Zombie, Apakah Nyata?

Zombie? Hi… Serem…
Zombie bersama dracula merupakan sosok horor dalam film-film amerika. mereka adalah ikon ketakutan dalam film sebagaimana pocong atau kuntilanak di film Indonesia.

Digambarkan bahwa zombie adalah mayat yang hidup lagi dan sudah kehilangan semua kewarasannya. Dengan tubuh compang camping, ia memburu manusia yang masih hidup untuk digigit. Seremnya lagi, korban gigitannya akan berubah menjadi zombie pula dan ikut-ikutan memburu manusia hidup lainya… Hi.. .

Beberapa orang mungkin langsung berkata: ah.. Zombie itu kan seperti pocong, hanya ada dipikiran orang-orang penakut!

Eits jangan salah… Zombie merupakan fenomena nyata dan pernah menjadi ancaman serius kemanusiaan.

Zombie Ala Dukun Voodo Haiti

Fenomena Zombie terkenal bersama fenomena Voodo (perdukunan) Haiti. Zombie adalah hasil kreasi jahat para Bokor (istilah untuk dukun) di Haiti.

Para dukun ini berbekal penguasaan yg canggih atas obat dan racun2 alami mengincar dan memperdaya para korban yang akan dijadikan zombie.

Berikut ini adalah tahap-tahap yang terjadi dalam proses pembuatan Zombie yang mengerikan itu.

Pembunuhan Calon Zombie

Tahap pertama yang diperlukan adalah membunuh calon Zombie.

Bokor menggunakan racun  tetrodotoxin yg terdapat pada ikan buntal (pufferfish). Di Jepang ikan ini disebut Fugu yang terkenal enak dimakan, akan tetapi hanya koki dengan kemampuan khusus yang boleh mengolahnya karena diperlukan teknik khusus untuk menghilangkan racunnya. Kesalahan dalam mengolahnya bisa menyebabkan kematian bagi penyantapnya.

Bokor akan menaruh dosis tertentu sari racun itu pada makanan calon korban, atau memasukkan dalam dosis kecil ke luka yang terdapat dalam tubuh korban.

Racun ini sangat kuat, pada dosis yg tepat akan membuat korban mengalami kelumpuhan. Nafas dan detak jantung korban melambat hingga nyaris tak terdeteksi lagi. Korban mengalami mati suri, sehingga orang lain akan menganggapnya telah mati karena nafas dan detak jantung tak terdeteksi lagi.

Di Haiti ada tradisi menguburkan segera orang yang meninggal, hal ini sedikit banyak berkaitan dengan iklim tropis Haiti yang panas dan lembab. Mayat akan cepat membusuk bila tidak segera dikubur. Tradisi ini sedikit banyak membantu para Bokor.

Sumber racun alami yang digunakan untuk membuat Zombie

Mengubah Menjadi Zombie

Para Bokor harus bekerja cepat.

Segera setelah penguburan usai, begitu ada kesempatan, Bokor akan segera mencuri mayat itu. Periode ini merupakan saat yg sangat krusial. Terlambat sedikit, sang mayat akan benar-benar menjadi mayat karena kehabisan nafas terkubur ditanah.

Bokor akan menunggui korban tersebut sampai pengaruh racun mereda. Saat korban menjelang sadar, Bokor memaksa korban untuk menelan pasta yg terbuat dari Datura.

Datura (semacam kecubung / Brugmansia candida) mengandung: atropin, hyoskiamin & scopolamin; merupakan halusinogen yang sangat kuat.

Efek ramuan ini tak kalah mengerikan. Korban akan kehilangan ingatan. Ia tidak ingat siapapun bahkan dirinya sendiri. Ia juga kehilangan orientasi waktu dan realitas. Korban menjadi benar-benar linglung. Kondisi ini dipertahankan dengan secara rutin mencekoki korban dengan ramuan itu untuk mencegah korban sadar. Sejak saat itu sang korban telah menjelma menjadi Zombie yang menurut untuk diperintah apa saja.

Sebagai tambahan, korban juga dicekoki racun yg terbuat dari kulit katak bufo bufo. Kandungan racunnya terdiri dari biogenik amina, bufogenik & bufotoksin. Salah satu efek racun ini adalah penghilang sakit yang jauh lebih kuat dari morfin. Akibatnya Zombie menjadi tidak mengenal rasa sakit dan capek.

Memanfaatkan Zombie

Mahluk linglung Zombie inilah yang kemudian dijual jauh dari kampungnya sebagai budak. Zombie linglung akan menurut segala perintah sederhana. Ia akan diperkerjakan sebagai tenaga dgn tugas sederhana tapi menguras tenaga di perkebunan yg jauh dari kampung. Dengan kondisi tak kenal sakit dan tak kenal lelah, ia diperas tenaganya tanpa pernah sadar kembali.

Sungguh korban yang mengenaskan. Ia pekerja keras yang menurut karena dibuat dalam kebingungan permanen.

Ia memang bagai mayat hidup. Tapi beda jauh dari gambaran di film, ia bukanlah mahluk gila yg mengejar untuk menggigit setiap orang, ia lebih tepat harus dikasihani sebagai korban kejahatan teramat keji dari Bokor dan eksploitasi perbudakan.

Kisah Nyata Zombie

Kisah Zombie sebelumnya hanya menjadi legenda yang sangat tua, akan tetapi sebuah peristiwa di tahun 1980 mengungkapan kekejian tersebut.

Alkisah, pada tanggal 2 Mei 1962, Clairvius Narcisse telah dinyatakan mati dan dikuburkan.

Clairvius Narcisse di sebelah bekas kuburannyaAkan tetapi tanpa diketahui banyak orang, sebenarnya ia adalah korban dari ulah Bokor yang mengincar dirinya. Sang Bokor kemudian menghidupkannya sebagai Zombie dan menjualnya kepada tuan tanah pemilik perkebunan tebu untuk dipekerjakan disana.

Setelah bekerja selama 2 tahun, suatu kebetulan terjadi. Sang tuan tanah meninggal dan tidak meninggalkan satupun orang yang mengurus perkebunan tebunya. Akibatnya Clairvius Narcisse  bersama puluhan zombie lainnya terlantar. Para zombie ini menggelandang dalam kelinglungannya.

Setelah 16 tahun menggelandang ingatan Clairvius mulai pulih kembali, ia berusaha pulang kembali ke kampungnya. Beruntung ia ditemukan saudara perempuannya pada tahun 1980, yang segera mengenalinya dan membawanya pulang.

Kisah ini menjadi heboh di Haiti dan pada tahun 1983 Majalah Time dan New Scientist menuliskan reportasi yang diangkat dari peristiwa nyata ini..

Masih takut zombie? Jangan… dia lebih patut dikasihani daripada ditakuti.


Referensi:

Tentang penulis

Pencari jawab amatir, bertanya apa saja...