Pocong, Kuntilanak. Bener Gak Sih?

Pocong dan Kuntilanak. Siapa sih yang belum pernah dengar dua dedemit kesayangan film-film hantu Indonesia?.

Mereka mewakili spesies penebar takut dari alam ‘sana’ yang khas Indonesia.

Khas Indonesia? Lha apakah para dedemit itu juga mengakui dan ikut NKRI? Atau punya KTP?

Bisa jadi  …he he…

Yang jelas Pocong dan Kuntilanak hanya bisa anda temui di Indonesia, khususnya di seputar Jawa. Di luar negeri tidak ada Pocong.

Film Kuntilanak Kesurupan
Poster film Kuntilanak Kesurupan

Apakah orang asing tidak kenal hantu?
Bukan begitu, mereka punya versi mereka sendiri. Kalau dalam film Cina, biasanya hantunya macam vampire Cina yang memakai baju bangsawan dan rambut dikuncir panjang. Jalannya melompat-lompat.

Kalau dalam film barat, sang hantu agak beragam, tapi biasanya memakai baju putih longgar dengan rambut terurai atau ada versi yang membawa pemotong jerami khas barat yang bertangkai panjang.

Pocong yang tertangkap basah sedang sarapan bubur ayam.
Pocong yang tertangkap basah sedang sarapan bubur ayam.

Tiap budaya punya hantunya sendiri, mereka mewakili elemen rasa takut masyarakatnya.

Pada umumnya semakin rendah tingkat pendidikan rata-rata masyarakatnya semakin beragam spesies hantu yang dimiliki. Keragaman itu berkurang dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan warganya. Pada negara-negara yang maju, sangat sedikit laporan tentang hantu yang dilaporkan warganya.

Kalau begitu apakah hantu merupakan fenomena budaya? pasti begitu, karena ia begitu khas milik suatu budaya. Pocong tidak dikenal di Cina. Dia hanya dilaporkan terlihat di Indonesia.

Kalau begitu apakah hantu hanyalah omong kosong?
Selama ini tidak ada penelitian objektif yang bisa mendefinisikan spesies para hantu itu. Semua laporan berdasarkan kesaksian para saksi mata. Tidak ada penelitian terkontrol yang bisa membuktikan hantu-hantu tersebut.

Kalau tidak bisa diteliti di lab, kesimpulannya omong kosong dong?
Belum tentu, siapa tahu sang pocong dulu IQ-nya jongkok waktu sekolah, jadinya ia alergi dengan yang namanya peneliti, apalagi laboratorium…

Baca Juga:


48 komentar

  1. Kalau saya sendiri mengatakan apapun bentuk dan namanya makhluk halus itu ada,karena saya sendiri yang bertemu,
    1. Ada dalam bentuk anak kecil setinggi lutut kepala plontos warna coklat cream, tapi sewaktu saya kejar, luar biasa kecepatannya, kejadian itu magrib pas adzan terdengar dari masjid Al – Ikhlas,
    2. Ada dalam bentuk pocong, tergeletak di depan pintu ruang tamu, yang melihat waktu itu, saya dengan paman saya, tidak lama setelah itu, paman saya meninggal. Kejadiannya sekitar jam 8 malam.
    3. Ada terlihat tiga wanita memakai mukena, mereka dzikir di atas meja di ruang dapur, kejadiannya sekitar jam 2 malam.
    4. Ada sepotong tangan warna merah darah, terdengar suara seperti kuda meringkik, mencoba memasukkan tangannya di lobang papan dapur, tak lama kemudian, tangan itu menusukkan ranting pohon nangka, selanjutnya terdengar ia mandi di bak di luar rumah. Besok paginya, tak ada air setetespun, padahal bak itu diisi sore kemarin penuh.
    5. Saya sekitar 3 tahun lalu jam 13,oo WIB, pernah memanggil pelaku pembakar diri seorang remaja yang kebetulan habis buang air kecil di sebuah lahan kosong di Perumnas Talang Kelapa Palembang, saya panggil di dalam mobil suzuki carry, sekitar 30 menit pelaku pembakar datang berwujud seorang wanita pakai baju kaos batik, berjilbab, dengan wajah sedih dia katakan bahwa, remaja itu kurang ajar, membakar alang – alang dan buang air kecil mengenai tubuhnya yang lagi tidur. Padahal lokasi itu miliknya yang dia huni sudah 600 tahun lalu.
    6. Saya pernah beberapa kali menolong orang yang diganggu seperti seorang ibu hamil, tidak bisa bernapas, rupanya ia dicekik, Ibu itu tinggal di Komplek Elit Kampus Palembang
    7. Ada seorang mahasiswi, 3 hari tidak sadar diri ( kesurupan ) rupanya mahasiswi itu di masuki jin ifrit bernama abdul kohar dari Madina. Kejadiannya tepat di belakang Kantor Sriwijaya Post Jalan Kapten A. Rivai Palembang.
    8. masih banyak pengalaman pribadi lainnya.
    Kesimpulan: saya percaya makhluk halus ada yang baik beragama Islam, ada yang jahat, mengganggu manusia. Saya juga percaya, banyak orang “tidak percaya”, pengalaman pribadi saya sendiri. Tapi buat saya tidak masalah.
    Hal lain : buka http://hermansuryantoadaapahariini.wordpress.com, di jendela aneh bin ajaib.

    1. @Herman Suryanto: terima kasih untuk berbagi mengenai pengalaman pribadi dgn hantu.

      Anda sungguh luar biasa, mengalami 8 kali atau lebih pertemuan dgn hantu.

      Saya tidak punya data statistik tentang jumlah orang yg mengalami pertemuan dg hantu, mungkin dibawah 1% penduduk. Banyak yg seumur hidup belum pernah ketemu hantu, termasuk saya.

      Problemnya, semua pertemuan dg hantu bersifat pribadi dan jarang bisa diverifikasikan dg orang lain.

      Dari pengalaman pribadi, saya menyimpulkan hantu tidak ada.
      Tapi saya menghargai org lain yg berdasarkan pengalaman pribadinya menyimpulkan hantu itu ada.

      Pengalaman orang kan bisa beda2, tentunya kesimpulan juga bisa beda.

  2. Terimakasih saya diperbolehkan bertanya….Bos,…menurut keilmuan anda,..sebenarnya saya sedang mengalami apa ? saya dua kali melihat awan membentuk tulisan Allah dalam huruf arab..dan untuk memastikan apakah itu halusinasi saya saja, maka saya memanggil istri saya..dua kali jua istri melihat bareng saya..mohon kearifan anda untuk memberikan penjelasan..terimakasih..sudibyo dari solo

    1. @Sudibyo: saya akan sampaikan satu peristiwa yang mungkin bisa menjadi pembanding.

      Pada tahun 1917 di Cova da Iria, Portugal, 3 orang anak gembala melihat penampakan Bunda Maria yang memberi nasehat kepada mereka, Bunda Maria juga minta mereka datang lagi pada tanggal 13 selama 5 bulan. Peristiwa itu di bulan Mei, dan banyak yang percaya datang berturut-turut pada tgl 13 di bulan berikutnya. Pada 13 Oktober 1917, dihadapan 70,000 orang yang hadir, Bunda Maria datang lagi. Sejak saat itu tempat tersebut menjadi salah satu tujuan ziarah kristen.

      Apakah mungkin halusinasi bisa menipu 70,000 orang?
      Ahli psikologi ada yang mengatakan, halusinasi membutuhkan prakondisi tertentu, seperti kepercayaan, agama, atau harapan yang tinggi. Pada saat yg kritis, ketika seseorang melaporkan melihat sesuatu, yg lain dengan segera meyakini dan saling memperkuat halusinasi yang seperti mereka harapkan.
      Hal yg sama juga terjadi pada kasus kesurupan massal yg banyak terjadi di negara kita dan negara dgn ikatan komunal tinggi, dan bukan di negara-2 yg masyarakatnya individualis.

      Untuk mengujinya, mungkin kita bisa cek pada orang lain yg tidak dalam kondisi psikologi sama dan terkait dengan yg menyaksikan fenomena tersebut. Misalkan dgn menanyakan pada org lain yg kebetulan melihat ke arah yg sama dgn pertanyaan terbuka, misalkan melihat apa? bukan dengan pertanyaan tertutup seperti: apakah kau melihat “A” pada saat itu?

      Yang anda alami adalah pertanda dari iman anda, silakan berbagi dgn org yg dekat dgn anda. Orang lain mungkin hanya melihat yg nyata dan tidak bisa melihat yg anda lihat, jadi tidak perlu disebarkan ke org yg tdk anda kenal.
      Itu bisa memperkuat iman anda pribadi, anggap saja karunia.

      http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2010/09/tubuh-yesus-yang-bangkit-menurut-rasul.html
      http://www.hidupkatolik.com/2012/05/22/berziarah-ke-tempat-maria-menampakkan-diri

  3. kebetulan nih admin bikin artikel yang ada hubungannya dengan hantu/makhluk ghaib.
    Ada yang saya mau tanyakan kepada Bapak Judhianto, tp bukan masalah pocong atau kuntilanak. Ini ada hubungannya dengan masalah(ruh yang sudah meninggal) yang ghaib.
    Cerita dulu dikit ya,,
    Ada tetangga disebelah punya anak kecil(udah mau remaja sekitar umur 15 tahun). Sejak kecil anak itu pendiam,jarang gaul sama teman2 sebayanya sampai sekarang. Saya tau betul karakter anak itu,karena tmpat tinggalnya dekat rumah saya. Kalau saya berkunjung ke rmh tetangga itu saya lihat anaknya sering berada di rumah. Kalau Saya ajak anak itu untuk bercakap-cakap terlihat anak itu memang pendiam dan juga ramah. Karena mungkin latar belakang orangtuanya juga memang orangnya ramah.
    Saya kenal benar anak itu, tapi akhir-akhir ini timbul satu keanehan yang bagi saya itu adalah hal diluar akal/mustahil.
    Anak itu bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa(tua) dari gaya bicara serta pengetahuannya menjadi bukan pribadi sehari2 anak itu. Ia bisa hapal doa-doa khusus dan panjang bacaannya,padahal anak itu selama hidup normalnya jarang ngaji bahkan membaca dan menulis pun ia tidak lancar. Ternyata sebab anak itu menjadi pribadi yang lain karena ruh kakeknya yang sudah meninggal. Pernah saya berbincang sebentar dengan nya,bertanya mengenai asal usulnya. Beliau mengaku bahwa yg mendiami tubuh anak itu adalah kakeknya. Beliau juga berkata bahwa beliau selalu disamping anak itu karena sangat menyayangi cucu nya (anak itu) karena kesolehannya( baik hati,ramah,pendiam,suka menolong orang tua nya,gak pernah kenal dg hal2 yg berbau modern).

    Yang jadi soal, apakah mungkin ruh orang yang sudah meninggal dunia bisa masuk ke tubuh orang lain.?

    Akan kejadian trhadap anak ini benar adanya. Saya melihat dan sempat berbincang2 dengannya.
    Saya pun percaya gak percaya menyaksikan kejadian sperti itu.
    Mohon bapak judhi bs mengomentari komentar saya ini .
    Terima kasih

    1. @Supriadi: mengetahui kenyataan itu tidak selamanya bermanfaat.

      Jika kita hanya butuh mengendarai mobil, pengetahuan tentang semua mekanisme mesin yang menggerakkan mobil tidak terlalu penting.

      Untuk cerita tentang anak tetangga anda, kenyataan sebenarnya akan bisa didapatkan bila kita mau melakukan semua verifikasi pada semua cerita-cerita tersebut dan melakukan tes untuk menguji ulang cerita itu.

      Verifikasi tersebut tentunya tidak menyenangkan, baik bagi anak tersebut maupun para penyampai cerita tersebut. Jika tidak banyak manfaatnya dibanding masalah yang ditimbulkan saat verifikasi cerita tersebut, rasanya lebih nyaman kalau kita terima saja cerita itu sebagai bahan obrolan yang asyik dengan para tetangga.

      1. @Supriadi, itu bukan ruh orang mati, namun jin Qorin si kakek tersebut yang berenkarnasi ke dalam jasad anak tersebut.

        @Judhianto, gw saranin, klo lo masih aja ngotot bahwa jin itu gak ada, udah pergilah elo sana ke dukun hebat, terus minta mantra yang bisa mendatangkan jin, terus lo malem-malem pergi ke tempat angker. Udah dicoba belom?! Apa susahnya ‘kan kalo lo pergi ke dukun hebat?! Ayo sana pergi ke dukun hebat, dan terus pergi ke tempat angker tengah malam, dan jangan malas utk mengerjakan apa yg udah gw ucapkan ini, biar lo yakin 1000% kalo jin itu memang beneran ada!!!!!!!!!

  4. Kalau itu ada dari dulu aku mau pelihara tuyul tuk cari kekayaan seperti orang2 ceritakan. Tapi kok gak ada yang nawari maupun ngejual ya he..he… Menurut pendapat saya, Gambaran2 hantu tesebut tebentuk dalam otak bawah sadar kita yang bertahun2, dari hasil menomton film maupun cerita hantu. Jadi tanpa dipikir pada waktu kita dikegelapan bayangan itu muncul. Pada waktu dijalan sepi bayangan kuntilanak atau pocong yang sering bonceng tepikir. Padah hal itu semua tidak ada. Akan tetapi tecipta oleh otak bawah sadar kita. Tapi kembali ke masing2 personal tadi, kalai dia meyakini ya ada karena otak bawah sadar tadi selalu stanby terus (mungkin ya)

    1. @Aninditya: saya setuju, kaum demit ini hanya sejenis mahluk imajiner, dan selama tidak ada anggota kaum demit ini yang muncul dimuka umum untuk protes, ya statusnya nggak akan naik menjadi kaum nyata… 🙂

  5. Tuh baca postingan gw yg waktu itu ngebahas tentang ilustrasi percakapan A & B mengenai keberadaan jin.

    Mungkin kayak gini pertanyaannya:

    1] Apa jin itu beneran ada?

    Jawab: Fakta dan realita, jin bener-bener memang ada.

    2] Kok gak kelihatan?

    Jawab: Dasar bodoh. Ya iyalah namanya GHOIB. Kalo ghoib ya kagak becus kelihatan.

    3] Apakah suatu saat nanti ilmuwan bisa bermain dengan jin di ruangan laboratorium?

    Jawab: Sampe semua ilmuwan mampus juga kagak mungkin becus menjadikan jin seperti hewan yang diujicoba di ruangan laboratorium.

    4] Kok membingungkan, hantu di setiap kebudayaan berbeda-beda. Di Indonesia ada pocong, kok di Brazil ga ada pocong sih?

    Jawab: Lo ‘kan tau, hantu itu setan. SEDANGKAN SETAN ITU BERTUGAS UNTUK MENYESATKAN MANUSIA. DAN SALAH SATU PENYESATAN TERSEBUT ADALAH MEMBUAT OTAK MANUSA MENJADI RANCU, GALAU, SYUBHAT UNTUK MENENTUKAN YANG HAQ DAN YANG BATHIL. Secara logika, setan (jin) di Indonesia berwujud pocong karena orang Indonesia kalo mati dijadiin pocong. Sedangkan di Eropa lain lagi, masyarakatnya non Muslim, jadi kalo mampus ya ga dipocongin. Sedangkan jin itu senang menyesatkan manusia.

    5] Ah, yang bener. Jadi selamanya hantu kagak bisa diujicoba di ruangan laboratorium yah? Para ilmuwan ‘kan cerdas-cerdas. Apakah para ilmuwan gak bisa punya cara untuk menjebak hantu supaya mereka bersedia diujicoba di ruangan laboratorium?

    Jawab: Lo mah ngaco. Sekali lagi guwa katakan, JIN ITU BUKAN HEWAN YANG BISA DIJEBAK. JIN ITU PUNYA AKAL YANG BISA DIAJAK NGOMONG SAMA MANUSIA SEPERTI KITA. Terlebihnya SIFAT SETAN (JIN KAFIR) ITU JAHAT. Mana bisa mereka nurut sama perintah ilmuwan (manusia). Yang ada mungkin, setan (jin kafir / hantu) itu pengennya ngebunuh manusia. Supaya apa? Supaya manusia cepet masuk neraka. Biar apa? Biar bos mereka yang bergelar Iblis tertawa gembira ketika manusia menderita harus masuk neraka. Gitu, coy.

    6] Alah, itu ‘kan cuman menurut agama Islam doang.

    Jawab: Nah, itu dia salahnya. Kenapa lo ga mau masuk Islam. Jadi lo bingung kalo harus mikirin tentang hantu. iya toh. Lagian, coy, di agama kafir juga, semacem Kristen dan Yahudi, ‘kan dibahas juga mengenai yang namanya jin, cuman mereka lebih senengnya nyubut roh jahat daripada nyubut jin. Itu setahu gw. Tapi sebenernya mah makhluknya itu-itu aja ga ada bedanya. Mau Jin kek, mau setan kek, mau syaitan kek, mau Iblis kek, mau pocong kek, mau Lucifer kek, mau Genderuwo kek, mau Peri kek, mau Drakula kek, itu sebenernye sama-sama aja yaitu JIN.

    7] Gimana cara ngebuktiin adanya jin?

    Jawab: Lo pergi ke dukun. Camkan baik-baik-baik, dukunnya harus dukun yang hebat yang setiap harinya mengurus keris-keris dan benda-benda pusaka dan batu-batu ali. Setahu gw, itulah dukun lepus (dukun hebat). Coba aja lo pergi kesana. Tapi ingat, camkan baik-baik, hantu ga mungkin bisa diujicoba di ruangan laboratorium, sebagaimana apa yang udah gw jelasin diatas. Ingat, kalo lo pengen bertemu hantu, Insya Allah, harus malem hari, bukan siang hari. Dan tentunya lo harus sendiri pergi ke tempat angker, sambil baca mantra ghaib hasil lo minta dari dukun. Dengan demikian, lo bakalan percaya dengan sendirinya kalo jin itu memang beneran ada, jika jin itu berkehendak untuk menampakkan diri ke depan mata lo.

    nb:

    Bagi gw pribadi ya, coy. Gw mah ga mungkin bisa menyangkal keberadaan jin, karena:

    1] Gw pernah ngelihat jin setiap tengah malem waktu tahun 2008-2009 yang berbentuk prajurit kerajaan.

    2] Saudara gw ada yang pinter ilmu sihir. Dia punya benda-benda ghaib. Dan suka ngomong sendiri. Dia bilang dia sedang ngomong dengan jin.

    3] Waktu saudara gw meninggal dunia, salah seorang saudara gw ngelihat roh saudara gw tsb di rumah gw. Kata gw, itu jin bukan roh. Karena roh org mati ada di ‘alam barzakh.

    4] Waktu itu gw pernah dimandiin sama ahli ruqyah sewaktu gw suka diganggu jin. Gw dimandiin malem kelam yang dingin. Namun karena air tersebut dipercaya mengandung do’a-do’a ruqyah, yg gw rasakan ga terlalu dingin.

    5] Dua kali gw pernah ngelihat perempuan kerasukan jin (kesurupan). Pertama waktu tahun 2009-an, tetangga gw umur 23 tahunan kesurupan. Guru ngaji gw bilang, katanya jin yang merasuk ke raga tetangga gw adalah jin dari Malaysia. Kedua waktu bulan Juni-Juli 2011, gw ngelihat ada ibu-ibu kerasukan sambil menangis ketika dibacakan ayat Al-Qur’an oleh ustadz yang mengobatinya.

    6] Demi Allah, demi Allah, demi Allah. Gw pernah ketika malem pas tidur, gw malah maw diangkat sama raksasa hitam, sehabis gw membaca do’a dari ustadz yang sedang berusaha menghilangkan jin yang mengganggu gw.

    7] Sungguh, cerita ini privasi gw pribadi. Gw ga bisa cerita disini sebab akan dibaca publik. Cuman, ada seorang dukun (entah itu dukun, ataukah mungkin ulama yang berteman dengan jin), yang bisa mengetahui isi hati gw yang terdalam. Padahal dukun tersebut sama sekali ga kenal dengan gw. Dia bilang katanya dikasih tau sama jin. Kisah ini terjadi ketika tahun 2008-2009 yang lalu. Tidak ada yang tahu, isi hati gw yang terdalam kecuali diri gw sendiri, bahwa gw lagi suka sama seseorang hingga buat gw galau. Tapi anehnya dukun tsb yang sama sekali ga kenal sedikitpun ama gw, bisa dengan mudah menebak itu. Anjriiit, kata gw itu. Kok bisa tau sih, kata gw tuh.

    Gak percaya?! Akh gw jg emang ga butuh lo buat percaya kok. Cuman, sungguh apa yang gw bilang itu ga omong kosong gw. Bahkan detik ini jg gw kadang-kadang gw suka diganggu jin (hantu). Makanya nanti rencana gw, Insya Allah, gw bakalan manggil ahli ruqyah buat ngusir jin yang suka tinggal di rumah gw.

    1. @Gw: menarik sekali jika anda punya pengalaman pribadi dengan mahluk ghaib.

      Akan tetapi, senyata apapun anda mengalaminya, pengalaman itu bersifat pribadi. Walau ada orang yang didekat anda, kemungkinan mereka tidak mengalami hal yang sama. Kalau mereka mengalami hal yang sama, mungkin mereka punya bakat yang sama.

      Apakah itu pengalaman nyata? Tentu bagi yang mengalaminya. Tapi karena hanya bersifat pribadi, maka itu senyata pengalaman orang yang dihipnotis, merasa melihat sesuatu tapi gak bisa diukur atau difoto oleh orang lain.

      Kenapa saya samakan? Karena kenyataannya memang gak bisa dibedakan dengan orang yang dihipnotis, atau juga orang yang mengalami halusinasi.

      Apakah saya percaya? Saya percaya itu cukup menghibur sebagai bahan obrolan. Tidak lebih.

      1. Percaya atau ga percaya itu terserah. Cuman yang jelas, ketika dukun menyatakan bahwa gw pernah diganggu jin, demi Allah, salah seorang saudara gw 2 kali mimpiin gw jadi anak kecil yang sedang dipermainkan oleh dua makhluk hitam yang menakutkan.

        Kalo dalam Islam, mimpi itu ‘kan ada yang bisa dita’birkan. Gw ga nyuruh lo buat percaya ya, gan. Ini cuman pengalaman aja. Toh memang gw mah bukan percaya lagi dengan adanya jin, tapi memang gw udah 1000% yakin kalo jin itu memang ada. Bukan karena gw beragama Islam, tp karena memang gw suka diganggu jin kafir (setan). Demi Allah, gw ga bohong.

        Tp itu semua sih up to u lah, toh gw jg ga nyuruh lo buat percaya apa kata gw. Cuman lo harus tau, jin itu nyata, fakta, dan realita, bukan isapan jempol belaka. Bahkan gw jg pernah ngelihat hantu disamping layar computer gw.

        Kalo oranglain ya ga mungkin bisa lihat lah. Toh namanya juga ghoib.

        Gini, gan, lo tetep ga percaya adanya jin ‘kan?! Iya ‘kan?!
        Sekarang cobalah lo pergi ke dukun (tapi dukunnya harus dukun yang 1000% hebat, bukan asal-asalan). Dan ingat, kalo pengen bertemu dengan jin, lo ga boleh rame-rame, setidaknya 2 orang ajalah kalo lo emang penakut. Lo malem-malem pergi ke tempat angker (Ingat, malam-malam bukan siang hari). Dan ingat, jin gak suka dengan keramean. Jadi gak boleh lo rame-rame ke tempat angker.

        Tapi inget, kalo lo ampe pingsan ngelihat setan, lo jangan nyesel aja gitu. Tapi kalo lo emang ngotot mempertahankan argumentasi bahwa jin itu ga ada, coba sekarang jg lo pergi ke dukun hebat (basa sunda: Dukun Lepus), terus lo minta mantra supaya didatangkan jin, terus lo sendirian atau berdua datang ke tempat angker ketika tengah malam dan jangan tidur sedikitpun juga. Ingat, jin ga suka keramean dan lebih suka nampak di malam hari.

        Udah pernah pergi ke dukun belum?! Belum ‘kan?! Kalo memang pernah, dukun macam apa yang lo datengin?! Dukun hebat (Sunda: Dukun Lepus) ataukah dukun abal-abal?! Kalo belum, segeralah pergi ke dukun untuk membuktiin bhw jin itu memang asli ada.

        1. @Gw: tiap orang tentu berhak mempercayai apapun, terutama bila memang berdasarkan pengalamannya sendiri.

          Saya sendiri pernah dekat bergaul dengan orang-orang yang berkecimpung dengan hal ghaib, berlatih tenaga dalam dan hal-hal ghaib (bahkan mengajarkan tekniknya).

          Namun karena pada dasarnya ada bakat skeptis, saya akhirnya menyadari bahwa itu semua adalah permainan imajinasi saja. Semakin anda mempercayai imajinasi itu, maka itu menjadi semakin nyata bagi anda.

          Saya pernah tidur berbantal keris sakti yang dihuni jin yang kuat, sekedar ingin bertemu dengan jin itu, tapi gak ada apa2. Saya pernah tidur dirumah yang katanya penuh jin pengganggu, tapi tak ada apa2. Saya pernah tinggal berbulan2 sendiri digedung besar dan didatangi satpam dan orang2 yang ketakutan karena melihat hantu di gedung itu. Saya tidak melihat dan terganggu.

          Jadi dari pengalaman, saya simpulkan jin dan segala yang ghaib itu hanyalah hasil proyeksi pikiran kita saja. Tak lebih.

          Kalau berdasar pengalaman, anda percaya, ya silakan saja.

    2. nb:

      Karena gw ga suka dengan kebohongan, atau kerancuan, gw luruskan satu bagian yang udah gw ucapkan diatas barusan, karena bagian itu yang bagi gw kurang jelas untuk gw jelaskan, yakni nomor 6].

      Gini ceritanya, sehabis gw baca do’a dari ustadz yang berusaha menghilangkan jin yg mengganggu gw, gw tertidur. Baru aja tertidur, antara sadar dan tidak sadar, gw ngelihat ada sesosok makhluk tinggi besar hitam legam yang akan mengangkat badan gw. Ya gw ‘kan kaget, seketika mulut gw berucap “Astaghfirullahal ‘adzim” sambil terbangun dari tidur. Demi Allah, untuk lebih jelas, seperti itulah ceritanya. Tapi kalo untuk lebih detil lagi, enggak akh, karena takutnya ada saudara gw atao temen gw yg ternyata ikutan baca komentar gw ini juga.

      Cuman simpelnya seperti itu, gitu.
      Percaya atau gak percaya itu mah urusan pribadi. Tapi yang jelas jin itu bagi gw ga bisa disangkal lg keberadaannya, sbb sebagaimana apa yg udah gw terangkan diatas.

      U understand?!

      1. @Gw: simpel kok, pengalaman dengan yang ghaib, selalu merupakan pengalaman pribadi.

        Kalau mau diterima sebagai fakta, ya harus bisa dibuktikan dan dikonfirmasi oleh siapa saja, baik yang percaya atau tidak.

        1. @Judhianto, lagi-lagi lo ngotot klo jin itu kagak ada. Lo emang udah pernah pergi ke dukun belom sih?! Udahlah, sono pergi ke dukun, apa susahnya ‘kan lo pergi ke dukun?!

          Dasar geblek, pergi ke dukunnya juga ga pernah, tapi ini udah berani-beraninya menyangkal keberadaan jin.

        2. Owh, iya, @Judhianto, gw punya mantra ilmu pelet. Mau enggak gw kasih ke elo?! Tapi syaratnya lo kudu ngasih duluw email lo ke gw, nanti gw kirimin ke elo lewat email. Tenang aza gan, gw mah ga becus ngehack, jadi ga usah takut email lo diketahui ama gw. Mw tau kagak?! Klo ditulis disini, sory ya, ga bs, krn taqutnya ada saudara ato temen gw yg ternyata ikut-ikutan baca jg.

          Duluw wkt gw sekolah, gw dikasih mantra ilmu pelet ini ama saudara gw. Gw coba ngebacain mantra ini sambil menatap guru wali kelas gw yg lg khusyu’ menerangkan pelajaran di dlm kelas. Apa hasilnya??? Guru gw matanya tatapan kosong (basa sunda: melong kosong).

          Cuman, semenjak gw mengerti ajaran islam, gw membuang ilmu pelet itu, krn gw lebih menyukai ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah daripada mantra-mantra ilmu pelet.

          Tp krn berhubung lo itu org kafir, jd gw ga usah ngajarin ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah lah ke elo. Gw cuman maw buktiin aja klo jin itu ada (berhubung krn lo itu ngotot mempertahankan argumentasi yg salah bhw jin itu gak ada, menurut lo).

          Ayo, maw kagak mantra Ilmu Peletnya? Ayo siniin duluw emailnya, ato perlu gw duluan gitu yg ngasih email gw ke lo?! Maw kagak?! Kalo maw, ya kasih tau email lo, ato email siapa lo deh, tp yg bakal dibuka ame lo. Tp klo ga maw, ya ga pa pa, cuman lo jgn suka ngotot mempertahankan argumentasi salah bhw jin itu kaga ada (mnurut angan2 lo).

          1. @Gw: kalau pergi ke dukun, anda pernah pergi ke dukun yang pakai tipuan model mana? pakai bakar dupa dan segala macama kembang? pakai ngajarin wirid, sholat tahajud, dan amalan berbau agama? pakai keluarkan paku, kawat dan beling dari pasiennya? yang jago tenaga dalam dan ngaku bisa bobol tembok dengan jarinya? yang pakai atraksi keris berdiri dan berputar-putar? yang tak ada orang tahu “kepintarannya”? yang begitu populernya sehingga harus janjian dan antre berjam-jam? di masa lalu saya pernah pergi ke yang begituan saat mengantarkan teman atau kerabat. Disamping itu, saya punya kerabat dukun, pernah punya sahabat dukun.

            Bagi saya, percaya pada itu semua adalah bagian dari kebodohan saya di masa lalu.

          2. @Judhianto, owh, beneran gan, agan punya saudara dgn temen yg jd dukun??? Coba gw pengen nanya, dy sering baca mantra gak??? Apakah dy sering mengurus jimat-jimat dan benda-benda pusaka dan batu-batu ali???

            Owh iya, dia punya ilmu pelet kagak??? Mantranya pakek bahasa sunda gak??? Klo agan emank jujur ga bohonk, coba sebutin mantranya kayak gimana sbb mantra ilmu pelet yg gw miliki ini bacaannya panjang. Bisakah tolong lo sebutin mantranya (kalo memang pake bahasa sunda, klo pakek bahasa laen, akh ga usah). Sbb gw mau ngebandingin dgn bacaan mantra ilmu pelet yg gw miliki.

            Owh iya gan, lo taw gak dgn jenglot??? Percaya ato ga percaya, saudara tetangga gw punya jenglot. Jenglot tsb, katanya makanannya adalah darah, entah itu darah manusia ataukah mungkin darah hewan. Wallahu a’lam bi showwab…

          3. @gw: ya ampuun.. saya tidak percaya dengan pocong, jelangkung, jenglot, pelet, santet. Kalau anda percaya ya silakan saja, saya tidak.

          4. @Judhianto, apa sih alesan agan kaga percaya dengan adanya jin? Cuman hanya karena eksistensi jinnya kagak kelihatan di depan mata agan gitu?! Dasar Ateis. Kenapa sih agan cuman percayanya wujud-wujud yang tampak di panca indera aja, sedangkan wujud-wujud yang ga tampak di panca indra (ghaib) kaga dipercaya eksistensinya???

            Kenapa??? Apa alesannya cuman karena taqut dikibulin sama oranglain, si A ngelihat anu padahal sebenernya kaga, gitu??? Dasar geblek. Gan, klo misalkan hantu cuman kedustaan orang-orang yg ga bertanggungjawab, atau cuman sekedar halusinasi, mana mungkin di hampir belahan dunia -dari duluw hingga kini- mengenal dengan yang namanya hantu??? Lo mah pinter tp kebelinger. Aneh deh.

            Dan tentang eksistensi jin dan penyebab kenapa di setiap kebudayaan selalu berbeda-beda, gw ga maw menjelaskan lg krn udah jelas gw jelasin waktu itu. Tinggal agan baca lg aja bacotan gw ini di:

            http://www.nontondunia.net/2011/10/08/siapa-lagi-penghuni-otak-kita/comment-page-1/#comment-2686

            http://www.nontondunia.net/2011/10/08/siapa-lagi-penghuni-otak-kita/comment-page-1/#comment-2696

            http://www.nontondunia.net/2011/10/08/siapa-lagi-penghuni-otak-kita/comment-page-1/#comment-2701

            http://www.nontondunia.net/2011/10/08/siapa-lagi-penghuni-otak-kita/comment-page-1/#comment-2813

            http://www.nontondunia.net/2011/05/15/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-2777

            http://www.nontondunia.net/2011/05/15/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-2781

            http://www.nontondunia.net/2011/05/15/pocong-kuntilanak-bener-gak-sih/comment-page-1/#comment-2782

            Gw harap ya agan cuci muka, siram tuh mata pakek air bersih, terus baca lagi tuh bacotan-bacotan gw yg udah gw kasih link-linknya itu ke agan sembari mata agan melek!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

            Bertaubatlah dan jangan kafir!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

          5. @Gw: apa sih alasan anda terganggu dengan saya yang tak percaya dengan apa yang anda percayai? apa kepercayaan anda begitu lemahnya, sehingga terancam oleh pikiran saya?

            Oh ya, anda mengirimkan banyak komentar, tapi intinya tak satupun bisa memberikan bukti yang bisa diverifikasikan, anda hanya bicara pengalaman pribadi anda yang takut (super penakut?) dengan segala macam jin dan demit itu sehingga berkali-kali mengalami sendiri peristiwa ghaib yang menakutkan itu.

            Ya sudah, anda berhak percaya pada pengalaman anda sendiri, saya hormati itu. Bagi saya, anda percaya segala macam ya silakan saja, itu urusan anda sendiri.

            Tapi kan saya punya pengalaman saya sendiri dan tafsir saya sendiri, jadi kalau saya menyimpulkan bahwa semua mahluk ghaib itu omong kosong, ya hormati pendapat saya juga dong.

            Saat anda kafir-kafirkan saya, apa gak tahu bahwa di agama anda (Islam) percaya pada sihir dan tukang sihir (dukun) itu disebut kafir juga?

            😀 😀

      2. @gw : soal lagi tidur diangkat jin, mungkin pengalaman anda sama dengan pengalaman saya..

        saya punya pengalaman sering diangkat jin dan ditindihin jin walaupun sekarang udah lama enggak, kejadian yang paling sering itu waktu sekitar tahun 2011, saya masih sma, kalau sekarang sudah lama enggak.
        ketika sedang tidur, sering kali dalam keadaan tidur dan setengah sadar (bahasa sundanya : reupreupan), yaitu mata saya dapat melihat sedikit, tetapi tubuh saya kaku. seperti ada yang mengangkat kaki saya, kadang juga seperti ada yang menindih badan saya.

        Waktu itu saya membaca surat an-naas dan ayat qursi (membaca dalam hati karena bibir dan tubuh saya kaku) untuk mengusirnya, setelah dibaca berulang-ulang (dalam hati) jinnya pun hilang dan badan saya bisa digerakan kembali.

        Terkadang saya juga melihat sesosok bayangan hitam, kalau dia muncul, mata saya yang dapat melihat sedikit langsung saya merem karena takut

        Namun terkadang setelah berkali2 dibacakan surat an-naas, ayat kursi, dan surat yang lain, jin tetap tidak mau pergi, saya berfikir kenapa bacaan saya, gak ngefek ke itu jin? hmm mungkin karena jinnya kuat, mungkin karena saya solatnya bolong2 makanya surat yang saya bacakan tidak efektif .

        Waktu itu saya adalah orang yang sangat penakut, sehingga walaupun sudah lelah membaca ayat quran, saya tetap memaksakan terus membaca, saya khawatir kalau saya berhenti membaca roh saya akan dibawa oleh jin, ataupun akan terjadi hal buruk lainnya.

        Tetapi pada akhirnya saya muak dan marah dengan itu jin, karena dikeluarga saya, hanya saya yang diganggu. Ibu, bapak, kakak saya yang serumah sama sekali tidak pernah. Saya pun marah dan cape, hingga pada suatu malam kejadian kaki saya diangkat jin terjadi kembali, tapi kali ini dalam hati saya tidak membaca surat quran, bahkan dalam hati saya berkata : ” sini lu jin bangsat gue gak takut, tunjukin diri lu”, dan sumpah serapah lain ke itu jin, saya pun tidak takut jika sin jin membawa roh saya.

        Di pojok kamar saya saya pun melihat bayangan hitam, namu jika biasanya saya langsung merem, kali ini mata saya yang terbuka sedikit saya coba sekuat tenaga untuk dibuka dan melihat ke arah bayangan hitam.

        Setelah beberapa lama, tanpa membaca ayat apapun badan saya yang tadinya kaku dapat digerakan, ketika saya melihat ke arah kaki, kaki saya ternyata ada di dalam selimut, padahal ketika kaki saya diangkat jin mata saya (yang sedikit terbuka) melihatnya tidak berselimut.

        Tidak lama setelah itu, saya menonton trans tv acara dokter OZ indonesia, bahasannya waktu itu adalah “fenomena ketindihan “, seperti yang saya alami. Ternyata hal tersebut adalah ilmiah, fenomena ketindihan jin disebabkan karena gangguan syaraf, yaitu orang yang bangun dari tidur, dimana otaknya sudah bangun tetapi tubuhnya belum bangun, maka dari itu tubuh tidak bisa digerakan. hal ini salah satunya disebabkan karena kelelahan.

        Sekarang, ketika saya merasa ketindihan, atau merasa kaki saya ada yang ngangkat saya tidak baca apa2. diam saja, lama-lama badan saya pun bisa digerakan…

        Sayapun sempat berfikir, “kayanya gue harus minta maaf sama jin, karena belakangan gue sudah memfitnah mereka, menyalahkan sesuatu yang bukan salah mereka” hehehe 😀 😀 😀

        1. oiya tambahan lagi, setelah badan saya dapat bergerak kembali (ketindihannya hilang, kaki sudah tidak terasa diangkat) yang mana saya hanya diam saja, sama sekali tanpa membaca surat quran atau audzubillah himinasyaitonnirrojim, dan istigfar lainnya. Bayangan hitam yang samar terlihat ternyata adalah baju-baju saya yang di gantung di paku pojok kamar.

          1. @anti-dogma, demi allah, gw jg pernah mengalami sleep paralysis. nah gw pengen nanya nieh gan ke elo, apa pendapat lo tentang ini nieh (sepertinya lo kaga percaya dgn adanya ruh, jd gw minta pendapatnya ke elo gan)?

            waktu itu gw tidur tengah malam. nah pas subuhnya hati gw bilang “apakah ini udah muncul matahari atao belum?” gitu. tiba2 gw ga bisa bangun dan malah mengalami sleep paralysis (kelumpuhan tidur), sekujur badan gw ga bisa digerakin sama sekali.

            tp hati gw bilang klo gw pengen ngelihat matahari diluar apakah udah terbit ato belum. nah anehnya, tiba2 aja gw serasa nembus tirai jendela kamar gw dan membukanya. terus gw ngelihat ke luar kamar dan ngelihat ada pot bunga, serta matahari pun belum muncul.

            sehabis itu gw ngerasa masuk ke badan gw tapi masih sleep paralysis. gw pengen bgt gerak tapi sulit sekali. akhirnya hati gw bilang “lebih baik elo tidur lagi aja”. nah setelah itu gw kembali tidur lagi selama 1 menit mungkin.

            kurang lebih sleep paralysis itu terjadi selama 5 – 6 menit mungkin. setelah itu gw terbangun dari tidur dalam keadaan kaget banget. jantung pun berdebar kencang.
            dan anehnya, ternyata pas bangun tidur, gw ngerasa penasaran ada apa aja di luar jendela kamar gw (posisi gw tidur ga berhadapan dgn jendela kamar gw). nah pas bangun tidurnya, gw ngedeketin jendela dan lalu gw ngebuka tirai jendela kamar gw dan lalu gw ngelihat ke luar jendela kamar, gw melihat pot bunga yg tadi ada ketika gw nembus gordeng. dan herannya lagi, gw ngelihat matahari pun belum terbit sebagaimana yang gw lihat sewaktu gw sleep paralysis. padahal sebelumnya gw gak ngelihat ada pot bunga di luar jendela kamar.

            apa itu menurut lo???
            apakah ruh gw nembus gordeng jendela kamar buat ngelihat ke luar kamar sewaktu gw sleep paralysis???
            kalo bukan karena ruh gw yg nembus gordeng,, ya udah kenapa gw bs ngelihat keadaan di luar kamar sewaktu sleep paralysis yg jelas2 sesuai apa yg gw lihat setelah gw bangun tidur???

  6. @anti-dogma, jadi dengan kata lain, lo murtad gitu??? 2011 lo beragama islam, dan sekarang lo jd anti dogma (anti iman), gitu???

    Ya gw cuman maw ngucapin, wilujeng nya, wilujeng murtad, wilujeng jadi kapir, wilujeng mun kojor bakal asup ka jero seuneu naraka Jahannam, heueuh.

  7. Gw : behalusinasi neraka dan surga makanya dengan penjelasan2an dan komentar2 teman2 gak nyambung. Dan kekeh dengam halusinasinya “selamat deh” berteman dengan pocong dang jin, bahkan salam juga dengan si penjaga neraka, salam juga buat orang2 yang memberikan julukan kafir dll. salam aja. siapa tau saya bisa dikenalkan dengan teman2 halusinasinya.

  8. Gw jg taw, lo kagak percaya dgn adanya jin tuh kenapa coba?! Karena memank lo blom pernah meminta mantra ke dukun, makanya lo ngotot mempertahankan argumentasi lo yg salah bhw jin itu ga ada (berdasarkan anggapan geblek lo itu).

    Apa susahnya lo pergi ke dukun hebat (basa sunda: Dukun Lepus), dukun semacam ini biasanya ada di perkampungan, terus minta mantra supaya lo becus ngelihat jin, truz lo sono pergi ke tempat angker tengah malem sambil baca mantra. Apa susahnya lo ngelakuin itu, @Judhianto???

    Kalo lo ngandelin rasa males, ke dukun males, minta mantra males, pergi ke tempat angker males, jalan-jalan ke tempat angker tengah malem juga males, akh kluw kayak gitu, gimana lo membuktikan keberadaan jin yg nampak di depan mata kepala lo. Emank lo pikir jin itu babu lo, yang ga usah lo yg pergi ke tempatnya, tp dia yg harus datang ke tempat lo buat ngeladenin lo sesuai kehendak hati lo, gitu?!

    Mikir dunk, lo ‘kan katanya gablek otak!!! Jangan pernah nyamain jin ama binatang, camkan itu baik-baik!!!

    1. @Gw: apa sih alasan anda percaya pada segala macam yang tak bisa dibuktikan? anda penakut yang terkencing-kencing saat lewat kuburan di malam hari?

      Kalau pada yang gak bisa dibuktikan anda percaya, apa bedanya dengan orang yang percaya sinterklas, dewa Latta, dewa Uzza, Dewa Odin, Dewa Zeus, Dewa Marduk, Dewa Syiwa, Dewa Asyeera dan segala macamnya itu?

      Mikir dong…

      😀 😀 😀

  9. Gw : komentar anda lucu sekali “mantra” , emang ada ya selama ini yang buat mantra ketemu jin, siapa yg buat yach kalau bukan orang kelainan mental atau fikiran (dukun). Oh iya bukankah gw pernah ke dukun? Coba deh posting mantranya saya cobanya. Siapa tauntemen2 juga pingin baca mantranya

  10. @Den Bagus,

    Kenapa lo bilang bahwa mantra itu lucu sekali?! Apanya yang lucu sih?! Hey gan, gw ini punya saudara yg udah banyak menyelami ilmu-ilmu mengenai jin. Jadi lo gag usah geblek dan so’ tau lah, because lo kaga taw apa-apa. Gw klo ngelewat tempat angker tengah malem, gw ga bertemu jin. Tp seandainya kluw gw minta mantra buat ngelihat makhluk astral, pasti gw bisa melihatnya dengan seizin Allah SWT. Gw tuh tau banyak gan tentang jin-jin dari saudara gw yg udah bertapa di gunung dan di tempat-tempat lainnya yang bisa dibilang angker.

    Dasar Ateis Geblek lo. Orang yang melihat jin, bukan berarti dia itu orang gila. Orang gila itu adalah orang Ateis Keparat yg menyangkal adanya makhluk halus. Bahkan yang paling parahnya lagi dari kegilaan Ateis, mereka dengan beraninya menyangkal bahwa Tuhan itu gak pernah ada. Mereka berpendapat bahwa Tuhan itu hanya sekedar imajinasi. Nah itulah orang sarap sebenernya. U understand???

    Woy gan, gw mah ga punya mantra buat melihat jin. Yang gw punyai adalah mantra ilmu pelet. Lagian gw emang skrg udah gag pakek lagi ilmu-ilmu pelet, dgn alesan krn gw lebih menyukai ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah daripada ilmu pelet. Ya biarin ajalah saudara gw suka dengan ilmu pelet dan ilmu sihir, tp klo gw mah gag maw, gw mah maunya jg mengkaji ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Tp krn berhubung lo itu kafir, ya udah, gw ga akan mengajarkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah ke elo krn memank gag ada gunanya. Gw mah cuman pengen buktiin aja bhw jin itu bener-bener ada secara nyata & fakta & realita, berhubung karena lo menyangkal adanya jin.

    Lo pengen taw mantra Ilmu Pelet yg gw miliki??? Buat apa lo taw. Paling-paling lo cuman pengen ngetawain doank. Iya ‘kan?! Tp klo lo emank beneran pengen taw, masuklah ke email gw ini, because kluw disini taqutnya ada saudara gw ato temen gw yg ngebaca jg:

    >> [email protected] <<<.
    Nanti disitu bakalan gw kasih mantranya, wiridnya, dan juga cara-cara amalan-amalannya. Itu jg kluw lo maw buktiin bhw jin itu memank beneran ada, dgn adanya ilmu pelet ini. Kluw gw pribadi sih udh gag maw mempraktekkannya, krn menurut gw hal seperti ini tidak baik dan bertentangan dgn ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah. Tp krn berhubung lo kafir Ateis yg menolak adanya makhluk halus, ya gw kasih buktinya gitu.

    1. @Gw: ya jelas lucu, lha wong gak bisa buktiin apa-apa kok minta dipercaya…
      Apa bedanya dengan anak TK yang nangis njerit-njerit minta kita percaya bahwa Cinderela atau Naga terbang itu nyata

      😀 😀 😀

  11. @Judhianto,

    Huuuuuuh geer. Siapa yang terganggu ame lo, judhi?! Gw mah cuman mw menunjukkan mana yg haq dn mana yg bathil. Sebenernya gw jg ga bakalan debat-debat ame lo keik gini. Tp berhubung karena lo berusaha menyangkal adanya makhluk halus dan tuhan di berbagai postingan lo itu, bahkan lo jg mengkritisi kebenaran kisah Nabi Luth AS and kisah banjir Nabi Nuh AS, itu sama aja lo itu menyerang ‘aqidah Islam. Gw mah ga memaksa lo, Judhi, tp gw mah hny sekedar Fillah (dakwah) supaya lo mikir. Gw suruh lo buktiin sendiri bhw jin itu ada, tp elonya ngotot mempertahankan argumentasi yg salah bhw jin itu ga ada. Maka dari itu, ya gw wajar membela ‘aqidah gw sendiri.

    Aduuuh aduuuh aduuuh lo itu udah Ateis, geblek lagi ya. Malah minta bukti yg bisa diverifikasi. Woooy, jin itu makhluk ghaib woooy. Kaga becus orglain melihat lah. Toh gw jg cuman sekelebatan doank. Lo kluw berharap jin itu becus dieksperimenkan, ya kaga becus lah wong namanya jg makhluk ghaib. (Tolong garisbawahi kata “Ghaib”nya, terus sekalian print, tempel tuh diatas jidat lo Wkwkwkwk 😛 😛 😛 😛 😛 ).

    Menurut lo emank makhluk ghaib itu omong kosong, kenapa? Krn lo belom minta mantra ke dukun. Gan, lo mah dikasih mantra ilmu pelet kaga maw, datang ke tempat angker kaga maw, tp lo sendiri menyangkal adanya makhluk halus. Dasar geblek. Gimana jin tuh maw bisa terbukti benar adanya klo elo sendiri ga maw melakukan apa-apa yg gw bilang.

    Nah kelihatan ya kluw lo emank ga merespon apa yg udah gw bilang sebelomnya. Tuh baca lg bacotan2 gw sebelomnya gan!!! Gw mah punya ilmu pelet tuh cuman zaman duluw. Kluw sekarang gw ini pecinta ahlussunnah wal jama’ah. Sekarang gw udah meninggalkan semua itu. Sebetulnya gw jg pengen ngajarin ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah ke elo, tp buat apa, krn lo ‘kan kafir. Nah, krn berhubung elo itu menolak adanya makhluk halus, berarti gw hrs kasih taw ke elo tentang ilmu sihir, biar lo yakin 1000% bahwa jin itu bener2 ada secara fakta & nyata & realita. Okelah, judhi, lo menyangkal adanya tuhan dan malaikat, krn gw jg kaga becus membuktikan keberadaan mereka. Tp klo menyangkal mengenai keberadaan jin, ya pasti gw tentanx, krn gw pernah menyaksikan lanxsunx kluw jin itu bener2 ada secara fakta & nyata & realita. Apalagi saudara gw ada yanx menyelami ilmu2 tentang jin, jd gw taw tentang adanya mantra buat ngelihat jin.

    Lo bilang gw kafir??? Enak aja lo. Yang ada, lo itu yg kafir beneran. Kafir apa maksudnya??? Musyrik gitu??? Gw membenarkan adanya kekuatan sihir itu fakta, ya gan, bukan musyrik. Yg musyrik tuh kluw gw bersekutu dgn syaitan, nah itu baru musyrik alias syirik. Kluw tentang adanya kekuatan sihir, itu benar adanya, sebab dulu jg Rasulullah SAW pernah disihir. Panjanglah haditsnya, ya lo baca ajalah sendiri disini:

    >> http://muslim.or.id/sejarah-islam/fatwa-ulama-rasullullah-shallallahualaihi-wasallam-pernah-disihir-dan-apakah-beliau-diracuni.html <<<.
    Jadi dgn demikian, ajaran agama Islam jg membenarkan adanya sihir, santet, dan guna-guna.
    ALLAHU AKBAR!

    Memangnya segala sesuatu kudu pakek bukti gan??? Percaya adanya Tuhan harus pakek bukti gitu??? Klo gitu mulai dari detik ini, lo jgn percaya klo lo gablek otak, because 'kan otak lo kaga kelihatan 😛 😛 😛 😛 😛 … Gan, saudara gw punya mantra buat ngelihat syaitan. Kluw ga percaya, sono pergi ke dukun. Minta mantra gitu. Tp kluw saudara gw mah ga pernah taqut dy ngelihat jin juga, krn memank udah biasa suka ngelihat jin.

    Yang harus mikir tuh justeru elo gan. Maw jd apa lo hidup tp ga percaya dgn adanya Tuhan dan hal-hal yang ghaib hanya karena mereka ga kelihatan doank.

    HuuuuuH… 😛 😛 😛 😛 😛 …

    1. @Gw: jika di social media ada ungkapan yang jitu: no picture –> hoax. Gampang kan? gak ada bukti –> dianggap hoax.

      Kalau anda terganggu dengan saya yang tak percaya dengan segala omong kosong itu, ya kerja keras dong! tunjukkan buktinya ke saya! bukan lalu saya yang harus susah-susah pergi ke dukun cari bukti, gak penting banget!

      1. Gw : anda sangat lucu mirip anak.tetangga saya yang marah2 karena orang tuanya gak percaya kalau dia barusan lihat peri. saya tegaskan Gw. saya percaya dengan.tuhan atas segala sesuatu yang belum saya ketahu sebab musababnya. kalau saya sudah tahu sebabnya buat apa saya percaya tuhan itunamanya gak pakAi …..tolong tu mending sadarkan sdr lu. dari pada kafir2kan orang. keburu masuk RSJ

        1. Iya sih. Udah gw pikir bolak-balik gan, bhw masalah ‘aqidah masuknya dalam ranah kepercayaan dan keyakinan. Jadi kita ga bisa memaksakan ‘aqidah kita ke oranglain yang ga percaya. Seandainya gw percaya dengan perkara ghaib, tp lo ga percaya, ya harus gimana lagi.

          Sekarang gw maw nanya ke agan-agan semua yang Ateis. Seandainya kluw syurga dan neraka itu beneran ada kelak, apa agan-agan sekalian ga nyesel masuk neraka karena kafir kepada Allah SWT???

          Gw ga butuh agan-agan sekalian buat ngejawab bhw neraka itu hanya sekedar imajinasi, ilusi, atao budaya. Gw hanya butuh jawaban dr kalian semua, KALIAN GA NYESEL KALO TERNYATA REALITANYA NERAKA ITU ADA KELAK DI AKHIRAT??? KALIAN GA NYESEL MASUK KE NERAKA???

          Ayo jawab plis!!!

          (Kalo ngerasa cerdas, jawabannya harus nyambung dgn pertanyaan gw tsb).

          1. @Gw: terima kasih akhirnya anda sependapat bahwa tiap orang tentu berhak mempercayai apapun, terutama bila memang berdasarkan pengalamannya sendiri. Yang jadi masalah adalah kalau ada yang memaksakan keyakinannya kepada orang lain, apalagi dengan pemaksaan.

            Takut neraka?
            lha itu kan seperti kalau saya tanya anda: apa sampeyan gak takut dipukul pake palunya Thor karena gak percaya Thor? Gimana kalau Thor yang benar?

            Ayo jawab pliss!!!

            🙂

          2. yg namanya setan kagak ada bro
            Pastor gak pernah ngusir jin muslim
            Ustad gk pernah ngusir Luciferm Belial
            kesurupan hnya Hysteria saja
            org yg bisa ngeliat setan itu cuma halusinasi saja

  12. Gw anda hari ini lebih bijak sana, saya percaya kok anda pernah melihat jin. Tapi saya gak percaya jin karena saya belum pernah lihat sendiri, mungkin lain kali kalau saya sudah melihat pasti saya dukung pandangan saudara. Kalau anda tanya saya percaya surga neraka, saya tidak percaya. Karna saya punya pandangan tesendiri tentang hal tesebut seperti anda memandangnya. Saya lebih melihat surga neraka adalah sesuatu kejadian yang kita jalani sekarang. Contoh kalau anda mencuri, merampok atau korupsi maka anda dalam posisi menjakankan neraka karena perasaan anda merasa tersiksa dikarena ditakutkan ketahuan dan takut mendapatkan hukuman. Anda mau mecoba? Silahkan saja anda mencuri motor didepannya pemilik kendaraan, pasti anda akan merasakan neraka dihajar sama masyarakat dan masuk buih. Kalau tuhan saya meyakini 1000% tidak pernah menghukum manusia dikemudian hari. Itu hanya hasil imajinasi yang diajarkan kepada manusia agar kita tidak berbuat menyimpang dari norma2 kesepakatan dalam masyarakat.

    1. Mat sore semuanya…cuman ingin mengajukan beberapa pertanyaan pada judihanto…apa anda punya agama…jika iya berarti anda percaya memiliki Tuhan…tapi apakah anda pernah melihat Tuhan anda…seperti apa wujudx…apakah orang lain juga pernah melihat Tuhan anda…tidak kan….! tapi mengapa anda percaya dan masih menganut agama anda…apakah Tuhan anda juga pernah diteliti di laboratorium…pendapat anda saya rasa tidak konsisten pada prinsip ilmiah anda jika anda masih beragama…jadi mulai sekarang tinggalkan agama anda dan jadilah ilmuan sejati yg hanya mempercayai hasil penelitian laboratorium…itu baru 100% saya akui kredibiltas anda untuk tidak percaya pada hal yg tidak berwujud walau seperti TUHAN sekalipun…thank

      1. @Reza: saya berharap ruang komentar ini diisi pendapat pembaca tentang tulisan yang saya publikasikan di sini, namun sepertinya anda tidak mampu mengomentari tulisan ini sehingga justru berkomentar tentang saya, saya merasa terhormat menjadi perhatian anda.

        Saya coba tangkap pandangan anda yang tersirat dari komentar ada.

        • Secara ilmiah, Tuhan tidak dapat dibuktikan –> anda tidak membantahnya, jadi saya simpulkan anda setuju
        • Kalau Tuhan tidak ilmiah, maka jika percaya dengan berpikir ilmiah dan logis, maka anda sarankan tinggalkan agama –> disisi lain dapat saya simpulkan bahwa anda percaya Tuhan tidak ilmiah (karena saya yakin anda sama sekali tidak bisa membuktikan secara ilmiah), dan anda beragama karena anda menolak untuk berpikir logis dan ilmiah tentang Tuhan.

        Saya percaya Tuhan sebagaimana saya percaya cinta saya pada istri saya. Itu tidak logis, sangat subyektif dan saya tak butuh definisi dan persetujuan dari orang lain tentangnya.

        Oh ya mengenai anda yang tidak mengakui kredibilitas saya, saya justru heran bila saya perduli pengakuan kredibilitas dari anda. Bila anda bilang saya penjahat, bodoh, kafir dan apapun juga; saya tidak tahu apa pentingnya pendapat anda buat saya. Saya pikir hanya anak kecil saja yang butuh pengakuan orang lain atas pikiran-pikirannya.

        1. Saya tidak bermaksud memojokan atau menghina anda dan tulisan anda…saya hanya bingung apa maksud & tujuan yg ingin anda sampaikn kepada pembaca…anda mengatakan mahkluk gaib itu hanya omong kosong karna tak dapat ditunjukan pada khalayak & tak dapat jg dibuktikan keberadaanya secara ilmiah…bukankh anda beragama dan saya rasa semua agama pasti mengakui keberadaan mhkluk yg bersifat gaib di kehidupan ini…bahkkan di dalam kitab2 pedoman agama manapun unsur spritual ini selalu ad…saya rasa hanya orang yg tidak beragama yg pantas mengatakan mahkluk yg bersifat spritual itu omong kosong…karna sampai kapanpun kajian ilmiah & dunia spritual itu akan selalu bertentangan…thanks

          1. @Reza: sepertinya anda terlalu banyak berasumsi. Perhatikan yang orang lain sampaikan, dan jangan berasumsi, itu yang membuat anda bingung sendiri (dan membingungkan).

            Saya tidak terhina atau terpojokkan, dibagian mana itu?

            Bagi saya semesta ini begitu ajaib, karena bisa dijelaskan dengan logis.

            Lewat teori quantum kita bisa memahami bagaimana dari ketiadaan bisa tercipta semesta tanpa ada penciptanya. Dari teori evolusi kita bisa memahami bagaimana mahluk hidup (diantaranya manusia) tercipta tanpa ada perancangnya.
            Penciptaan semesta ini dan segala sesuatu proses di dalamnya tidak butuh penjelasan yang dinamakan Tuhan dan mahluk ghaib.
            Asal dari semesta dan keberadaan kita bisa dijelaskan dari hukum alam.

            Apa yang sebelum hukum alam? tak ada petunjuk yang bisa kita dapatkan. Setelah itu adalah murni wilayah subyektivitas, tiap orang berhak punya jawaban sendiri. Ada yang milih tidak ada apa-apa lagi dan jadi ateis, tapi saya memilih ada Tuhan. Saya gak punya bukti apa-apa atau logika apapun untuk pilihan saya.

            Tuhan saya bukanlah Tuhan personal yang ikut campur dalam dunia, yang minta disembah, dipatuhi dan menyediakan neraka bagi yang gak nurut. Saya hanya memilih percaya Tuhan tanpa tahu apapun gambaran tentangnya.

            Bagi saya agama hanyalah ekspresi budaya manusia untuk menggambarkan Tuhan dan menggunakannya untuk kebaikan manusia. Tiap budaya dan jaman mengembangkan ekspresi (agama) yang berbeda-beda, tapi semua itu hanyalah alat bantu mencapai Tuhan sesuai dengan keadaan pemeluknya.

            Karena sifatnya hanya sebagai alat bantu, maka saya menggunakan agama sepanjang itu bermanfaat bagi saya. Jika ritual agama masih bermanfaat, ya saya pakai. Mengenai konsep agama tentang Tuhan atau segala mahluk spiritualnya, saya anggap sudah tak memadai.

  13. pak Judhi: spt nya anda mengulangi kebodohan anda dimasa lalu dengan melayani ocehan2 org spt “gw” (sumpah ngakak guling2 bacanya) wkwkwkwk

Perkaya Tulisan Ini Dengan Pendapat Anda