Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks

“Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks!”

Jika anda mendengar saran di atas, apa yang terpikir oleh anda tentang si pemberi saran ini?

Pasti terpikir dipikiran anda, si pemberi saran adalah seorang laki-laki hedonistik yang psikopat. Seorang maniak seks, pemuja dunia yang jauh dari kehidupan religius. Bila tebakan anda salah, profilnya pasti tak jauh dari bayangan di atas.

Terkejutlah! ya, siapkan diri anda untuk terkejut!

Saran di atas datang dari seorang politikus. Ups… kok bisa.

Anggota parlemen Kuwait yang mengusulkan pelihara budak sex
Salwa al-Mutairi, anggota parlemen Kuwait yang pada tahun 2011 mengusulkan pelihara budak sex

Dan untuk melengkapi keterkejutan anda, politikus itu berasal dari negara Islam, Kuwait. Dia bahkan mengaku didukung oleh sejumlah mufti di Arab Saudi. Dan hebohnya lagi dia adalah seorang wanita!

Astaga….. Berita ini nyata dilaporkan pada tanggal 8 Juni 2011. Anda dapat membacanya di sini: [Tempo: Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks].

Astaga apakah pernyataannya ini tidak bertentangan dengan background Islam dari orang ini?

Sayangnya secara syariah, orang ini benar. Lha kalau begitu sebenarnya bagaimana aturannya dalam Islam?

Budak, Manusia Sebagai Properti

Akar pendapat aneh ini adalah akomodasi Islam terhadap sistem perbudakan.

Budak adalah manusia yang diperlakukan seperti hewan ternak.

Budak Persia yang diikat, dalam sebuah gambar kuno
Budak Persia yang diikat ke sebuah tonggak, dalam sebuah gambar kuno

Budak tidak beda dengan sapi. Anda dapat membelinya di pasar seperti anda membeli sapi.

Anda bisa menyuruhnya mengerjakan apa saja. Secara hukum ia harus patuh mutlak kepada pemiliknya apapun perintah pemiliknya. Anda mencambuknya, memisahkan dari anaknya atau apapun itu, adalah hak anda.

Nabi Muhammad di utus pada era dimana perbudakan adalah suatu hal yang wajar.

Para budak adalah tenaga kerja untuk semua pekerjaan kasar, berat dan berbahaya. Para budak adalah pendukung sistem ekonomi dan sosial saat itu.

Ajaran Islam tidak menyukai perbudakan dan bahkan menganjurkan pembebasan budak. Akan tetapi Islam tidak melarang perbudakan, suatu aturan yang mungkin bisa memberikan guncangan besar sistem ekonomi dan sosial saat itu, suatu hal yang bisa menggagalkan prioritas utama Nabi, yaitu menyampaikan Islam.

Budak Seks, Dari Mana Dalilnya

Jika budak boleh diperlakukan apa saja, apakah itu termasuk sebagai pemuas seks? Ya.

Suasana pasar budak. Calon pembeli memeriksa budak yang akan dibeli
Lukisan suasana pasar budak. Calon pembeli memeriksa budak yang akan dibeli

Dalam Qur’an dijelaskan:

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas [QS. Al-Mukminuun : 5-7]

Dan (diharamkan bagi kamu mengawini) wanita yang bersuami kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. …. [QS An-Nisaa’ :24]

Ayat diatas adalah landasan bolehnya berhubungan seks dengan budak wanita. Dibagian kedua, status perkawinan budak tidak menjadi halangan untuk mengambilnya sebagai budak seks.

Contoh Nabi: Maria al-Qabtiyya

Apakah ada contoh dari Nabi untuk hubungannya dengan budak wanita? Ada.

Setelah Nabi berkuasa di Madinah, beliau mengirim utusannya ke beberapa raja dan pemimpin di wilayah arab untuk mengajak masuk Islam. Salah satu utusannya dikirim ke Muqauqis, penguasa Mesir masa itu. Muqauqis menolak masuk Islam, akan tetapi mengirimkan beberapa hadiah kepada Nabi sebagai tanda persahabatan.

Diantara hadiah dari Muqaquis adalah dua orang budak wanita: Maria al-Qabtiyya dan saudarinya Sirin. Nabi mengambil Maria dan menghadiahkan Sirin ke sahabat yang lain.

Maria sangat cantik, sehingga menimbulkan kecemburuan istri-istri nabi yang lain,

Aisyah mengungkapkan rasa cemburunya kepada Mariyah, “Aku tidak pernah cemburu kepada wanita kecuali kepada Mariyah karena dia berparas cantik dan Rasulullah sangat tertarik kepadanya. Ketika pertama kali datang, Rasulullah menitipkannya di rumah Haritsah bin Nu’man al-Anshari, lalu dia menjadi tetangga kami. Akan tetapi, beliau sering kali di sana siang dan malam. Aku merasa sedih. Oleh karena itu, Rasulullah memindahkannya ke kamar atas, tetapi beliau tetap mendatangi tempat itu. Sungguh itu lebih menyakitkan bagi karni.”

Maria menjadi pergunjingan ramai diantara istri-istri Nabi. Allah sampai menurunkan teguran terhadap para istri Nabi dalam surah At-Tahrim :1–5.

Karena sikap para istrinya, Nabi menempatkan Maria tinggal di rumah yang terletak di pinggir Madinah, terpisah dari istri-istri Nabi lainnya yang tinggal bersama Nabi disamping masjid.

Setelah satu tahun, Maria hamil. Suatu hal yang membuat istri-istri Nabi yang lain semakin cemburu, karena pernikahan mereka dengan Nabi selama ini tidak menghasilkan keturunan. Maria melahirkan bayi laki-laki yang oleh Nabi diberi nama Ibrahim. Ibrahim meninggal di usia sembilan belas bulan karena sakit. Rasulullah mengurus sendiri jenazah anaknya kemudian beliau menguburkannya di Baqi’.

Status Maria tidak begitu jelas. Ada yang mengatakan Nabi akhirnya menikahinya, dan ada pula yang mengatakan Nabi tidak pernah menikahinya.

Selir Para Khalifah

Secara hukum, seorang Muslim boleh memiliki paling banyak empat istri. Akan tetapi tidak ada batas jumlah budak wanita yang boleh digaulinya.

Suasana di dalam Harem.
Lukisan suasana di dalam Harem.

Ketentuan diatas yang mendasari timbulnya tradisi memelihara selir dikalangan orang kaya dan juga Khalifah di negara Islam.

Dalam catatan sejarah, Ismail Ibn Sharif, Sultan Maroko 1672-1727, mempunyai lebih dari 500 orang selir dan lebih dari 1000 orang anak dari para selir itu.

Para selir adalah budak wanita cantik yang dibeli khusus untuk keperluan seksual. Dalam Khilafah Ottoman di Turki, para budak wanita itu dibeli saat menjelang remaja. Mereka mendapatkan perawatan dan pelatihan khusus agar bisa melayani Khalifah dengan sempurna.

Para selir pada Khilafah Ottoman, biasanya ditempatkan dalam istana Harem yang merupakan fasilitas khusus untuk Khalifah. Para penjaganya adalah budak laki-laki yang telah dikebiri untuk memastikan tidak terjadi skandal antara para selir dengan penjaganya.

Salahkah Memelihara Budak Seks?

Jadi bolehkah memelihara budak seks?

Jawabannya tergantung kepada siapa anda bertanya.

Jika anda bertanya kepada MUI, Hizbuth Tahrir atau Abu Bakar Ba’asyir, mereka akan menjawab secara hukum syariah boleh, karena itu berdasar hukum yang ada dalam Qur’an. Semua hukum Qur’an adalah mutlak benar dan tidak boleh dibatalkan oleh siapapun. Mungkin mereka akan mengajukan sedikit excuse, tapi intinya adalah hukum Islam sudah sempurna dan tidak bisa diubah lagi.

Jika anda bertanya kepada saya. Saya akan menjawab itu ide gila. Saya akan menentang hukum yang membolehkan manusia diperjual-belikan, saya menolak manusia diperlakukan sebagai binatang yang bisa diperlakukan seenaknya.

Bukankah ada hukumnya di Qur’an?

Tak ada yang abadi dan sempurna kecuali Allah. Termasuk juga Qur’an dan seluruh ajaran Islam. JIka sudah tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan kemanusiaan, saya akan menolaknya.

Anda sudah kafir!… terserah pikiran anda.

Saya yakin Allah Maha Baik, Maha Mengasihi dan Allah Maha Bijaksana, saya tidak percaya dia tetap bersikukuh dengan aturannya, bila aturannya sudah berubah menjadi suatu kezaliman.

Baca Juga:


548 komentar

  1. hm….hm… topik yang diangkat menarik tapi yang membuat topik dan yang menjelaskan itu yang tidak tepat.

    QS. Al-Mu’minun (english version) ayat 5-7
    5.Those who safeguard their chastity.
    6. Except from their spouses, or their dependents-for then they are free from blame.
    7. But whoever seeks anything beyond that-these are the transgressors.

    dan ini terjemahan nya dalam bahasa indonesia :
    5.Mereka yang menjaga kesucian mereka.
    6.kecuali dari pasangan mereka, atau tanggungan mereka, untuk itu mereka bebas dari kesalahan.
    7. tapi siapa pun mencari apa pun di luar dari ini adalah orang berdosa.

    ada titik poin kata yang jauh pemaknaan dalam terjemahan dari arab kebahasa selain arab contoh :
    arab-indonesia : arab-english–> indonesia
    1.”kemaluan” 1.”Chastity” = kesucian–> perilaku/moral
    2.”budak” 2.”dependent” = tanggungan.

    pemahaman ayat ini adalah utk orang2 yang beriman, agar menjaga kesucian mereka, kecuali thd pasangannya/istri atau tanggungan mereka yang lain (bisa disebut selir atau istri2 lain yang merupakan tanggungannya) mereka itu terbebas dari dosa.

    tidak ada satu kata SLAVE (BUDAK) pun tersebut dalam terjemahan arab-english… lah kok diterjemahan bahasa indonesia malah tersebut ya ?? ….

    Berubah arti satu kata, maka akan berubah seluruh makna yang terkandung didalamnya… sungguh kontras bukan ??? masalah nya bukan Qur’an nya yang salah sehingga timbul keragu2an, tapi masalah yang sebenarnya adalah penterjemahan kedalam bahasa indonesianya yang kurang tepat..

    Studi kasus aja dah :

    sy umpamakan saja bila anda punya pembantu terus anda suka terhadap pembantu anda kira2 gimana ?

    apakah anda langsung memaksanya untuk berbuat zina ?
    atau menikahi pembantu anda…. ?

    itulah sekelumit kemungkinan yang bisa menimpa siapa saja termasuk anda sendiri.
    coba aja kira2 kalau anda punya pembantu paras nya mirip luna maya, he,,he… kira2 apa yang ada dalam benak anda walaupun statusnya hanya seorang pembantu?

    secara syariat sudah dijelaskan dengan ayat2 yg disebut tadi…
    secara strata manusia apa kata dunia menikah dengan pembantu ??

    seperti dizaman sekarang lebih baik “jajan” dari pada menikah lagi repot dah……

    banyak unsur kultur budaya yang seolah2 tabu.. padahal dibalik itu semua Allah yang lebih tahu apa yang ada didalam diri kita..dan berusaha untuk melindungi kehormatan wanita dengan cara menikah. terlepas dari status wanita itu bangsawan atau pemantu sekalipun .. selama kamu menyukainya maka nikahilah ..menyukai lawan jenis itu suatu fitrah Allah. setiap manusia berbeda kadarnya, oleh sebab itu Allah telah menetapkan batas2 itu… maka apabila telah dinikahi maka semakin jelas pula hak2 wanita tsb yang tadinya pembantu, menjadi seorang istri. maka jelas pula hak2 suami terhadap istrinya.. dan telah jelas pula hak2 istri dari suaminya.. termasuk kalau diurut hingga perceraian..warisan.. dsb..

    Bukankah Allah telah bebuat Adil ?? subhanallah….

    1. @Kwiky: ada dua masalah penting yang anda abaikan:
      1. Proses terjemahan ganda
      Kenapa harus melalui bahasa inggris untuk menerjemahkan bahasa arab? setiap bahasa mempunyai rasa berbeda. Dalam satu penerjemahan, rasa itu bisa hilang, apalagi lewat dua kali penerjemahan.
      Saya akan terjemahkan per frasa Al- Mukminuun 5-7 dari bahasa arabnya

      إِلَّا عَلَىٰ = kecuali atas
      أَزْوَاجِهِمْ = pasangan mereka
      أَوْ مَا مَلَكَتْ = atau milik mereka
      أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ = maka mereka tidak bisa disalahkan

      frasa “pasangan mereka” itu merujuk istri
      frasa “milik mereka” itu merujuk manusia yang menjadi milik mereka (budak)

      Jadi memang tidak ada kata langsung “budak” sebagaimana kata “istri”; akan tetapi dari konteksnya kita bisa tahu bahwa pasangan itu berarti istri sedangkan milik (sebagaimana barang) itu berarti budak.

      2. Fakta sejarah
      Anda boleh mengatakan segala omong kosong yang mengatakan Islam menghargai wanita, tapi anda tidak bisa menutup fakta tentang apa yang sebenarnya terjadi.
      Anda bisa baca dalam sejarah Islam bahwa Ali bin Abi Thalib sewaktu meninggal memilik 4 istri dan 19 selir (budak seks); khalifah Harun al-Rashid mempunyai 4 istri dan 2000 selir; khalifah al-Mutawakil memiliki 4 istri 3000 selir; Sultan Moulay Ismaïl dari Maroko memiliki 4 istri dan 500 selir.

      Anda pikir itu sistem yang adil? astaga!
      Kalau anda kebetulan adalah anak dari salah satu selir Harun al-Rashid, apakah anda masih mengharap mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah kepada anaknya? nama ibu anda saja mungkin sultan tak ingat, apalagi tahu nama anda diantara ribuan anaknya yang lain.

      Adil?

      1. Seperti halnya perceraian(yang dibenci tetapi diperbolehkan), perbudakan menurut al-fakir tidak akan bisa dihapus dari dunia. Menyalahkan Qur’an? Allah yang Maha Bijak dan Maha Halus yang lebih tahu balasannya bagi mereka.
        Oleh karena itu lah Qur’an diturunkan, guna mengatur. Mari kita lihat asal muasal perbudakan lebih dalam.
        Al-fakir membandingkan dengan hukum talak karena perlakuan hukumnya mirip. Di mana, talak terjadi karena berbagai sebab. Di antaranya, (i)penghianatan pernikahan, baik laki-laki maupun perempuan atas zina, (ii)meninggalkan kewajiban nafaqah selama kurun waktu maksimal, (iii)merasa kekurangcocokan yang syar’i, (iv)adapun yang lain berkait pada masing-masing nafs. Allah tidak melarang perceraian, tetapi membencinya.
        Begitupun perbudakan, di antara sebabnya adalah(i)tawanan perang, (b)hutang-piutang, (c)keturunan budak. Memang Qur’an tidak melarang itu, tetapi sudah dianjurkan untuk membebaskan mereka, dengan catatan pembebasan itu menghasilkan kemandirian dan keselamatan budak. Syarat kemandirian dan keselamatan ini lah yang mencakup budaya wilayah yang melingkupi, setidaknya, (i)kebiasaan ekonomi lokal, dan (ii)politik.
        Jika ingin menhapuskan perbudakan, maka perlu dihapuskan penyebabnya, di antaranya budaya (a)perang, (b)utang-piutang, (c)nasab.
        Qur’an secara tegas menentang gay dan lesbi(bahasa kerennya trans-gender), sedangkan cerai dan budak diizinkan tetapi tidak disukai, bukan tanpa sebab. Ada sebagian manfa’at pada keduanya dan amat besarnya madharat pada budaya gay dan lesbi. Ada sedikit manfa’at dari perceraian, begitupun perbudakan bagi manusia. Walaupun tak seorang pun yang ingin dijadikan budak, seperti halnya tak seorang pun ingin menjadi tawanan perang, menjadi orang berutang yang tak mampu membayar. Itu lah sekelumit kebijaksanaanNya yang al-fakir lihat.
        Jika Anda atau Kalian mampu memberantas budaya penyebab perceraian, mampukah kalian menghapus budaya penyebab perbudakan?
        Mohon lebih bijak menilai, karena jika Allah Maha Bijaksana menurunkan Qur’an, kemudian Anda menyalahkan Qur’an, tentu sudah dipastikan Anda meragukan keMaha Bijaksanaan_Nya. Wallahu A’lam.
        Al-fakir mohon maaf atas penyampaian yang kurang berkenan karena ‘ilmu yang dimiliki amat terbatas dan perspektif yang sempit.

        1. @Al-Fakir: anda membandingkan perbudakan dengan perceraian? sesuatu yang sama sekali tak ada kesamaannya.

          Perceraian adalah pemutusan kontrak perkawinan antara dua orang yang masing-masing memiliki hak hukum. Tidak ada pemaksaan disini.

          Perbudakan sangat beda. Budak sama sekali tak mempunyai hak hukum, secara hukum budak setara dengan sapi ternak. Budak sama sekali tidak punya hak untuk menolak dijual, bahkan kalau tuannya mau, dijadikan obyek seks.

          Silakan membaca komentar-komentar terdahulu yang menunjukkan betapa biadabnya yang disebut perbudakan itu.

          Akan tetapi, agar adil, mungkin anda mengetahui sisi positif perbudakan, sehingga tetap membela sistem yang menindas tersebut. Mungkin paparan sisi positif dari anda tersebut bisa membuat saya bersimpati terhadap Boko Haram di Nigeria yang menculik 300-an pelajar putri untuk dijual sebagai budak seks.

          Silakan, saya tunggu paparan sisi positif perbudakan dari anda ..

          1. Memang budak tak punya hak sebelum Islam.. Islam mengangkat hak budak dengan memberinya hak untuk menebus diri(dengan zakat tuannya), hak perjanjian jika dinikah, hak untuk memeluk agamanya sendiri. Itu lah indahnya Islam.
            Saya tidak membela perbudakan, saya berupaya menegakkan hukum Allah yang Maha ‘Adil.
            Tak ada kehalal an budak yang diperoleh bukan dengan cara yang telah ditetapkan ke halalan nya. Perbudakan pasti selalu ada seperti halnya perceraian.
            Perbudakan jika dilihat dari sudut pandang Islam tentu jauh beda dengan non Islam. Budak seperti yang saya tulis di atas, memiliki hak, sedangkan di luar Islam tidak. Sama halnya adab berperang Islam dengan non Islam. Islam melarang prajuritnya membunuh yang sudah tidak berdaya atau bahkan melafadzkan kesaksian berIslam hanya untuk melindungi diri. Islam dilarang merusak bangunan dan lumbung musuh secara sengaja.. Lihat lah adab prajurit selain Islam atau orang mengaku Islam namun berperang tidak dengan aturan Islam. Pasti LIAR.
            Perbudakan di tangan orang Islam yang tunduk membuahkan kebaikan. Ia punya kesempatanmenjadi orang merdeka, punya hak bicara, hak hidup. Allah dan rasulnya melarang penyiksaan budak dan disuruh mengasihi mereka. Jangan samakan dengan non aturan Islam. Wallahua’lam.

          2. @Al-Fakir: anda tidak menyentuh inti sistem perbudakan, yaitu memperlakukan manusia setara dengan binatang peliharaan.

            Jika inti sistem tidak dibenahi, maka apa yang anda sebut perbaikan hanyalah seperti memberi gincu pada preman sangar agar menganggapnya sebagai orang yang lembut. Itu kosmetik yang tak penting.

            Hal berikutnya, anda ngawur dengan contoh hak2 budak yg anda sebut berikut:

            • Hak mebebus diri dengan zakat tuannya – itu bukan hak, itu kemurahan hati tuannya. Hak itu bisa dituntut, budak tak bisa tuntut tuannya untuk memerdekakan dirinya lewat zakat tuannya
            • Hak perjanjian jika dinikah – maksudnya apa? Apakah kalau disetubuhi berhak minta dinikah? Apakah para khalifah menikahi ribuan haremya? Kan tidak, mereka hanya pemuas nafsu

            Dimasa lalu mungkin Islam adalah wakil kaum beradab karena memperlakukan budak dengan baik. Akan tetapi ketika semua peradaban sudah menolak perbudakan, Islam adalah wakil kaum biadab saat ngotot ngomong bahwa perbudakan itu halal,

            Untuk contoh modern, lihat saja kelompok Boko Haram di Nigeria yang menculik gadis dari sekolah kristen untuk dijual sebagai budak seks, dan membebaskan jika mereka masuk Islam. Ada kebaikan di situ? Tidak. Itu contoh nyata betapa biadabnya perbudakan yang dipertahankan dalam ajaran Islam.

          3. Nah, di sini Anda kuran gmemahami perkataan saya. Hak di sini dilegalkan dalam Islam. Zakat diberikan kepada orang-orang terdekat. Dan budak masuk dalam golongan orang yang berhutang, bahkan zakat itu bisa dituntut. Ya, bisa dituntut.
            maka, budak lebih “aman dan sejahtera” di tangan muslim yang tunduk. Mereka berhak hidup, di mana hak itu dihadiahkan oleh Tuhannya alam ini, Tuhannya muslim yang tunduk.
            Jangan salahkan pula jika budak itu menolak dibebaskan karena nyaman ada di bawah peliharaan muslim tunduk. Mereka punya kejelasan nasab anak yang lahir dari rahim mereka, mereka diperlakukan dengan hak sebagai manusia, walaupun separuh dari manusia merdeka. Mereka berhak menuntut perjanjian jika dinikah. Kesemuanya adalah kemudahan dan kemuliaan yang dibawa oleh Islam. Lihatlah lebih dalam.
            Maka, muslim yang tunduk dan kaya diisyaratkan untuk membeli budak sebanyak yang mereka sanggupi. Bukan sekedar untuk menggauli mereka, selain karena tak semua budak adalah perempuan, mereka menikah lebih dari satu pun bukan untuk melestarikan pemuasan hawa nafsu. Ini lah beda pemahaman hati dengan nafsu.
            Muslim yang tunduk, menikah untuk menjaga kehormatan dan menundukkan kemaluan mereka. Bukan mengumbar nafsu.
            Mungkin Anda mengambil contoh kasus yang buruk. Coba kasus yang baik seperti rasul yang menolak seorang perempuan yang melamarnya. Padahal perempuan itu wanita merdeka, rasul tidak dibatasi secara tegas jumlah istrinya, hanya satu istri rasul yang perawan, dsb.
            Jika Allah dan rasulnya mengajarkan mengumbar nafsu seperti judul Anda, maka niscaya dia hanya menikah dengan perawan-perawan, tak peduli bangsa apapun, agama apapun, dan tanpa batasan. Jika rasul terdahulu bisa memiliki 1000 istri, bukan budak, lantas kenapa Muhammad tidak? Wallahua’lam.

          4. @Al-Fakir: saya coba bahas pendapat anda berikut:

            • Dan budak masuk dalam golongan orang yang berhutang, bahkan zakat itu bisa dituntut. Ya, bisa dituntut.
              Boleh saya minta contoh nyata, siapa sahabat nabi yang dituntut membebaskan budak?
            • Jangan salahkan pula jika budak itu menolak dibebaskan karena nyaman ada di bawah peliharaan muslim tunduk
              Bisa diberikan contoh riwayatnya?
            • Mereka berhak menuntut perjanjian jika dinikah.
              Bisa diberikan contoh riwayatnya?

            Untuk pergundikan (selir/harem/budak seks) dalam sejarah khilafah anda dapat baca referensinya di kitab al-Aghani karya Abu al-Farj al-Asfahani (w. 356 H), Akhbar al-Nisa karya Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H), Thuq al-Hamamah karya Ibnu Hazm al-Andalusi (w. 456 H), dan al-Imta’ wal Mu’anasah karya Abu al-Hayyan at-Tauhidi (w. 380 H). Dikatakan bahwa gundik para khalifah bisa mencapai ribuan (2000 untuk Harun al-Rashid, 4000 untuk khalifah al-Mutawakkil), praktek ini berlanjut hingga runtuhnya khilafah Ottoman Turki.

            Jadi bila anda mengatakan yang baik-baik tanpa menunjukkan satupun contoh, saya bisa tunjukkan referensi untuk praktek busuk perbudakan.

            Hiduplah dalam dunia nyata kawan..

          5. Sekarang telah terlihat, bahwa Anda hanya ingin mencari-cari kesalahan. Bahkan burung yang mencari makan untuk anaknya pun akan Anda salahkan karena meninggalkan sarang dan anaknya. Atau dokter yang menggunakan pacu jantung Anda sangka membunuh pasiennya.
            Islam mengajarkan zakat kepada orang dekat. Zakat itu wajib dan sangat disarankan dimulai dari yang paling dekat. maka bisa dituntut. Jika Anda bertanya mana kisahnya yang dituntut, maka itu bukan muslim tunduk. Karena muslim tunduk menjalankan kewajiban tanpa dituntut seperti halnya sholat. Jika bertanya mana yang menuntut kebebasan? Mana ada yang minta dibebaskan jika perlakuannya sangat manusiawi, sedangkan di luar mereka terancam/tanpa perlindungan dari muslim tunduk?
            Untuk membuktikannya, silahkan Anda buat penelitian kualitatif kepada budak perempuan terutama yang cantik2, dengan syarat tuannya adalah muslim yang tunduk. Maka, lihat saja datanya. Karena kalau sampai saat ini ada yang telah mengorek keterangan budak muslim yang tunduk, maka penemuan itu sangat sulit dipublikasikan secara luas. Karena ini menyangkut qaum yan gsuka mencari-cari kesalahan hukum Islam. Jika Anda benar2 ingin data yang akurat, lakukan penelitian, bukan studi literatur menurut penafsiran Anda sendiri.
            Karena jelas penafsiran Anda adalah setiap pernikahan dan perbudakan perempuan adalah untuk eksploitasi seksual. Tentu ini bisa ditemui pada orang2 kafir, munaafiq, dan muslim yang faasik.
            Seperti halnya hukum, keberhasilan hukum hanya bisa dilihat pada ummat yang taat dan penegakan yang ‘adil.
            Jangan pernah salahkan lampu lalu lintas, saat merah ada yang menerjang. Itu salah pelanggar dan lemahnya penegakkan. bukan hukumnya apalagi lampunya.

          6. @Al-Fakir: kalau tahu informasinya dan menguasai masalahnya, tentunya gak perlu marah-marah dan menuduh saya mencari-cari kesalahan.

            Saya kan sudah menunjukkan referensi ke faktanya, silakan anda juga tunjukkan fakta yang anda miliki. Bukankah kita ingin mencari kebenaran, dan bukan cuma “katanya” atau klaim-klaim normatif

          7. Tidak jauh-jauh @Al-Fakir, saya punya tetangga sewaktu muda pernah jadi TKW di Arab. Apa yg ada pada tulisan ini sudah lazim terjadi di tanah Arab.

            Dia bercerita dengan sedikit sedih, untuk masalah seks, tetangga saya ini melayani 2 orang sekaligus dalam satu rumah. Yaitu tuan besar (kepala keluarga) dan tuan muda (anak sulung). Dan menurut beberapa kawannya juga mengalami hal yang sama, bahkan sampai memiliki anak yang akhirnya lahir di Indonesia dengan wajah khas keturunan Arab.

            Ini adalah bukti, bahwa ternyata perbudakan dalam hal ini melampiaskan nafsu seks kepada pembantu, sampai saat ini adalah sesuatu yang sah menurut sebagian orang Arab.

          8. Hmmm, ini dialog menarik, penulis blog menginginkan bukti sejarah bagaimana perbudakan diatur dalam islam menjadi lebih manusiawi, dimana riwayat contoh2 para sahabat/nabi memperlakukan budak2nya dimasa lalu, sbg pijakan utk jaman sekarang yang mana ada transformasi jaman, terutama dari kaum barat lewat HAM-nya yang menyetarakan level social masyarakat.

            Saya sendiri bukan pengamat dan ahli social, namun refleksifitas diri saja, budak timbul karena “disempowered people/society” entah karena usia (bayi/lansia), capital (miskin), low skills/education, atau politik. Dari situ timbul penyalahgunaa kekuasaan oleh empowered people terhadap disempowered people variannya banyak, mungkin di kaum barat yang mana sudah terbentuk industrialized society, tensi-nya menjadi seperti buruh-majikan, maka terbentukah asosiasi buruh. Di jaman dulu, sebelum industry era, yang ada adalah juragan/pedagang, yang mempunyai kuasa terhadap disempowered people itu (budak) di masa itu.

            Jadi yang perlu diungkapkan sebenarnya bagaimana kemudian islam mengatur sehingga hak2 disempowered society itu menjadi jelas dari sejarah2 para sahabat/nabi, jadi dari situ dapat terlihat sisi positifnya. Namun saya bukan ahli hadits/sejarah dan kurang tahu detilnya. Dan mungkin Judhianto atau pembaca yang lain yang tahu.

            Isu budak dan HAM dapat melebar menjadi isu politik, dimana barat yang terkesan membuat HAM menjadi senjata, dan sekarang islam di beberapa bagian yang terkena peluru HAM tadi itu, dari contoh yang diberikan Judhianto di Boko Haram (saya sendiri tidak mengikuti detil cerita itu).

            Bila dikorek lagi, sepertinya yang menjadi masalah umat islam sekarang ini, terutama di Indonesia dan negara2 berkembang lainnya, bahwa rasionalitas follower belum terjaga, sehingga mereka akan mengikuti everything what the leader said, yang potensial berkembang menjadi fanatisme sempit mungkin saja untuk tipe personality tertentu (saya tidak tahu detilnya), padahal message dari agama sendiri untuk membawa kedamaian bukan sebaliknya.

            Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan

          9. Nah itu, agama untuk membawa kedamaian, fakta lapangan dikriminasi tehadap berbeda keyakinan. Jadin yg salah adalah pemahaman yang sempit para pemimpin agamawan. Saya sempat minta mas judi mengupas tetang haji. Karna banyak masyarakat yg bodoh di tipu mentah2 oleh para penyebar agama khususnya ustad. Tolong di pilah masyarakat mampu dan tidak, dan diberi penjelasan untuk yg tidak mampu jangan memaksakan. Jual tanah, sawah, pulang haji jadi tukang garap dan kemiskinan lagi dan pembodohan. Sory out of… Busa beangkatkan 10 orang si ustad gratis jalan2.

          10. Budak dalam masa Khilafah ada karena peperangan, sebelumnya para budak seks adalah orang merdeka perawan atau memiliki suami. Karena ayah atau suami mereka terbunuh dalam pertempuran, maka jadilah mereka tawanan. Dan karena keluarga tidak mampu menebus jadilah mereka budak yang bisa diperjual belikan.

            Ini terjadi lagi di jaman modern, pada saat terntara ISIS menguasai daerah dan mendapati banyak wanita sebagai tawanan. Mereka mengulangi sejarah yang terjadi di masa lampau. Jual beli budak untuk pemuas nafsu seks.

  2. Tuhan kok pake sumpah segala? Ngapain? Org bersumpah biar biar dipercaya.Tuhan bersumpah biar dipercaya? Klo ga bersumpah ga dipercaya? Sumpe lohh???
    Hahahahaha

    1. Sumpah dapat dilihat dari beberapa perspektif. Seperti halnya mencipta. Jika manusia mencipta demi mengambil manfa’at untuk memenuhi kebutuhannya, dan mereka tidak bisa mencipta dalam arti kata membuat sendiri pada seluruh prosesnya(bahan dasarnya, ‘ilmunya, dsb). Sedangkan Tuhan, mencipta seluruhnya, termasuk bahan dasar dan tidak perlu menimba ilmu terlebih dahulu. Tuhan, juga tidak mengambil manfa’at dari ciptaanNya untuk memenuhi kebutuhan. Tuhan tidak bertambah kaya ataupun sukses jika dibantu manusia dan seluruh jagad raya. Sebaliknya, Tuhan tidak menjadi miskin dan sengsara jika seluruh jagad raya, termasuk manusia menentangnya.
      Begitupun dengan sumpah. Manusia boleh saja mengartikan sumpah hanya untuk melegitimasi, tetapi Tuhan bersumpah adalah untuk menunjukkan keluasan kekuasaanNya dan kebenaran ucapanNya. Tak peduli dipercaya atau tidak, Tuhan tetap berkuasa, tak bisa dikudeta, dan tak bisa digantikan posisinya.
      Jika Anda atau kalian hendak menggantikan posisiNya, mulai lah dari diri sendiri dan orang-orang terdekat.Ciptakan lah bumi, air, udara, dan lingkungan kalian sendiri, tanpa mengambil dari apa yang tak bisa kalian ciptakan(jagad raya ini). Kemudian mulailah merinci seluruh kebutuhan sel kalian masing-masing, penuhi lah tanpa terlewat satu pun. Bahkan kalian harus bisa memenuhi kebutuhan oksigen saat tidur tanpa mengambil oksigen dari jagad raya, Buatlah oksigen kalian sendiri.
      Al-fakir mohon maaf atas kekurangberkenannya kata-kata, karena miskinnya ‘ilmu dan sempitnya perspektif al fakir. Wallahu a’lam

      1. @Al-Fakir: sumpah pocong, sumpah pegang kitab suci atau sumpah demi apapun; itu maksudnya sama, yaitu agar kita percaya pada pernyataan orang yang bersumpah itu. Kenapa perlu bersumpah? karena pernyataannya susah atau tidak bisa dibuktikan dengan fakta sehingga kita berpegang hanya pada kredibilitas yang bersumpah.

        Jika Allah mengatakan bahwa Ia menciptakan alam raya, maka itu klaim yang tidak bisa dibuktikan, jadinya Ia perlu bersumpah.

        Hal yang sama bisa dilakukan oleh Zeus, Ra, Odin atau bahkan Doraemon jika mereka mengklaim menciptakan alam raya, karena tidak ada bukti bagaimana yang mengklaim itu menciptakan alam raya.

        Hal yang beda adalah pernyataan bahwa manusia menciptakan kue donat atau pensil, kita bisa lihat langsung prosesnya, maka manusia tak perlu berkata: “Demi anu, manusia adalah pencipta donat dan pensil”.

        Untuk klaim besar seperti menciptakan alam raya, tak ada manusia yang mengklaim menciptakannya, hanya para Dewa dan Tuhan saja yang klaim itu.

        Jika para Dewa ingin dipercaya, mungkin dimulai dari klaim yang sederhana saja. Silakan saja Dewa ciptakan sebuah donat di depan mata banyak orang ..

        1. Itu lah beda manusia dengan Tuhan.. Manusia bersumpah pada apa-apa yang dianggap besar, namun tak memiliki kuasa atasnya. Sedangkan Tuhan, bersumpah atas sesuatu yang remeh, dan memiliki kuasa atasnya, minimal pengetahuan atasnya. Misal, jika manusia bersumpah atas petir yang menyambar-nyambar, maka Tuhan bisa bersumpah atas waktu, bulan, matahari, ruh yang kesemuanya ada pada genggamannya..
          Tuhanku menjelaskan keajaiban dalam sumpahnya sebagai bukti kekuasaannya, yang bukan sekedar donat. Contoh, Beliau menjelaskan bahwa alam semesta ini dihamparkan, bahwa buah tin dan zaitun punya manfa’at besar, ataupun tahap-tahap penciptaan manusia. Tuhanku dengan tegas menjelaskan dengan bahasa yang tak mampu ditandingi manusia terhebat sekalipun. Walaupun baru bisa dibuktikan ratusan hingga ribuan tahun setelah turunnya perkataan Beliau.
          Itu semua hanya sebagai penunjuk bahwa Dia yang menggenggam semesta. Diakui atau tidak, Beliau tetap berkuasa. Kepatuhan seluruh semesta hanya untuk kebahagiaan mahluk. Beliau bahagia jika mahluknya bahagia, tentu harus dengan caraNya yang Maha Sempurna.
          Contoh lain, Beliau menjamin bahwa manusia tak mampu secara PASTI mengetahui apa yang ada dalam rahim, di bumi mana dia akan mati, dan kapan pasti turunnya hujan. Itu semua BISA DIBUKTIKAN dan ada pada kekuasaanNya. Cobalah jawab tantangan itu jika kamu termasuk golongan orang-orang yang benar. Di zaman “modern” seperti ini, manusia tak berani memberi tantangan semacam itu, karena khawatir ada yang mampu mengalahkannya, tetapi tidak dengan Tuhanku. Dia berani menantang siapa saja yang merasa hebat, kuat, pintar untuk mengalahkanNya, sampai kapanpun. Bahkan jika seluruh manusia dan jin bantu membantu mengalahkanNya..
          Intinya, Beliau bukan butuh kepercayaanmu, karena itu untukmu sendiri. Prinsipnya Beliau Bahagia jika Kamu mencapai ke-Bahagiaan menggunakan tatananNYA.. Wallahua’lam..

          1. @Al-Fakir: anda mengabaikan inti komentar saya, yaitu mengenai sumpah yang berfungsi untuk mendapatkan kepercayaan dari pendengarnya.

            Tak ada keistimewaan apapun antara sumpah Tuhan dan sumpah manusia. Jika tuhan bersumpah atas waktu, bulan, matahari, atau ruh. Manusia juga bisa bersumpah atas nama itu semua. Apa susahnya.

            Satu hal berbeda antara Tuhan dan manusia adalah buktinya atau kenyataannya.

            Manusia bisa bohong atau benar dengan isi sumpahnya, orang lain bisa mencari bukti atas apa yang dinyatakannya. Sementara semua apa yang dikatakan Tuhan melalui sumpahnya sama sekali tak ada buktinya, jangankan buktinya, Tuhan sendiripun tak bisa dibuktikan.

            Sebagai contoh Tuhan mengatakan bahwa menjelaskan bahwa alam semesta ini dihamparkan, lengkap dengan sumpah segala macamnya; akan tetapi apakah ada buktinya? tidak ada. Tuhan bersumpah agar kita percaya bulat-bulat saja pada apapun klaim Tuhan, karena klaim seperti itu bisa dikatakan oleh siapapun, misalnya Doraemon, Pocong atau Dewa Zeus misalnya.

            Saya ambil contoh pernyataan anda:

            Beliau menjamin bahwa manusia tak mampu secara PASTI mengetahui apa yang ada dalam rahim, di bumi mana dia akan mati, dan kapan pasti turunnya hujan. Itu semua BISA DIBUKTIKAN dan ada pada kekuasaanNya

            Tuhan mengklaim apa yang manusia tak tahu, tapi apakah itu membuktikan Tuhan tahu? sama sekali tidak. Anda bisa berdo’a setahun penuh untuk minta informasi dari Tuhan dimana dan kapan teman anda yang masih hidup akan mati agar bisa kita cek pada saatnya dia mati. Saya jamin Tuhan tidak akan menjawab. Jangankan tahu, adanya Tuhanpun tergantung pada kepercayaan anda padanya.

            Ini jaman fakta, siapapun bisa klaim macam-macam, pakai sumpah macam-macam. Yang membedakan antara apakah klaim itu kenyataan atau hanya ilusi adalah bukti yang bisa diuji siapa saja. Agamawan tak bisa membuktikan apapun klaim mereka tentang Tuhan dan segala macam tindakan yag dilakukan Tuhan.

          2. Nah, ini lah batasan saya. Saya hanya menyampaikan, kalaupun hati telah DIKUNCI MATI, maka tak seorang pun yang mampu memberi petunjuk selain Dia.
            Anda memaksakan pengertian bahwa sumpah selalu digunakan untuk alasan pembenaran, padahal Tuhan tidak memerlukan pembenaran. Jangan lah tanyakan kenapa, karena pada hakikatnya Tuhan memang tidak memerlukan semesta dan seluruh isinya. Dia tidak perlu makan, minum, tidur, ataupun beristri. Dia tidak memiliki tendensi kebutuhan kepada mahluk(di mana hanya mahluk yang bisa memenuhi). Dia lah, satu-satunya yang bisa memberi ketentraman.
            Begini saja, mari kita tanya pada pribadi masing-masing, tak perlu Anda nyatakan di sini. Kita sepakat bahwa seluruh MANUSIA pasti MATI. Apa yang kita cari di kehidupan ini? Jika harta, wanita, tahta, atau sekedar penghormatan, maka renungkan lah, apakah itu tetap berlaku setelah kita mati?
            Jika Anda beranggapan bahwa tak ada kehidupan setelah dunia ini, maka tunggu lah.. kita sama-sama menunggu, siapakah dari kita, golongan orang-orang yang patuh.
            Bagi saya, tak ada gunanya memberi peringatan bagi orang yang dikunci mati hatinya. Semoga kita termasuk orang yang dibukakan hatinya.
            Satu set pertanyaan lagi. Yakinkah kalau Anda itu ada? Bukankah Anda dulu tiada kemudian tercipta dari setets mani bercampur sel telur? Lalu bisakah AQAL mu menerima bahwa yang menciptakan itu semua bukan ketidaksengajaan dan bukan mustahil jika kamu dibangkitkan dari kematianmu? Wallahua’lam.

          3. @Al-Fakir: kan lebih baik meyakinkan saya bahwa pendapat anda benar, bukannya mengatakan hati telah dikunci mati.

            Anda mengatakan Tuhan tidak memerlukan pembenaran, ya sudah itu urusan Tuhan…

            Tapi kan dalam peradaban manusia sudah ada 3000 an Tuhan / Dewa yang mengklaim maha sempurna, maha pencipta dan maha lainnya. Bagaimana manusia bisa yakin bahwa yang maha itu Allah, bukan Zeus, bukan Thor, bukan Ra, bukan Odin dan bukan lainnya? Yang butuh menguji itu manusia. Kan rugi kita habiskan waktu untuk beribadah, eh ternyata Tuhan yang kita sembah salah….

            Satu-satunya jalan untuk mencari mana Tuhan yang benar, ya cari saja bukti dari apa yang selama ini mereka klaimkan. Itu kan wajar…

          4. Jika bukti mana Tuhan yang benar yang Anda butuhkan, sudah ada, banyak. Tapi jika telinga telah dibuat tuli, mata telah dibutakan, hati telah dikeraskan, dan telah dibangun pemisah yang nyata antara kita, maka apalah kemampuan saya.
            Saya dahulu mempertanyakan Tuhan, tapi setelah bukti datang, saya mengimaninya, namun tetap mengujinya. Bukan untuk meragukannya seperti ajaran skeptisisme, mempertanyakan yang telah pasti untuk memunculkan keraguan.
            Coba jawab saja. Mustahil kah jika Dia menciptamu dari setetes mani dan ovum, kemudian membuatmu menjadi pembangkang yang nyata, kemudian mematikanmu, dan kelak menghidupkanmu walau telah hancur tak bersisa?
            Jika kamu yakin besok akan hidup, di mana keyakinan itu kamu gunakan untuk motivasi menjalani hidup, maka apakah kamu ingat bahwa kamu diciptakan menjadi manusia sekarang ini tanpa ditanya mau hidup atau tidak? Mau tidak mau kamu tetap diciptakan, maka renungkanlah, bahwa mau tak mau kamu pasti dihidupkan lagi dari kematianmu. Dia lah Allah yang telah menggambarkan jelas bagaimana hari kebangkitan manusia di Mahsyar.
            Silahkan teliti pula, kenapa mayit yang terkubur 2-4 minggu telah membusuk bahkan tulang belulangnya berserakan? Padahal ada mayit tetangganya yang telah meninggal 35 tahun di tanah persis sebelahnya, papan makamnya sudah mulai lapuk, tanah makamnya cekung cukup dalam, namun berbau harum saat digali, kafannya hanya sedikit berlubang, tubuhnya utuh. Silahkan teliti itu untuk membuktikan kebenaran ucapan Rabb ku.
            Bahkan saat sakratul maut pun, orang-orang dzalim bertambah kedzalimannya, dan sangat nampak melebihi biasanya. Sedangkan orang tunduk semakin terlihat ketundukannya. Saksikan lah sakaratul maut siapapun dan bandingkan. Niscaya kamu takkan bisa mengambil pelajaran dari ini semua tanpa hati yang lembut. Hati yang siap menerima pemahaman, bukan mencari-cari kesalahan. Wallahua’lam..

          5. @Al-Fakir: anda mengatakan:

            Jika bukti mana Tuhan yang benar yang Anda butuhkan, sudah ada, banyak.

            -> bagus, mohon:

            • 1. Tunjukkan salah satunya saja
            • 2. Siapa saja yang telah melakukan verifikasi bukti tersebut
            • 3. Bagaimana cara bukti tersebut diverifikasi

            Itu pernyataan penting, yang lainnya bisa menyusul 🙂

          6. Tak ada gunanya saya sampaikan, toh api yang dikatakan panas takkan mungkin Anda coba untuk membakar tangan agar tahu dengan kulit Anda sendiri, bukan alat. Bahkan Mata itu pun takkan Anda percayai.
            Kenapa Anda percaya bahwa Anda itu hidup? Siapa yang telah membuktikan Anda itu hidup? Standar mana yang membuktikan Anda adalah manusia? Bukan kah legalisasi harus didapat dari yang derajatnya lebih tinggi? Siapa yang melegalkan Anda sebagai manusia? Siapa yang mengharuskan Anda berpakaian, berkata dengan data, atau memberi tahu segal nama-nama yang Anda ketahui sekarang? Siapa yang memberi nama sebongkah benda padat yang biasa untuk bangunan itu adalah batu? kenapa Anda percaya? siapa yang telah mencari asal usul nama batu, stone, dsb? Kenapa Anda percaya? Mana buktinya? Carikan dulu sebelum saya jabarkan jawaban saya.

          7. @Al-Fakir: lah tadi bilang sendiri bahwa banyak bukti tentang Tuhan, sekarang mengelak saat disuruh sebutkan. Malah menyuruh lakukan hal aneh-aneh.

            Jadi anda bohong saat bilang sudah banyak bukti tentang Tuhan? saya mengutip perkataan anda sendiri lho… 🙂

          8. Silah kan.. manapun yang Anda gunakan untuk mengorek-ngorek kejelekan saya. Saya hanya memiliki satu Pelindung, Allah. jika Anda sudah bisa menjawab pertanyaan saya, silahkan hubungi e-mail saya. Asalkan saya masih diberi kemampuan menjawab,. jika tidak, maka Kita akan menyaksikan masing-masing nasib saat sakratul maut, saat barzah, dan hari pembalasan. Saya do’akan semoga dibukakan pintu hati saya dan Anda untuk selalu menerima kebenaran illahi sebelum ajal menjemput. Wallahua’lam..

          9. @Al-Fakir: kok playing victim? merasa dizalimi?

            Anda memberikan statemen yang jelas bahwa banyak bukti tentang Tuhan, itu bukan karangan saya, melainkan kata anda sendiri. Saat diminta contohnya satu saja, kok merasa di korek-korek kejelekannya?

            Anda lalu minta saya bertanya lewat email, kenapa gak disini? kan anda juga yang beri pernyataan di sini? pembaca yang lain kan berhak tahu juga..
            🙂

          10. Pembuktian hanya diberikan kepada yang ber AQAL. Jika aqal telah ditutupi nafsu, maka tak ada gunanya mengatakan apapun. Bagi pembaca, saksikan lah. Saya mendustakan judul artikel ini, karena ia tak mampu menjawab kenapa rasul yang tak dibatasi jumlah istrinya, memilih beristri yang kebanyakan adalah janda, hanya satu perawan. Jika rasul mengajarkan menikah dan memelihara budak untuk eksploitasi seksual, maka Beliau mencontohkan nikah dengan 1000 atau lebih perawan tercantik dari seluruh negeri taklukan. Beliau adalah pemimpin yang diberi kemampuan menaklukkan separuh dunia di masa itu.
            Yang kedua, penulis artikel tak menjawab kenapa dia menganggap dirinya sebagai manusia. Siapa yang melegalkan ia sebagai manusia? Padahal jelas legalitas yang sah hanya diberikan dari yang lebih tinggi bukan diciptakan.
            Misal kan anda murid TK, apakah Anda yang menyatakan lulus TK, atau lembaga penyelenggara sekolah? Maka siapa yang melegalkan Anda sebagai manusia?
            Wallahua’lam.

          11. @Al-Fakir: oh jadi anda gak punya AQAL, sehingga tak bisa menyebut satupun bukti yang kata anda ada banyak.

            Oke, pengakuan yang jujur
            🙂

          12. ahahaha…setelah saya baca smua argumen Sdr AlFakir dg penulis saya bisa tau mana yg menggunakan akalnya dan mana yg tidak, terima kasih karena argumen anda berdua semakin memantapkan keyakinan saya akan kebenaran Islam.Buat TS anda bertanya bukti Tuhan itu ada, yg anda butuhkan itu bukti dalam bentuk apa, apakah kalo Tuhan itu ada dia harus bisa diliat dg mata, karena kalo anda minta dari segi science sudah banyak buktinya. Ok daripada nanti anda nuntut..kalo banyak beri 1 aja, ok saya kasih tau, dan contohnya ngga jauh2, mulai dari tubuh anda sendiri aja. Anda tau kan kalo pada masa perubuhan dari embrio ke janin ada organ2 tubuh yg pertumbuhannya “dibatasi”, hingga batas tertentu, kalo saya jelaskan panjang lebar ngga muat ntar, jadi silahkan anda baca buku tentang proses kelahiran. Nah menurut anda apakah yg membuat sel2 tertentu tsb berhenti tumbuh, seolah2 dia udah diprogram jika udah segini ..stop. Para ahlipun sampe sekarang tidak mengetahui kenapa atau enzim apa yg membuat sel seolah2 bisa “berpikir”. Dan sekali lagi kalo anda berakal pasti udah tau inti dari penjelasan saya. Dan itu baru dari proses sel aja, blum ke organ2 lain, yg kalo saya jelaskan semunya bisa2 saya bisa bikin 1 buku khusus membahas keajaiban tubuh manusia ^^.Jadi sebenarnya kalo anda ingin bukti Tuhan itu ada ngga perlu cari jauh2 sampe ke luarangkasa, cukup liat tubuh anda sendiri, kenapa jantung saya bisa berdetak, siapa yg mendesain sistem peredaran darah…dan kenapa anda bisa tidur. walaupun kedengarannya lucu tapi sampe sekarang para ahli ngga pernah detail menjelaskan kenapa kita tidur dan bermimpi, Dan jika anda masih anggap blum cukup utk mengatakan bahwa Tuhan itu ada, karena saya tidak bisa melihat, saya tanya sama anda “Apakah kegelapan dan cahaya itu ada ” ? silahkan dijawab…

          13. @Ichiiba: dari komentar anda, anda menggunakan standard sebagai berikut:

            • 1. Kemukakan fakta yang sudah ada
              Fakta itu bisa keteraturan alam semesta, pertumbuhan janin, sistem peredaran darah, indahnya semesta atau apa saja yang membuat anda kagum dan sudah ada. Tinggal comot saja.
            • 2. Tunjukkan keyakinan anda bahwa semua itu pasti disebabkan oleh oknum ghaib atau supranatural
              Disini tidak ada dasar fakta apapun, dasarnya hanya keyakinan.
            • 3. Klaim bahwa penyebab itu namanya Tuhan
              Tuhan bisa apapun namanya. Allah, Zeus, Odin, Yesus, Syiwa, Yahweh atau apapun

            Jika standard itu diterapkan pada salah satu contoh anda:

            • 1. Pertumbuhan janin yang rumit
              –> Itu satu-satunya fakta anda
            • 2. Pasti ada oknum yang merancangnya
              –> Anda tak bisa menunjukkan bukti apapun tentang campur tangan oknum tersebut. Bagaimana cara oknum tersebut mempengaruhi proses tersebut, dengan cara apa? anda sama sekali tidak bisa menunjukkan bukti apapun. Kesimpulan anda murni dari keyakinan anda.
            • 3. Kesimpulannya Allah yang menyebabkannya
              –> Ini kebodohan ganda dalam mengambil kesimpulan. Poin 2 saja anda tak bisa buktikan apa-apa alias kesimpulan ngawur, terus dari kesimpulan ngawur ditarik kesimpulan ngawur berikutnya: “pasti Allah!”. Kalau toh poin nomor 2 dianggap benar, bagaimana membedakan bahwa itu Allah yang menyebabkan dan bukan Doraemon atau Sun Goo Kong yang maha sakti, bukan Dewa Zeus atau Marduk yang maha perkasa, bukan Dewi Kwan Im atau Yesus yang penuh welas asih?

            🙂 🙂

          14. Sangat menarik diskusinya, saya kebetulan lewat mampir baca, jadi sepertinya ada perbedaan pemahaman tentang keyakinan terhadap agama dari masing2 penjawab. Sdr Judhianto mengejar jawaban2 pertanyaan al fakir dan ichiba berdasarkan logika sebagai manusia, wajar, ini yang membedakan manusia dengan makhluk lain, dan menuntut scientific reasoning bukti keterlibatan Tuhan sebagai causa prima alam semesta. Dan yang menjadi masalah, siapapun keyakinan siapa yang menjadi Tuhan (oknum) dibalik semesta ini, Dia tidak pernah memberikan petunjuk yang dapat diterima dengan indera dan diolah dengan logika bahwa memang betul2 hanya Dia yang merancang semesta, sehingga menjadi perdebatan seperti ini. Akhirnya jawaban menjadi dalam taraf ‘belief’ atau keyakinan semata yang tidak dapat dibuktikan dengan scientific reasoning seperti yang dipertanyakan Judhianto.

            Yang menjadi pertanyaan saya, terlepas dari status masing2 penulis apakah atheis/tidak, mengapa Tuhan tidak pernah memberikan bukti nyata bahwa klaim penyebab causa prima itu memang Tuhan (dengan nama Allah) sehingga manusia bisa dengan mudah memahaminya? Apa ada maksud dibalik itu (tidak terang2an)?

          15. @Lang Ling Lung: jika di Twitter ada akun anonim @triomacan2000 yang bersembunyi dibalik anonimnya untuk keluarkan info-info yang tak bisa dipertanggung-jawabkan, maka kita kenal sosok anonim tertua dalam peradaban manusia, yaitu Tuhan…

            Dalam kehidupan sehari-hari, jika anda mendapatkan surat perintah untuk ini-itu, anda hanya akan mau melaksanakannya jika surat itu benar dari Polisi atau Pengadilan, anda bisa cek siapa yg tanda tangan, dimana kantornya. Anda bisa protes kalau perintahnya gak jelas karena pemberi perintah itu jelas sehingga bisa ditanyai. Polisi dan Jaksa itu sosok yang jelas, bisa kita ketahui sosoknya, kita bisa berinteraksi dengannya.

            Dalam hubungannya dengan agama, Tuhan itu bersembunyi di akhirat, di surga, di Nirwana, di Valhalla, di alam lain yang tak bisa dijangkau dan tak bisa juga dibuktikan adanya.
            Tuhan menampakkan diri lewat tanda-tanda yang sayangnya bisa diartikan segala macam dan tak semua orang menganggap tanda yang valid.
            Ada berbagai macam versi perintahnya; versi Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, dan sebagai macam, semua versi perintahnya juga tak bisa diverifikasikan apakah benar dari Tuhan?
            Isi perintahnya juga ada yang bisa dimengerti, ada yang membingungkan, kita tak bisa protes atau minta penjelasan yang bisa dipastikan dari Tuhan.

            Dengan identitas anonim dan perintah yang tak bisa diverifikasikan, Tuhan memaksa kita mengikuti kehendaknya. Jika tak memuaskan, Dia akan memasukkan kita ke kamp penyiksaan abadinya (yang lebih kejam dari kamp konsentrasi NAZI) yang dinamakan neraka, jika Dia puas, ada fasilitas pemberi kepuasan bagi kita (syahwat, harta, makanan, minuman keras) yang dinamakan surga.

            Orang beragama –> percaya pada tokoh anonim tersebut
            Orang tak beragama –> kalau mau dipercaya dan dituruti, ya harus serius dikit. jangan anonim.

          16. @Judhianto Kenapa anda mengambil contoh Doraemon? Apakah anda tahu Doraemon hanyalah tokoh fiksi yang diciptakan seorang pengarang komik tentang robot kucing dari masa depan? Kenapa anda mengambil contoh Sun Go Kong? Bukankah Sun Go Kong juga hanya tokoh fiksi dari sebuah novel yang ditulis di abad ke 16 masehi?
            Dan anda bilang bisa jadi Zeus atau Marduk yang menciptakan? Zeus dan Marduk sama-sama memiliki istri, anak dan orang tua. Bukankah itu sama saja dengan manusia?
            Tuhan itu Esa, hanya ada 1. Berdiri sendiri, tidak membutuhkan bantuan siapapun. Berbeda dari makhluknya, mencakup segala hal; baik dari segi wujud, sifat dan perbuatan. Itu artinya Tuhan tidak mempunyai orang tua, istri ataupun anak. Tidak juga tidur, makan dan minum. Tapi semua yang anda contohkan itu memiliki sifat manusia, dan anda juga meminta bukti adanya Tuhan. Apakah anda merasa diri anda begitu tinggi sehingga Tuhan perlu menunjukkan bukti kepada anda untuk mempercayai-Nya? Rukun Iman pertama adalah percaya kepada Allah. Artinya percaya bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah. Mempertanyakan bukti tentang Tuhan dan menyerupakan-Nya dengan makhluk lain sudah menjadi bukti bahwa anda adalah orang Kafir.
            Tentu saja, itu hak anda mau percaya dengan keberadaan Tuhan atau tidak. Karena sesungguhnya, tidak ada yang mengetahui kebenaran yang mutlak kecuali Allah. Wallahu’alam bissawab

          17. @Shizuura: jadi anda tahu pasti bahwa Allah bukan tokoh fiksi sebagaimana Doraemon, Sun Go Kong, Zeus dan Marduk?
            Atas dasar apa anda mengatakan Allah bukan tokoh fiksi?
            Atas dasar kitab suci? dari mana tahu kalau kitab suci itu bukan fiksi juga? bukankah banyak klaim-klaim dari kitab suci terbukti salah?

            Dalam peradaban manusia sudah pernah ada 3000-an dewa/tuhan yang disembah manusia. Jika anda mengatakan Allah-lah yang paling benar dan tak mau diuji dengan fakta dan bukti, maka hal yang sama juga bisa dipakai oleh penyembah 3000-an dewa/tuhan yang lain untuk ngotot membela kebenaran tuhan/dewa mereka.

            Jika anda mengatakan Marduk atau Zeus hanyalah dongeng, maka penyembah Marduk atau Zeus juga bisa mengatakan hal yang sama: “Allah? itu kan hanya dongeng”

            Jadi itulah gunanya bukti, untuk membedakan dongeng dan bukan dongeng.

  3. ayat Itu solusi masa itu saat perbudakan meraja lela dan masih kuat mengakar di masyarakat. Budak merupakan aset berharga hasil dari kerja keras untuk dapat membeli atau memilikinya pada saat itu. Kalau langsung dilarang maka islam tidak akan dapat di terima di masyarakat tersebut karena langsung dapat merobohkan sendi perekonomian yaitu tenaga kerja dari pemilik modal dan stres karena tersapih dari kecanduannya terhadap budaya sek bebas seperti bayi yang langsung dilarang menyusu pada ibunya.

    Allah dalam Al-Qur’an memberi solusi jitu dengan batasan- batasan tertentu yang akhirnya dunia dapat terbebas dari perbudakan, seperti hanya tuhan memberikan solusi pada minuman keras.
    Bagaimana solusi anda kalau saat itu anda yang menjadi nabi ?

    Tentang sejarah para khalifah Islam sepertinya perlu banyak membaca lagi. Banyak sejarah yang menyebutkan bahwa Ali bin Abitholib hidup jujur, sederhanan dan dalam keadaan miskin, makan saja susah. sehingga sering puasa. kok punya banyak budak/selir ?

    Ayat mana dari Al-Qur’an yang menjelaskan pembolehan manusia yang merdeka untuk di jadikan budak ?

    1. @Mahdi: tepat sekali anda mengatakan bahwa ayat itu adalah solusi pada saat itu.

      Akan tetapi saya tak setuju dengan kalimat kedua anda yang mengatakan bahwa (lewat al-Qur’an) akhirnya dunia dapat terbebas dari perbudakan.

      Faktanya umat Islam adalah pelestari perbudakan. Jika bukan karena khilafah runtuh, Turki mungkin akan tetap melegalkan perbudakan. Jika bukan karena tuntutan HAM, Arab Saudi pasti tidak mengeluarkan larangan perbudakan pada tahun 60-an.

      Negara-negara Islam melarang perbudakan karena tekanan luar, karena ayat-ayat perbudakan masih ada di Qur’an dan tak boleh dirubah.

      Tentang sejarah para khalifah, sepertinya anda yang harus lebih banyak membaca literatur. Pada era nabi memang umat Islam masih hidup pas-pasan, namun pada saat khulafaur rasyidin, terjadi ekspansi militer Islam secara besar-besaran. Banyak wilayah baru ditaklukkan, yang berarti supply melimpah untuk pampasan perang dan budak. Umat Islam menjadi sangat makmur.

      Jika anda baca kitab al-Tabaqat karangan Ibnu Sa‘ad, dikatakan pada saat Khalifah Usman meninggal, para sahabat sudah begitu kayanya, sehingga Abdurrahman bin ‘Auf memiliki emas yang bila harus dipotong dengan kapak, akan membuat melepuh tangan pemotongnya.

      Ali pada saat rasul hidup, menjalani hidup prihatin dengan Fatimah putri nabi.. Ketika hendak berpoligami, nabi marah besar karena tak rela Fatimah diduakan.

      Akan tetapi, setelah nabi wafat, Ali menambah istrinya hingga empat, dan ketika wafat sebagai khalifah negara yang sangat kaya, ada 19 selirnya.

      Kalau anda tanyakan ayat mana yang menjelaskan prosedur memperoleh budak? Maka ini seperti bertanya tentang prosedur shalat dalam Qur’an. Tak ada. Itu diatur di luar Qur’an.

      1. dari debat kalian saya sangat yakin kalian adalah orang2 yg berpengetahuan dan sangat pintar….tapi karna kalian terlalu pintar hingga menjadi bodoh…kembali ke leptop dan judul di atas…untuk islam awlo adalah buatan muhammad..untuk kristen bahwa tuhan ada dan buktinya aqdlah Yesus…banyak dari nubuatan kitab para nabi yg menubuatkan bahwa Allah YHWH akan lahir sebagai Anak manusia yaitu Yesus.jangan minta refrensi ayat dari saya,karna kalian terlalu pintar dan silakan baca sendiri dari BIBLE.GBU

        1. @Fakta dan Kebenaran: kalimat anda kontradiktif. Anda menyebut:

          tapi karna kalian terlalu pintar hingga menjadi bodoh

          lalu anda promosi tentang Yesus, lalu:

          jangan minta refrensi ayat dari saya,karna kalian terlalu pintar dan silakan baca sendiri dari BIBLE

          anda menganggap kami yang berdiskusi disini terlalu pintar, sehingga merasa gak mampu memberi referensi tentang yang anda promosikan, tapi disisi lain anda menganggap kami bodoh

          Lha kalau anda sendiri gak mampu menjelaskan dan memberi referensi, bagaimana kami bisa yakin kalau anda sebenarnya ngerti dengan yang anda promosikan? Jangan-jangan anda hanya sebatas beo yang hanya bisa mengulang perkataan penjual Yesus.
          Kalau gak mengerti apa yang anda jual tentang Yesus, kok anda membodoh-bodohkan orang lain? Gak ngerti kok sombong..

    1. @Gus Apung: bila anda lebih tahu, bukankah lebih baik menyampaikan koreksinya?
      Melarang ini-itu kan cocoknya hanya buat anak TK, atau yang berpikir seperti anak TK.

      1. gus apung apa hubungnya blog ini dengan ngaji.ya? Dan kalau dah ngaji ada apa ya? Panyak orang seperti gus apung yang.bisangaji tapi gak ngerti apa2 dengan yang dibaca mirip beo hanya sebuah show doang heemmm wajar saja indonesia gak maju2 seperti negara tetangga, kagak mikir hanya dipakai ngaji.

  4. mantap…benar sekali…Al Quran memang memang tidak melarang…tapi kita jangan bodoh…harus balik ke HATI NURANI…pantaskah ada manusia yg derajatnya lebih rendah (budak seks/harem/selir) dari manusia lain? semua manusia sama di mata Allah…

  5. Nengok email, ada yang menggelitik.
    Sebelum membuktikan keberadaan Tuhan, mari kita lihat diri sendiri. Saya mengklaim bahwa saya adalah “manusia”. Saya mengetahui bahwa saya diciptakan dari setetes mani hingga terlahir sebagai bayi yang jauh beda dari mani. Ini saya temukan dalam Al-Qur’an dan juga telah dibuktikan secara ilmu pengetahuan. Ayat ini telah diturunkan belasan abad sebelum dibuktikan ilmu pengetahuan, diturunkan melalui manusia yang awalnya buta baca tulis dan diakui tak pernah berbohong. Maka, Saya putuskan untuk MEYAKINI apa yang diturunkan kepadanya.

    Nah, tolong jawab(dalam hati saja juga boleh), apakah Anda “manusia” atau hewan berakal, dan apa dasar klaim Anda secara aqal dan keyakinan, atau aqal saja? Sejak kapankah Anda diakui sebagai “siapa Anda”? Saya yakin Anda orang cerdas, mungkin paling cerdas di zaman ini yang sangat mudah menjawab pertanyaan remeh ini. Bye.. 🙂

    1. @Al-Fakir: fokus bung! Anda yang ngomong bahwa sudah banyak bukti keberadaan Tuhan, tapi ketika diminta tunjukkan satu (ya! cuma diminta satu saja) gak mampu, kok geser topik ke hal-hal gak penting lainnya.

      Jadi, anda punya bukti gak bahwa Tuhan ada? Tunjukkan satu saja, mari kita bahas.
      Kalau gak pede, ajak ustad anda berdiskusi disini.
      🙂

      1. ih ih ih… marah??? Sampai minta ustadz saya segala..
        Tolong dibaca perkataan saya seblmnya ttg ayat asal mula manusia setelah adam dan hawa, yakni pada umumnya dari setetes mani dst. Ini lah bukti bahwa hati Anda telah tertutup dari pemahaman nurani, hanya melihat bahwa kebenaran berasal dari aqal dan NAFSU.
        Ayat itu berasal dari Tuhanku(bukti eksistensi Tuhanku), diturunkan melalui manusia yang mulia, dan baru saja dapat dibuktikan dalam kebenaran ilmiah belasan abad berikutnya. Jika Anda hidup di zaman Muhammad S.A.W, mungkin Anda salah satu orang yang menganggap bahwa Beliau adalah orang gila.
        Santai, masih ada waktu taubat sblm nyawa sampai di kerongkongan.. Saya tidak berani unjuk banyak bukti, karena saya orang miskin ilmu dan pemahaman, khawatir mencela Anda di media publik ini. Saya diam selama ini nunggu apakah Anda mau sadar. Kalaupun tidak, itu di luar urusan saya.. He he..
        Nah, tolog tuh, jawab pertanyaan saya yang seabreg abreg sebelumnya.. spt siapakah Anda? atau karena Anda adalah pencari jawaban amatir dan bertanya apa saja, maka Anda hanya bisa bertanya dan menganalisa jawaban tanpa bisa menjawab? Kalo memang begitu, ya ga apa-apa.. Oo..

        1. @Al-Fakir: saya komentari pernyataan anda:

          1. Asal mula manusia setelah adam dan hawa, yakni pada umumnya dari setetes mani dst. Ini lah bukti bahwa hati Anda telah tertutup dari pemahaman nurani, hanya melihat bahwa kebenaran berasal dari aqal dan NAFSU.
            –> Ini masalah manusia yang berkembang dari sperma (tentunya dengan sel telur), sama dengan kuda, kucing, bebek dan semua binatang –> ini proses biologis murni, yang sudah pernah sekolah setingkat SMA diseluruh dunia pasti sudah tahu, jadi apa hubungannya dengan pemahaman nurani yang tertutup?

          2. Ayat itu berasal dari Tuhanku(bukti eksistensi Tuhanku)
            –> Apa hubungannya dengan Tuhan, orang Buddha, Hindu, Kristen, Ateis atau peternak jaman purbapun tahu kalau ternak betina dibuahi oleh sperma ternak jantan akan menghasilkan kehamilan ternaknya. Tuhan? gak ada hubungannya, tanpa diberitahu Tuhan, semuanya bisa tahu kok…

          3. Diturunkan melalui manusia yang mulia, dan baru saja dapat dibuktikan dalam kebenaran ilmiah belasan abad berikutnya.
            –> anda berkali-kali klaim ada ayat yang baru dibuktikan kebenarannya lewat sains. Seperti klaim anda tentang Tuhan, tunjukkan satu saja ayat yang sesuai sains, terangkan siapa saintis yang memverifikasikan. Sebagai gantinya, saya bisa tunjukkan banyak ayat yang sama sekali tak didukung sains dan malah jelas-jelas ngaconya.

          4. Saya tidak berani unjuk banyak bukti, karena saya orang miskin ilmu dan pemahaman, khawatir mencela Anda di media publik ini.
            –> Mencela saya gak apa-apa, sudah banyak kok. Dengan menunjukkan diri anda sebagai miskin ilmu dan pemahaman terus berlogika ngawur, bukankah anda mencela diri anda sendiri?
            –> Jadi kalau anda miskin ilmu dan pemahaman, silakan belajar lagi mengenai ilmu dan pemahaman sebelum mengajari orang lain dengan ilmu dan pemahaman anda yang miskin. 🙂

          5. Nah, tolog tuh, jawab pertanyaan saya yang seabreg abreg sebelumnya
            –> Sebenarnya komentar anda sudah OOT (out-of-topic), tetapi karena anda menuliskan klaim-klaim kosong tersebut di ruang komentar ini, maka saya merasa perlu untuk meluruskan omong kosong anda tersebut. Jika untuk pernyataan yang anda omongkan sendiri saja anda tidak bisa menjelaskannya, saya ragu, anda sebenarnya mengerti gak dengan apa yang anda tanyakan sendiri? bukankah anda miskin ilmu dan pemahaman?

          Kembali ke fokus,
          jadi anda sama sekali tidak punya bukti keberadaan Tuhan yang bisa diverifikasi siapa saja?
          yang anda tunjukkan diatas hanyalah serangkaian cocokologi yang sama sekali tidak nyambung. Oh ya kalau ustad anda memang tidak cerdas-cerdas amat, silakan ajak teman yang anda rasa cukup cerdas untuk membantu anda. 🙂

          1. wkwkwk.. kali ini pembahasannya semakin mempertajam perkiraan saya mengenai kualitas pola pikir Anda..(bahkan intonasi yang tersirat dalam kalimat pun tak paham)
            Kalau Anda merasa saya kurang paham dengan semua perkataan saya, ya nggak usah ditanggapi bro.. beres..
            Sekali lagi, SAYA memang miskin ilmu dan pemahaman. hehehe…
            Dan satu lagi, Anda memang pencari jawaban amatir yang hanya bisa analisis, namun GAGAL menjawab pertanyaan sederhana dari seorang yang miskin ilmu dan pemahaman. Maaf, maaf, maafkan kata-kata saya yang teramat kasar ini…. YyYyYy..

          2. @Al-Fakir: jadi memang anda sama sekali tidak bisa membuktikan pernyataan anda sendiri bahwa “banyak bukti tentang Tuhan”.
            Oke.

            Untuk penilaian anda, saya maklum, kalau gak mampu berdebat biasanya larinya ke adhominem atau mlipir-mlipir alihkan topik.
            🙂

          3. Saya juga pingin tahu jawaban dari pertanyaan saudara yang sangat sederhana tersebut. Bukankah anda sudah meyiapkan jawabannya kalau sdr sendiri menganggap pertanyaan sdr sederhana dan tidak tejawabkan? Coba jelaskan denga gambaran sdr siapa tahu saya juga paham dengan maksud pertanyaan sdr al-fakir. Tak tunggu jawaban sederhananya yacn? Saling berbagi.

  6. @Bro Judhianto:Coba anda jawab pertanyaan AL-Fakir tentang siapakah anda atau siapakah aku?menurut pandangan spiritualis dan menurut pandangan Sains sederhana bukan?

  7. @Bro judhi:Pintar sekali anda menjawab,saya manusia hehe……itu bukan fersi spiritual ataupun sain,itu fersi anda.Saya juga punya fersi yang lebih unik,saya adalah seonggok daging yang punya keinginan…ingin,kaya raya,ingin istri banyak,ingin hidup selamanya walau itu tak mungkin karena saya gak bisa menciptakan tuhan yang lebih hebat.

    1. @Andik: Udah lah.. memang segitu tingkat pemahaman dia. Analisanya aja hanya pada kulit luar. Dia mengira perbudakan (dan mungkin juga pernikahan) yang dipahaminya hanya seputar nafsu atau kepuasan pribadi. Mengabaikan makna luhurnya manusia. Abaikan saja dia, krn diberitahu dan diberi bukti nyata pun takkan mau menerima(karena benci pada kebenaran itu). Dia dan kita semua sama-sama menunggu, biar Al Ahad yang memutuskan. Kita do’a kan saja semoga di antara saudara atau keturunan dia ada yang diberi hikmah dan dzikr.

      1. @Al Fakir: wah balik 🙂
        Nah ini menarik 🙂

        Untuk jawaban saya, anda mengatakan bahwa itu kulit luar saja, astaga! menarik ini, kalau Mario Teguh mungkin bilang: SUPERR.

        Bahwa al Fakir tahu bahwa ada jawaban ynag bukan kulit luar. Mohon jelaskan jawaban seperti apa itu, satu saja, mungkin bisa mencerahkan saya 🙂

        Oh ya, jangan seperti waktu Al Fakir saat bilang sendiri “banyak bukti tentang Tuhan”, tapi muter-muter alihkan topik lalu ngilang saat minta ditunjukkan buktinya satu saja.

        Gak enak kan kalau pembaca lainnya menduga anda menderita semacam waham, mengklaim tahu ini-itu tapi ternyata gak tahu apa-apa 😀 😀

        Ayo Al-Fakir! cemungudd kakakkk!… 🙂

  8. @Judhianto:Dalam dunia spiritual(manusia/aku)adalah sebuah pikiran,apa yang terjadi adalah hasil buah pikiran kita sendiri,kita adalah sang pencipta bagi dunia kita.Surga neraka,kebahagiaan dan kesedihan itu ada dalam pikiran kita.Ini paham SESAT kata para Fukoha,ya memang orang awam bisa keblinger bila gak paham.Dalam Quran manusia adalah kholifah(pengganti),dalam tafsir ibnu katsir manusia adalah pengganti dari manusia yang telah lalu,ini salah besar,kesalahan ini yang membuat umat islam jadi bodoh.Di dalam semesta ini semua adalah makluk,jadi kita ini sebenarnya adalah pengganti TUHAN untuk melaksanakan tugas tugas duniawi,manusia itu terhormat didepan TUHAN,manusia itu dewa semesta(gak salah postingan anda).Cuma cara anda menyajikan tulisan yang mungkin kurang bisa mengena hahaha…(pasti nanti ada yang mengecam sesat)

    1. @Andik… mohon maaf saya langsung potong kompas nylonong boy… saya memposisikan diri untuk mendukung bung judianto… mas andi faham betul tentang spiritual adalah hasil pikiran sendiri dan manusia adalah pengganti tuhan di dunia… saya yakin bahkan mas andi faham betul tentang hakikat makrifat cs… kalo boleh saya mau tanya APAKAH SEMUA MANUSIA TERHORMAT DEPAN TUHAN ? atau hanya manusia yang beragama tertentu saja yang di ridhoi dan yang terhormat depan tuhan?

  9. @IRONIS:Semua manusia terhormat didepan TUHAN.Yang terpenting adalah aklaknya atau moralnya,semua ibadah hanya jalan untuk mencegah kita dari segala bentuk kemaksiatan dan kekafiran.Apa itu KAFIR:kata ustad kafir itu diluar islam,ini ustad geblek sok tau.KAFIR itu ingkar terhadap hati nurani,dan juga ingkar terhadap kenyataan yang ada.Ingkar terhadap hati nurani contoh:Ada orang terjatuh dari sepeda,anda ingin menolong tapi dengan segala pertimbangan anda tidak jadi menolong,mungkin dia musuh anda inipun KAFIR.KAFIR terhadap kenyataan contoh:Anda bekerja sebagai tukang ojek,biasanya dapat uang 50rb tapi suatu saat anda hanya dapat 10rb,lalu anda menggerutu dan kecewa ini juga KAFIR.Didalam kekecewaan anda pasti pikiran anda tidak tenang dan gelisa,inilah neraka yang sesungguhnya.Terima dan syukuri setiap apa yang anda peroleh,inilah surga yang sesungguhnya.Dalam hidup ini perlakukan orang lain seperti anda memperlakukan diri anda sendiri.Jika ingin dihormat maka hormati orang lain.Jika tidak ingin dibohongi orang lain maka jangan bohongi orang lain.Apa yang anda rasakan tidak enak akibat perbuatan orang lain maka sama juga jika anda memperlakukan orang lain seperti itu.Camkan dan resapi,jika semua orang bisa melakukannya pasti damailah dunia ini.Didunia ini berlaku hukum alam,bukan hukum TUHAN.Kata ustad alam tidak bisa membuat hukum,iya memang.Hukum adalah suatu rentetan peristiwa atau kejadian.Hukum alam adalah suatu rentetan peristiwa alam.Bukan suatu rentetan peristiwa TUHAN.TUHAN ada sebelum alam ini terjadi,TUHAN sebagai causa prima,setelah itu terjadi hukum alam atau sebab akibat.Semoga anda dapat hidayah

  10. @ANDIK… makasih mas andik.. anda lugas sekali menyampaikannya… tapi apakah para preman preman surga itu tau kalo arti KAFIR sebenarnya itu yang seperti anda jelaskan??.. lalu bagaimana memberitahukan kepada mereka arti yang sebenarnya KAFIR itu?? bahkan mas andi dan saya mungkin bung Judhianto juga tahu persis standar moralitas masyarakat indonesia yang paling baik dan benar adalah bagaimana cara menyembah kepada tuhan.. bukan akhlak atau moral yang baik yang bertengger dan memegang kendali tengah para pendekar tuhan… para pembela tuhan menyerang agama lain bukan karena mereka maling rampok pembunuh teroris cs… tapi karena mereka tidak menyembah tuhan dan agama dari arab dan mereka di anggap KAFIR….apakah ahklak moral agama lain itu tidak baik dan merusak agama penguasa alam semesta dari arab?? kenapa tidak di paparkan di sekolah sekolah dari TK SD sampai SMA arti KAFIR yang sebenarnya mungkin bisa mengurangi korban agama berjatuhan..

  11. @IRONIS:Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya,percayalah kebenaran akan selalu muncul dipermukaan,tidak ada yang abadi didunia ini,temasuk islam suatu saat pasti juga akan hilang,karena sekarang sebagian syariat sudah menjadi derita,suatu saat yang tidak sesuai pasti akan ditinggalkan dan mungkin juga hilang lenyap.

  12. Sekarang masih muda, ganteng/cantik, sehat, penampilan menarik, mujur, berhasil, punya uang/harta, punya kedudukan/posisi uenak, kecukupan, punya kebebasan, aman dan tenteram : TIDAK PERCATA ADANYA TUHAN

    Kalau sudah tua, keriput, loyo, penyakitan, menjijikkan, sial, ketipu, bangkrut, miskin, sress, gelisah, ketakutan, di bawah ancaman dan tekanan
    CARI-CARI TUHAN

    1. @Doni: ya kasihan orang yang butuh tuhan dengan cara itu. Ateis kelas kambing, belum kaffah. Biasanya mereka adalah para apateis yang mengira mereka ateis.

      Apa bedanya? apateis hanya sekedar tidak perduli atau bersikap masa bodoh dengan agama atau tuhan. Mereka tidak benar-benar punya punya pengetahuan kuat mengenai mengapa tidak percaya tuhan, mereka cuma bersikap masa bodoh. Jika terkena krisis, baru mereka berusaha mencari pegangan hidup, apapun itu. Cari jimat, pelarian dan ada yang ke Tuhan. Tuhan disini kelasnya hanya sejajar dengan batu akik.

      Beda dengan ateis yang melalui proses pencarian Tuhan. Mereka menolak tuhan karena sudah melakukan eksplorasi kritis terhadap konsep tuhan yang mereka punya. Biasanya mereka berangkat dari teis yang taat dan menguasai benar konsep agama mereka sebelumnya. Mereka menemukan semua tuhan itu sama saja, tak mempunyai landasan nalar dan fakta. Tuhan yang sehebat apapun ya sama kedudukannya dengan Doraemon, hanya khayalan. Jika terkena krisis, ya gak akan kembali cari Tuhan sebagaimana orang teis gak bakalan cari Doraemon saat krisis.

    1. @Edy Siswanto: sel tuhan dalam DNA? Rasanya gak ada. Yang ada mungkin kepercayaan tanpa syarat pada sesuatu.

      Pada bayi dan anak2 kepercayaan tanpa syarat itu menemukan obyeknya pada orang tua. Mereka butuh belajar kemampuan menghadapi dunia secepatnya dari orang-tuanya, bertanya hanya menghambat proses tersebut.

      Saat beranjak dewasa mereka mengalihkan kepercayaan tanpa syarat itu pada sesuatu yang lain. Secara umum obyek baru itu Tuhan, tapi bisa saja sesuatu yg lain seperti ideologi, negara, kemanusiaan atau ide-2 yang lain. Maka ada yg rela mati demi Tuhan, negara, komunisme, demokrasi, kemanusiaan atau yg lain.

      Jadi adakah yg benar2 ateis? tentu ada. Mereka beralih dari Tuhan ke sesuatu yang mereka anggap lebih berharga dan bermanfaat dalam hidupnya.

  13. Percaya kpd tuhan dan beragama merupakan perilaku unggulan,oleh karena itu ia terekam dalam alam bawah sadar kita.itu ada dalam DNA kita,itu ada dalam fitrah kita.Proses ini baru di mulai mungkin seratus tahun terakhir,waktu yang relatif pendek dalam skala evolusi manusia,BELUM MENGUBAH FITRAH.jadi…ATHEISME ADALAH MENENTANG FITRAH MANUSIA…(bagaimana relevansi tulisan diatas yg saya comot dari tulisan mas Judhi,di blog yg lain,dgn jawaban mas Judhi,bukankah ada semacam esensi yg kontradiktif? atau apakah sudah terjadi evolusi dlm pemikiran mas Judhi? mohon pencerahan..

    1. @Edy Siswanto: bertuhan dan beragama memang perilaku unggulan, tapi kita sekarang mulai melihat orang-orang yang mulai tidak lagi merasa perlu bertuhan dan beragama. Ini memang merupakan pencilan dari distribusi perilaku manusia secara umum yang masih terpanggil bertuhan dan beragama.

      Yang menolak bertuhan dan beragama ada yang gelisah dan tak nyaman, namun ada pula minoritas yang biasa-biasa saja. Di setiap perubahan apapun memang selalu ada minoritas kecil perintis yang berbeda dengan mayoritas, tinggal waktu saja yang akan mengujinya apakah perintis yang kecil ini akan sukses bertahan, menyebar dan menurunkan kecenderungan ini – atau kembali tertelan oleh yang mayoritas yang telah nyaman bertuhan dan beragama.

  14. Satu Pertanyaan untuk Admin. Dari Sudut pandang manakah anda berbicara tentang Agama pada umumnya serta Islam pada khususnya?! Sebab saya melihat anda terperangkap dalam Relativisme.

    1. @Muhammad Yasir: saya sendiri tidak terlalu yakin dengan apa yang anda maksud dengan sudut pandang, tapi yakin bahwa anda pasti sudah mempunyai praduga tentang sudut pandang saya karena anda belum-belum sudah mengatakan tentang saya yang “terperangkap dalam Relativisme”.

      Silakan saja jelaskan maksud anda tentang saya yang “terperangkap dalam Relativisme”. Saya akan menilainya dan mengiyakan bila benar atau menolaknya bila gak benar. 🙂

  15. @Muhamad yasir:Tulisan saudara Judhianto,ini adalah fakta sejarah yang sebenarnya bahwa agama memang bukan wahyu dari langit,tapi proses asimilasi dari budaya manusia,bukan seperti yang diceritakan oleh para ustad yang hanya mencari uang dan popularitas itu.Agama telah menjadi politisasi ekonomi Arab,agama telah menjadikan masyarakat yang tersekat sekat karena pemahaman yang berbeda(mengganggu stabilitas keamanan negara),jika ada sain yang bertentangan dengan kitab suci maka sain yang harus ditolak,walaupun sain itu benar(bukankah ini pembodohan masyarakat),Agama telah banyak menyumbang pasien rumah sakit jiwa(ini fakta bukan fitnah),Agama banyak mengumbar janji janji palsu.Sampai kapan kebohogan seperti ini akan diajarkan mengingat begitu banyak dampak buruk yang ditimbulkan.Hanya orang orang yang buta pengetahuan yang mencela tulisan saudara Judhianto atau ORANG ORANG YANG MERASA DIUNTUNGKAN DARI SEBUAH KEBOHONGAN YANG TIDAK BISA MENERIMA KENYATAAN SEBAGAI KEBENARAN yaitu para ustad pencari harta dan wanita.Berada dijalan TUHAN berarti menegakkan kebenaran bukan menebar kebohongan yang dibumbui dongeng dongeng kitab suci hanya untuk mendapatkan segebok uang dan selangkangan seperti yang dilakukan oleh para pendahulu mereka.Masihkah anda tertarik dengan dongeng surga yang seperti tempat pelacuran hanya untuk tidak berzinah??? Kalau saya sih gak tertarik dengan surga seperti itu,sangat menjijikkan.Saya lebih suka pada istri saya karena dia setia.Jika surga itu ada saya lebih memilih bertemu istri saya nanti,dari pada para bidadari(PELACUR)surga itu.Coba anda pikirkan siapa yang OTAKNYA LEBIH WARAS

    1. anda menyebut agama kenapa hanya condongnya ke islam, agama di dunia ini kan bukan hanya islam…..? hello agama islam adalah proses asimilasi dari budaya..? hah… buka mata bro,anda tahu teori big bang,teori itu baru dikenalkan pada tahun 1927, sedangkan jauh ratusan tahun sebelum ditemukannya teori big bang, teori itu sudah ada dalam al-quran (qs.al-anbiya`:30) dan itu terbukti..& bukti lain adalah tanda-tanda kiamat, salah satunya yg sudah disebutkan dalam al-quran dan hadist adalah terbit nya matahari dari barat, dan ilmuwan NASA membenarkan hal itu akan terjadi, dan masih banyak lagi bukti kekuasaan ALLAH SWT.
      anda masih mau bilang ini hasil asimilasi budaya..? ketinggalan jaman ya bro…
      hahaha kasihan….

      1. @Rendybeton: kenapa condongnya ke Islam? ya karena saya dididik dan dibesarkan dalam agama Islam, itu yang saya tahu banyak. Anda bisa memberi gambaran dalam kerangka Kristen, Buddha atau yang lainnya? ya silakan saja diterangkan …

        Qur’an sudah bicara teori big bang? ya sudah kalau begitu. Ramalan kiamat? ya sudah kalau begitu. Memang Qur’an itu buku super yang sediakan jawaban semua pertanyaan.

        Tapi agar tak diolok-olok sebagai tukang klaim penemuan ilmuwan, apa gak sebaiknya para ahli Qur’an menerangkan bukan apa yang sudah ditemukan ilmuwan, melainkan mengajari ilmuwan-ilmuwan jawaban dari beberapa riset penting mereka. Bukankah itu menguntungkan bagi semua, para ilmuwan bisa menghemat waktu, dana dan bahkan nyawa; di sisi lain Qur’an bisa dapat nama.

        Beberapa riset utama yang sedang menjadi perhatian adalah:

        • * Pencarian planet yang bisa dihuni manusia, atau memiliki mahluk yang cerdas. Ilmuwan sudah melakukan riset ini selama puluhan tahun karena diduga ada milyaran planet di luar sana, mbok ya para ahli Qur’an itu beri tahu di posisi mana planet tersebut. Kan hemat waktu.

        • * Pembuktian dark matter, string theory dan berbagai partikel elementer penyusun semesta ini. Riset ini membutuhkan accelerator partikel yang biaya pembangunannya bisa trilyunan rupiah, mbok ya para ahli Qur’an itu beri tahu rincian partikel elementer tersebut, apakah string theory tersebut benar atau tidak. Kan bisa hemat trilyunan rupiah.
        • * Pengobatan kanker dan berbagai penyakit kronis lainnya. Penyakit-penyakit ini sudah menelan nyawa ribuan orang per tahun, namun obat yang cespleng belum ditemukan. Mbok ya para ahli Qur’an itu beri tahu cara buat obat yang cespleng tersebut. Kan bisa selamatkan nyawa ribuan orang per tahun.

        Tolong ya diberitahukan ke para ustad jenius itu, peluang untuk membantu ilmuwan melalui ilmu yang ada dalam Qur’an tersebut…

        1. “Cocokologi” istilah keren nya

          Kenapa bukan para agamawan yg duluan klaim penemuan ini?
          Jika memang sudah tertulis dalam buku dongeng agama duluan

          Apa terlalu malas untuk mengkaji nya?

          Atau memang tidak kompeten?

          Sehingga langsung klaim saja, dari riset para ilmuwan

          Apa mereka (agamawan) tidak malu?
          para ilmuwan melakukan riset yg memakan biaya,waktu dan tenaga yg tidak sedikit
          Dan Para agamawan tinggal tunjuk saja, penemuan ini ada di surah ini ayat segini bla…bla…bla…

          Atau para agamawan takut “dagangan” nya tidak laku?
          Sehingga memerlukan bantuan sains

          So Ridiculous

    2. ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا
      “Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok” (QS. Al-Kahfi’ 18:106)

      1. @Aryo: iya deh dengan ancamannya, tapi pendapat anda tentang perbudakan seks apa? Apa kepala anda isinya cuma copy-paste dari pendapat orang lain atau kitab suci?

        Kalau ayat-ayat ancaman, semua orang bisa baca sendiri kok 🙂

      2. Brow tuhan itu maha segalanya. Gak mungkin pakai ancam mengancam segala seperti dalam surah itu brow. Itu hanya konspirasi penulisnya biar pemngikutnya pada tunduk mirip kerbau dicocok hidungnya.kenapa.kalau dah pakai tulisan arab seakan akan ampuh dan huebat (ah itu hanya prasangkamu aja brow)

  16. ikut syariah yg umum masyarakat Indonesia aja..mungkin jaman rosul dulu jumlah wanita dgn pria 1: 1000…jadi wajarlah….tp bila dibandingkan dgn sekarang tidak mungkin…perbudakan. ITU melanggar ham…

    1. Saya mau tanya masalah perbudakan,, klo tuan nya menggauli budak nya tanpa di nikahi berarti Zina donk???.. sedangkan zina itu dilarang … jadi bingung saya.

      1. @Al-Awam: yang disebut zina hanyalah bila yang digauli adalah manusia bebas.
        Untuk manusia dengan status budak, statusnya setara dengan barang hak milik, kalau digauli tanpa pernikahan tidak dihitung zina.

  17. Bahasan yang sangat menarik. kalo bicara perbudakan diatas, rasa nya sebagai manusia sangat sedih ya. sesama manusia disamakan dengan barang bisa di apakan saja sesuka hati pemilik nya.

    akan tetapi jika itu benar menurut islam, rasa nya hati tetap tidak setuju walaupun itu “dibenarkan”. saya hanya berfikir; bagaimana jika yang menjadi budak itu adalah bagian
    dari keluarga kita. walaupun itu dibenarkan apakah anda rela?

    1. @Radhiytrays; beruntunglah orang yang mampu berkata “tidak setuju!”, walau agama mengatakan “boleh!”, karena ada yang mampu berbuat biadab hanya karena menurut agama itu boleh.

      1. Bukan hanya biadab. seperti nya faktor haus seks lebih kuat dan mendominasi pikiran mereka yg sebenar nya. apalagi janji” surga berbau lendir. perilaku lebih” dari yg mereka anggap pendosa.
        para “pejuang” itu memerangi orang” yg suka judi, seks bebas, pokok nya yg ala kebarat’an yg tidak sesuai norma agama. mereka perangi mati”an sampai ada bom
        bunuh diri segala (bodoh menurut saya)
        lalu terjadi lah perang dengan mereka yg di anggap musuh. setelah terjadi perang dan musuh kalah, harta dan wanita para musuh juga di rampas dan (mungkin) di manfaatkan untuk kepuasaan seks.

        lalu apa beda nya para “pejuang suci” ini dengan mereka yg di anggap musuh?
        beda pikiran namun sama” gila seks? begitu kah?

        mungkin pendapat saya terlalu bodoh. namun jika perbuatan mereka para “pejuang suci” itu di anggap benar oleh agama, rasa nya mereka
        termasuk orang” yg munafik!!!

        1. @Raditrays: mungkin karena mereka diindoktrinasi bahwa kebahagiaan sejati adalah pemuasan seks dan pesta minuman keras sebagaimana gambaran surga yang penuh dengan bidadari pemuas nafsu dan sungai penuh minuman keras.

          1. Dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu, dan INGATLAH, ALLAH SWT jualah yang mengetahui SEMUA ITU, sedang kamu tidak mengetahuinya.
            (Surah Al baqoroh:216)

  18. Saya ingin tanya pada judhianto. Jika tuhan tidak ada. Lalu siapakah yang menciptakan kita? Apakah manusia pertama ujug ujug terbentuk dari sebuah partikel. Atau sebuah unsur lalu beranak pinak? Atau seperti teori darwin?

    Jika iya. Harusnya tidak terpytus hingga jaman ini muncul spesies spesies baru yang hukum terciptanya seperti manusia. Thanks sblmnya atas jawaban anda.

    1. @Agus: ya! saya percaya teori evolusi.

      Apakah berarti akan selalu muncul species baru? ya. Bedanya, kalau dulu hanya alam yang melakukan seleksi, maka saat ini manusia ikut berperan melakukan seleksi. Ayam broiler yang kita makan, varietas padi unggulan yang kita makan, berbagai jenis ikan mas, anjing, kucing dan berbagai macam kuman dan virus baru adalah contoh hasil seleksi manusia secara sadar atau tidak. Itu evolusi juga.

      Apakah manusia juga berubah oleh evolusi? tentu. Jika manusia pada awalnya hanya satu ras, saat ini sudah berkembang menjadi puluhan ras yang berbeda menyesuaikan diri dengan iklim di mana ia hidup. Dari sisi kecerdasan, skor rata-rata IQ manusia selalu meningkat dari tahun ke tahun yang berarti manusia selalu bertambah cerdas. Jika perubahan lingkungan begitu ekstrim dan lama, bisa jadi manusia menjelma menjadi spesies baru yang berbeda; mungkin kelak saat keturunan kita sudah hidup ribuan tahun di planet baru yang berbeda jauh dengan bumi.

      1. Bisa gak kasih contoh spesies baru akibat seleksi alam. Saya kok kurang sreg kalo contohnya ayam boiler. Misalnya manusia lain gitu yg jelas. Bukan angan angan kayak film doraemon

      2. Saya ingin bukyi spesies baru yg alam lakukan melalui seleksi nya. Bukan boiler yg di ciptakan oleh tuhan (dalam hal ini manusia seperti tuhan. Yg menciptakan spesies ayam boiler yg anda makan)

        1. @Agus: kalau yang anda maksud species baru (binatang besar) yang proses kemunculannya bisa diamati manusia, ya susah – bahkan mustahil. Proses munculnya spesies bisa makan waktu ratusan ribu tahun. Itu di luar rentang umur kita. Yang memungkinkan diamati adalah spesies baru di skala bakteri yang rentang umurnya pendek.

          Untuk binatang besar, kita hanya bisa menyaksikan jejak evolusi dalam 3 macam petunjuk yang ada, yaitu fosil, morfologi dan materi genetic.

          Dari usia fosil kita bisa melihat awal munculnya spesies baru di bumi ini serta kapan punahnya. Sebagai contoh, dari fosilnya, manusia modern dan manusia Neanderthal baru muncul sekitar 250-200 ribu tahun lalu, Neanderthal punah sekitar 40ribu tahun lalu.
          Dari analisa fosil juga diketahui bahwa berbagai spesies binatang lainnya mempunyai awal kemunculannya, ada yang masih hidup ada yang punah.

          Dari morfologi fosil dan binatang yg masih hidup kita juga melihat bahwa dari struktur anatomi antar spesies bisa dikelompokkan berdasarkan kemiripan anatominya. Manusia mirip dengan monyet dan kera, dalam grup yang lebih besar primata, kemudian mamalia dan seterusnya. Jika semua spesies binatang yang masih hidup dan yang hanya berupa fosil ini disusun berdasarkan kedekatan anatomi ini, kita bisa menyusun semacam pohon keluarga kerajaan hewan.

          Dari dua macam petunjuk di atas, Darwin menteorikan bahwa spesies-2 yg berdekatan dulunya berkembang dari nenek moyang yang sama, dan menjadi berbeda karena menghadapi tantangan alam yg beda.

          Munculnya ilmu genetika di abad 20 menguatkan teori evolusi. Dari analisa materi genetika, ilmuwan bisa menyusun pohon genetika berdasarkan kedekatan kode genetika. Pohon spesies berdasarkan genetika ini ternyata sesuai dengan pohon spesies berdasarkan morfologi. Ini adalah konfirmasi teori evolusi oleh ilmu modern.

          Bukti-bukti tersebut terdokumentasi dengan baik, dan saat ini evolusi merupakan teori pilar yang diajarkan di semua universitas dunia yang mengajarkan ilmu biologi. Ini bukan lagi sekelas angan-angan film Doraemon.

          Kalau mau cari yang sekelas Doraemon, mungkin yang dimaksud adalah teori/dogma yang tak mempunyai bukti apapun dan tak diajarkan di universitas atau lembaga riset. Contohnya seperti penciptaan manusia yang paling tidak ada versi Mesir, Babylonia, Yunani, China, Hindu, Yahudi-Kristen-Islam, Indian dan sebagainya.

          1. Jika theis dituntut untuk membuktikan bukti nyata tuhan itu sulit. Atheis ya apa beda nya jika seleksi alam atau evolusi atau apa itu namanya yang tidak bisa dibuktikan didepan mata. Sama sulitnya toh diterima akal?

            Alasannya nunggu ribuan tahun. Atau nunggu invasi alien mahluk lebih cerdas. Atau nunggu kehidupan planet lain apa bedanya juga dengan jawaban para agamis yang menunggu pembuktian tuhan kelak disyurga dan neraka.

            Ternyata atheis pun tak bisa membuktikan kekuasaan atau kehebatan proses alam itu sendiri. Hanya dengan teori teori apa bedanya dengan kitab suci yang dipercaya orang yang percaya tuhan?

            Ujung ujungnya mereka menganggap alien sebagai tuhan. Hingga tinbul juga ujung ujungnya agama raelian.

            Intinya pertanyaan anda terjawab dengan jawaban anda sendiri.

          2. @Agus: fosil, morfologis, kode genetika, analisa fakta, dan percobaan itu bukti. Teori itu hasil penarikan kesimpulan atas bukti-bukti. Sains selalu bergerak dari bukti ke teori.
            Kalau ada yang tidak setuju dengan teorinya, ya gak masalah. Silakan saja buat teori baru yang bisa menghubungkan semua fakta-fakta dengan lebih memuaskan.

            Kalau yang anda maksud membuktikan adalah melihat dengan mata kepala prosesnya, ya selamanya penjahat gak bakal bisa dihukum karena tak satupun hakim yang hadir menyaksikan di depan mata saat suatu peristiwa kejahatan terjadi. Itulah gunanya ilmu forensic, penelitian sidik jari, tes DNA dan sebagainya. Dan tentunya otak yang bisa berfungsi untuk mikir.

            Kalau anda bandingkan dengan agama, arahnya tentu beda. Agama berangkat dari dogma (teori) tanpa perlu menunjukkan bukti apapun. Kalau cocok dan percaya ya bagus, istilahnya beriman. Kalau gak, ya capnya kafir. Sederhana.

            Kalau ada yang percaya Alien sebagai Tuhan, ya itu namanya teis – bukan ateis. Tuhan dan agamanya saja yang gak konvensional. 🙂

  19. Maaf Mau balas komen sblmnya, kolom komen gak ada. Saya balas disini aja.

    Jadi begini. Dari diskusi anda diatas. Anda (si penulis) mempertanyakan bukti tuhan itu ke salah satu komentator. Dan tentu jawabannya anda sudah tau.

    Nah pertanyaan saya sebaliknya. Apa bukti nyata dan jelas teori evolusi yang anda imani? Kalo hanya berbentuk penelitian fosil, analaisa dan karangan karangan perkiraan ilmuan. Ya apa beda nya dong dengan cerita kitab kitab suci agama para theis.

    Mungkin anda berpendapat. Atheis lebih masuk akal karena didukung teori dan bukti melalui analisa penelitian tanpa cocoklogi seperti para theis.

    Ok saya ikut dulu deh teori si darwin. Agar kita bisa sepaham walaupun sedikit.

    Si darwin kan bilang. Monyet jadi manusia purba, lalu semakin berevolusi menjadi lebih sempurna seperti sekarang karena proses alam untuk menyesuaikan dengan alam itu sendiri.

    . Jika butuh suatu kejadian alam yg ekstreme untuk manusia berevolusi lagi atau untuk menyesuaikan dengan alam saat itu. Sekarang pertanyaannya. kapan orang dikutub utara mengalami evolusi? Faktor faktor pendukung sudah memadai untuk paling tidak manusia yg hidup disana tumbuh bulu tebal untuk bertahan hidup dengan cuaca extreme. Mereka hidup bertahun tahun disana kok gak tumbuh bulu badannya sebagai bagian dari seleksi alam? Malah pake selimut. Apakah seleksi alam selesai sampe manusia sekarang?

    Apakah sudah ada penelitian terhadap mereka orang orang eskimo atas perubahan fisik pada tubuh mereka.

    Kenapa butuh ribuan tahun untuk berevolusi?

    Thanks

    1. @Agus: lah bukannya sudah saya jawab, fosil, morfologis dan kode genetika adalah bukti? bukankah dengan kesamaan mekanisme biologis, kemiripan morfologis, dan 97% kesamaan DNA antara manusia dan simpanse; lebih mudah kita menduga mereka berkerabat secara spesies?

      Apakah bukan lebih ajaib lagi kalau ada yang percaya bahwa batu bata yang mati, sama sekali tak mempunyai mekanisme biologis, beda secara morfologis, gak punya DNA; adalah kerabat spesies manusia karena kitab suci bilang keduanya dibuat dari lempung?

      Bagi saya lebih masuk akal manusia berkerabat dengan simpanse daripada manusia berkerabat dengan batu bata. Entahlah kalau bagi anda bahwa berkerabat dengan batu bata lebih masuk akal.

      Darwin tidak pernah mengatakan monyet berevolusi jadi manusia purba, itu salah. Manusia dan kera besar berkembang dari nenek moyang spesies yang sama.

      Kenapa manusia kutub gak berevolusi untuk menyesuaikan diri dengan dingin? sejauh ini adaptasi teknologi sederhana (baju tebal dan jenis makanan) sudah mampu mengatasi masalah tersebut.

      Adaptasi secara biologis yang bisa kita temui adalah pada manusia yang hidup di daerah ketinggian, dimana teknologi sederhana tidak bisa mengatasi masalah rendahnya kadar oksigen yang diperlukan untuk sistem pernafasan manusia. Anda bisa baca di sini -> http://en.wikipedia.org/wiki/High-altitude_adaptation_in_humans

      Kenapa butuh ribuan tahun? karena mekanisme dasar evolusi adalah mutasi acak pada kode genetika, alam yang akan menyeleksi mutasi mana yang berguna bagi kelangsungan hidup mahluk itu, mana yang tidak.

      1. Lagi lagi penelitian genetik dan identik, ini sama saja seolah saya meminta anda percaya omongan nabi nabi dahulu. yg saya yakini justru spesies itu memang dari dulu begitu atu spesies tersendiri. Jadi identik tidak harus dia adalah satu nenek moyang. Menurut saya pemikiran gila, SeMisal meyakini Gajah menjadi gajah laut ketika dia mungkin terjebak dalam lingkungan ekstreme yang mengharuskan kehidupan adaptasi dengan air. Karena gen dan fisiknya identik maka nenek moyngnya sama.

        Monyet yang identik dalam segala hal dengan manusia, bukan tidak mungkin adalah spesies yg berbeda. Saya pikir teori cucoklogi juga ini. Karena ketidak percayaan akan sesuatu pencipta(tuhan) sehingga mencari teori ini.

        Saya mencoba melihat foto atau video monyet. Lalu membandingka dengan fisik saya. Rasanya sulit bgt percaya, sama mungkin seperti menyuruh anda mempercayai kitab suci.

        Ada jutaan spesies. Dan mereka sudah hidup dari ribuan tahun lalu. Dan sudah cukup syarat untu mereka berevolusi dengan teori seleksi untuk saat ini. Fakta yg paling jelas. Para ilmuwan tidak bisa membuktika ada salah satu bentuk spesies baru yang terbentuk akibat seleksi alam.

        Bagaimana saya percaya teori ini? Bukti nyata. Bukan analisa. Karena analisa tetaplah sebatas kira kira. Dengan cucoklogi penelitian fosil. Padahal fosil bisa saja adalah sebuah kerangka spesies yang berdiri sendiri.

        Tak ada jaminan kesalahan analisa. Kalo kita bicara logika. Bukan keyakinan. Kalo kitab suci dinalar dengan logika. Maka kitab suci andpun tak mampu meyakinkan nalar sehat.

        1. @Agus: baik saya coba rangkum pandangan anda:

          • Lagi lagi penelitian genetik dan identik –> jadi anda tidak percaya dengan penelitian genetik dan identik (mungkin yang anda maksud kesimpulan dari kesamaan morfologi). Okelah
          • yg saya yakini justru spesies itu memang dari dulu begitu atu spesies tersendiri. Jadi identik tidak harus dia adalah satu nenek moyang –> jadi menurut anda keragaman spesies itu ada sejak dulu dan bukan hasil evolusi dari spesies-spesies yang lebih dahulu. Jadi mungkin anda juga tidak percaya kalau dulu bumi saat di usia mudanya pernah begitu panas dan tidak mengandung banyak oksigen, serta pernah ada jaman es di bumi ini; karena dengan kondisi ekstrim tersebut kebanyakan spesies yang ada saat ini pasti punah, padahal tidak, jadi pasti keadaan ekstrim itu tak pernah ada. Okelah
          • Para ilmuwan tidak bisa membuktika ada salah satu bentuk spesies baru yang terbentuk akibat seleksi alam. –> silakan baca tulisan saya yang berikut -> http://www.nontondunia.net/2012/01/22/evolusi-oleh-manusia/
          • Kalo kitab suci dinalar dengan logika. Maka kitab suci andpun tak mampu meyakinkan nalar sehat. –> jadi anda yakin bahwa kitab suci tidak bisa dinalar dengan logika dan meyakinkan akal sehat. Dengan kata lain: hanya orang yang tidak menggunakan akal sehat, nalar dan logika yang bisa diyakinkan dengan kitab suci. Okelah.

          Pandangan anda berbeda dengan saya, okelah.

          1. Kutipan yang menarik : Hanya orang yang tidak berakal sehat, nalar dan logis yang bisa diyakinkan dengan kitab suci, fakta yang saya jumpai seperti itu mas.

  20. @JUDIANTO… debat yang cukup seru dan usaha yang sangat kuat dari para agamis untuk mempertahankan pandangannya dengan menyadur ulang serta mengchopy paste atau mengadopsi pola pikir orang lain dan mengklaim menjadi pola pikir sendiri akhirnya pendapatnya sendiri jadi ikutan ngaur dan bertabrakan dengan puluhan tafsir yang saling membenarkan dan menyalahkan tafsir lain… atau menelan mentah2 tanpa kritis dan menyampingkan logika dan akal sehat mereka karena ketakutan akan kutukan dari buku ajaib yang bertuliskan huruf aneh yang tidak di mengerti… semoga di batas pikiran agamis berkata”BENAR JUGA KALIMAT BUNG JUDIANTO” maju terus merdekaaaa

    1. Yang nyuruh anda mundur siapa? Silahka lah maju terus haha. Silahkan dengan. Keyakinan anda. Kami dengan keyakinan kami. Masalah muncul kalo anda minta pembuktian kayam si judianto itu. Pembuktian eksistensi atau wujud tuhan secara logis. Kamipun ya gak percaya dengan logika logika yang anda anda bangun dengan analisa fosil fosil yg gak juga bisa kami yakini.

      Madalah buka pada yg logis dan gak logis. Ini hanya masalah selera dan pilihan. Anda suka cabe misalnya. Tapi saya justru suka cabe cabean.. Mengutip yg punya blog “OKELAH”

      1. @Agus: okelah anda tidak percaya dengan segala data dan logika yang saya sampaikan.

        Alasannya? bukan karena anda punya logika yang lebih baik atau membuktikan bahwa logika atau data saya salah, tapi hanya karena gak cocok dengan keyakinan anda yang bersumber dari kitab suci.

        Dari komentar sebelumnya, anda secara tersirat ungkapkan: hanya orang yang tak menggunakan akal sehat, nalar dan logika yang bisa diyakinkan dengan kitab suci.

        Okelah ini masalah selera, dan selera anda menjadi orang yang tak menggunakan akal sehat, nalar dan logika.

        Okelah. Tiap orang kan boleh punya selera, dan jangan mau didikte orang lain …

        1. Akal sehat yang bagaimana menurut anda? Hehe ada ada aja. Akal sehat monyet jadi manusia? Iya kaleee. Selera aja yg beda. Bukan sehat gak sehat. Nalar yg anda yakini nalar yg anda buat dengan pembuktian yg menurut kita juga sama aja. Hak kuat apalagi akurat… Ade ade aja si bro

          1. @Agus: akal sehat yang mana? lah yang pertama nyebut-nyebut akal sehat kan anda, kok tanya saya? tentunya anda yang bisa beri tahu saya …

          2. Kan anda berkeyakinan dengan nalar yg masuk logika. Theis ka gak masuk logika. Tuhan tuhan theis tak bisa dibuktikan dan tak masuk logika.

          3. @Agus: okelah kalau pernyataan rumit anda hanya untuk menegaskan pilihan anda menggunakan kitab suci dan menolak menggunakan akal sehat, nalar dan logika.

            Saya hargai pilihan anda.

  21. Anda gimana sih bro judhianto. Yg mengajak menggunakan nalar dan logika kan anda. Tapi ketika kita juga gunakan nalar dan logika yg anda yakini kok skarang bilang ribet kwkw. Saya sendiri sih meyakini nalar dan logika tidak mutlak. Kalo jawaban “ya sudahlah” harusnya artikel anda gak perlu di buat. Karena mereka pun sama ya sudah lah. Kan begitu. Hihi

    1. @Agus: okelah kita sudah terlalu jauh dari topik tulisan, saya tidak akan tanggapi lagi.

      Saya tunggu komentar anda untuk tulisan lainnya, tentunya sesuai dengan topik tulisan.

      🙂

  22. Saya jadi ingin bertanya pada penulis, mengenai ”Pencari jawab amatir, bertanya apa saja…”

    Berarti saya bebas bertanya y,
    Pertanyaanya :

    Apakah penulis menyetujui dengan Pernyataan Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks ?
    Seberapa dalam Anda memahami sejarah ?
    Apakah Anda bisa memastikan bahwa anda adalah orang yang benar ?
    Apakah Anda bisa mengenali diri anda yang sebenarnya ?

    Maaf pertanyaanya amatir ,,,,,
    Mohon jawabannya y bukan komentar ….

    ….terima kasih….

    1. @Skripgin: pendapat saya? kan sudah saya tulis:

      Jika anda bertanya kepada saya. Saya akan menjawab itu ide gila. Saya akan menentang hukum yang membolehkan manusia diperjual-belikan, saya menolak manusia diperlakukan sebagai binatang yang bisa diperlakukan seenaknya.

      Untuk pertanyaan selanjutnya, mbok pakai bahasa manusia normal, yang jelas dan tidak multi tafsir
      Seberapa dalam Anda memahami sejarah?
      Tulisan saya berdasarkan yang saya tahu, anda punya pengetahuan yang beda? silakan saja tunjukkan pengetahuan anda
      Apakah Anda bisa memastikan bahwa anda adalah orang yang benar?
      Fakta ya fakta, gak ada hubungannya dengan memasti-mastikan. Bila fakta yang saya tuliskan salah dan ada yang beritahu fakta yang lebih benar, ya saya akan ikuti fakta yang lebih benar tersebut.
      Apakah Anda bisa mengenali diri anda yang sebenarnya?
      Saya tak paham maksud anda, bisa beri contoh bagaimana anda mengenali diri anda?

  23. menarik sekali diskusi soal perbudakanya,,,saya adalah seorang muslim,,tetapi saya juga manusia yang punya hati nurani pada umumnya,,,saya sangat tidak setuju adanya perbudakan apapun alasanya,,,dan sebagai muslim saya juga tidak setuju pada mas @ judhianto,,,memang kita sebagai manusia diberi akal dan fikiran yang tdk terbatas,,sehingga logikanya tidak salah jika kita mencari kebenaran hidup yang sebenar-benarnya,,,semakin dewasa semakin bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,,segala sesuatu bisa dinilai secara negatif atau positif,,tergantung sudut pandang kita melihatnya,,,jadi menurut saya hidup didunia ini adalah samar,,,kadang yang menurut kita baik blm tentu menurut orang lain baik,,kadang menurut kita benar blm tentu menurut orang lain benar,,maka dari itu ALLAH SWT menurunkan alquran dan hadist untuk pedoman hidup kita sebagai bekal hidup di dunia,,untuk menunjukkan jalan yang lurus,,agar kita tidak terjerumus kepada kesesatan,,dan sebagai orang yang beriman dan bertuhan kita sudah tidak perlu lagi memperdebatkan isi,arti,kandungan2 dari ayat2 TUHAN,,,dan kalau disuruh membuktikan kebenaran2 tentang adanya TUHAN saya cuma bisa bilang,,”nanti kalau sudah saatnya meninggal pasti akan benar2 percaya,,,”kalau sekarang brhubung sya blm meninggal jadi saya tdk bisa membuktikanya pada mas @ judhianto,,,tapi saya percaya kalau adanya hari pembalasan,,,ALAM BARZHAH/ALAM KUBUR,,SIKSA KUBUR,,DLL,,,trima kasih

    1. @Arief rochman: menarik sekali pendapat anda berikut:

      kadang menurut kita benar blm tentu menurut orang lain benar,,maka dari itu ALLAH SWT menurunkan alquran dan hadist untuk pedoman hidup kita sebagai bekal hidup di dunia,,untuk menunjukkan jalan yang lurus,,agar kita tidak terjerumus kepada kesesatan,,dan sebagai orang yang beriman dan bertuhan kita sudah tidak perlu lagi memperdebatkan isi,arti,kandungan2 dari ayat2 TUHAN

      Jadi, menurut anda:
      1. Kita tidak mesti benar
      2. Al-Qur’an dan Hadits penunjuk jalan lurus (kebenaran), agar tidak terjerumus kesesatan
      3. Sebagai orang yang beriman dan bertuhan kita sudah tidak perlu lagi memperdebatkan isi, arti, kandungan2 dari ayat2 TUHAN

      Pendapat anda bermasalah jika diterapkan dalam konteks perbudakan.
      Jika Al-Qur’an dan Hadits petunjuk jalan lurus dan tak perlu diperdebatkan kandungannya, maka anda mengambil keputusan salah dengan mendengarkan hati nurani (karena kita tak mesti benar) untuk tidak setuju dengan perbudakan yang alasannya sudah jelas yaitu diijinkan oleh Al-Qur’an dan Hadits.

      saya juga manusia yang punya hati nurani pada umumnya,,,saya sangat tidak setuju adanya perbudakan apapun alasanya

      Jadi, anda sebenarnya nurut hati nurani atau Al-Qur’an/Hadits?

  24. Saudaraku seiman, Maha Benar Allah dengan Firmannya, Realitas Perbudakan khususnya Budak Wanita saat ini masih terjadi dimana mana, Kebanyakan wanita saat ini menjadi pelacur karena himpitan ekonomi dan ketiadaan skill hingga akhirnya mereka menjual diri kemucikari, meminjam uang untuk kemudian mereka akan bayar dengan melayani pria pria hidung belang. Wanita secara kodratnya adalah makhluk Allah yang sangat tersakiti jika di setubuhi oleh banyak pria, jauh berbeda dengan seorang pria yang akan merasa bangga dan terangsang jika memiliki banyak wanita, oleh karena itu, Islam membolehkan berpoligami tapi mengharamkan Poliandri (Bersuami Banyak). Bukan hanya itu, Islam juga memandang, seorang wanita yang bergonta ganti pasangan akan dapat mengidap berbagai penyakit, terbukti HIV dan Aids berawal dari wanita yang bergonta ganti pasangan, Oleh karena itu, Islam menghalalkan seorang Pria boleh menyetubuhi budak yang dia miliki dengan landasan sbb :
    1. Seorang pria yang mampu secara ekonomi boleh saja membeli wanita-wanita yang tidak mampu, termasuk para wanita tuna susila yang terpaksa menjadi pelacur karena dihimpit hutang dan kebutuhan ekonomi, bahkan sebaiknya sebelum mereka menjadi pelacur sebaiknya seseorang yang mampu membelinya untuk dijadikan budak, layaknya seperti Raja-Raja dimasa kekhalifahan Bani Abbassiyah, namun harus di landasi untuk menjamin kebutuhan hidup para wanita wanita tersebut, bukan malah untuk menzhalimi mereka, dan perlu diketahui menurut Islam, seorang budak yang disetubuhi akan lepaslah budaknya dan dia akan berstatus sebagai istri yang sah jika dia hamil akibat persetubuhan tuannya, ini konsekwensinya, artinya Islam membolehkan menyetubuhi budak dengan konsekwensi sang budak memiliki harapan dan masa depan, dan seorang budak harus diperlakukan tetap seuai aturan aturan Islam.
    2. Para Ulama sepakat menyatakan bahwa saat ini perbudakan sudah tidak ada, saya menjawab bahwa perlu dicermati asal muasal Budak itu dari beberapa peristiwa yakni 1) Keturunan Budak 2) Rampasan Perang 3) Dibeli dari Pemilik Budak 4) Orang yang membayar Hutang tidak mampu membayar 5) Orang yang menjual dirinya untuk dijadikan Budak karena kebutuhan ekonomi dsb.
    3. Namun Pembantu Rumah Tangga, pekerja, Buruh dan apapun namanya yang bekerja dengan tenaga, skill sesuai akadnya tidak serta merta dianggap budak, ini salah, ini yang keliru sehingga para TKW di Timur Tengah banyak yang dianggap tuannya budak mereka, ini jelas salah, banyak kasus pembunuhan tuan dari TKW dijazirah Arab karena mereka diperlakukan selayaknya budak, disetubuhi oleh tuannya dengan membabi buta, dan saat sang pembantu hamil, mereka dipulangkan kenegeri asal mereka. ini jelas salah.
    4. Jika ajaran Islam ini diterapkan saat ini, para isteri isteri yang sah tidak perlu cemas, mereka tidak perlu takut menularnya penyakit kelamin dan lain lainnya, suami mereka yang mampu bisa memelihara budak budak wanita dirumah rumah mereka atau di rumah lain yng dimiliki suami mereka, namun secara hukum istri yang sahlah sebagai pemegang hak atas segala kekayaan dan harta suami, kalau akhirnya sang budak Hamil, tentu ada yang menanggung jawabi, tidak seperti jika mereka menjadi pelacur, tanpa masa depan, tanpa jaminan sosial dan fasilitas, mental rusak karena bergonta ganti pasangan, penyakit akan banyak menular, dan tidak menutup kemungkinan para remaja, pemuda dan anak anak yang baru akil baligh sudah menjadi pen zina, karena banyaknya pelacur yang bebas berkeliaran dijalan jalan, hotel dsb.
    5. Allah mengetahui bahwa kelak jumlah wanita akan jauh lebih banyak dari pria, akan banyak wanita yang tidak memiliki keahlian dan skill untuk mereka bisa menghidupi diri mereka sendiri, akan banyak wanita korban rayuan gombal pacarnya hingga kehilangan keperawanannya, ogah dan takut menikah karena sdh tidak suci lagi, dan beribu alasan sehingga banyak wanita terjun kedunia prostitusi
    Oleh karena itu, diera dan zaman yang saat ini dunia prostitusi yang sudah menjamur di hampir semua kota dan tempat didunia ini, Islam menganjurkan, ambil budak budak kamu itu untuk penyaluran libido mu, namun jangan lupa ada konsekwensinya, jika mereka hamil, maka mereka menjadi istri yang sah, maharnya adalah lepasnya istilah “budak” yang mereka sandang, anak tersebut juga memiliki garis keturunan yang jelas, sama seperti Ismail yang dilahirkan oleh Siti Hajar, Siti Hajar adalah Budak yang dikawini Ibrahim karena Istri pertama Beliau Siti Sarah lama tidak bisa hamil.
    5. Dilema saat ini, istri istri banyak yang tidak mau di madu, apalagi sampai beristri 4, sementara secara kodrat, wanita diusia limapuluhan sudah monopause, sang suami diusia 5o an masih gagah bahkan semakin tinggi libidonya, beristri lebih dari satu sulit prosedurnya, mau memelihara budak dibilang budak sudah tidak ada, uang banyak, akhirnya tidak ada alternatif terkecuali Pelacur lah sebagai penyalurannya, apatah lagi godaan dan peluang yang sangat besar, mudah dan gampang, bahkan dengan adanya hanphone, internet, godaan itu sangat besar.
    6. Dengan disosialisasikannya ayat ini kedunia Islam, jika ada 1 juta pria Islam yang mampu ekonominya mengasuh masing masing 5 orang saja budak budak wanita, difasilitasi, diayomi, dilindungi bahkan diberikan semua kebutuhan pokoknya, berarti sudah terselamatkan 5 juta wanita wanita yang saat ini menjadi pelacur, penjaja sex, penjual diri yang dipaksa oleh mucikarinya hanya untuk membayar hutang atau kebutuhan mereka.
    7. Ada yang menyebut Islam tidak sesuai HAM, apa manusiawi jika kita lihat di situs situs porno ada wanita di sodomi, di masukkan “Maaf dua lobang kemlauannya oleh beberapa orang pria” atau jika ada gadis gadis belia yang diperjualbelikan “Trafiking” hanya untuk menjadi pemuas ratusan bahkan ribuan pria hanya dalam tempo beberapa bulan, wajar jika saat ini banyak penyakit kelamin, penyakit kanker kandungan, dsb, karena satu wanita disetubuhi oleh rausan bahkan ribuan pria, apakah ini yang disebut HAM, membela harkat wanita.
    8. Banyak yang menyatakan Islam dimasa Khalifah di Turki, di Ottoman, masa khalifah Harun Al Rasyid tidak adil, karena ratusan bahkan ribuan wanita di rumahkan di Istana hanya untuk memuaskan syahwat Raja, tapi tidakkah kebutuhan hidup mereka tercukupi, mereka bisa hidup nyaman dan bersenda gurau setiap hari di istana, tanpa takut mengidap penyakit kelamin, jikapun mereka hamil ada yang menanggung jawabi, dan yang paling terpenting bagi seorang wanita, “AKAN JAUH LEBIH DAMAI MEMBAGI SEORANG PRIA DENGAN RATUSAN WANITA LAIN, DARIPADA DISETUBUHI OLEH RATUSAN BAHKAN RIBUAN LELAKI TANPA KEPASTIAN DAN TANGGUNG JAWAB”.
    9. Jadi Islam memberikan alternatif, Beristri 1, 2, 3 atau 4, lakukan secara bertahap atau sekaligus terserah jika mampu berlaku adil, adil dalam arti istri istri tersebut bisa rukun, damai, terpenuhi nafkahnya dll, jika berat, ada solusi, istri satu saja, tapi akan jadi masalah karena istri sudah tidak mampu membangkitkan birahi dan sahwat, bisa jadi karena penyakit, karena tua, dsb, maka peliharalah budak-budak belian, perlakukan mereka dengan baik, penuhi nafkan mereka, kalau bisa dizaman ini beri mereka apartemen, deposito, mobil mewah dsb, silahkan engkau setubuhi, namun bisa saja engkau membuat perjanjian dengan mereka, dan Budak juga bisa berbatas waktu sesuai akad pertama dijadikannya seseorang tersebut menjadi budak. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Dan Hanya kepada Allah Kami Memohon Petunjuk dan Ampunan.

    1. @Ahmad Yani: komentar anda panjang, saya coba soroti pokok-pokoknya


      • Realitas Perbudakan khususnya Budak Wanita saat ini masih terjadi dimana mana, Kebanyakan wanita saat ini menjadi pelacur karena himpitan ekonomi dan ketiadaan skill hingga akhirnya mereka menjual diri kemucikari, meminjam uang untuk kemudian mereka akan bayar dengan melayani pria pria hidung belang

        –>Anda menyamakan perbudakan seks dengan terpaksa menjadi pelacur, suatu hal yang berbeda.

        • Wanita yang terpaksa menjadi pelacur adalah hasil keterhimpitan hidup dan pemanfaatan oleh bajingan tak bermoral yang berperan sebagai mucikari, jika wanita ini bisa menemukan celah untuk keluar dari himpitan ini, misalkan dibantu buka warung atau apapun usaha lainnya, ia tentu akan keluar dari lingkaran pelacuran ini.

        • Perbudakan seks terjadi pada wanita yang statusnya budak dan tanpa kebebasan sama sekali. Ia hanya bisa keluar dari perbudakan bila ada yang menebusnya (dan tentu atas ijin pemiliknya). Tindakan tak bermoral perbudakan seks ini, sayangnya dilakukan oleh orang yang bisa jadi secara ukuran agama sangat bermoral (toh tak melanggar agama) – bahkan yang disebut nabipun melakukannya.

        Jadi bagi saya perbudakan seks dan pelacuran karena terpaksa, kesamaannya hanyalah keduanya melibatkan wanita yang menjadi korban nafsu seks tak terkendali laki-laki. Keduanya kejam. Satunya dilakukan oleh mucikari tak bermoral, satunya oleh orang yang merasa menjalankan perintah Allah yang adil.

      • Anda membela poligami dan menolak poliandri dengan alasan berikut:

        • Wanita secara kodratnya adalah makhluk Allah yang sangat tersakiti jika di setubuhi oleh banyak pria
          –> Tidakkah anda pernah bertanya bagaimana perasaan seorang istri jika suaminya menyetubuhi banyak wanita? Kenapa bagi anda Islam hanya perduli pada libido lelaki dan mengabaikan perasaan wanita?

        • berbeda dengan seorang pria yang akan merasa bangga dan terangsang jika memiliki banyak wanita
          –> Itu pendapat pribadi anda mungkin? kenyataannya banyak orang yang memiliki istri lebih dari satu dan menyembunyikan statusnya, bahkan marah bila anda umumkan bahwa anda tahu siapa saja istrinya. Bagi saya itu tanda ketidakmampuan laki-laki mengendalikan nafsunya, mereka laki-laki kelas rendahan.

        • terbukti HIV dan Aids berawal dari wanita yang bergonta ganti pasangan
          –> Astaga hubungan seks itu melibatkan laki-laki dan wanita, bukankah itu bisa dibaca juga akibat para lelaki yang tak bisa menahan nafsunya?

        Bagi saya poligami dan poliandri merupakan tanda ketidak-setiaan pada satu pasangan. Tanda bahwa cinta tidak menjadi landasan hubungan mereka, karena dalam hati seseorang yang normal, hanya mungkin ada satu cinta untuk pasangannya, baik lelaki atau wanita.

      • Dari penjelasan panjang lebar anda berikutnya saya bisa tangkap sebagai berikut:
        Islam itu tentang memberi legalitas pemuasan libido laki-laki, alasannya:

        • 1. Memang libido laki-2 tinggi, jadi gak perlu ditahan.
          –> Kenapa Islam gak mengajarkan tentang pengendalian diri sebagaimana indahnya menahan nafsu diajarkan pada wanita?

        • 2. Jika laki-laki mampu kenapa tidak membeli wanita tambahan?.
          –> Kenapa Islam bagi anda memandang hubungan pria-wanita melulu dari kacamata pemuasan seks pria? bukankah ada cinta, penghargaan dan membangun tujuan bersama yang bisa menjadi fokus sebagaimana manusia modern?

        • 3. Allah mengetahui bahwa kelak jumlah wanita akan jauh lebih banyak dari pria.
          –> Kapan Allah mengatakan ini? apakah ini hanya bualan para ustad mengatas-namakan Allah? Silakan anda baca statistik penduduk dunia, secara umum rasio pria:wanita dunia adalah 101:100 dan bahkan di negara-2 Arab rasio pria lebih banyak dari wanita. lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Human_sex_ratio

        • 4. Anda mengecam HAM dengan mengaitkannya dengan pornografi internet.
          –> Tahukah anda bahwa negara-2 Islam justru merupakan pengakses terbesar situs pornografi? lihat di http://postober.com/general/top-10-countries-that-watch-the-most-porn/ . Sepertinya sebelum mengkritik orang lain, agama Islam harus terlebih dulu menunjukkan bahwa umatnya gak munafik.

      Komentar anda sekali lagi membuktikan betapa tidak cocoknya menerapkan Islam secara apa-adanya dalam kehidupan modern. Hasilnya hanya melahirkan lelaki penindas wanita, lelaki yang tak perduli perasaan wanita karena bagi agamanya libido lelaki jauh lebih penting dari perasaan wanita dan keadilan.

      1. Seseorang ditanya kenapa Tuhan itu harus ada ?

        Jika tidak ada Tuhan maka siapa yang membuat dan menjaga ketertiban seluruh alam semesta dan isinya

        Apa buktinya Tuhan ada

        Buktinya banyak diantaranya tata surya berjalan dengan tertibnya karena patuh diperintah Tuhannya
        tanpa ada pilihan untuk mengingkarinya.Terkecuali diperintahkan untuk tidak seperti biasanya.

        Kenapa mereka bisa patuh terhadap Tuhannya?

        karena mereka tidak diberi pilihan seperti manusia & Jin untuk patuh atau ingkar terhadap Tuhannya

        Kenapa mereka bisa tahu itu perintah dari Tuhannya sedangkan begitu banyak tuhan yang dikenal manusia?

        Karena mereka hanya mendapat satu arahan perintah yang jelas dari Tuhannya Yang Maha Tunggal dalam perbuatan-Nya
        yang tidak akan pernah ada menyamai-Nya.

        Dimana Tanggung Jawab Tuhan disaat kita diciptakan diberikan hak dan tanggung jawab diutus didunia ini

        Dia menciptakan manusia dengan fitrah, fisik yang sempurna, diutusnya para Nabi & Rasul serta Kitab_Nya
        untuk dijadikan pedoman hidup umat manusia yang ingin selamat.

        Kenapa umat manusia begitu banyak terpecah-pecah dalam menjalani keyakinannya?

        Karena semua itu sudah diatur dalam takdir_Nya.

        Apakah semua keyakinan itu benar?

        Ajaran yang baik itu banyak Hanya satu yang diridhoi_Nya

        Bagaimana cara mengetahui dan mencari keyakinan yang diridhoi_Nya

        Dengan kesadaran akan fitrah munusia itu sendiri yang sudah suci disaat ia lahir ke dunia ini yang suatu saat akan dirasakannya kelak dewasa
        rindu akan kebenaran, rindu akan kejujuran, rindu akan mengenal siapa pencipta_Nya tanpa ada unsur iri, dengki, sombong dalam menilai suatu Agama.
        Dengan tidak melihat penganut dari suatu Ajaran melainkan isi kebenaran dari Ajaran itu sendiri.

        Bukankah penganut suatu Agama mencerminkan dari Agama itu sendiri?

        Penganut memeliki pasang surut Iman dalam menjalankan suatu ajaran Agama dan diberi pilihan untuk patuh dan ingkar terhadap
        terhadap pelaksanaan ajaran tersebut dengan segala konsekuensinya. Namun tidak mustahil terdapat sebagian penganut suatu agama
        yang maksimal sempurna dalam melaksanakan suatu ajaran Agama.

        1. @Faisal: sepertinya anda tidak bisa membedakan antara fakta dan keyakinan. Saya ambil salah satu pernyataan anda:

          Apa buktinya Tuhan ada

          Buktinya banyak diantaranya tata surya berjalan dengan tertibnya karena patuh diperintah Tuhannya
          tanpa ada pilihan untuk mengingkarinya.Terkecuali diperintahkan untuk tidak seperti biasanya.

          Dari ‘jawaban’ anda saya ringkas sebagai berikut:

          • 1. Tata surya berjalan dengan tertibnya —> ini fakta, ini bukti yang memang bisa dilihat
          • 2. Tata surya tertib karena diperintah Tuhan –> ini keyakinan, tak ada bukti sama sekali. Anda tidak menjelaskan bagaimana gerak tata surya itu dikendalikan oleh perintah, perintahnya dalam bentuk apa?, siapa yang memerintah?, kok tahu Tuhan memerintah tata surya?, Tuhan sendiri dimana? sekarang Tuhan kerjanya apa?

          Dari pernyataan anda, satu-satunya bukti atau fakta hanyalah tata surya yang berjalan tertib, yang lain hanyalah keyakinan anda yang anda kira fakta.

          Kalau anda gak mau ditipu orang, ya belajar dulu bedakan antara fakta dan keyakinan, antara bukti dan dongeng.
          🙂

  25. diskusi yg menarik.. menurut saya masalah2 seperti ini sdh menjadi perdebatan panjang sapanjang manusia itu sudah mulai bertanya2 seperti anak balita yg sudah mulai bisa berbicara dan dia akan banyak bertanya ini dan itu. fakta dan keyakinannya kemudian terbentuk oleh lingkungan sekitarnya (fakta) dan oleh pendapat orang disekitarnya (keyakinan) oleh sebab itulah setiap orang bisa memiliki pemikiran yg berbeda-beda.

    yang ingin sy garis bawahi tidak perlulah kita MEMAKSAKAN PEMIKIRAN ATAUPUN KEYAKINAN KITA kepada ORANG LAIN, berpikiran terbuka dan berdiskusi itu baik tapi gak perlu ngotot (FANATIK). karena disitulah letak indahnya kehidupan manusia yg membedakan dengan makhluk lain

    saya pribadi lebih bermain aman, tetap meyakini apa yg agama sy ajarkan tetapi juga berusaha berfikiran terbuka dg mempelajari fakta dan pendapat orang lain. so kalopun nanti Tuhan itu tidak ada kan tidak ada ruginya juga kita beribadah kan banyak ibadah yg tujuannya juga bermanfaat buat diri sendiri dan sosial, utk ibadah yg kontroversial cukup diam saja.

    so sy lebih menjadi org yg NON BLOK hehehe.. peace

    1. @Rizch: saya setuju dengan yang anda garis bawahi:

      tidak perlulah kita MEMAKSAKAN PEMIKIRAN ATAUPUN KEYAKINAN KITA kepada ORANG LAIN, berpikiran terbuka dan berdiskusi itu baik tapi gak perlu ngotot (FANATIK). karena disitulah letak indahnya kehidupan manusia yg membedakan dengan makhluk lain

      1. Diskusi yang menarik atara spiritual/keyakinan dan rasional. Anda yang berfikir spiritual/keyakinan dengan argumentasi tidak akan bertemu terhadap argumentasi yang berfaham praktis/rasional. Fakta dan keyakinan tidak bisa disatukan. fakta dituntut pembuktian empiris sedangkan keyakinan adalah absrak dan bersifat keimanan.

        Kitab suci memuat dogma yang harus diyakini/tanpa menolak karena dari wahyu yang harus diimani (jika ada fakta impirisnya itu salah satu bukti kebenaran) , sementara rasional dituntut bukti/fakta. Maka janganlah melenceng dari tema diskusi.

        Kalau tema diskusi yang dituntut pembuktian/fakta dan rasional lalu dihubungkan dengan keyakinan dan kitab suci, ini sudah merupakan usaha pengingkaran (secara implisit) terhadap kebenaran kitab suci. Bukankah didalam kitab suci Al Qur’an sudah disebutkan “Banyak orang-orang yang saling berbatah-bantahan karena ketidak tahuan…..”. Kitab suci itu bukan untuk bantah-bantahan tetapi di imani. Kalaupun ada yang tidak cocok dengan pemikirannya…… (dengan alasan jaman tau waktunya) itu karena kebodohannya (terhadap yg tersirat dibalik makna ayatnya). maka bagi yang menyakini kitab tersebut bila ada yang “janggal” menurut pemikirannya jangan diperdebatkan tetapi diam atau tabayun dengan ahlinya.

        Demikian sekilas urun pemikiran

        Salam untuk Pak Judhianto.

        Anda telah berjasa memberikan pencerahan serta menguatkan iman (secara tidak langsung) para Muslim sehingga mereka lebih menyadarkan akan arti Iman/keyakinan terhadap panutannya dan kitab sucinya.

        1. @Hendrik YN: ada beberapa komentar anda yang saya tidak sepakat

          Fakta dan keyakinan tidak bisa disatukan.

          Fakta dan keyakinan itu hal yang berbeda, bisa bersatu dan bisa berlawanan. Ilmuwan yakin pada gaya gravitasi dan memang ada faktanya. Di sisi lain, anak kecil yakin adanya sinterklas dan kuda terbang — itu tidak ada faktanya. Sayangnya banyak keyakinan agama itu berhenti pada keyakinan saja karena memang tidak ada faktanya.

          Kitab suci itu bukan untuk bantah-bantahan tetapi di imani. Kalaupun ada yang tidak cocok dengan pemikirannya…… (dengan alasan jaman tau waktunya) itu karena kebodohannya (terhadap yg tersirat dibalik makna ayatnya). maka bagi yang menyakini kitab tersebut bila ada yang “janggal” menurut pemikirannya jangan diperdebatkan tetapi diam atau tabayun dengan ahlinya.

          Problemnya beberapa hal yang ada di kitab suci tidak cocok dengan fakta (bukan dengan pemikiran atau jaman) dan sampai kapanpun ya tidak akan cocok. Bagi saya ya pertanda bahwa jangan terlalu serius menanggapi yang ada di kitab suci, ambil saja manakala berguna dan abaikan saja bila mengganggu.

  26. Saya yakin yang menciptakan alam semesta adalah xxxxxx atau mungkin ????. Mudah-an setelah saya mati kemudian katanya dibangkitkan kembali saya tidak menjadi kecewa karena mungkinsaya pencipta alam semesta tsb adalah tetangga saya seorang tukang kebun

  27. Percuma saja anda berkomentar tentang apa saja mengenai ALLAH sedangkan anda sendiri tidak tau siapa DIA.sampai kapanpun tak akan ada jawaban mengenai ALLAH jika anda mencari DIA atau apapun mengenai DIA dengan aqalmu semata-mata…..percuma…..waktu hidup anda akan habis hanya untuk menjadi penghuni NERAKA.Orang-orang yang sdh tau siapa ALLAH tdk akan pernah memperdebabkan apa..siapa..mengapa…tentang DIA,Ingat syetan ada pada anda selama anda msh berakal.

    1. @Saparuddin: iya.
      Saya tertarik pada kalimat terakhir komentar anda:

      Ingat syetan ada pada anda selama anda msh berakal

      Jadi itu rahasia anda untuk bebas setan? membuang sama sekali akal anda. Sayang sekali.
      Padahal tanpa akal mungkin manusia jadi gak ada bedanya dengan kambing (apalagi jika anda berjenggot) 🙂

  28. Anda belum mengerti dan memahami dgn baik dan benar mengenai agama…anda msh dibingunkan tentang apa itu agama… sedangkan agama itu untuk membuat kita tenang jadi komentar dan jawaban yg anda sampaikan hanya sekedar untuk mengukur tingkat kebodohan dan kepandaian anda bg yg lainnya.

    1. @Saparuddin: wah terima kasih kalau anda lebih mengerti dan memahami agama.

      Mohon diberitahukan di sini tentang pengertian dan pemahaman yang benar itu, kami yang anda anggap tidak mengerti dan paham tentu sangat berterima kasih jika tercerahkan dengan bantuan anda.

      Memberi pencerahan tentang topik ini tentu lebih bermanfaat daripada sekedar mengomentari saya atau kebodohan saya.

      Saya tunggu pencerahannya..

  29. Diskusi lucu, apa lagi membaca ” ingat syetan ada pada anda selama anda masih berakal ” jadi orang yang paham agama tidak berkal. Pantesan aja prilakunya kaya kambing

  30. Ray berarti anda tidak bingung ! Tolong jelaskan biar saya tidak bingung dan mendaoatkan pencerahan dari ketidak bingungan anda ☺️

  31. dulu saya suka menanyakan ini dan itu juga, apapun bisa dibolak balik tergantung kelihaian yang punya pemikiran. sampai suatu saat hidayah itu datang lewat ucapan teman saya “kamu melawan bagaimanapun, aturan allaah tetap tidak berubah. pastikan saja kamu sudah memahaminya sebelum sakaratul maut.” sekarang saya menyerah, saya mengakui menjadi manusia adalah sebuah tanggung jawab besar. belum lagi kalau membaca juz amma yang banyak berisi kemarahan allaah dan peringatan tentang siksa yang sangat pedih… ampun… hamba tidak berani ya allaah…

    1. @Bhumi Abimanyu: anda memiliki banyak pertanyaan tentang iman anda dan nalar anda tidak memiliki jawaban atasnya.

      Ini adalah konflik wajar yang banyak dialami orang yang ingin memahami agamanya lebih dalam.

      Ada yang memilih terjun dalam perang konflik ini dan berusaha keras mencari jawabannya, akan tetapi ada yang memilih menghindar dari konflik ini dengan memihak ke salah satu dan bersikap seolah-olah tidak ada masalah.

      Saya yakin saat anda menyaksikan ada ketidak-adilan atas nama agama, nurani anda terusik. Namun dengan hidayah, anda sekarang bisa mengabaikan nurani anda tersebut dengan mengatakan: “Allah lebih tahu tentang keadilan dari yang kita tahu”. Anda tetap melihat ketidak-adilan tersebut, akan tetapi sekarang anda lebih memilih khusyuk mengabdi Tuhan daripada memperdulikan nalar dan nurani anda.

      Apakah anda sekarang lebih bijaksana dan memiliki jawaban atas konflik batin anda?
      Saya rasa tidak. Konflik tetap ada, namun anda memilih mengabaikannya agar lebih khusyuk dalam mengabdi Tuhan.

      Mungkin kalau ISIS menyerbu dan dengan alasan tak jelas menjual ibu atau saudara perempuan anda sebagai budak seks, anda bisa mengucap: “Ini memang berat, namun bila ini memang hukum dari Allah, ampun ya Allah. Hamba tak berani melawan hukumMu ya Allah…”.

        1. @Bhumi Abimanyu: terima kasih do’anya.

          Tapi tentunya kalau yang disebut hidayah itu berarti membuang kemanusiaan untuk janji-janji hedonisme setelah mati (surga), saya gak butuh itu.

          Tuhan kalau ada, tentu sosok penjunjung keadilan dan kemanusiaan. Bukan tiran yang hanya perduli pada mahluk tunduk-patuh dan gak mikir.

          1. maaf pak judhianto, orang sekaliber anda paling cocok didoakan supaya mendapatkan apa yang hendak dicari saja. kalau mendoakan bapak mendapatkan hidayah terkesan kalau saya yang mendapat hidayah dan anda tidak. sekali lagi maafkan kekhilafan saya.

  32. “orang sekaliber anda” adalah pengakuan saya mengenai pemikiran pak judhianto beserta tulisan tulisannya.

    saya malu pak dengan kata kata “mendapat hidayah”, marilah tidak menggunakannya lagi 🙂

  33. judhianto ini bukan seorang muslim jd tdk ada gunanya berdialoq tentang topik ini…psti ia akan menjawab diluar dari ajaran islam.

  34. Kutipan kemarin : HURTING SOMEONE WITH THE TRURH IS BETTER THAN MAKING THEM HAPPY WITH LIE

    Ada yang ngambek ni ye ?

  35. Maksudnya The Truth kok tertulis The TRURH , itulah manusia tidak pernah bebas dari kesalahan he…he…

  36. Kalian ini berdebat tapi salah dalam memilah subjek bahasan & konteks, sebab bahasan Qur’an memiliki konteks ruang & waktu, demikian juga sejarah orang2 penting muslim yang berpoligami dan memiliki selir (dari budak) memiliki konteksnya juga, termasuk konteks kita yang berjarak jauh dari konteks mereka. Bahwa konteks yang melatari praktik selir adalah ketika sistem perbudakan masih ada di dunia. Adapun praktik yang terjadi di dunia arab yang memposisikan TKW sebagai selir itu masalah lain dan tidak mewakili persepsi & perilaku muslim pada umumnya. Bung Judhianto, sebenarnya andai preposisi anda netral, mestinya anda lihat dulu realitas perbudakan pada masa itu lalu membenturkannya dengan subjek yang anda sasar, bahkan agar klaim2 anda tidak terkesan tendensius berikanlah juga info praktik perbudakan pada komunitas agama selain Islam semasanya. Sebab jika Qur’an membenarkan tudingan anda maka agar praktik pergundikan ala Islam itu bisa terjadi di saat ini maka harus diadakan dulu perbudakannya, saya tidak menemukan satu ayat pun yang menyuruh muslim melestarikan perbudakan, atau mungkin saya tidak seteliti anda? Boleh tunjukkan ayatnya mana di dalam Qur’an?

    1. @Andre Gunawan: untuk perbudakan di agama lain, ada kok. Perbudakan di agama Kristen bisa kita lihat dari perbudakan di dunia barat yang keturunannya menjadi warga kulit hitam di Amerika. Orang Kristen bisa meninggalkan perbudakan manakala tidak lagi menganggap semua isi Alkitab sebagai petunjuk hidup.

      Memang tidak ada ayat Qur’an yang menyuruh melestarikan perbudakan, tapi umat Islam melestarikan Qur’an yang mengakomodasi perbudakan. Selama tidak ada yang berani mengatakan bahwa tidak semua isi Qur’an adalah petunjuk hidup yang perlu dituruti, ya efeknya sama dengan melestarikan perbudakan.

      Contoh yang nyata bagaimana pemeluk Islam melestarikan perbudakan bisa kita lihat dari ISIS yang menghidupkan perbudakan seks. Kalau ada yang menganggap ISIS hanyalah kelompok sakit jiwa yang tidak mewakili Islam, maka anggota parlemen Kuwait yang saya kutip pendapatnya, mewakili semangat perbudakan Islam di kepala orang yang mewakili jenisnya di Kuwait.

  37. Kalimat2 anda saling bertabrakan sendiri. Sepertinya karena preposisi yg tdk netral menyulitkan anda dalam menyusun asumsi2 yg runut. Hal yang biasa terjadi dalam diskursif “the other”, bukan sebuah kajian yang jujur tapi kumpulan ambigu & reduksi (paradox).

    Anda bilang Qur’an tidak menyuruh melestarikan perbudakan tapi mengakomodir perbudakan. Ini seperti kalimat “Jokowi tidak menyuruh pelacuran tapi membolehkan pelacuran berlangsung”, atau seperti “dokter tidak menyuruh terus merokok tapi mengakomodir para perokok.” Hello….Paradox pertama

    Anda menyatakan, selama tidak ada orang yang berani mengatakan bahwa tidak semua isi qur’an adalah petunjuk hidup maka perbudakan akan terus ada. Anda sedang membuat standar yang mustahil sebab jika seorang muslim yang mengatakannya maka seketika itu ia bukan lagi seorang muslim. Ini sama dengan kalimat “saya kristen tapi sebagian alkitab tidak benar.” Paradox kedua

    Tapi jika yang anda maksud adalah orang non muslim yang harus berani mengatakannya, dalam kasus ini malah anda sendiri yang bilang bahwa Islam tidak menyuruh melestarikan perbudakan. ??? Paradox ketiga…tp trims atas pengakuannya 🙂

    Anda menyatakan bahwa ISIS dan seorang anggota parlemen (perempuan pula) mempraktikkan dan mendukung perbudakan dan pergundikan. Ini sama seperti membaca Indonesia lewat gang dolly dan lantas anda berkata Indonesia adalah Republik Pelacuran. Come on, saya semakin ragu anda mengerti kaidah standar hermeneutika dan standar penelitian kuantitatif. Paradox keempat…

    Kesimpulan saya, anda sama sekali tidak (mau) mengerti objek yang sedang anda analisa karena anda adalah subjek yang datang dari awal sudah dengan kesimpulan2 tertentu dan sudah final. Situasi seperti ini tidak akan menghasilkan manfaat apapun bagi anda dan lainnya sebab ini bukan kajian ilmu tapi retorika.

    1. @Andre Gunawan: anda jeli sekali melihat paradox di komentar saya. Saya coba lihat yang anda maksud dengan paradox tersebut:

      Qur’an tidak menyuruh melestarikan perbudakan tapi mengakomodir perbudakan

      • * Qur’an tidak menyuruh melestarikan perbudakan. Faktanya memang tidak ada isi Qur’an yang menyuruh melestarikan perbudakan, yang ada menyuruh pembebasan budak sebagai hukuman/denda.
      • * Qur’an mengakomodir perbudakan. Faktanya memang Qur’an memberi aturan-aturan memperlakukan budak, di antaranya adalah ayat yang saya kutip di tulisan saya. Perbudakan adalah realitas masyarakat di era nabi hidup, dan Qur’an mengakomodasinya dengan memberi aturan.
      • * Jika anda menganggap hal di atas sebagai paradox/ambigu, ya anda harus menuding ke pengarang Qur’an, bukan saya yang cuma mengungkapkannya

      Anda menyatakan, selama tidak ada orang yang berani mengatakan bahwa tidak semua isi qur’an adalah petunjuk hidup maka perbudakan akan terus ada. Anda sedang membuat standar yang mustahil sebab jika seorang muslim yang mengatakannya maka seketika itu ia bukan lagi seorang muslim.

      • * Manifestasi menggunakan Qur’an sebagai petunjuk hidup adalah mengunakan hukum syariah dalam kehidupan sehari-hari.
      • * Tapi lihatlah di sekeliling anda, siapa yang mau dan menyetujui melempari orang dengan batu sampai mati (hukum rajam) saat ada yang ketahuan berzina? Siapa yang mau dan menyetujui menyembelih orang (memancung) karena keluar dari Islam? Siapa yang mau dan menyetujui memotong tangan orang karena korupsi atau menerima suap? Siapa yang mau dan menyetujui memperbudak orang dan menggunakan budak wanita sebagai pemuas seks?
      • * Mungkin ada yang mau atau menyetujui pelaksanaan hukum sadis syariah itu, tapi berapa banyak? saya yakin sedikit saja
      • * Jadi yang menganggap semua isi qur’an adalah petunjuk hidup hanyalah sedikit saja, karena yang mau melempari orang sampai mati, menyembelih orang, memotong tangannya, memperbudak orang dan menggunakan budak wanita sebagai pemuas seks seperti yang diatur dalam Qur’an dan ada contohnya dari era nabi, cuma sedikit.
      • * Kalau anda menganggap orang yang tak berhukum dengan syariah otomatis bukan muslim, ya mungkin sebagian besar muslim di sekeliling anda, menurut anda bukan muslim. Maka hanya ISIS dan Al-Qaeda yang mungkin menurut anda memenuhii kriteria seorang muslim.
      • * Jika anda menganggap hal di atas sebagai paradox/ambigu, anda harus menuding ke sebagian besar muslim di dunia, bukan saya yang mengungkapkannya

      Anda menyatakan bahwa ISIS dan seorang anggota parlemen (perempuan pula) mempraktikkan dan mendukung perbudakan dan pergundikan. Ini sama seperti membaca Indonesia lewat gang dolly dan lantas anda berkata Indonesia adalah Republik Pelacuran.

      • * Praktek perbudakan dan perbudakan seks ada aturannya dalam Qur’an dan dicontohkan Nabi Muhammad. Kurang apa lagi? jika 2 hukum tertinggi Islam yaitu Qur’an dan Sunnah Nabi menyatakan perbudakan dan perbudakan seks boleh dan diatur, masak saya mengatakan perbudakan dan perbudakan seks bukan bagian dari Islam? memangnya pendapat saya lebih tinggi dari Qur’an dan Sunnah?

      Oh ya, anda menyebut-nyebut kaidah standar hermeneutika dan standar penelitian kuantitatif, apa sih itu? apakah itu yang menghasilkan keahlian menangkap paradox?
      Helloooww

  38. Wah tambah asyik nih jadi penonton dunia ….dunia isinya pepak…
    Komentar dari pembaca dan jawaban jawaban ces pleng dari mas Judhi, mak nyus kata Bondan ahli cicip kuliner.
    Mohon pencerahan bedanya hermeneutika dan asbabun nusul ?

    1. @Mandra Wage: hermeneutika dan asbabun nuzul secara garis besar sama. Satunya istilah Kristen satunya Islam.
      Keduanya berusaha memahami pesan dari ayat kitab suci setelah meneliti latar belakang saat ayat tersebut muncul. Ditujukan siapa, konteks peristiwanya bagaimana, hubungannya dengan ayat lain bagaimana dan sebagainya.

  39. ya sama kayak Poligami… itu bukan perkara boleh atau tidak boleh, karena hukum Islamnya itu boleh, tapi menurut saya Poligami itu perkara mau atau tidak mau, ikhlas atau tidak ikhlas. Wong ada kasus, Nabi Muhammad tidak ikhlas anaknya Fatimah dimadu oleh Ali

    budak seks, poligami, hukum qisas, hukum rajam, itu semua boleh dalam Islam, tapi Allah tidak akan marah jika kita tidak melaksanakannya, karena semua itu sifatnya bukanlah tiang agama, semua itu hanyalah perkara lebih ke hubungan antar manusia aja, itu menurut pemahaman sederhana saya…

    Allah akan marah kalo kita tidak shalat fardhu, tidak berpuasa di bulan Ramadhan, tidak bayar zakat, atau tidak pergi Haji jika kita mampu, karena semuanya itu pilar utama agama Islam

    Kalo seumpama ada negara yg melaksanakan hukum rajam, ya kita harus menghormatinya dengan cara tidak berzina di negara itu… tapi kalo ada negara yg tidak melegalkan hukum rajam, tapi ada tindakan hukum bagi penzina yg bentuknya bukan rajam (kayak Indonesia) ya taati aja aturan yg ada di negara itu, simpel…

    1. @Satria: bagi saya, aturan agama seharusnya berhenti di masalah pilihan pribadi.

      Kalau sudah menyangkut urusan bersama/publik/bernegara, tentunya kita berhubungan dengan orang lain yang bisa punya agama beda, punya pilihan beda. Di area ini kita harus menggunakan acuan yang bisa diterima setiap orang yang tersangkut – bukan hanya acuan kita.

      Sebagai contoh, jika orang Islam tidak mau zina atau minum alkohol karena aturan agama, ya silakan itu diberlakukan untuk dirinya sendiri.

      Bila dia hendak memberlakukan sebagai aturan negara, nanti dulu…

      Dalam negara itu kan ada yang beragama lain, yang punya aturan sendiri tentang zina atau alkohol, kita tidak bisa memaksa orang lain menuruti aturan kita berdasarkan dalil ini-itu menurut agama kita. Toh kita sendiri pasti tak mau dikekang oleh aturan berdasarkan agama lain, apa urusannya agama lain yang tak kita percayai mengatur-atur hidup kita?

      Satu-satunya jalan menjadikan aturan agama kita menjadi aturan yang berlaku umum, ya kita harus bisa meyakinkan orang lain untuk menerima aturan tersebut. Tentunya bukan menggunakan dalil ini-itu dari agama kita, melainkan menggunakan kerangka yang bisa diterima setiap orang.

      Misalkan jangan minum alkohol atau berzina karena kita bisa menunjukkan data statistik pengaruh negatif alkohol atau zina bagi kesehatan, ketertiban sosial, kesehatan mental dan sebagainya. Jika alasan logis yang kita tunjukkan kuat, maka siapapun dengan latar agama apapun pasti bisa menerimanya.

      Menakut-nakuti orang dengan dosa atau neraka ala agama itu cara terbelakang. Seharusnya peraturan ditegakkan setelah menunjukkan bahwa aturan tersebut merupakan pilihan logis untuk menghindari resiko-resiko logis dan nyata yang bisa ditunjukkan pada tiap orang.

      1. iya saya sepakat, ada masalah agama yg berhenti di ranah pribadi

        sya juga tidak suka aturan warung makan itu tidak boleh buka di bulan puasa, karena puasa kan ibadah pribadi, kalo muslim laki makan di siang hari, yg dosa kan dia sendiri, bukan warung makannya…

        Tapi adapula sah-sah saja adakalanya agama bisa masuk dalam aturan bernegara, tapi tentunya syaratnya norma2 agama tsb sesuai dgn norma2 umum yg berlaku di masyarakat, tapi tentunya dengan bahasa hukum yg normatif. Seperti berzina/pergaulan bebas, saya rasa semua golongan agama menganggap hal tsb tidak baik, belum lagi secara medis bisa jadi penyakit kelamin dan secara sosial bisa memicu perceraian atau KDRT atau pernikahan dini yg tidak dikehendaki, dan seabrek masalahnya seperti yg pak Judhi terangkan di atas.

        Terkait ada negara yg pondasinya keagamaan, seperti di Timur Tengah atau Brunei, saya rasa sah2 saja menerapkan aturan syariah, mungkin secara sosial budaya aturan yg didominasi keagamaan cocok bagi negaranya. tapi mungkin di Indonesia tidak cocok

        Hidup ini intinya mentaati aturan, dimana pun kita berada, kalau kita tidak suka aturan yg ada, ya harus dilawan secara politik, karena politik adalah jalan menuju kekuasaan, dan lewat kekuasaan kita bisa membuat aturan sesuai ideologi kita. Kalau kita tidak bisa melawan secara politik, ya sudah taati aja aturan yg ada atau saling nimbrung ide kita di Nonton Dunia… hehehe… salam damai…

        1. @Dini Ahmad: kenyataannya memang terbelakang kok.

          Kalau anda misalkan penjual mobil, maka mengatakan bahwa yang gak beli mobil anda bakal dipukuli – itu pemaksaan ala preman yang terbelakang. Cara maju adalah mengutarakan manfaat dan keunggulan mobil anda, sehingga mereka secara sukarela mau membeli mobil anda.

          1. menakut nakuti dengan dosa atau neraka = yang nggak beli mobil bakal dipukuli = pemaksaan ala preman yang terbelakang. cara maju dengan mengutarakan manfaat dan keunggulan menurut saya ada juga dalam islam. alquraan isinya selain ancaman, juga kabar baik bagi yang beriman.

            tapi setelah saya scan tulisan dan comment pak judhi, sepertinya kita memang berbeda pemikiran. semoga pemikiran bapak bagus buat bapak dan orang orang yang terpengaruh dengan tulisan bapak.

          2. @Dini Ahmad: ya memang Qur’an berbicara dengan berbagai cara.
            Pertama dengan mengatakan bahwa Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, bahwa Islam itu rahmatan lil alamiin, bahwa tidak ada agama bagi yang tak berpikir dan sebagainya untuk memberi motivasi orang untuk berbuat baik.

            Kedua dengan iming-iming surga untuk yang berbuat baik. Tentang hidup senang, makanan berlimpah, sungai-sungai arak, kebun dan sungai yang sejuk, tinggal di istana, puluhan bidadari perawan yang tersedia. Pokoknya iming-iming hedonisme komplit agar orang berbuat baik.

            Ketiga dengan ancaman neraka bagi yang menolak ajakan Islam. Tentang dibakar hidup-hidup, minum cairan logam, dihimpit tanah dan beraneka ragam siksa yang abadi. Pokoknya segala kekejaman brutal sado-masokis dipinjamm untuk menakut-nakuti orang agar ikut Islam.

            Keempat dengan ancaman nyata. Hukum mati, rajam, potong tangan, cambuk dan sebagainya disediakan bagi yang tetep bandel.

            Jadi memang lengkap.
            Diberi pencerahan; gak mempan? diiming-imingi hedonisme surga; gak tertarik? ditakut-takuti kekejaman neraka; tetap gak perduli? dihajar hukuman fisik.

  40. Dialog dan diskusi yang sehat adalah tanpa premis premis mutlak spt bahwa keyakinan dan ajaran agamanya yang paling pasti benar karena sudah dijamin pasti berasal dari TUHAN.Itu yg disebut dengan TRUTH CLAIM.Kalau sudah seperti ini jadi mutlak mutlakan dg kata pokoke, mutung dalam diskusi , diskusi dan dialog akan berhenti.Seperti judulnya NONTON DUNIA, kita menonton/melihat fakta/realitas dunia kemudian menelaah fakta/realitas tersebut dengan berbagai PERTANYAAN TENTANGNYA, dan mencoba mencari rujukan ke kitab suci, ilmu, akal, iman,kepercayaan2 lain yang ada di dunia yg kita huni bersama yg sedang kita tonton.Donyo iki ora mung wekmu dewe, wekmu wek ku, wek ku wek mu.How to make this world fit to live in….together.Rahmatan lil alamin tawasuth wal iktidah, embuh opo iki artine mas Judhi ?

    Kompas Minggu hari ini tgl 5 Jui, hal 15 Din Syamsuddin Ketua MUI, Said Attia Ali Mattawa dari Al AzharMesir mengajak hidup bersama saling menghargai dalam masy majemuk dgn aqidah washatiyah…ramah ber poros jalan tengah.Jadi ingat Poros Tengah nya Amien Rais….he..he.

    Di dunia yang kita tonton banyak terjadi paradox paradox dan anomali anomali.Opo bedane PARADOX karo ANOMALI mas Judhi ?Di ilmu fisika kita belajar Anomali Air.

  41. tulisan ini nih yang membawa saya pada nontondunia.net. awalnya cuman tergelitik sama serial “muhtesem yuzyil” atau dengan judul abad kejayaan di antv. niatnya sih mau tahu aja, apa benar yang dilakukan suleiman dan anak anaknya itu “halal”? ternyata memang boleh ya pak judhianto.

  42. @Judhianto,

    saya baru saja mengerti bahwa hati nurani bisa bertentangan dengan ajaran tentang cara hidup yang diatur dalam Alquran, awalnya saya berpikir bahwa beda konteks saja, tapi ternyata bilapun sekarang ini kita sedang perang tentu saya yakin sebagian besar orang berhati nurani tidak akan tega menerapkan aturan tersebut. kenapa ya? menurut saya karena memang hati nurani kita, kesadaran akan nilai seorang manusia, akal budi, dll sudah jauh berkembang dibanding zaman jahiliyah dulu.. dalam beberapa level tentu beda perkembangannya ya, contoh ekstrim ya ada orang2 yang ga tega makan hewan maka mereka jadi vegetarian.. atau di arab ya mesti tega motong tangan, ..di aceh tega nyambuk dan tega mempoligami.. tp sy sih yakin setidaknya yang sampai pada level “tidak tega memperbudak” dari kita manusia ini cukup banyak..

    ada yang menarik dari tulisan @satria yang belum Anda komen, yaitu soal bahwa beberapa aturan hidup syariat islam itu tidak wajib, katanya “boleh tapi Allah tidak akan marah bila kita tidak melakukannya” , maka soal perbudakan ini sangat tergantung kepada siapa yang membuat aturan, atau lebih jauh lagi seberapa berhati nuraninya para penguasa dan orang2 kaya, ya istilahnya ada resiko abuse if power bila nafsu melebihi hikmat&nurani.. problematis sekali ya karena soal hati nurani dan budi pekerti ini susah dan makan waktu lama untuk menumbuh kembangkannya.

    sy non muslim, sy kristen, sejauh ini dari segi ajaran semua cocok dengan hati nurani saya, (tergantung gimana kita mempelajari ajaran dan bagaimana kita diajar), saya dididik untuk belajar sendiri juga bukan apa kata pendeta aja. Bagi saya alkitab itu buku sejarah tentang Allah dan manusia sih ya bukan kitab yang suci, dan di situ dijelaskan mana yang sejarah, mana yang ajaran. buku itu sendiri ga suci sama sekali dan gapapa ditaruh di lantai atau lecek2.. di situ keberdosaan adam, abraham, yakub, daud, dll bahkan soal indahnya sex jg dikupas tuntas.. haha.. kebenarannya 100% benar tp sy sendiri yakin bahwa ada beberapa gap antara maksud Allah dengan kemampuan manusia menuliskan/memahami dalam bahasa, istilahnya bahasa Allah yang dimanusiakan (nah Anda bisa aja bilang ga 100% benar dong? ya 100% benar tp sayanya aja sebagai pembaca zaman ini yg ga 100% mengerti atau 100% mengaplikasikan)

    bergulat dengan akal
    makanya saya sendiri juga percaya loh dengan teori evolusi, dan sy juga percaya dinosaurus itu ada sejak ratusan juta tahun yang lalu, sedangkan alkitab sendiri memulai penciptaan bumi ada hanya dalam kurun waktu 10,000 an tahun saja, dalam hal ini sy tertolong untuk punya pemahaman bahwa alkitab bagian awal adalah Bahasa Allah yang dimanusiakan, yang mana isinya bisa saja “tidak menceritakan seluruhnya, dan dalam bahasa / cerita Allah yang dimanusiakan atau dimaksudkan untuk manusia pahami”, jadi Tuhan maunya bercerita seperti itu lewat tulisan Musa ya sudah dan itu kebenaran juga bagi saya, tp sy tahu lebih daripada itu tuh berkat ilmu pengetahuan alam.. dan ga soal juga buat saya.. di zaman postmo ini untungnya akal dan pengetahuan agak agak underrated ya, wkwkwkwkwkwk, kalo ga sy bisa stress dan murtad karena bagian creation dianggap belum lengkap 😀 , salah satu yang menolong saya adalah kalimat ini dari guru agama smu sy: “memang satu hari di kitab kejadian pasal penciptaan itu berapa lama sih, apa 24 jam jg? definisi hari di situ apa emang?” “memang terang di situ apa?” “langit itu di situ definisinya apa?” nah eye opener banget buat saya waktu itu.. akhirnya sy berdamai dan ga berulat lagi antara akal budi dan alkitab

    bergulat dengan nurani
    di alkitab juga ada cerita tentang pembunuhan sekian banyak manusia dan sgala bentuk penyiksaan, dan jg perbudakan (budak sexual tidak diceritakan atau diatur, yang ada si abraham bandel jadi dia bersetubuh dengan hagar agar ada keturunan, ga mau sabar slai itu ada yg incest jg) tp di dalam kristen, smua orang pilihan (nabi dan raja) itu memang pasti bikin salah dan malah ada jg yg berdosa besar2.. Dan ya memang kejam sih sebagian isinya (terlepas tujuan atau alasan perangnya apa), namun di saat itu harus menerima bahwa harus demikian (kristen menerima bahwa ga smua manusia selamat, bahkan jg sbagian kristen bisa aja ga selamat kalo ga aplikasikan kasih)
    ya saya menerima dan jg bersyukur bukan hidup di zaman itu, karena di zaman biblical awal non yahudi itu diperangi melulu oleh yahudi, dan kalo perang pasti kalah, dan sy bukan yahudi, kalo kata paulus kami ini anak angkat..

    untungnya cerita centralnya ada pada Yesus Kristus dan sy bersyukur bisa belajar memper Tuhankan Dia.. kalo ga ada Dia, Dia ga mati, bangkit, naik dan nanti turun, ya sama aja sama agama samawi lain (Yahudi), Kristen cuma versi yang beda dikit doang dari Yahudi (masih menunggu Mesias) dan Islam (sedang menunggu Imam Mahdi). Soal mana yang akhirnya bisa menyelaraskan iman dan hati nurani, Anda bisa melihat kan bagaimana tiga ajaran agama ini membuat sejarah dan peradaban (plus budha, hindu, tao, dll) ??

    ajaran kristen bilang Yesuslah jalan menuju keselamatan bagi siapa yang percaya, nah ini masalah buat kami, karena percaya dan beriman dalam ajaran Kristen sangat susah untuk diaplikasikan, kita harus melalui proses pengenalan akan Tuhan, mengenal konsep keberdosaan, penebusan, dan kita mengalami pertobatan lalu menjadi pengikut Tuhan (lewat satu bagian aja maka blom lengkap, kcuali stelah bertobat langsung meninggal) mengikut Tuhan sendiri amat sangat susah juga, tuntutannya banyak, kita disuruh tinggalkan harta dan ikut Tuhan (untung harta sy lom banyak), hapuskan hutang atas budak, menghapuskan kemiskinan, hidup kudus, dll (sebagian besar ya harafiah loh), sayangnya sebagian besar dari kami hanya jadi umat gerejawi saja yang ga mendarat di bumi tp merasa sudah jadi warga sorgawi sehingga kami ini masih kurang berdampak…

    sgitu aja komen saya… maap panjang

    1. @Erwin: memang membaca kitab suci secara apa adanya akan menimbulkan masalah. Karena semua kitab suci muncul di masa lampau dengan setting peradaban belum semaju sekarang. Membaca dan mengikuti kitab suci secara apa adanya hanya akan menciptakan orang kuno yang tersesat di masa kini, semacam fosil hidup.

      Membaca kitab suci seharusnya menggunakan filter masa kini, yaitu kemanusiaan (kasih) dan sains. Abaikan isi kitab suci yang tak lagi sesuai dengan kemanusiaan atau tak sesuai dengan fakta sains.

  43. terus terang saya baru mengetahui sedikit tentang ajaran atheis dari Judhianto, yang mungkin intinya adalah menitik beratkan pada logika berfikir rasional dan membuang jauh hal2 yang tidak irasional , apakah benar kesimpulan saya?
    apakah pada ajaran atheis tidak mempercayai hal2 yang ghaib (irasional)? misalnya jin, setan, ruh, ilmu sihir yang dapat memisahkan antara suami dan istri, teluh, kesurupan dan rukyah (penangkal sihir) dengan menggunakan ayat2 alquran.
    Menurut saya Judhianto adalh seorang yang (tahu) tentang ajaran islam, kemudian menjadi ateis karena merasa kecewa lantaran menganggap hukum dalam quran sudah ketinggalan jaman, kejam, kemudian mendustakan ayat2 alquran.
    ayat ini akan membuat semakin mantab dalam dalam keyakinan ateismu
    “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, bagai unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan”. [Al A’raf:40]
    Perbudakan dalam Islam: Alhamdulillah Allah telah mengatur tentang perbudakan lewat Alquran dan nabi sendiri telah mencotohkannya, sungguh ini adalah berkah dan rahmat yang luar biasa dari Allah. Alquran adlah furqon pembeda, sungguh dengan adanya ayat ini kita bisa mengukur keadaan keimanan Islam kita bagi yang menerima tidak ada masalah tapi bagi yang tidak menerima berarti dalam golonngan orang2 yang mendustakan ayat Allah.

    1. @Om K: saya nggak komentari pandangan anda tentang saya, lha wong anda bukan apa-apa saya, nggak penting.

      Saya hanya komentari pandangan anda berikut:

      Alhamdulillah Allah telah mengatur tentang perbudakan lewat Alquran dan nabi sendiri telah mencotohkannya, sungguh ini adalah berkah dan rahmat yang luar biasa dari Allah. Alquran adlah furqon pembeda, sungguh dengan adanya ayat ini kita bisa mengukur keadaan keimanan Islam kita bagi yang menerima tidak ada masalah tapi bagi yang tidak menerima berarti dalam golonngan orang2 yang mendustakan ayat Allah.

      Dari kutipan anda, tersirat bahwa segala sesuatu yang sudah diatur Qur’an dan dicontohkan nabi adalah pasti benar. Anda tidak merasa perlu menunjukkan dukungan nalar atau melihat kenyataannya di lapangan.

      Saya sih melihat lebih ke prinsip yang lebih tinggi.
      Jika Allah mengatakan Ia adalah maha pengasih, penyayang dan mengajarkan agama untuk menyebarkan kasih sayang di muka bumi serta menjadikan agama untuk meningkatkan akhlak manusia; maka saya berpegang pada prinsip ini.

      Jika realitas dan logika tidak lagi menunjukkan ajaran Qur’an dan contoh Nabi Muhammad membawa manusia kepada ketinggian akhlak manusia dan kasih sayang kepada seluruh umat manusia; maka saya menolaknya.

      Anda bilang saya mendustakan ayat Allah? biarin.

      Dibanding Allah yang maha pengasih dan penyayang, maka ayat Qur’an dan contoh nabi hanyalah manifestasi pengasih dan penyayangnya Allah menurut versi orang Arab abad ke 7.

      Saya tidak ingin mendustakan Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Saya menyembah Tuhan yang baik itu, bukan menyembah ajarannya, yang mungkin baik bagi orang arab abad ke 7; tapi bukan bagi saya.

      Mendustakan ayat itu tak seberapa dibanding mendustakan Allah yang maha baik. Benar kan?
      🙂

      1. untuk menganalisa perbudakan apakah baik atau buruk pakai saja logika manusia.logikanya kalau kita dijadikan budak mau tidak? kalau tidak mau ya jangan menjadikan sesama manusia budak.
        kalau ada sebuah pendapat, ajaran, ataupun kitab yang yang memperbolehkan perbudakan.secara hati nurani berarti ajaran, pendapat atau kitab itu SALAH.
        kalau ada yg bilang benar jadikan saja yg bilang itu menjadi budak.mau tidak dia?

  44. begini banyaknya pertanyaan dan jawaban tapi saya kok tidak menemukan jawaban dari MUI, Hizbut tahrir, ataupun Abu Bakar Ba’asyir….. Kemana MEREKA ??????

Perkaya Tulisan Ini Dengan Pendapat Anda