MANUSIA. MIRIP ato berubah ato Asal dr Monyet…???

    Fakta sains ditemukan bbrp kerangaka dg ukuran g lazim di abaikan entah di tutupi.

    Semua di kembalikan pada NIAT Masing2 dan setiap Niat akan menuai DAMPAK dr Niat itu sendiri.

    Apakah mau mencari KEBENARAN ato Hanya CARI PEMBENARAN utk meruntuhkan KeBENARAN WAHYU.

    Ibarat jika seseorang sdh nyaman dg rumah yg dia tempati tentu bahagia dg rumahnya.
    Tapi jika masih mengusik KEINDAHAN rumah tetangga sdh pasti ada yg KURANG di rumah nya dan dia TIDAK mendapat HAL itu “Apa yg dia tidak ada sedang kan tetangga itu ADA”. maka di komentari miring rumah tetangga tsb dg berbagai PERBANDINGAN2 sedikit menjatuhkan HANYA agar ini diri NYAMAN dan BAHAGIA dg rmh nya bahwa RUMAH nya lah yg BENAR. Ck… ck… ck… BENAR dg MENYALAHkan Ato BENAR dg PERBANDINGAN.
    KENAPA tidak FOKUS aja pd PEMBAHASAN yg BENAR2 MENDETAIL dr PENEMUAN sains. Sehingga bisa mencapai KEBENARAN yg SUBTANSIAL. KEBENARAN yg berteori dan berkaidah. BUKAN nya BERUBAH2. PLIN PLAN. Terus “Menoleh kanan kiri” coba perbandingan krn GAGAL kurang nyaman dan g “bahagia”.

    Sy bicara begini krn anda2 sendiri pun g JUJUR… Padahal banyak KEJADIAN2 keCURANGAN SAINS. Yg mungkin Anda tahu tapi tdk anda ungkapan ato sengaja di tutupi. Utk mempertahan HEGEMONI keNYAMANAN dlm SAINS yg diPAKSAKAN.

    SAINS yg DIPAKSAKAN = FIKTIF dan HAYALAN.

    Wa Salam.

    1. @Mirza:

      • 1. Jadi benar kan itu bukan pengakuan saya, melainkan kesimpulan anda dari kalimat saya. “Pengakuan saya” dan “kesimpulan anda” kan beda? kalau anda mengatakan bahwa saya mengeluarkan “pengakuan” seperti itu, kan ngarang namanya?
      • 2. Untuk saat bigbang, fakta yang ada:
        • * Kecepatan dan jarak benda langit (matahari, bintang, planet dan bulan) itu sudah diukur sejak awal abad 20 berdasarkan fakta paralax, luminositas, pergeseran spektrum cahaya. Itu bukan klaim, melainkan hasil pengukuran dan verifikasi dari berbagai observasi bintang di dunia.
        • * Bila anda ingin tahu klaim sepihak tanpa dasar, baca kisah penciptaan manusia dari tanah oleh Allah. Semua sumbernya berasal dari Qur’an / Alkitab dan tak satupun bukti bisa diverifikasikan.
      • 3. Untuk masalah pisau nabi Adam, memang kesimpulan saya bisa dipertanyakan karena berdasarkan asumsi bahwa mereka sudah mengenal binatang ternak dan pertanian (lihat kutipan Alkitab bahwa Habel/Habil penggembala(peternak) dan Kain/Qabil petani.

      Secara umum, dongeng penciptaan semesta dalam 6 masa dan penciptaan adam dari tanah adalah berasal dari kitab suci (Yahudi, Kristen dan Islam), tentunya kalau tidak mau dianggap bukan dongeng, yang percaya kitab sucilah yang harus membuktikan bahwa itu bukan dongeng, yang ngomong yang harus bertanggung jawab – bukan yang lain (saintis misalnya).

      Kan repot kalau saintis disuruh buktikan dongeng kitab suci satu persatu, ada banyak dongeng lain dari agama Hindu, Budha, penyembah Zeus, pemuja Roro Kidul atau pocong. Yang percayalan yang harus buktikan.

      Saat ini sains sudah sibuk untuk mencari penerapan apa yang pernah ditemukannya, komputer, mobil, televisi, handphone dan sebagainya. Kalau ngurusi dongeng, ya biarlah yang punya dongeng saja.

      Oh ya anda katakan ada kecurangan sains, bisa beri contohnya?

  14. “Pengakuan saya” dan “kesimpulan anda” kan beda? kalau anda mengatakan bahwa saya mengeluarkan “pengakuan” seperti itu, kan ngarang namanya?

    CERMIN BUAT ANDA Judhianto

    Untuk masalah pisau nabi Adam, memang kesimpulan saya bisa dipertanyakan karena berdasarkan asumsi bahwa mereka sudah mengenal binatang ternak dan pertanian (lihat kutipan Alkitab bahwa Habel/Habil penggembala(peternak) dan Kain/Qabil petani.

    Apa yg Anda tanyakan ada di atas.
    dan itu hanya contoh kecil yg faktual. G perlu sy tuang kan contoh2 lain.

    Apa yg anda tuduhkan (Ngarang /Dongeng) pun ada pd di atas juga.

    ASAL JUJUR…!

    1. @Mirza: jadi kesimpulan anda apa? apakah seperti ini:

      • 1. Mirza tidak bisa membedakan antara ‘pengakuan’ yang tidak pernah disampaikan Judhianto dengan ‘kesimpulan’ yang diambil Mirza. Belajar bahasa dulu dik… 🙂
      • 2. Judhianto mengambil kesimpulan yang bisa dipertanyakan tentang pisau Adam. Sesuatu detil kecil yang tak penting dari keseluruhan artikel
      • 3. Mirza sama sekali tidak bisa menunjukkan fakta yang bisa mendukung kisah penciptaan alam dan manusia sesuai dengan yang diceritakan kitab suci, atau membantah fakta yang saya tunjukkan dalam tulisan saya
      • 4. Jadi secara umum pandangan saya bahwa kisah penciptaan alam dan manusia dalam kitab suci adalah dongeng tidak bisa dibantah oleh Mirza

      ASAL JUJUR…!
      Okelah 😀

  15. Sakjane mari mati nang endi mas? Tulisan muter2 gak karoan. Kalau semua itu tidak penting, agama tidak penting lalu buat apa anda hidup? Kalau tidak ada hisab, maka buat apa berbuat baik. Korupsi yoh gak opo2. Nek ngono ceritane perang ae terus toh agama gak penting. Dunia terbentuk secara alami . ngaco. Untuk masalah satu ini monggo anda bahas dalam tulisan anda. Saya pribadi belum pernah membaca tulisan orang atheis tentang kematian.

    1. @Wani Piro: setelah mati kemana?

      Agama samawi bilang ke akhirat, Buddha bilang kalau kamu gak cukup baik akan terjebak siklus inkarnasi – lahir kembali, kalau kamu baik ya habis begitu saja.

      Kalau berdasarkan fakta, kesadaran adalah hasil proses otak. Kalau otak berhenti saat mati, ya berakhir pula kesadaran. Mati ya berarti habis begitu saja hidup kita, gak ada lagi yang dinamakan aku.

      Apakah orang yang tak percaya akhirat berarti jahat, tak percaya aturan? Kita lihat saja apa yang terjadi di dunia, lihat http://en.m.wikipedia.org/wiki/Demographics_of_atheism

      Dari data demografi atheism, ternyata negara yang banyak penduduknya tidak percaya tuhan justru tergolong negara yang mempunyai tingkat penegakan hukum tinggi, korupsi rendah.

      Kalau data luar negeri dianggap tidak cocok, kita bisa lihat data Indonesia saja. Partai yang dengan jelas mencantumkan Islam sebagai dasarnya seperti PKS, PPP, PBB ketiganya ketuanya punya kasus korupsi di KPK. Belum lagi kekerasan yang mengatas namakan agama, anda gak akan kekurangan contoh.

      Jadi kepercayaan pada akhirat membuat orang lebih bermoral? Ah itu klaim, faktanya berbicara lain kok 🙂

      1. Walah, salah kaprahnya uwong, kalau hidup harus beragama, karena agama adalah sumber kehidupan! Gitu yach. Agama adalah segala sumber kebaikan, wkwwkk salah kaprah lagi. Maling, atau koruptor kalau dianya agama pasti akan lugas menjawab, tapi kalau ditanya anda bermoral atau berbudi pekerti akan mikir tuk mengatakannya. Makanya aku lebih baik memiliki budi pekerti dan bermoral dari pada beragama tapi gak dong dengan agama yang dianutnya sendiri tapi sok tau dan sok berprasangka bahwa dirinyalebih baik dari yang lain. Jadi menurutku kalau dah mati, yo wis mati gitu aja koyo batree kehabusa daya, akhirat suargo hanya omdong. Kita bisa lihat sendiri kalau itu benar ada, kenapa para agamawan palah melanggar etika keagamaan. Papa ngumpulke bondo dengan menjual surga neraka, bukankah itu hahya retorika dan bualan alias ngapusi umat. Banyak oara ustad artis bergelimang harta hanya menipu jualan cerita bangsa lain dan surga neraka! wkwkwwk. Hidup ini indah dan gampang, tidak serumit yang di bayangkan agamawan.

  16. Tidak ada fakta sains manapun membuktikan kebenaran Absolut asal muasal dunia, termasuk asal muasal manusia. sains hanya berdasarkan hipotesa sains tanpa ada pembuktian dari ruang uji laboratorium, menghasilkan teori yg luar biasa yg seolah2 fakta absolut dari sains, padahal metode dan dasarnya hanya pada keyakinan/hipotesa sains

    1. @POK: kalau anda menginginkan kebenarana absolut, jangan cari di sains. Prinsip utama sains adalah keraguan, pertanyaan utama dalam sains adalah: buktinya mana?

      Jika ada bukti baru yang bisa diverifikasikan siapa saja, maka teori sains paling hebatpun harus direvisi agar sesuai dengan bukti baru tersebut.

      Karena berdasarkan dan ditarik dari fakta, maka tidak ada teori sains yang tidak berasal dari bukti. Kalau anda punya bukti kuat dan bisa diverifikasikan yang menyanggah suatu teori sains, silakan anda ajukan ke komunitas sains, ajukan teori anda sendiri, saya pastikan anda akan dapat penghargaan tinggi dari komunitas sains.

      Teori absolut? anda salah, tak ada itu.

      Kalau dogma absolut, bisa banyak anda dapatkan di agama. Buktinya? namanya juga dogma, biasanya sih gak ada buktinya sama sekali.

  17. apakah sains sudah membuktikan pada manusia bahwa manusia berasal dari setitik debu produk dentuman besar ? NOL, dan teori inilah/nutural/evolusi yg diajarkan di bungku sekolah

    Tuhan menciptakan Manusia adanya (Laki2 & Perempuan) diperlenkapi dengan sel Sperma & sel Telur didalam terdapat X & Y diikat dgn sejuta Gen DNA yg rumit dan sdh terbukti secara ilmiah, dimana bertemunya sel sperma dan ovum melahirkan benih manusia baru.

    sebaliknya teori sains/evolusi mengajarkan manusia berasal dari setitik debu dentuman besar, berevolusi membentuk lendir sampai monyet dan manusia modern, terbuktikah ? NOL

    1. @POK: proses terciptanya alam dan manusia terjadi di masa lalu dan memang tidak ada bukti langsung yang memastikan proses tersebut, sains tidak punya bukti langsung, apalagi agama.

      Namun berbeda dengan agama yang hanya berdasarkan klaim-klaim, sains mempunyai bukti tidak langsung yang bisa memberi perkiraan bagaimana kedua proses tersebut berlangsung.

      Jika anda membaca ulang tulisan saya, saya menunjukkan bahwa dari pergerakan galaksi dan bintang, jika dilacak maka semesta pastilah berawal dari suatu titik 13,7 milyar tahun lalu. –> gerakan benda langit adalah bukti tidak langsung.

      Untuk terciptanya manusia, kita punya bukti tidak langsung dari struktur DNA. Apakah DNA manusia sama sepanjang masa? ternyata tidak. Dari DNA manusia purba, diketahui bahwa manusia purba tidak mempunyai enzim yang membuat tahan minum susu sapi mereka pasti mencret, enzim tersebut baru muncul 9000 tahun yang lalu saat manusia mulai beternak sapi. Tahan minum susu sapi hanyalah satu dari banyak kemampuan manusia yang berkembang. Itu membuktikan bahwa manusia berubah dan perubahan tersebut tercatat di DNA.

      Disisi lain DNA manusia mempunyai kesamaan dengan simpanse 98%, kucing 90%, sapi 80%, tikus 75%, lalat buah 60% bahkan dengan pisang, DNA kita masih 50% sama. Jika setiap spesies bumi dijajarkan berdasarkan kemiripan DNA-nya, ternyata para bangun yang dihasilkannya mirip dengan pohon evolusi yang sebelumnya disusun para antropolog berdasarkan kesamaan fisiknya.

      Data antropolog dan data DNA merupakan bukti bahwa memang ada evolusi di muka bumi. Itu bukti tak langsung, karena memang kita tak bisa balik ke waktu dimana manusia pertama muncul.

      Bukti-bukti sains diatas adalah bukti yang dikumpulkan secara kolektif dari ratusan saintis, ribuan debat, seminar dan pengujian. Itu bukan nol.

      Sebaliknya, jika agama ditanya bukti, maka tak ada satupun bukti yang dimiliki alias nol.
      Jika anda mengatakan Allah menciptakan kerumitan DNA, pernyataan itu sama dengan menggunakan pola berikut: “________ menciptakan semesta” , garis bawah itu bisa diisi Allah, Zeus, Odin, Syiwa tergantung selera agama apa yang anda anut. Itu semua hanyalah klaim dengan bukti nol.

  18. NB. saya gak bicara teori absolut, tapi teori sains yg sifatnya hipotesa sains dijadikan kebenaran muntlak/absolut (contohnya teori dentuman)

    1. @POK: jika belum ditemukan bukti yang melawan atau teori yang lebih bagus, maka itu adalah kebenaran walau mungkn kelak bias berubah.

      Dentuman besar bisa digunakan untuk menerangkan fenomena pergerakan secara makro benda langit, background radiation alam semesta dan berbagai fenomena semesta lainnya.

      Untuk meruntuhkan teori dentuman besar, gampang kok, silakan ajukan teori lain yang lebih bagus dan bisa menjelaskan fenomena yang selama ini bisa dijelaskan dengan dentuman besar. Jika anda punya, teori itu runtuh dengan sendirinya kok.

      Apakah anda atau para agamawan punya teori yang lebih baik dan didukung bukti yang bisa diverifikasikan? Jika tidak, ya silakan minggir, biarkan yang ahli bicara. 🙂

  19. Akhirnya keduanya seimbang hanya berdasarkan keyakinan :

    keyakinan ajaran agama, berdasarkan apa yg tersirat bahwa dibalik karya penciptaan pasti ada Sang Arsitek Agung/TUHAN
    keyakinan naturalis/evolusionis, berdasarkan asumsi, perkiraan/hipotesa yg dibalut dgn sains

    sesuatu yg dianggap sains belum tentu sebuah kebenaran muntlak, pandangan agama yg tradisionil jangan dianggap kolot apalagi salah

    sebuah titik 13,7 milyard thn yg lalu itu prosesnya terjadi/berawal darimana ?, apa berproses dari bim sala bim jadilah satu titik lalu berproses menjadi dentuman ?, ibarat ayam dan telor mana duluan ada/jadi, soal fenomena luar angkasa/alam, buku agama jga nyatat ada siang ada malam. Cma cara penyajiannya yg brbeda, kalau sains dlm konteks sains demikian sebaliknya

    perubahan genetik/pegeseran DNA dari bisa/tdk minum susu itu hal biasa, kuman jga bisa mengalami perubahan genetic/kekebalan terhadap antibiotic tertentu, tpi bgaimana menjelaskan pergeseran dari setitik debu/benda mati menjadi makhluk hidup/amuba, kacang berubah jadi terong, dll, dll…dst,,,dst,,,apalagi pergeseran DNA monyet jadi manusia, apakah sains yg didewa2kan telah membuktikannya ? ….

    tdk ada sains manapun mampu membuktikan/apalagi menjelaskan proses evolusinya,

    akhirnya ?

    larinya ke….itu kan brproses milyaran tahun ….

    bukti2 penelitian yg diajukan hanya sebuah pradugaan dan dijadikan buku mata pelajaran sains melalui proses ribuan debat,penelitian/pengujian oleh ratusan saintis yg menghasilkan sains pradugaan.

    soal buku agama berbicara proses penciptaan itu juga ada secara runutannya, tentu menurut pandangannya.

    perlu digaris bawahi sesuatu/sebuah karya itu ada/terjadi karena ada penciptanya/pembuatnya, bukan bim salabim jadilah sesuatu, seperti sebuah titik tiba2 muncul dan membentuk sebuah dentuman besar

    1. @POK: untuk pendapat anda

      keyakinan ajaran agama, berdasarkan apa yg tersirat bahwa dibalik karya penciptaan pasti ada Sang Arsitek Agung/TUHAN

      bukan, keyakinan agama berdasarkan apa yang tersurat pada kitab suci. Semua klaim-klaim penciptaan alam, keindahan alam tersurat secara ekxplisit di kitab suci, jadi bukan tersirat / implisit. Tidak ada proses berpikir disini, yang ada sami’na wa ato’na – kami dengar kami taat.

      keyakinan naturalis/evolusionis, berdasarkan asumsi, perkiraan/hipotesa yg dibalut dgn sains

      bukan, keyakinan naturalis/evolusionis, berdasarkan tafsir atas bukti dan fakta yang dirumuskan melalui metode sains, yaitu Pengamatan -> Hipotesa -> Prediksi -> Eksperimen

      sesuatu yg dianggap sains belum tentu sebuah kebenaran muntlak, pandangan agama yg tradisionil jangan dianggap kolot apalagi salah

      Saintis tidak pernah memutlakkan pandangannya, bila ada bukti baru, teori lama bisa gugur
      Beberapa klaim kitab suci jelas-jelas tidak bisa diverifikasikan, akan tetapi banyak umat beragama yang tidak menganggap itu salah –> contoh pemutlakkan agama.
      Sebagai contoh:

      • –> Semut dan burung yg bicara pada Nabi Sulaiman, secara fakta tidak ada semut dan burung yg mampu bicara
      • –> Meteor adalah panah api untuk pelempar setan (Al-Hijr: 16 – 18, As-Shaffat: 6 – 10, Al-Jin: 8 – 9), secara fakta meteor hanyalah batu diangkasa yang jatuh dan terbakar di atmosfer bumi

      Untuk beberapa tahap evolusi, manusia sudah berhasil meniru di laboratorium

      • 1. Perubahan dari materi mati (anorganik) ke materi hidup (organik)
        –> contoh klasiknya adalah percobaan Stanley Miller 1953, setelah itu banyak percobaan dengan metode lain yang juga menghasilkan bahan organik dari anorganik

      • 2. Perubahan mahluk satu sel menjadi multi sel
        bisa baca di http://www.nontondunia.net/2012/01/22/evolusi-oleh-manusia/

      • 3. Perubahan yang menghasilkan spesies baru
        –> Padi varietas baru, bagal (persilangan kuda + keledai), bermacam ras anjing, bermacam bakteri/virus baru (AIDS, bakteri tahan antibiotik) merupakan hasil nyata munculnya mahluk baru hasil seleksi manusia secara sengaja atau tidak. Jika manusia bisa menghasilkan mahluk baru dalam waktu tahunan atau ratusan tahun, maka ada waktu 4 milyar tahun bumi yang memungkinkan berkembangnya ras/spesies baru di bumi ini oleh alam.

      soal buku agama berbicara proses penciptaan itu juga ada secara runutannya, tentu menurut pandangannya.

      –> bukankah hanya “Simsalabim” atau “Kun fayakun”?, atau anda bisa jelaskan runtutan proses penciptaan menurut pandangan agama?

      Untuk dentuman besar, anda bisa coba cari publikasi mengenai quatum fluctuation, multiverse maupun berbagai teori fisika mutakhir. Alam semesta seperti kita hanyalah satu dari berbagai variasi semesta yang bisa muncul spontan dan musnah dengan sebab alami. Itu murni tercipta melalui probabilitas.

  20. ada para saintis juga yg masih percaya tentang Penciptaan. teori dentuman besar itu dikontra-kan dgn teori pandangan saintis yg mendukung apa yg tercatat dalam buku agama,

    soal benar tidaknya antara teori naturalis dan kreasionis tentang alam semesta, masih berproses pak, jadi waktu dan sejaralah yg akan membuktikan, tentu utk saat ini para penganut teori big bang berada di atas awan. di belahan benua Amerika, Eropa, Australia beberapa sekolah bahkan uneversitas tertentu telah mulai meninggalkan teori dentuman,,,,,tinnnggal waktu dan sejarah yg akan bicara ….tentu dibutuhkan kesabaran

    perdebatan2 sekelas dunia sitas akademika yg berkompeten dalam bidangnya, masing mengusung dalil dan bukti2 utk memperkuat teorinya masing2. saya sempat menonton debat versus antara pendukung teori kreasionis dan naturalis di chanel tv. Discovery, tpi sayang siarannya sdh tdk ditayangkan lagi, mungkin krn dalam beberapa kali tayangan/debat para saintis naturalis dibuat babak belur, hal ini membuat gusar seorang saintis kreasionis (jhn. Hovskin) di Vision Chanel dgn pernyataan kl seperti ini : ” sangat disayangkan tayangan siaran (…….) yg membuka wawasan dunia ilmiah telah didepak dari programnya hanya krn (……) …. dst…kira2 seperti itu terjemahannya

    1. @POK: kita hidup di jaman kebebasan berpendapat. Dokter masih banyak yang percaya santet, tentunya saintis juga masih banyak yang percaya mitoe-mitos agama. Akan tetapi jika berbicara tentang proses formal bagaimana suatu teori sains dikukuhkan, maka paling tidak suatu pernyataan sains dianggap layak secara sains adalah:
      1. Dikeluarkan/diterbitkan/ditampilkan melalui forum/media/lembaga sains
      2. Sudah lolos melalui peer review, yaitu penilaian dari komunitas saintis. Bisa berupa penelitian tandingan atau pengujian para pakar
      3. Diakui oleh organisasi sains yang relevan

      Jika anda bisa mendapatkan saintis yang menolak bigbang, anda juga bisa mendapatkan banyak dokter yang percaya metode dukun. Akan tetapi saya yakin anda hanya mendapati publikasi tentang itu hanyalah pada media yang sama sekali tidak kompeten berbicara sains, seperti situs harunyahya, situs-situs keagamaan atau situs-situs klenik.

      Bisa jadi mereka diliput situs seprti discovery channel dalam sebuah talkshow atau acara lain, itu untuk konsumsi public. Akan tetapi untuk organisasi serius semacam NASA atau lembaga penelitian utama dunia, saya yakin itu tidak ada.

  21. yang saya maksudkan adalah dalam konteks penciptaan, sesuatu itu ada karena ada yg membuat/menciptakan sehingga sesuatu itu menjadi ada. Hal ini tersurat dalam ajaran agama bahwa dibalik Penciptaan itu ada Sang Arsitek Agung/Tuhan. Inilah yg saya maksudkan keyakinan agama

    tentang bulan/semut bisa ngomong, itu ranahnya para kyai dan umatnya yg menjelaskan

    Teori Big Bang menyatakan alam semesta ini, bermula dari satu ledakan besar atom raksasa, yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu, pertanyaan logis sederhana yg sering diajukan dalam debat antara ilmuwan kreasi vs ilmuwan natural/evolusi adalah darimana otom/energy raksasa itu berasal ? … bukti/fakta yg dirumuskan melalui metode sains yi.: pengamatan  hipotesa  prediksi  eksperimen  tidak pernah mampu menjawab sebuah pertanyaan sesederhana itu bahkan dgn teori quantum fluctuation/multiverse, ketika kebuntuan itu tak terjawabkan, maka jawabannya adalah keyakinanlah yg berperan, dlm hal ini keyakinan naturalis/evolusi

    Di tahun 1950, dua ilmuwan Miller dan Urey, mencoba mengetahui bagaimana hidup berevolusi. Jadi mereka membuat campuran bahan-bahan kimia dan mereaksikan dalam tabung dan mencoba menciptakan kehidupan di dalam laboratorium. EKSPERIMEN ITU DICOBA BERULANG-ULANG DAN SELALU GAGAL. Ulasan kelemahan eksperimen itu bisa dilihat disini

    Origin of life: latest theories/problems
    http://www.godandscience.org/evolution/rnamodel.html
    Origin of Life Theories: Metabolism-first vs. Replicator-first Hypotheses
    http://www.godandscience.org/evolution/replicator_vs_metabolism.html
    Did God Create Life? Ask a Protein!
    http://www.creationism.org/heinze/SciEvidGodLife.htm

    soal multiple cell itu benar, tpi teori evolusi tdk pernah bisa membuktikan bgmana membuktikan setitik debu (anorganik) membentuk cell (organic)

    Tidak ada perubahan species baru terujikan di laboratorium oleh saintis manapun, padi membentuk varietas padi baru  tetap padi bukan singkong, kalau padi berubah jadi singkong itu baru species baru, manipulasi kawin silang antar anjing yg berbeda tetap menghasilkan varietas anjing yg baru, bukan kucing. dst … dst. Tidak ada kuman lama membentuk kuman yg baru, yg ada adalah baru ditemukannya kuman yg baru dan atau hanya kuman yg lama/kuman yg sama memiliki sifat yg baru tapi tdk membentuk kuman yg baru. Pola varietas dan species itu beda langit dan bumi

    Soal ulasan ajaran agama tentang Penciptaan ada dipostingan ini, saya lebih cenderung sepaham apa yg ditulis oleh kitab tetangga dlm book Genesis, jdi apanya yg dipermasalahkan ? silahkan

    1. @POK: ada ungkapan anda yang menarik –> tentang bulan/semut bisa ngomong, itu ranahnya para kyai dan umatnya yg menjelaskan
      jika kita tak menerapkan standard ganda, tentu ada ungkapan yang senada sebagai berikut –> tentang sains, itu ranahnya para saintis yang menjelaskan

      Jika mengikuti ungkapan di atas, tentu yang boleh bahas agama dan sains hanyalah kyai dan saintis saja, kita gak boleh bahas apa-apa.
      Kita abaikan saja, walau kita memang harus sadar bahwa bahasan kita belum layak dijadikan referensi serius 🙁

      Hal menarik berikutnya adalah link yang anda sertakan, semuanya berasal dari situs keagamaan (Kristen), yang mencoba menerangkan fakta sains dan memberikan rujukannya dari Bible. Ini semacam situs harunyahya yang membahas sains dengan rujukan Qur’an. Saya rasa situs semacam tersebut hanyalah menjadi rujukan khotbah di gereja atau masjid saja, anda tak akan mendapatinya digunakan sebagai rujukan materi kuliah di universitas sains serius. Itu seperti membahas capres menggunakan referensi tabloid Obor Rakyat.

      Untuk rujukan alternatif bisa dilihat link berikut ini:
      https://www.bighistoryproject.com –> sejarah alam semesta disajikan dalam web yang cukup interaktif
      http://en.wikipedia.org/wiki/Miller%E2%80%93Urey_experiment –> referensi untuk Miller–Urey experiment (tahun 1953), dalam evaluasi tahun 2007 terdapat 20 asam amino yang bisa tercipta dari eksperimen ini
      http://www.youtube.com/watch?v=sNh-pY3hJnY –> Universe from nothing — ceramah Lawrence Krauss yang menjelaskan semesta yang muncul dari ketiadaan

  22. dlm konteks bulan/semut bisa ngomong, yg saya maksudkan adalah krn sumber tulisan/pemikiran dri nb. muhammad saw, jdi bukan dlm kapasitas saya menanggapinya.

    pada era yg kita sebut milenium ini, ada dua kelompok ilmuwan yg memiliki prinsip/pandangan dasar yi. : kelompok ilmuwan yg percaya penciptaan/kreasionis dan kelompok ilmuwan yg mendewakan sains/nature/evolusinis/atheis. Mereka/para ilmuwan ini berada dlm kelompok yg berbeda pandangan, namun dlm hal keahlian/predikat mereka sama2 ilmuwan.

    Hubungannya dgn situs/link yg saya tawarkan, situs tersebut menawarkan pemikiran2 alternatif sains yg mendukung penciptaan dengan sumber referensi dari hasil2 temuan para saintis pula. perlu diketahui situs tsb (wb. Kreasionis) & msh banyak situs2 lainnya, anngota/penulisnya terdiri dari orang2 yg berdedikasi/berkompeten dalam bidang sains/iptek modern, atau apa yg kita sebut ilmuwan. Web itupun memuat/update buletin2/artikel2 ilmu pengetahuan/iptek. Lalu apakah kita menganggap remeh isi tulisan dri situs tersebut ?, apalagi di analogikan dgn koran sampah, tentu jgn secepat/sesederhana kita menjusticenya. mereka2 tdk anti sains krn memang mereka sendiri adalah ilmuwan.

    tujuan mereka sederhana saja, memuliakan Tuhan dgn ilmu pengetahuan, mengembangkan & menerapkan ilmu pengetahuan sesuai pikiran Tuhan

    pemikiran2/tulisan2 dari 3 sumber link yg anda bagikan di atas, ada juga pemikiran2/tulisan2 sains sebagai jawaban/alternatif, untuk bisa dijadikan referensi pembanding sekaligus menambah wawasan & ilmu pengetahuan,

    http://creation.com/qa#Biology === > CMI (Creation Ministries International)

    Young’ age of the Earth & Universe Q&A
    http://creation.com/young-age-of-the-earth-universe-qa

    1. @POK: benar kan anda menggunakan standard ganda…
      Jika anda mengatakan berikut:

      dlm konteks bulan/semut bisa ngomong, yg saya maksudkan adalah krn sumber tulisan/pemikiran dri nb. muhammad saw, jdi bukan dlm kapasitas saya menanggapinya.

      tentu jika standard yang sama digunakan akan ada pernyataan berikut:

      dlm konteks sains, yg saya maksudkan adalah krn sumber tulisan/pemikiran dri saintis, jdi bukan dlm kapasitas saya menanggapinya.

      Yang tersirat dari pendapat anda adalah: kita (siapa saja) boleh kritisi sains, akan tetapi hanya ulama yang boleh kritisi agama.

      Hal ini juga tersirat dari referensi situs yang anda tampilkan, CMI (Creation Ministries International), adalah situs yang berusaha menilai fakta sains dari kacamata agama (Kristen). Perhatikan basic believe yang mereka sampaikan http://creation.com/about-us :

      1.The 66 books of the Bible are the written Word of God. The Bible is divinely inspired and inerrant throughout. Its assertions are factually true in all the original autographs. It is the supreme authority, not only in all matters of faith and conduct, but in everything it teaches. Its authority is not limited to spiritual, religious or redemptive themes but includes its assertions in such fields as history and science.
      2.The final guide to the interpretation of Scripture is Scripture itself.
      3.The account of origins presented in Genesis is a simple but factual presentation of actual events and therefore provides a reliable framework for scientific research into the question of the origin and history of life, mankind, the Earth and the universe.

      Apa yang bisa kita tangkap dari basic believe ini:
      Web ini mengatakan bahwa tafsir kitab suci harus berasal dari kitab suci itu sendiri, sedangkan web tersebut jelas-jelas mengkritisi sains menggunakan kitab suci.

      Dengan kata lain, agama hanya boleh ditafsirkan melalui agama, akan tetapi agama boleh menafsirkan apa saja termasuk sains.

      Anda lihat kesamaannya dengan pernyataan anda? yaitu keduanya menggunakan standard ganda. Mau kritik sains lewat agama, tapi menolak agama dikritik oleh sains.
      🙂

      1. ttg semut bisa ngomong versi muhammad saw, memang saya tdk sepemahaman, krn itu ranahnya dgn sepemahaman. jdi tdk perlu saya tanggapi.

        tanggapan saya hanya dibatasi dalam konteks perbedaan pandangan antara dua kelompok ilmuwan tentang Penciptaan, bukan dalam konteks sains secara keseluruhan.

        apakah pandangan agama anti sains ? TIDAK
        apakah padangan agama tertutup terhadap kritikan sains ? TIDAK
        apakah kitab suci agama dijadikan buku sains untuk mengkritisi sains ? TIDAK
        apakah sains dijadikan referensi untuk mengkritisi sains ? YA
        apakah Buku kitab suci agama dapat diselaraskan dengan sains ? YA

        kalau anda membaca keseluruhan isi web CMI, anda akan menemukan jawaban tsb di atas, tdk secepat anda menjusticenya

        bagaimana standar ganda menurut tuduhan anda ? ….

        Mari kita lihat dalam pandangan yg sedikit berbeda …

        Dalam perdebatan antara teologi dan sains muncul suatu kesan bahwa apa yang dikatakan buku kitab suci agama baru akan diterima sebagai kebenaran kalau sudah dibuktikan. Di sisi lain sains mendapat posisi yang lebih kuat. Penemuan dalam sains diasumsikan sebagai sesuatu yang objektif dan pasti benar. Mereka yang tetap mempercayai catatan Buku kitab suci agama yang berkontradiksi dengan suatu teori sains secara otomatis dianggap sebagai orang yang kurang rasional.

        Di kalangan para ilmuwan sendiri sempat timbul suatu kesan bahwa mereka yang percaya kepada kebenaran Buku kitab suci agama dianggap bukan seorang ilmuwan yang sejati. Kecenderungan ini jelas masih memerlukan pengujian lebih lanjut. Sayangnya dalam banyak kasus, asumsi seseorang lebih banyak berperan.

        Standar Ganda ??

        Inti persoalan bukan lagi terletak pada ketersediaan fakta yang mendukung satu pandangan, tetapi pada asumsi dasar yang dipakai. Dengan kata lain, inti perdebatan terletak pada masalah epistemologi.

        Benarkah sains bersifat objektif dan tanpa penafsiran?
        Benarkah sesuatu yang benar harus dapat dibuktikan terlebih dahulu baru diterima sebagai kebenaran?
        Apakah sains dapat menjadi hakim atas Buku kitab suci agama?

        Pertama-tama yang perlu diketahui adalah bahwa sains tidak seobjektif yang dipikirkan oleh sebagian orang/anda. Dalam sains ada penafsiran, dalam sains bahkan ada “iman” terhadap beberapa asumsi yang tidak mungkin dibuktikan dan itu dianggap sebagai “kebenaran yang tidak perlu dibuktikan”. Sains kadangkala lebih merupakan suatu kepercayaan daripada penyimpulan ilmiah.

        Dalam diskusi seputar asal-usul dunia maupun manusia, sains tidak akan pernah dapat memberikan bukti yang konklusif. Apabila seorang ilmuwan ingin meneliti asal-usul dunia, maka dia harus memiliki iman tertentu terhadap sebuah asumsi. Dia harus beriman pada “the doctrine of uniformity, which assumes that these present processes may be extrapolated indefinitely into the past or future”.

        “Iman” dalam sains juga dapat dilihat dalam kasus evolusi. Huse mengutip pernyataan Harrison Matthews yang memberikan prakata untuk buku Darwin Origin of Species edisi tahun 1971 sebagai berikut:

        “belief in the theory of evolution is thus exactly parallel to belief in special creation – both are concepts which believers know to be true but neither, up to the present, has been capable of proof”.Dengan kata lain, “evolution can only be correctly labelled as a belief, a subjective philosophy of origins, the religion of many scientists”.

        “Beriman” dalam hal-hal yang ilmiah adalah tidak salah. Jika para ilmuwan mau jujur, dalam kasus-kasus tertentu secara logika lebih masuk akal mengimani ajaran buku kitab suci agama daripada ajaran sains.

        Contoh yang paling jelas adalah Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory). Untuk mempercayai bahwa alam semesta yang relatif teratur ini berasal dari sebuah ledakan diperlukan iman yang lebih besar daripada mempercayai bahwa alam semesta diciptakan oleh Allah yang mahakuasa dan bijaksana.

        Begitu pula dengan evolusi. Diperlukan iman yang sangat besar untuk mengamini bahwa sistem tubuh manusia yang begitu kompleks dan relatif teratur merupakan hasil proses alamiah yang panjang dari sebuah zat yang paling sederhana.

        Diperlukan iman yang sangat besar untuk percaya bahwa sesuatu ada berasal dari ketiadaan, diperlukan iman yang sangat besar untuk percaya bahwa sebuah keberadaan yang berpribadi dihasilkan dari sesuatu yang tidak berpribadi.

        jadi benarkah ilmuwan sejati anti penciptaan tidak berstandar ganda ?

        1. @POK: wah panjang 😉

          Saya komentari satu-satu beberapa komentar anda.

          Di kalangan para ilmuwan sendiri sempat timbul suatu kesan bahwa mereka yang percaya kepada kebenaran Buku kitab suci agama dianggap bukan seorang ilmuwan yang sejati.

          –> boleh anda sebutkan siapa ilmuwan yang berpendapat demikian?

          Benarkah sains bersifat objektif dan tanpa penafsiran?

          –> sains adalah penafsiran atas fakta. Sains selalu adalah tafsir, obyektifitas tafsir didapatkan karena setiap orang bisa melakukan verifikasi atas fakta-fakta yang digunakan untuk membentuk tafsir sains tersebut.

          Benarkah sesuatu yang benar harus dapat dibuktikan terlebih dahulu baru diterima sebagai kebenaran?

          –> Kebenaran artinya kesesuaian dengan kenyataan. Jika tidak membutuhkan bukti, maka jika ada anak kecil ngotot mengatakan sinterklas itu nyata, kita tidak bisa menyalahkannya, toh kebenaran tak butuh bukti. Jika tanpa bukti, suatu klaim bisa diterima sebagai kebenaran, maka tentu setiap bualan mempunyai derajat yang sama dengan ayat-ayat suci

          Dalam diskusi seputar asal-usul dunia maupun manusia, sains tidak akan pernah dapat memberikan bukti yang konklusif. Apabila seorang ilmuwan ingin meneliti asal-usul dunia, maka dia harus memiliki iman tertentu terhadap sebuah asumsi. Dia harus beriman pada “the doctrine of uniformity, which assumes that these present processes may be extrapolated indefinitely into the past or future”.

          –> tepat sekali kutipan anda, jika saya terjemahkan dengan sederhana –> suatu proses yang berlangsung sekarang, tentu berlangsung juga di masa lalu dan di masa depan –> itu adalah doktrin keteraturan hukum alam. 1+2=3 itu berlaku sekarang, jaman Majapahit dan di masa 1000 tahun lagi.
          Jika anda tidak sependapat, apakah anda bisa menunjukkan suatu proses pada suatu kondisi di masa kini yang tidak bisa berlangsung di masa depan atau masa lalu dengan kondisi yang sama?

          “Beriman” dalam hal-hal yang ilmiah adalah tidak salah. Jika para ilmuwan mau jujur, dalam kasus-kasus tertentu secara logika lebih masuk akal mengimani ajaran buku kitab suci agama daripada ajaran sains.

          — Silakan anda tunjukkan dimana kasus yang anda maksud? Saya bisa menunjukkan lebih banyak contoh dimana mengimani klaim agama itu menggelikan

          Contoh yang paling jelas adalah Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory). Untuk mempercayai bahwa alam semesta yang relatif teratur ini berasal dari sebuah ledakan diperlukan iman yang lebih besar daripada mempercayai bahwa alam semesta diciptakan oleh Allah yang mahakuasa dan bijaksana.
          Begitu pula dengan evolusi. Diperlukan iman yang sangat besar untuk mengamini bahwa sistem tubuh manusia yang begitu kompleks dan relatif teratur merupakan hasil proses alamiah yang panjang dari sebuah zat yang paling sederhana.
          Diperlukan iman yang sangat besar untuk percaya bahwa sesuatu ada berasal dari ketiadaan, diperlukan iman yang sangat besar untuk percaya bahwa sebuah keberadaan yang berpribadi dihasilkan dari sesuatu yang tidak berpribadi.

          — Manusia sering kali terjebak pada akal sehatnya, yaitu pengetahuan yang berdasarkan pengalamannya sendiri. Dengan akal sehat orang jaman dulu percaya bahwa bumi itu diam, dan segala benda langit seperti matahari, bulan dan bintang beredar mengelilingi bumi. Faktanya pengamatan kita menunjukkan demikian. Akan tetapi melalui sains kita tahu hal tak masuk akal sehat akan tetapi nyata, yaitu ditempat yang paling tenang dibumipun pada tiap saat kita bergerak berputar mengelilingi matahari dengan kecepatan 100 ribu km/jam dan bahkan dengan skala yang lebih besar kita berada dalam galaksi bimasakti yang ngebut 2juta km/jam.
          –> Ada banyak fakta sains modern yang tak masuk akal, tapi itulah kenyataan yang harus kita hadapi. Ada waktu yang melambat (gak masuk akal) tapi nyata dalam kalkulasi satelit GPS. Ada jalur informasi yang bisa sampai tanpa bisa dibatasi jarak atau penghalang apapun tapi nyata dan diaplikasikan dalam teleportasi partikel sub atom.
          –> Itulah keterbatasan akal sehat, dan untuk melihat kebenaran, sains berpegang pada fakta dan teori yang ditarik dari fakta, bukan akal sehat.
          –> Sebagai contoh saya bandingkan sikap sains dan agama dalam isu yang anda angkat:

          • Penciptaan semesta
            • Pendekatan Sains
              Ada fakta pergerakan benda langit, fakta radiasi latar semesta, teori gravitasi, teori relativitas, teori quantum.
              Saintis menafsirkan hubungan antar fakta-fakta dan teori tersebut kedalam teori BigBang.
              Apakah selesai? berbagai upaya explorasi semesta terus dilanjutkan untuk mencari lebih banyak bukti-bukti tambahan. Jika suatu saat ternyata teori bigbang tidak cocok dengan fakta, tentunya teori tersebut diganti dengan teori yang baru.
            • Pendekatan Agama
              Sumber utama klaim adalah kitab suci.
              Kitab suci berkata: ada pribadi yang tak terlihat dilangit, pada suatu masa (6000 tahun lalu menurut Bible) menciptakan semesta dalam waktu 6 hari/masa melalui mekanisme ajaib (cukup dengan kata jadilah!).
              Tidak ada satupun bukti yang bisa diverifikasi tentang keberadaan pribadi ajaib tersebut, tidak ada bukti tentang penciptaan tersebut, tidak diketahui bagaimana mekanisme ajaib tersebut bekerja. Dan yang lebih ajaib klaim agama tersebut dianggap sudah final, bukti apapun tidak bisa dipakai untuk mengubah klaim tersebut. Itu final karena sebab yang sederhana: karena (berdasarkan klaim) informasinya berasal dari pribadi yang tak terlihat tersebut
          • Penciptaan manusia
            • Pendekatan Sains
              Ada fakta kemiripan morfologis berbagai binatang di bumi, system cetak biru biologis (DNA) yang sama, data arkeologis, data penanggalan karbon fosil-fosil, data kemiripan DNA, mekanisme mutasi biologis, percobaan seleksi buatan, percobaan sintetis biologi.
              Saintis menafsirkan semua fakta tersebut dalam teori evolusi mahluk hidup.
              Apakah selesai? berbagai percobaan dan pengamatan terus dilakukan untuk mencari bukti tambahan.
              Jika suatu saat ternyata teori evolusi tidak cocok dengan fakta, tentunya teori tersebut diganti dengan teori yang baru.
            • Pendekatan Agama
              Sumber utama klaim adalah kitab suci.
              Kitab suci berkata: ada pribadi yang tak terlihat dilangit, pada suatu masa (6000 tahun lalu menurut Bible) setelah menciptakan semesta , pribadi itu menciptakan bentuk manusia dari tanah dan dengan kata jadilah! manusia tersebut hidup sebagaio manusia dewasa ayng tidak memerlukan masa kanak-kanak untuk belajar berjalan, bergaul dengan sesame manusia untuk belajar bahasa, mengalami hidup untuk tahu cara berpikir.
              Tidak ada satupun bukti yang bisa diverifikasi tentang keberadaan pribadi ajaib tersebut, tidak ada bukti tentang penciptaan tersebut, tidak diketahui bagaimana mekanisme ajaib tersebut bekerja. Dan yang lebih ajaib klaim agama tersebut dianggap sudah final, bukti apapun tidak bisa dipakai untuk mengubah klaim tersebut. Itu final karena sebab yang sederhana: karena (berdasarkan klaim) informasinya berasal dari pribadi yang tak terlihat tersebut

          Jadi dalam sains
          Ada bukti/fakta – lahir teori – pencarian terus menerus untuk bukti baru – jika memang tak sesuai bukti – buat teori baru
          Jadi dalam agama
          Ada klaim kitab suci – klaim itu final – tak diperlukan bukti apapun – jika ada bukti yang cocok, akan dipakai untuk kuatkan klaim – jika ada bukti tak cocok, abaikan bukti

          Saya memilih sikap sains yang ditarik berdasar bukti dan tidak menutup diri pada koreksi bila diperlukan.
          Jika anda memilih sikap agama yang serba final, mutlak dan tidak perduli dengan fakta, ya silakan saja.
          🙂

          1. tanggapan saya dibatasi dalam konteks big bang dengan evolusinya yg anda usung di blog ini

            === > ttg tuduhan2 ilmuwan kreasionis berpandangan kolot, mau bukti ? jangankan ilmuwan evolusionis anda sendiri salah satu contohnya, walaupun bukan dlm bentuk pernyataan terbuka/langsung, oknum2nya ada bisa lihat di situs web yg sdh saya tampilkan sebelumnya

            === >Sains (Baca :Big Bang teori) adalah penafsiran atas fakta. Big Bang teori yang didasarkan atas ”persamaan matematis area gaya”, bukanlah hasil percobaan atau pengamatan, namun hanya suatu teori. Untuk bisa diakui sebagai kebenaran, teorinya harus bisa dibuktikan melalui pengamatan dan percobaan. Masalahnya adalah bisakah ilmuwan mengamati masa lalu dengan data yang ada sekarang ? TIDAK

            bisakah para ilmuwan membuat teori big bang menjadi suatu fakta yang dapat direalisasikan ? TIDAK

            === >kebenaran (pandangan kreasionis) adalah kesesuaian dgn kenyataan. sesuatu ada krn ada yg menciptakan, kenyataan ? Ya. Tuhan menciptakan Manusia, manusia melahirkan manusia, kenyataan ? Ya

            kebenaran (evolusi teori) adalah kesesuaian dgn kenyataan. Sesuatu ada dari ketiadaan, Kenyataan ? NOL, pesawat bisa terbang tanpa ada yg membuat (red. Ilustrasi), kenyataan? NOL, batu berubah jadi amuba, Kenyataan ? NOL, monyet jadi manusia ? NOL

            === > contoh suatu proses pd suatu kondisi dimasa kini yg tdk bisa berlangsung dimasa depan atau masa lalu dengan kondisi yang sama sbb :
            – teori big-bang : tdk ada unsur atom berevolusi, dll
            – evolusi : batu jadi mahkluk hidup, monyet jadi manusia, kacang jadi terong, mangga jadi pisang, dll

            === > iman
            – padangan agama : sesuatu ada karena ada yang menciptakan
            Tuhan menciptakan mahkluk hidup berpasangan dan berkembang biak menjadi makhluk hidup.

            dibutuhkan iman evolusi yg kuat utk percaya sesuatu ada dari ketiadaan/kekosongan, pesawat bisa terbang tanpa ada yg membuat (red. Ilustrasi), benda mati menjadi benda hidup, batu menjadi lendir amuba, batu dalam proses evolusinya menjadi manusia

            adalah orang yang sedang berparade dgn kebodohan mengukur/menjustice buku kitab suci agama dengan sains, ADALAH BIJAKSANA SAINS MENGUJI/MENGUKUR SAINS, lebih bijaksana lagi melalui sains manusia dapat memahami pikiran Sang Jenius (Tuhan) yg tak terselami

            ===> geosentris/holosentris apakah itu mendukung teori big bang/evolusi ? TIDAK, pencetusnyapun penganut Kreasionis, ilmuwan yg percaya adanya penciptaan/Tuhan. agama termasuk tokoh2 agamanya di era modern ini belajar dri pengalaman masa lalu dan mulai sadar utk menempatkan sains pada tempatnya, dan ada sekelompok orang yg berdedikasi pada bidangnya/ilmuwan kreasionis mencoba memahami/mengselaraskan maksud pikiran Sang Pencipta lewat sains

            ===> fakta sain modern super hebat yg anda uraikan TIDAK berkorelasi/mendukung apapun fakta teori big bang dgn evolusinya. Anda menggunakan contoh2 sains (pengukuran satelit GPS, teknologi informasi, DNA dll) seolah2 mendukung fakta teori big bang dgn evolusinya, itu beda konteks dan beda bidang keilmuwan. Apakah orang2/saya/ilmuwan percaya penciptaan anti/tidak percaya sains ? TIDAK, tapi sains yg bagaimana dulu. hanya opini anda saja membuat justice yg tdk adil/seimbang dalam menilai

            makro-evolusi atau mikro-evolusi ?. perlu anda ketahui, ketika kaum evolusionis menunjukkan bukti tentang makro-evolusi, mereka “SELALU” menunjukkan contoh-contoh mikro-evolusi. Contohnya teori DNA yg anda usung. ilmuwan evolusionis diperhadapkan dengan masalah DNA (biogenesis) berasal dari setitik debu antariksa (abiogenesis)

            ada Sang Jenius Agung (Tuhan), kuasa dan kepintaran-Nya tdk terselami oleh manusia manapun, jika keberadaan-Nya tak terselami, BUKANKAH TANGGUNGJAWAB SAINS MEMBUKTIKANNYA ?

            === > inilah fakta sains big bang yg didewa-dewakan :

            sebuah benda dgn energynya muncul tiba2 dari kekosongan (simsalabim)
            kontradiksi dengan hukum fisika “Kelembaman Momentum Angular”.
            apakah uranium berevolusi dari hydrogen ?, apakah unsur-unsur atomic lainnya berevolusi dari hydrogen/helium ?, Jika ada fusi di dalam bintang-bintang, tapi ilmuwan tidak bisa melakukan fusi pada besi (Fe) dengan baik, dll

            bukti umur bumi muda

            teori ledakan bintang/supervova (SNRs)
            ditemukannya sel darah merah/hemoglobin di beberapa tulang dinosaurus
            teori bulan perlahan-lahan surut dari bumi sekitar 1 ½ inci (4 cm) per tahun
            teori air garam/asin di laut, dll

            2 pandangan sederhana yang menjadi pilihan anda

            pandangan adanya penciptaan

            – sesuatu ada krn ada yang menciptakan
            – alam semesta dgn sejuta misteri ada krn ada Sang Arsitek Agung (Tuhan) yang menciptakan
            – pesawat bisa terbang krn ada yg menciptakan (red : ilustrasi)
            – makhluk hidup berasal dari mahkluk hidup
            – manusia melahirkan manusia
            – hewan2 berkembang biak membentuk beragam variasi dalam satu species dll.

            Pandangan evolusi :

            – Sesuatu/benda muncul dgn sendirinya, sesuatu/benda berawal dari kosong/ketiadaan (kunfayakun/simsalabim ??? atau bahkan lebih parah lagi)
            – pesawat bisa terbang krn datangnya tiba2 (dari ketiadaan) tanpa ada yg menciptakan (red : ilustrasi)
            – anda berasal dari batu, batu berubah jadi monyet dan monyet menjadi anda dll.

            tentu yg masih bisa berpikir waras bisa mempertimbangkan dua pandangan di atas. Jika anda percaya pada proses ajaib sesuatu muncul dari kekosongan tanpa bukti apapun dan anda produk benda mati itu terserah anda.

            Diperlukan sebuah iman untuk mempercayai benda/energy berasal dari ketiadaan, ini bukan sains tapi iman evolusionis

            Diperlukan sebuah iman untuk percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta, ini bukan sains tapi iman agama
            🙂

          2. @POK: sebelumnya saya tidak pernah menyampaikan penilaian yang bersifat personal seperti ungkapan “kolot”, saya ingin kita membahas berdasarkan fakta dan bukan penilaian yang bersifat pribadi.

            Agar diskusi kita produktif dan tidak berlarut-larut, saya ingin memastikan kita sepakat dulu pada apa yang kita bahas sebelum membahas hal yang lain.

            Saya sudah menanggapi komentar anda per bagian, tapi saya belum mendengar tangapan anda yang jelas mengenai yang saya sampaikan. Saya ulangi lagi pendapat saya dengan format poin per poin agar mudah. Apakah anda sepakat bahwa:

            • Pendekatan Sains:
              • 1. Titik berangkatnya adalah fakta dan bukti
              • 2. Dibangun hipotesa/teori yang bisa menghubungkan fakta/bukti yang ada
              • 3. Hipotesa/teori tidaklah final/mutlak, jika ada fakta baru yang membuat teori tidak sesuai, dibuat perbaikan pada teori yang ada atau bila perlu dibuat teori yang sama sekali baru agar bisa digunakan untuk menghubungkan fakta/bukti yang ada
              • 4. Setiap tahap (pengumpulan bukti dan penyusunan teori) harus melalui metode ilmiah yang bisa diverifikasikan oleh orang lain dan mendapatkan pengakuan oleh komunitas keilmuan yang relevan
            • Pendekatan Agama:
              • 1. Titik berangkatnya klaim dalam kitab suci
              • 2. Apa yang ada dalam kitab suci adalah benar karena berasal dari Tuhan, klaim kitab suci bersifat final/mutlak
              • 3. Alat yang paling tepat untuk menafsirkan kitab suci adalah kitab suci itu sendiri
              • 4. Fakta/bukti yang mendukung klaim kitab suci adalah tidak penting
              • 5. Jika ada fakta/bukti yang mendukung klaim kitab suci, maka itu bisa dipakai. Jika ada fakta/bukti yang berlawanan dengan klaim kitab suci, maka pastilah fakta/bukti tersebut salah atau membutuhkan penafsiran lebih lanjut

            Mohon anda tanggapi atau sepakati dulu apa yang saya simpulkan sebelum kita membahas yang lain.
            Oh ya, mohon singkat dan fokus kepada poin-poin pembahasan.
            🙂

  23. Anda menjustice kisah adam hanya sebuah dongeng DIADUKAN dengan teori bingbang dgn evolusinya, pun anda mencoba mengait2kan sains pada umumnya. Adalah seseorang berparade dengan kebodohannya tatkala menggunakan sains untuk menjustice buku kitab suci agama. UJILAH SAINS DGN SAINS (ini perlu anda ingat), bukan sebaliknya. Saya menggunakan pemikiran sebagian ilmuwan yg masih percaya adanya penciptaan, saya/MEREKA BUKAN MENGSAINSKAN BUKU KITAB SUCI AGAMA, TETAPI MENCOBA MENGSELARASKAN SAINS DGN BUKU KITAB SUCI AGAMA.

    Permasalahan seputar sains teori big bang dengan evolusinya :
    1. Sesuatu ada dari ketiadaan/kosong, muncul dgn sendirinya/hukum alam
    2. adakah ilmuwan mengamati masa lalu dengan data yang ada sekarang ? TIDAK
    3. adakah para ilmuwan membuat teori big bang menjadi suatu fakta yang dapat direalisasikan ? TIDAK, dll

    dari 4 point pendekatan sains (persempit dlm konteks teori big bang dgn evolusinya) yg saudara uraikan di atas, apakah semua terealisasikan ? TIDAK, maka semua terpulang pada iman evolusionis. Dan ternyata ada fakta2 sains terbarukan yg mulai mengikis teori big bang dgn evolusinya, tinggal waktu/sejarah yg akan membuktikan bahwa suatu saat nanti teori2 big bang dgn evolusinya akan gugur

    jika dalam sains big bag dgn evolusinya ada iman, tentu jangan salahkan kalau dalam pandangan buku kitab suci agama diperlukan iman untuk mempercayainya. untuk membuktikan kebenaran buku kitab suci dari sisi sains tentu harus sains yg bertanggungjawab

    1. @POK: jadi anda setuju tidak dengan pernyataan saya sebelumnya mengenai perbedaan pendekatan sains dan pendekatan agama?
      kita bahas itu dulu agar kita mempunyai kerangka diskusi yang jelas

      🙂

      1. @Jud
        tentu beda antara pendekatan agama dan sains, tapi bukan sebuah kebenaran muntlak mengatasnamakan sains menjusrice kisah yg ditulis dalam kitab suci agama, apalagi mengukurnya dengan sains, maka pada tempatnya sains diselaraskan dgn buku kitab suci agama tanpa harus mengsainskan buku kitab suci agama.

        hukum sebab akibat adalah salah satu prasyarat dalam sains. Para ilmuwan mengakui bahwa alam semesta memiliki awal. Ketika dikombinasikan dengan prinsip kausalitas, segala sesuatu yang memiliki awal memiliki sebab, secara logis mensyaratkan bahwa alam semesta memiliki sebab, dan ini selaras dgn pandangan tulisan kitab suci agama bahwa segala sesuatu ada krn ada yg menciptakan tanpa mengsainskan buku kitab suci agama

        1. @POK: anda berulang kali menyebut kebenaran mutlak, sesuatu yang tak dikenal dalam sains. Itu delusi para agamawan yang merasa menyampaikan kabar dari Tuhan yang mereka anggap mutlak, sehingga kabarnya bersifat mutlak pula.

          Satu-satunya kebenaran dalam sains adalah fakta. Segala macam teori dibangun dengan landasan fakta, atas penafsiran atas fakta. Tidak ada teori yang mutlak, jika ada fakta baru yang tidak cocok dengan teori sebelumnya, maka teori harus diperbaiki atau diganti dengan teori yang lebih baik.

          Jutaan dolar dana riset sains untuk membangun akselerator partikel, satelit peneropong langit, perjalanan ke bulan; semuanya dilakukan untuk mengejar fakta, gak ada hubungannya sama sekali dengan membuktikan atau mengkritik ajaran agama. Sain hanya perduli dengan fakta, jika ternyata teori yang dihasilkan sains ternyata tidak bisa diterima oleh agamawan, itu bukan urusan saintis, itu urusan agamawan.

          Jika para saintis tidak perduli dengan dogma agama, kebalikannya para agamawan sangat perduli (dan terancam) oleh teori yang dihasilkan saintis. Mulai dari teori heliosentris hingga evolusi, para agamawan merasa terancam, hingga berusaha membungkam para saintis.

          Saat agamawan tak setuju dengan sebuah teori, mereka mendadak perduli pada fakta. mereka sibuk mencari-cari kesalahan atas fakta yang digunakan menyusun teori tersebut. Mereka berusaha menunjukkan bahwa teori itu salah, dan karenanya kita harus percaya pada dogma agama yang mereka bawa. Sayangnya saat menyodorkan dogma agama mereka tidak membawa fakta yang bisa mendukung dogma mereka. Alih-alih mereka sibuk menekankan penerimaan penuh pada iman (kata lain dari omong kosong), tanpa membawa satupun fakta pendukung.

          Jadi kalau fakta-fakta menunjukkan evolusi itu salah, saintis akan dengan rela membuang teori evolusi itu.
          Akan tetapi apakah itu berarti mereka akan menerima dogma penciptaan instan manusia dari tanah, tentu tidak. Itu hanya satu dongeng penciptaan manusia diantara ratusan dongeng yang pernah muncul dalam peradaban manusia.

          Dongeng Allah mencipta manusia dari tanah itu setara dengan Purusha dalam Reg Veda yang dipotong kecil-kecil menjadi para Dewa dan manusia;
          itu setara dengan pasangan Dewa Izanagi dan Izanami dalam tradisi Jepang yang beranak manusia yang menempati bumi;
          itu setara dengan Dewi Nuwa yang menciptakan manusia dari tanah dari Sungai Kuning karena kesepian;
          itu setara dengan Dewa Quetzalcoatl yang dari tetesan darahnya menjelma jadi manusia menurut suku Aztec;
          itu setara dengan tetes mata Dewa Atum yang menjelma jadi manusia dalam tradisi Mesir kuno;
          itu setara dengan Dewa Marduk yang mencampur tanah dengan darah Dewa Tiamat yang dibunuhnya dan mengubahnya jadi manusia;
          itu setara dengan Dewa Odin yang membuat manusia pertama dari pohon Ash dan pohon Elm.

          Semuanya sama, berdasarkan kebenaran mutlak dari kisah suci yang diturunkan dari langit…

          Jika untuk menggugurkan teori evolusi kita harus bekerja keras untuk menunjukkan bukti yang salah, maka untuk menggugurkan klaim penciptaan dari agama-agama itu jauh lebih mudah. Tak percaya saja atau abaikan saja, toh tak ada satupun buktinya. 🙂

  24. MERENUNGKAN KEMBALI TERJADINYA ALAM SEMESTA:1.JAMAN AZALI(belum ada ruang dan waktu,belum ada materi apapun)disitulah TUHAN BERADA.2.TUHAN MENCIPTAKAN RUANG DAN WAKTU.3Tidak ada yang tau 4.memang tidak ada yang tau.Kenapa???karena TUHAN tak terikat ruang dan waktu.Siapakah yang dapat menjelaskannya?,apakah dia hidup pada saat itu?pasti tidak.Bagi saya bisa saja TUHAN menciptakan dengan bersamaan,setelah terjadi ruang dan waktu terjadi pula alam dan seisinya.Bagi saya bisa saja TUHAN menciptakan manusia dari kaleng rombeng dan di tiupkan ruh lalu hidup.Semua itu gak penting karena pasti gak akan ketemu jawabannya.KITAB SUCI itu buatan manusia,apapun kitab itu.Yang terpenting adalah mari kita BERSUJUD KEPADANYA DAN MELAKUKAN AMAL SEBAIK MUNGKIN.Jika surga dan neraka ada saya akan merasa untung di akherat,jika surga dan neraka gak ada saya sudah jadi hamba TUHAN yang baik dan berbudi saya juga gak rugi jadi orang baik.Soal dogma agama yang melanggar nilai kemanusiaan tinggalkan saja,harus cerdas dalam beragama.Jadikan agama sumber moral dan kebaikan,bukan sarana cuci otak yang ujung ujungnya jadi teroris,mati malah masuk neraka.Seperti Amrozi dkk,jihad katanya,bukan jihad tapi jahat wkwkwkwk.

  25. berita sains terbaru dari penelitian di bidang kedokteran di Amerika di unggah melalui salah satu situsnya (cari sendiri namanya, kan sudah pinter-pinter), menyatakan bahwa:
    STRUKTUR KROMOSOM MANUSIA DINILAI SEBAGAI STRUKTUR KROMOSOM YANG ASING.
    DIMUNGKINKAN PENCIPTAANNYA BERASAL DARI LUAR TATA SURYA BAHKAN DARI LUAR JAGAT RAYA.

    1. @Doni: silakan tunjukkan sumbernya.

      Dari kalimat yang anda sampaikan, sama sekali tidak mencerminkan suatu pendapat sains.
      Kalimat “DIMUNGKINKAN PENCIPTAANNYA BERASAL DARI LUAR TATA SURYA BAHKAN DARI LUAR JAGAT RAYA” mengandung asumsi “penciptaan” khas milik para religius dan bukan kalimat standard sains.

      Saya duga ini berasal dari situs-2 kreasionis, Harunyahya atau situs sains abal-abal sejenis 🙂

  26. 1 perkara yg bikin saya g niat baca dari awal lihat yaitu
    Kejadian 1 : 1 – 2 : 3
    H1 : pemisahan terang gelap, siang malam
    H2 : pemisahan langit bumi
    H4 : penciptaan matahari bulan bintang

    bagaimana bisa siang malam didapatkan jika bumi dan langit aja blm dipisahkan
    bagaimana bisa siang malam didapatkan jika matahari diciptakan pada hari ke 4

    dalam agama saya, saya disuruh untuk belajar dan terus mencari tahu
    bukan sekedar meng IMANI
    sekian

    1. @Diyax: saya tertarik dengan komentar anda:

      dalam agama saya, saya disuruh untuk belajar dan terus mencari tahu bukan sekedar meng IMANI

      karena sejalan dengan apa yang dikatakan Buddha berikut:

      Jangan kamu percaya pada apa pun yang aku katakan hanya karena menghormatiku, tapi ujilah sendiri, uraikanlah, seolah kamu sedang membeli emas.

      Agama anda Buddha?

  27. oala pak, kok repot bener yak..wahaha kalau mau tau itu simple banget kok.
    mark zuckerberg pencipta facebook, apa orang” nanya cara buat sampe jadi facebook ke valentino rossi?susi susanti?ato einstein sekalipun? nda toh pak bos, klu pengen tau dengan mata telinga dan hati sendiri ya tanya sama marknya dong. apa kamu mau percaya kalo mike tyson bilang facebook itu karna leherku leher besi smentara mark bilang supaya lebih mudah dan cepat buat orang” tuk narsis,
    karna itu monggo ditanya lgsg sama penciptanya toh, tinggal ucap “Tuhan, aku mau melihat proses saat Engkau menciptakan bumi serta isinya” amin..beres de pak.

    1. @82grinz: jadi mau tanya langsung ke pencipta manusia?
      Kalau menurut anda itu cara yang paling gampang, monggo anda lakukan, biar kita semua tercerahkan.

      Soalnya selama ini banyak yang mengaku menciptakan manusia, namun sayangnya tak bisa ditanyai lalu menjawab; ada Marduk, Odin, Ra, Yahweh, Allah, Tian atau banyak lagi. Sejauh ini menemukan oknum itu saja mustahil, apalagi menanyai 🙂

  28. saya menganggap Adam adalah simbol manusia itu sendiri, entah itu dongeng atau fakta, kisah nabi Adam bisa kita ambil hikmahnya saja, kalo turun ke Bumi tahun ke berapa, tingginya berapa masih sulit memprediksinya. Kita ambil saja hikmah ceritanya,bahwa hidup itu harus mentaati aturan, Adam dan Hawa tidak mentaati aturan Allah, lalu dikeluarkan dari Surga. saya rasa itu hikmah “AWAL” kita sebagai manusia, harus mentaati aturan yg ada, karena hidup itu ada aturannya…

    Kalo teori saya, mungkin saja bisa salah, gothak gathuk antara fakta dan agama, sekitar ratusan ribu tahun yang lalu memang sudah ada keberadaan manusia (manusia purba), di Quran diterangkan secara tidak langsung memang sudah ada makhluk di bumi sebelum manusia yg berbuat kerusakan di ayat al-Quran 2: 30, tapi tafsiran ini masih diperdebatkan, tapi bolehlah dijadikan pegangan

    dari baca2 national geographic, sekitar 5000-7000 tahun yg lalu, manusia sudah mengenal peradaban yg sangat maju ketimbang di masa2 sebelumnya, dan menurut penulusuran kitab suci, Adam turun di awal masa itu, dari kesimpulan sederhana saya, mungkin terjadi lompatan intelektual di masa itu (teori ancient aliens), bisa saja alien itu adalah Adam, yang turun ke bumi sekitar 6000-7000 tahun yg lalu, yg membawa intelektual yg sangat tinggi, dari yg semula serba batu, berubah menjadi peradaban pertanian yg revolusioner

    yg menarik, peradaban besar dunia bermula di sekitaran timur tengah (Mesopotamia, Mesir dan Yunani), jadi kemungkinan alien tsb alias Adam turun pertama kali ke bumi di sekitaran Timur Tengah, lalu anak keturunannya mungkin berinteraksi dengan dengan manusia purba yg ada sebelumnya, seperti Homo Sapiens purba atau Homo Neanderthal

    Interaksi tersbut bisa saja terjadi perkawinan atau perang pemusnahan, dan mungkin kenapa Ras di bumi bisa beraneka ragam, karena interaksi tersebut

    Kalo baca2 NG Dari tahun 100.000 tahun yg lalu hingga tahun 10.000an tahun yg lalu, perkembangan teknologi manusia sangat lamban sekali, paling pol lukisan di gua atau patung yg sangat sederhana, tapi menginjak 6000 tahun yg lalu terjadi perubahan yg revolusioner dalam peradaban manusia dan hingga kini perubahan tersebut sangat akseleratif sekali, 5000 tahun yg lalu manusia membuat piramida, kini drastis membuat gedung pencakar langit yang berlipat2 tingginya.

    Sekali lagi ini hanya teori saya saja, mungkin saja bisa salah, wallahualam….

    1. @Satria: bagi saya, beda kriteria nyata dan dongeng adalah apakah suatu cerita/teori mempunyai bukti atau tidak.

      Kalau di jaman dulu kriteria dongeng melingkupi legenda dan beberapa kisah agama, maka di jaman sekarang hal itu bisa berupa kisah UFO atau ancient alien.

      1. ya mungkin saya keseringan nonton acara Ancient Aliens di NG, itu acara favorit saya, acara tsb berbeda dengan acara2 yg sifatnya dokumenter lainnya, disitu ditampilkan fakta2 serta mitos2 atau dongeng2 yg populer secara bersamaan, ya lumayan empiris sekaligus membuka cakrawala kita

  29. . manusia ga sempurna2 amat.Bipedalisme mereka bikin mereka punya potensi besar sakit punggung.Ini karena rangka bipedal manusia menerima beban berat dari bobot tubuh mereka yang berpusat di punggung saat berdiri.

    Struktur bipedalisme juga membuat jalur lahir jadi sempit, sehingga wanita kesulitan dalam melahirkan.

    jika dibandingkan dengan makhluk tidak sempurna lain, bayi manusia adalah yg paling lemah, menetek orang tuanya selama belasan tahun sebelum bisa mandiri.

    jika manusia itu tercipta sempurna, kenapa ada ketidak sempurnaan?

  30. seandainya ada orang setinggi 27 meter pernah ada di permukaan bumi, orang tersebut bahkan tidak masuk dalam kategori manusia, kenapa? Karena, membayangkan penampakannya akan jadi seperti manusia cebol raksasa, dan bahkan untuk menyebutnya sebagai manusia pun perlu berpikir dua kali. Ini karena struktur tulang belakang menjadi lebih pendek untuk bisa menyesuaikan dengan bobot tubuh yang sedemikian berat (ketinggian berbanding lurus dengan berat). Maka satu-satunya kemungkinan adalah dengan penyusutan tulang belakang menjadi lebih pendek, meski asumsinya tetap pada ketinggian 27 meter.

    Kedua, seandainya ada orang setinggi 27 meter di permukaan bumi, orang tersebut jelas tidak ada, kenapa? Dengan struktur tulang yang ada seperti manusia, maka tulang yang hanya dipadati kalsium tersebut akan ambruk berantakan menahan bobot yang berat. Ini pun berlaku ketika dia terjatuh di atas permukaan tanah, pun demikian untuk pembuluh darah.

    Ketiga, anggapan manusia mengalami penyusutan ketinggian sampai sekarang hanya akan menjadi logika yg fail, kenapa? Jika benar dahulu ada manusia setinggi 27 meter dan mengalami penyusutan hingga di keadaan yang sekarang ini, kalau pun ada dia akan membungkuk, keberatan dengan bobot tubuhnya. Asumsikan 27 meter berbanding lurus dengan berat lebih besar dari 300 ton. Jika bayi yang baru lahir seberat 3 kg, maka satu-satunya kemungkinan yang memiliki berat di atas 100 ton hanya bisa hidup di laut.

    Keempat, Galileo pernah menulis skeptisnya melalui analogi hewan, kemungkinan kuda yang terjatuh, dengan bobot dua atau tiga kali lipat dari sekarang, hanya akan membahayakan struktur tulang belulangnya. Dengan bobot seberat itu, struktur tulang yang menopang bagian-bagian tubuhnya akan tidak bisa lagi dikatakan tangguh, ambruk berantakan. Alam beserta gravitasi jelas memiliki prinsip untuk tidak memproduksi berlebihan terhadap ukuran dan bobot yang mempengaruhi kecelakaan terhadap kuda tersebut. Prinsip ini disinggung balik dengan asumsi kasus kucing dan anjing, dengan besar dua kali lipat dari aslinya, seandainya terjatuh akan selamat dan tidak mengalami luka struktur tulang.

    dan manusia dengan tinggi 3 meter aja masalahnya uda banyak,. masalah punggung masalah kesehatan. umurnya pendek.

    1. @Riza Kharisma Ramdhani: memang dengan perhitungan mekanika sederhana, maka manusia setinggi 27 m tidak mungkin mempunyai struktur yang sama dengan manusia normal.

      Pada kenyataannya manusia2 tertinggi dunia yang tercatat, tidak lagi memiliki kelincahan sebagaimana manusia normal.

      Jadi memang manusia setinggi 27m itu hanya dongeng.

  31. Saya sendiri sering bertanya-tanya jika CERITA dalam agama itu benar, kenapa bertentangan dengan hukum alam yang ada. Saya juga sering mengungkapkan kepada orang sekitar saya jika Tuhan yang mereka maksud itu Maha Ajaib kenapa hanya nabi saja yang diberitahu kitab suci olehnya, Kenapa tidak ke-semua manusia. Tapi saya berpikir bahwa perasaan orang di sekitar saya jauh lebih penting daripada menjelaskan kepada mereka bahwa agama mereka salah dan bertentangan dengan hukum alam.

Perkaya Tulisan Ini Dengan Pendapat Anda